Artikel >> Kolom
Virus-virus faham feminisme liberal yang mengusung ide kesetaraan gender, emansipasi wanita, dan semacamnya, kini disadari telah menjadi wabah yang merusak tatanan kehidupan dalam berbagai level rumah tangga, kampung, desa, kabupaten, daerah, hingga negara dan tatanan masyarakat global.
Perempuan yang dipaksakan untuk mengisi ruang yang tidak sesuai dengan kodratnya, menyebabkan terjadinya ketidak-seimbangan dalam kehidupan.
Alkisah, Raja Al-Muqauqis, Kaisar Mesir memberi banyak hadiah kepada Nabi Muhammad berupa budak, peralatan, dan seorang dokter.
Hanya dalam beberapa waktu tak ada satupun dari kaum muslim yang berobat atau konsultasi dengan si dokter karena kaum muslimin jarang sakit.
Maka dokter itu pun bertanya kepada Nabi SAW mengapa bisa demikian.
Orang-orang sosialis yang tidak memahami agama umumnya pasti geram manakala terjadi konflik antar umat-beragama, atau antar-sekte yang berbeda dalam suatu agama, semisal antar kelompok Ahlu Sunnah wal Jamaah versus Syiah dalam agama Islam.
Biasanya pula, menyaksikan pergesekan yang kerap kali terjadi, mereka cenderung berpikir, atau setidaknya mengandaikan, bagaimana sekiranya keyakinan-keyakinan yang bertolak belakang itu tak perlu ada, sehingga tercipta harmoni antar-umat manusia.
“Nahi munkar itu butuh strategi,” dawuh Imam asy-Sya’rani dalam Lawaqihul-Anwar al-Qudsiyah.
Orang yang hendak terjun ke dalam nahi munkar, dawuh beliau, sebaiknya berada di bawah bimbingan seorang syekh yang mumpuni, agar masyarakat bisa patuh terhadap tindakan dan ucapannya.
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau zoon politicon dalam istilah Aristoteles. Karenanya, manusia selalu hidup hidup berdampingan dan bermasyarakat dan saling tolong-menolong antara satu dengan yang lain.
Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan senantiasa menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk.
Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan dhaif dan tiada sempurna. Oleh karena itu, kita dengan segala kekurangan dan kebutuhan tidak akan pernah lepas dari bantuan orang lain. Akan selalu ada ketergantungan antara si anu dan si itu. Ada keterkaitan dan rasa saling membutuhkan. Orang miskin akan selalu membutuhkan bantuan orang kaya, begitu pula orang kaya akan selalu membutuhkan bantuan orang miskin.
“Yang lebih indah darimu, mataku belum pernah memandang.
Dan yang lebih baik darimu, belum pernah dilahirkan oleh wanita manapun.
Engkau tercipta dengan terbebas dari segala cacat (kekurangan), seakan engkau diciptakan sekehendak hatimu. ”
(ungkapan syair Hassan bin Tsabit disaat muwajjahah dengan Rasulullah)
Umat Islam di muka bumi, dari abad ke abad, dari era ke era, serta dari periode ke periode kehidupannya, telah ribuan kali atau bahkan ratusan ribu kali —atau entahlah berapa persisnya—memperingati hari kelahiran Nabi agung Muhammad saw.
KOLOM
KAJIAN
AQIDAH
SEJARAH
ANEHDOT






