Jaring Penyelamat Laba-laba
Ketika Nabi Muhammad Sallallâhu’alaihiwasallam dikejar oleh orang-orang kafir dalam hijrahnya ke Madinah, beliau bersembunyi di goa Tsur bersama sahabatnya Abu Bakar Radhiallâhu’anhu. Sementara di luar, orang-orang kafir sudah mendekati goa itu.
Namun, laba-laba sepertinya tanggap dengan apa yang dihadapi kekasih Allah Subhanahuwata’âla itu. Hewan yang memiliki kelebihan memintal ini dengan sekejap memintal jaringnya dan membentangkannya di mulut goa. Setelah orang-orang kafir sampai di mulut goa dan melihat jaring laba-laba yang membentang, mereka berpikir bahwa goa tersebut tidak berpenghuni. Akhirnya, mereka kembali dan selamatlah Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam dari kejaran mereka.
Ternyata, bukan hanya Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam yang pernah diselamatkan oleh laba-laba. Hewan yang dijadikan nama salah satu surah dalam al-Qur’an ini juga pernah menyelamatkan Abdullah bin Anis Radhiallâhu’anhu, sahabat Nabi Muhammad Sallallâhu’alaihiwasallam. Ketika itu, Abdullah bin Anis diutus oleh Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam untuk membunuh Khalid bin Nubaih al-Hudzaly, pemimpin orang kafir yang bermaksud memerangi kaum muslimin dan berkumpul besama kaumnya di jurang Uranah.
Saat itu, Abdullah dapat memperdayai Khalid bin Nubaih dan mengajaknya untuk berbincang-bincang di tempat yang terpisah dengan pengikutnya. Di saat Khalid lengah, Abdullah membunuhnya kemudian memenggal kepalanya.
Melihat pimpinannya hilang, orang-orang Khalid mencarinya dan menemukan mayat pimpinannya tergeletak tanpa kepala. Mereka sangat marah dengan kejadian itu, hingga mereka mengejar Abdullah dengan petunjuk teracak kakinya.
Sementara itu, dengan membawa kepala Khalid, Abdullah terus lari dan bersembunyi di sebuah goa untuk menghindari kejaran orang-orang Khalid. Di sinilah, kembali laba-laba menyelamatkan orang Islam dengan memintal jaringnya di mulut goa. Ketika orang-orang sampai di mulut goa itu, mereka tidak memasuki goa persembunyian Abdullah karena mereka mengira tidak ada orang di dalamnya, karena sarang laba-laba telah menutupi pintu goa. Akhirnya, mereka kembali pulang tanpa mendapatkan apa-apa.
Setelah sampai di hadapan Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam, Abdullah memperlihatkan kepala Khalid bin bin Nubaih. Melihat kepala Khalid, Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam sangat bahagia dan menghadiahkan sebuah tongkat yang dipegangnya. “Kamu akan terhormat dengan ini di Surga.” Kata Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam kepada Abdullah.
Tongkat itu tetap disimpan oleh Abdullah sampai ia wafat. Sebelumnya, ia berpesan pada keluarganya agar memendam tongkat pemberian Rasulullah itu ketika sudah meninggal. Akhirnya, keluarga Abdullah melaksanakan wasiat tersebut.
Ternyata jaring laba-laba tidak hanya menyelamatkan Rasulullah Sallallâhu’alaihiwasallam
dan Abdullah. Al-Hafidz Abil Qasim bin Asakir menulis dalam kitab sejarahnya, bahwa laba-laba juga pernah memintal jaringnya untuk menutupi aurat Zaid bin Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib Radhiallâhu’anhu, yang disalib dalam keadaan telanjang di tahun 111 H. Selama empat tahun Zaid bin Ali berada di atas salib itu dalam keadaan telanjang, sebelum kayu salib dibakar berserta jasad Zaid.