Pentingnya Komunikasi
Alkisah, di suatu desa ada pasutri (pasangan suami istri) yang tidak harmonis. Tiap harinya selalu terjadi pertengkaran. Meskipun persoalannya kecil, kalau tidak saling sepakat, akan selalu dipermasalahkan, yang akhirnya menjadi percekcokan. Bila masing-masing bertengkar, salah satunya tidak ada yang mau mengalah, ingin menang sendiri, sehingga keduanya enggan saling bertutursapa sampai beberapa hari.
Sebut saja nama sang suami itu Badri. Suatu hari, sebagai kepala keluarga, Badri kerja lembur dan pulang sampai larut malam. Besoknya ia harus bangun lebih awal karena jam 05.00 ia harus berangkat dinas ke Jakarta naik kereta. Inginnya ia minta tolong untuk dibangunkan istrinya. Namun karena gengsi untuk memulai berbicara dengannya, Badri hanya menaruh kertas di meja rias istrinya. “Bu, tolong bangunkan saya pukul 03.00, karena harus bersiap-siap dinas ke Jakarta pukul 09.00, naik kereta pukul 05.00 !” tulisan Badri di kertas yang ditaruh di meja rias istrinya. Di samping itu Badri juga mengaktifkan alarm handphone-nya untuk berbunyi jam 03.00.
Akan tetapi keesokan harinya ia bangun kesiangan, sekiter jam 07.00. Rencana dinas pun batal. Ia sangat marah dan kesal kepada istrinya karena tidak membangunkannya. Kemarahannya yang memuncak jadi hilang dan ia terkejut saat menemukan tulisan tangan istrinya yang berbunyi, “Pak bangun! Sudah pukul 03.00. Tuh... handphonenya bunyi dari tadi !”
Dari itulah komunikasi sangat penting bagi manusia sebagai makhluk sosial. Dengan komunikasi, kita dapat mengungkapkan isi hati kepada orang lain.
Disadur dari buku Fulfilling life, Parlindungan Marpaung