30 Juli 2010 | 18 Sya'ban 1431 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
 
 
   
 
ANEHDOT ANEHDOT
Perjuangan Kiai dengan Senjata dan Diplomasi

 
Pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Pondok Pesantren Sidogiri menjadi markas para pejuang. Uniknya, selain berjuang dengan senjata, ada pula kiai yang berjuang dengan diplomasi.
Di antara yang berjuang dengan senjata adalah KH Abd. Djalil bin Fadlil dan KA. Sa’doellah Nawawie. Kiai Sa’doellah sebagai komandan Kompi II Hizbullah Divisi Timur. Menurutnya, memerangi Belanda adalah peperangan suci untuk membela tanah air dari invasi kaum kafir.
Sedang yang berjuang dengan diplomasi adalah KH Hasani Nawawie, adik Kiai Sa’doellah. Tak seperti kakaknya yang memilih berjuang memanggul senjata, Kiai Hasani lebih suka berjuang melalui diplomasi. Beliau sering mendatangi kamp-kamp Belanda dan berpidato di situ. Bahkan pernah memakai baju doreng Belanda.
Dengan mendekati Belanda, Kiai Hasani berupaya menetralisir incaran Belanda terhadap Sidogiri. Saat itu Sidogiri memang menjadi salah satu incaran utama Kompeni. Sebab menjadi markas perjuangan dalam mengusir Belanda. Kiai Sa’doellah sering memimpin pasukan untuk menyerbu Belanda dari desa religius ini.
Apa yang dilakukan Kiai Hasani dengan mendekati Belanda ternyata cukup efektif untuk mengamankan Sidogiri dari serangan mereka. Jika pasukan Belanda mau menyerang, Kiai Hasani menyetop mereka sebelum memasuki desa Sidogiri. Beliau meminta mereka untuk kembali. Dan mereka pun menuruti ucapannya.
 
Disadur dari Jejak Langkah 9 Masyayikh Sidogiri
 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.