Rutin Diskusi Panel dan Intensifkan Kajian
Rutin Diskusi Panel dan Intensifkan Kajian
SALAH satu dari kesekian institusi yang dimiliki oleh Kuliah Syariah PPS adalah LPSI (Lembaga Penelitian dan Studi Islam) yang didirikan oleh Ust. Idrus Ramli pada tahun 1999 M yang lalu. Program ini memiliki sepak terjang yang sangat diidolakan bagi kalangan santri. Sebab, orang-orang yang berada di bawah naungan LPSI merupakan santri senior tingkat Aliyah pilihan yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan LPSI selama ini.
Dalam pembagiannya, LPSI yang sampai saat ini beranggotakan sekitar 80 santri PPS, memiliki beberapa divisi atau bagian khusus yang mengkaji khazanah keislaman klasik. Divisi itu adalah Kajian Tafsir yang dibagi menjadi 2 kelompok, Kajian Hadis, Kajian Ushul Fikih, Kajian Adab yang mengkaji sistematika gramatika Arab dan ilmu-ilmu yang berkaitan, seperti Balaghah. Pada tahun ini, LPSI membentuk kajian baru yang khusus memperdalam Kajian Akidah (Tauhîd) sebagai kaderisasi benteng akidah yang akhir-akhir ini marak dengan fenomena kesesatan perpikir, dan sampai saat ini, divisi Akidah yang beranggotakan 12 orang, telah melakukan penelitian dengan mendalami kitab-kitab akidah klasik sejak awal tahun 1431 H.
Untuk lebih memajukan LPSI, saat ini pimpinan LPSI, Abdurrohim Arief, bersama pengurus inti LPSI membentuk 2 tim kajian baru. Kajian yang ingin dibentuk adalah satu divisi yang mengkaji Sejarah Islam dan satu lagi menambah anggota baru Kajian Usul Fikih yang nantinya akan dibagi menjadi dua kelompok.
Diantara metode yang telah direalisasikan dalam kajian LPSI adalah diskusi panel yang diadakan setiap satu bulan satu kali. Diskusi panel ini dibagi sesuai jadwal masing-masing kajian. Pada malam senin (25/1) LPSI telah mengadakan diskusi panel yang ditangani oleh kelompok Kajian Hadis yang diselenggarakan di aula kantor seketariat PPS. Dalam diskusi panel itu, divisi Hadis mengangkat tema “Problematika Hadis-Hadis Maudhu‘ dalam Literatur Tasawuf" dengan mendatangkan KH. Abdussalam, Pengasuh Pondok Pesantren Buduran, Sidoarjo dan Ust. Qoimuddin, guru senior tingkat Aliyah sebagai nara sumber.
Pada akhir bulan Dzul Hijjah kemarin, LPSI juga telah mengadakan diskusi panel dari Divisi Tafsir yang mendatangkan Ust. Roqib dan Ust. Nahdlor Tsana'i sebagai narasumber yang memiliki kredibilitas dalam kajian Tafsir tersebut.
Sebagai sarana yang ditujukan untuk memotifasi santri-santri tingkat Aliyah, LPSI juga akan menyelenggarakan seminar ilmiah yang khusus diikuti murid-murid madrasah Anggota Kuliah Syariah (santri senior). Dalam acara seminar ini, audien selalu terbawa arus untuk menginstropeksi diri sebagai sejatinya santri yang bertujuan untuk menimba ilmu di Pesantren. Acara seminar tersebut seolah membawa angin segar untuk santri yang pernah menjalankan tugas setelah lulus di tingkat Tsanawiyah. Hal ini disebabkan tema-tema yang diangkat dalam acara seminar tersebut adalah tema-tema yang membangkitkan ghirah para santri untuk mengkritisi perkembangan umat Islam di era modern yang telah terserang arus transformasi.
Pada tahun ini, pengurus LPSI menetapkan bahwa acara seminar pada tahun ini akan digelar setelah liburan Maulid. Seminar tersebut merupakan tangan panjang dari diskusi panel yang dipersembahkan kepada seluruh anggota Kuliah Syariah di PPS ini.
Untuk langkah-langkah selanjutnya, LPSI akan semakin menggiatkan intelek-intelek muda PPS sebagai kaderisasi benteng Ahlussunnah wal-Jamaah yang harus tetap eksis dengan kitab-kitab klasik sebagai acuan utama dalam menghadapi problematika tantangan zaman yang kian mendongkrak kaum sarungan.[*]