Pikir Dulu, Baru Katakan
Seorang ahli nahwu (gramar bahasa Arab) berpesan kepada anaknya, “Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, maka pikirkanlah dahulu masak-masak, supaya kamu bisa mengatakan dengan kalimat yang benar dan indah, barulah kemudian katakan!”
Suatu ketika, mereka berdua duduk-duduk santai di suatu musim dingin, dan dan di depan mereka ada api pemanas ruangan yang menyala. Tiba-tiba ada percikan api yang mengenai jubah si ayah, tanpa diketahuinya. Si anak itu yang melihatnya. Ia terdiam sesaat untuk berfikir sejenak. Lalu ia berkata, “Wahai ayah, aku ingin katakan sesuatu, apakah ayah izinkan?”. “Jika yang kau katakan itu benar, maka katakanlah”. “Aku melihat sesuatu berwarna merah di jubahmu”. Kemudian si ayah bertanya, “Apakah itu?”. “Ada bola api jatuh di atas jubah ayah.”
Si ayah langsung meihat jubahnya yang sebagian besar terbakar. “Mengapa kamu tidak segera memberi tahu aku?”. “Aku masih memikirkan dahulu apa yang akan kuucapkan, sebagaimana ayah pesan padaku dulu kala.”
Disadur dari 101 Kisah Teladan, M. Amin al-Jundi.