09 September 2010 | 30 Ramadhan 1431 H
Home Forum Diskusi Link Download Maklumat Kontak
   
       
 
 
 
  Kirim BM   BM Terbaru  
 
   
 
BM TERBARU BAHTSUL MASA'IL
Tajdîdun-Nikâh

Bagaimana sebetulnya hukum tajdîdun-nikâh atau taukîdun-nikâh, apakah ada anjuran khusus tentang itu? Dan apa dalilnya?

Fathurrahman, Muncar, Banyuwangi

 

Pada dasarnya, tajdîdun-nikâh hukumnya boleh-boleh saja (mubah) dan tidak mengakibatkan rusak atau fasakh-nya akad yang pertama. Demikian ditegaskan oleh Ibnu Hajar dalam Syarhis-Syihâb. Namun, hukum mubah ini bisa berkembang menjadi hukum yang lain sesuai dengan keyakinan dan tujuan pelakunya:

a. Haram, apabila pelakunya berkeyakinan bahwa dengan tajdîdun-nikâh bisa mengubah dan memperbaiki ekonomi keluarga.

b. Wajib, bila dikaitkan dengan kewajiban melaksanakan peraturan pemerintah yang mengharuskan akad nikah semuanya harus tercatat dalam catatan sipil (dan tentunya tidak disertai keyakinan-keyakinan di atas)


Lihat: Syarhus-Syihâb: VII/391, Ghâyatut-Talkhîsh: 206, 
Bugyatul-Mustarsyidîn: 91, Fathul-Bârî: XIII/199

 
SEARCH
 
MEMBER LOGIN
User
Password
 
   
         
                      Copyright © 2007 SMI Indonesia. All Rights Reserved.