Dikencingi Setan
Allah Subhânahu wata‘âlâ banyak menurunkan rahmat pada hamba-Nya di malam hari. Anehnya, tak banyak orang yang mau mengambilnya. Mereka malah asyik, nyenyak, dan pulas dalam tidurnya sampai kokok ayam berbunyi di waktu Subuh. Dan rahmat Allah Subhânahu wata‘âlâ terbuang sia-sia dan mereka menjadi merugi.
Memang ibadah di malam hari terasa sulit diaplikasikan oleh banyak orang. Kadang meski sudah bermaksud untuk bangun malam, masih banyak orang-orang yang kebablasan sampai azan Subuh dikumandangkan. Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud disebutkan, konon, ada seorang yang selalu tidur hingga subuh. Lalu Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa setan telah mengencingi telinga orang yang tidur pulas sampai subuh itu. Dalam Hadis lain disebutkan bahwa setan mempunyai tiga jamu, jamu Su’ûth, Lu’ûq, dan Dzurûr. Jika jamu Su’ûth diberikan pada seorang, maka akhlak orang tersebut berubah menjadi jelek. Jika jamu Lu’ûq diberikan pada seorang, maka lisannya akan selalu berkata buruk. Dan jika jamu Dzurûr diberikan pada seorang, maka dia akan selalu tidur pulas sampai subuh.[]
Ihyâ’ Ulûmid-Dîn, juz I, hal. 359