09 September 2010 | 30 Ramadhan 1431 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
 
 
   
 
ANEHDOT ANEHDOT
Dari Kiai Sa’doellah untuk Kemerdekaan

Kemerdekaan Bangsa Indonesia dari kaum Imperialis Barat adalah tujuan utama perjuangan Kiai Sa’doellah. Menurut pandangannya, agresi Belanda harus dihadapi dengan berperang. Memerangi Belanda adalah peperangan suci untuk membela tanah air dari invasi kaum kafir.
Semangat dan keberanian Kiai Sa’doellah dalam berjuang sangat tinggi, sehingga tidak mementingkan diri sendiri. Sehari-hari beliau ada di mana-mana, bergerilya, dan bertempur di medan perang. Pernah beliau pergi ke Semarang, Jogjakarta dan tanah Betawi untuk menghadapi agresi Belanda dengan menunggang seekor kuda dan memegang cemeti. Sedangkan pasukannya diangkut dengan truk.
Untuk menyemangati pasukannya, sebelum berangkat berperang, Kiai Sa’doellah membakar semangat mereka dengan orasinya yang menggebu. Beliau menginstruksikan kepada semua pasukannya agar jangan takut dan susah. Walau digertak bagaimanapun oleh Belanda, jangan sampai ada yang menyerah.
Ayat-ayat yang sering disampaikan pada pasukannya adalah, “Kullu nafsin dzâ’iqatu al-maut (Semua orang akan merasakan mati)(QS Ali Imran;185), setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Menurut beliau, walau bagaimanapun juga, setiap manusia pasti akan merasakan kematian, jadi jangan takut mati dan susah, pantang mundur dan terus maju.

Disadur dari Jejak Langkah 9 Masyaikh Sidogiri
 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.