Pembukaan Milad ke-278 PPS: Totalitas Show Performance yang Menawan

share to

Pembukaan Milad ke-278 PPS dan Ikhtibar ke-79 MMU membuat decak kagum dan memukau ribuan mata yang memandang, Senin (14/08) kemarin malam. Ribuan santri yang hadir dibuat terpukau oleh rentetan penampilan yang disuguhkan dengan sangat apik dan menarik.

Semua penampilan dipermak dengan cukup indah dan rapi, seperti Shalawat Nabi yang lagunya mampu membangunkan bulu kuduk. Pembacaan kalam-kalam Ilahi juga tak kalah mengalun indah. Ditambah sebuah drama mini yang mengilustrasikan tentang pengajian kitab kuning ala pesantren pada Pengasuh PPS. Pembukaan Milad menjadi semakin meriah karena ada parade bedug oleh Tim Bedug.

Mas H. Bahruddin Thoyyib, di dampingi oleh Mas Aminullah Bq, didapuk untuk meresmikan pembukaan Milad. Pembukaan ditandai dengan tabuhan bedug oleh beliau lalu dilanjutkan dengan parade bedug. Setelah itu, pesta kembang api menghiasi langit venue (lapangan, red) utama Milad dan Ikhtibar 1436 H.

Lebur, cah. Engko’ toman nyungngu’ geladi kotor ê Sekretariat, seru. Ternyata pas acaranah lebih seru polê (Seneng, cah. Saya pernah nonton geladi kotor di Sekretariat, seru. Ternyata pas acaranya lebih seru lagi),” kata salahsatu santri asal Pamekasan yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia mengaku sudah berkali-kali menyaksikan geladi kotor di Kantor Sekretariat Lt. III. Ternyata untuk menghasilkan performa yang menawan seperti yang dilihatnya saat ini, tim shalawat, tilawatil quran dan lain-lainnya harus benar-benar total. Santri yang berdomisili di Daerah K tersebut mengaku takjub.

“Saat geladi kotor itu, mereka (tim-tim penampilan, red) sering dimarahi kalau ada penampilannya yang salah atau kurang total,” tambahnya.

Sementara itu, pemutara audio pengajian KH. A. Nawawi Abd. Djalil ketika penampilan mini drama terasa begitu menyentuh. Semua itu karena dukungan audio visual, lighting, tata rias panggung yang sempurna dan ditambah dengan kecanggihan tekhnologi LED membuat penampilan malam ini terasa begitu istimewa.

Acara yang ditunggu-tunggu adalah ceramah kedua muballigh, yaitu Habib Jamal bin Thoha Ba Agil dari Batu Malang dan Habib Jakfar al-Muhdor dari Probolinggo. Namun sayang, yang bisa hadir hanya Habib Jakfar al-Muhdor, alumni Pondok Pesantren Sidogiri.[KabarIKhtibar]

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net