CB3 Adakan Pelatihan Anti Narkoba Bersama BNN Pasuruan

share to
Petugas Cegah Berantas Barang Berbahaya (CB3)

Jumat (04/03) Cegah Berantas Berantas Barang Berbahaya (CB3) menggelar acara pelatihan dengan tema Pelatihan dan Pemahaman Narkoba Santri Sidogiri Bersama Badan Narkoba Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan. Pelatihan bertempat di Gedung Sidogiri Excelent Center lantai III.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BNN Kota Pasuruan, AKBP. Erlang Dwi Permata, S.E, Dokter BNN, Dr. Faisal bin Zou, dan seluruh pengurus CB3, serta diikuti oleh semua Kepala Daerah dan Kepala Kamar Pondok Pesantren Sidogiri.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Wakil I CB3, Ust. M. Anshori Ali. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa CB3 adalah instansi yang berperan dalam memberantas barang berbahaya yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri. “Peran CB3 adalah mencegah dan memberantas sesuatu yang berbahaya dikonsumsi oleh santri,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Sidogiri sangat memperhatikan terhadap barang yang berbahaya bagi santri. Maka dari itu, CB3 dibentuk untuk memberantasnya. CB3 juga akan mengadakan sekolah khusus tentang CB3 kepada para santri.

Selanjutnya, acara diisi penjelasan tentang narkotika oleh Dr. Faisal bin Zou kepada para peserta tentang bahaya mengonsumsi barang haram tersebut.

“Penggunaan narkoba itu bisa memberikan efek yang bisa mengubah perilaku seseorang serta jiwanya seperti, berhalusinasi, terjadi penurunan tingkat kesadaran, bahkan bisa menimbulkan kematian,” kata Dr. Faisal.

Adapun tanda-tanda orang yang sudah mengonsumsi narkoba di antaranya, mata tampak merah, muka terlihat kusam, perubahan perilaku yang tidak biasa, tapi beliau mengimbau bahwa seseorang akan terindikasi apabila sudah melalui tes urine.

Dokter Faisal juga menjelaskan pelaku narkotika bisa sembuh apabila sudah melalui proses rehabilitasi dengan beberapa ketentuan.

“Pasien harus terlebih dahulu dilakukan asesmen kemudian dites urine. Jika tergolong positif, maka pasien akan dibedakan menjadi dua kategori, jika pemakaian tergolong ringan maka akan dilakukan rawat jalan. Namun, apabila tergolong berat maka akan dilakukan asesmen lagi kemudian baru direhabilitasi,” jelasnya.

Acara berlanjut dengan keterangan dari Kepala BNN Pasuruan, AKBP. Erlang Dwi Permata S.E. Menurutnya, Pondok Pesantren Sidogiri adalah satu-satu pesantren yang merespons terhadap barang berbahaya ini.

“Sebelum BNN Pasuruan diresmikan, Sidogiri sudah ada CB3 yang menangani tentang narkotika, jadi Sidogiri adalah pesantren yang sangat merespons tentang hal ini, di pondok lain juga ada, tapi tidak se-responsif Sidogiri,” ungkapnya, bersama tepuk tangan riuh peserta.

Penulis: Muhammad Noval

Editor: Moh Kanzul Hikam

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *