Kholili Hasib; Isu ISIS Menjadi Alat Syiah Menggebuki Ahlussunnah
Nov19

Kholili Hasib; Isu ISIS Menjadi Alat Syiah Menggebuki Ahlussunnah

Selasa (4/11) Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) Madrasah Miftahul Ulum tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri menyelenggarakan diskusi panel perdana tahun pelajaran 1435/1436 H dengan tema, ”Ngobrol ISIS Bareng Wakil Sekjen MIUMI”. Acara yang diletakkan di Aula Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri ini dihadiri oleh segenap murid MMU Aliyah. Dalam hal ini Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Kholili Hasib, S.Pd, M.Ud hadir sebagai narasumber utama dan Pimred Buletin Sidogiri, Ust. Alil Wafa sebagai moderator. Dalam presentasinya, Kholili menuturkan, “ISIS merupakan salah satu milisi yang berada di Irak untuk melawan penjajah AS dan tentara Syiah dan di Suriah melawan pemerintah Bashar Asad yang beraliran Syiah Nusairiyah. Di Irak dan Suriah banyak milisi yang melawan pemerintah zalim. Bedanya, ISIS bercita-cita menegakkan kekhilafahan,” jelasnya. “Persatuan Ulama Internasional yang dipimpin oleh Syaikh Yusuf Qaradhawi menilai bahwa baiat terhadap Abu Bakar al-Baghdadi tidak sah karena belum memenuhi syarat khilafah ala manhajin nubuwah,” lanjutnya. Beliau juga menjelaskan bahwa ISIS telah menjadi alat kaum Syiah untuk menggebuki Ahlusunnah. “Jalaluddin Rahmat, Ketua Dewan Suro Ikatan Ahlul Bait Indonesia (IJABI), menuding bahwa akar masalah konflik di Indonesia adalah umat Islam Ahlusunnah yang anti terhadap Syiah. Bahkan ia juga menuding MUI, sejumlah parpol, dan ormas Islam membantu ISIS untuk menghancurkan Syiah. Syiah ingin menggiring isu bahwa kelompok mana saja yang ingin menolak atau memerangi Syiah adalah pendukung ISIS. Ini cap yang ngawur. Tuduhan syiah harus diluruskan. Meski ISIS di Suriah perang dengan Syiah, tapi bukan berarti yang anti Syiah adalah ISIS,” tegasnya di hadapan ratusan santri. Di akhir presentasinya beliau berharap pemerintah perlu menanggulangi keberadaan ISIS dengan cermat, jangan sampai gegabah atau membuat generalisasi tanpa landasan. Dan aparat harus paham mengenai bendera yang digunakan oleh ISIS sebab logo tersebut merupakan logo dari Nabi Muhammad SAW. Sangat mungkin ada Muslim yang menggunakan logo tersebut, namun bukan anggota ISIS. Itu simbol Islam bukan semata punya ISIS. Dan jika aparat tidak cermat, sangat mungkin terjadi salah tangkap. __________________ Penulis: Akbar Junaedi Editor   : Zainuddin...

Selengkapnya
Taujihat Majelis Keluarga dalam Pelantikan Pengurus HMASS 1441-1449
Des24

Taujihat Majelis Keluarga dalam Pelantikan Pengurus HMASS 1441-1449

Taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dalam Pelantikan Pengurus HMASS Ahad, 27 Rabiuts Tsani 1442 H. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله ، الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan anugerah-Nya, sehingga kita bisa berkumpul di sini, di tempat yang insya Allah merupakan salah satu tempat terbaik dalam hidup kita. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad r, teladan sempurna kita dalam segala hal, khususnya dalam hal perjuangan menyebarkan kebaikan dan membawa umat ke dalam cahaya iman dan Islam. Dalam kesempatan ini, saya hanya ingin menekankan bahwa pesantren itu adalah mengenai pandangan hidup. Hakikat pesantren itu bukan lembaganya, bukan sarananya, bukan tempatnya, tapi hakikat pesantren itu adalah pandangan hidupnya. Semua tempat hakikatnya adalah pesantren jika mempraktekkan pandangan hidup ala pesantren. Sebaliknya, selantang apapun sebuah lembaga menyebut dirinya sebagai pesantren, tapi di dalamnya tidak ada pandangan hidup pesantren, maka hal itu adalah klaim-klaim kosong yang tak memiliki esensi apa-apa tentang pesantren. Hal inilah yang tersirat dalam pandangan Almaghfurlah Kiai Hasani Nawawie ketika beliau membuat takrif santri. Beliau tidak menyatakan bahwa santri itu adalah orang-orang yang berada di dalam lingkungan pesantren. Beliau tidak menyatakan bahwa santri itu adalah orang materi pelajarannya adalah kitab kuning. Tidak menyatakan bahwa santri itu yang ke mana-mana memakai sarung dan kopiah. Tidak! Beliau tidak menyatakan demikian. Beliau menyatakan bahwa santri itu adalah orang yang berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Hadis, serta teguh dan istiqamah dalam memegang kebenaran, tidak terombang-ambing oleh arus kanan dan arus kiri. Cukuplah, takrif santri dari Kiai Hasani itu sebagai bekal kalian. Di manapun kalian berada, di masjid, di pesantren, di kampus, di kantor, di pabrik, di sawah ataupun di terminal, jika kalian sesuai dengan takrif tersebut, maka kalian adalah santri hakiki. Jika tidak sesuai dengan takrif santri, maka meskipun ahli membaca kitab kuning, berkhotbah dari satu masjid ke masjid lain, disebut sebagai Gus, Kiai, Ustadz atau Panglima Santri sekalipun, maka semua itu hanyalah gelar-gelar kosong yang tak berarti apa-apa. Tugas kalian sebagai Pengurus HMASS adalah menjaga hal ini. Mengawasi, menjaga, dan menuntun teman-teman kalian agar akidah, syariat, akhlak, pandangan hidup dan budaya mereka tidak menyimpang dari takrif santri. Syukur-syukur jika kalian bisa mewarnai kampus dengan prinsip-prinsip kesantrian itu. Jumlah kalian mungkin tak seberapa dibanding organisasi pergerakan mahasiswa yang lain. Dibandingkan HMI, PMII, KAMMI, GMNI atau yang lain. Jumlah orang itu hanyalah angka. Yang paling menentukan adalah kualitas orangnya, ketangguhan mentalitas dan keteguhan prinsipnya. Umat Islam sudah terbiasa meraih kemenangan dengan jumlah mereka yang sedikit. Jangan minder, jangan pesimis, jangan merasa inferior hanya karena anggota kalian masih sedikit. Tunjukkan bahwa kalian adalah...

Selengkapnya
Taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri
Des18

Taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri

Mas H. Achmad Sa’dulloh bin KH. Abd. Alim membacakan Taujihat dari Katib Majelis Keluarga dalam pelantikan Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan IASS dan Pengurus Pusat dan Cabang  HMASS Taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dalam Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri Ahad, 27 Rabiuts Tsani 1442 H. Ahad, 27 Rabiuts Tsani 1442 H. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله ، الحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala perkenan-Nya mengumpulkan kita dalam barisan khidmah Pondok Pesantren Sidogiri. Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, segenap keluarga dan sahabat beliau, segenap keturunan dan para penerus perjuangan beliau hingga hari kiamat nanti. Saudara-Saudara segenap Pengurus Ikatan Alumni Santri Sidogiri sekalian… Hidup ini adalah perjuangan untuk menjadi orang-orang yang baik. Dan, idealnya, selain menjadi orang-orang baik dalam dirinya, juga sekaligus bisa membawa kebaikan bagi orang lain. Jika belum bisa membawa kebaikan bagi orang lain, maka minimal kita tidak membawa keburukan bagi mereka. Karena itulah, kita berkumpul di sini. Secara garis besar, ada orang yang mentalitasnya masih berada dalam tingkat dipengaruhi; ada pula yang mentalitasnya sudah berada dalam tingkat mempengaruhi. Orang yang masih berada dalam tingkat dipengaruhi, maka kewajiban dia adalah berkumpul dan berteman dengan orang-orang baik, serta menjauh dari lingkungan yang buruk. Hal itu supaya dia terpengaruh untuk menjadi baik serta terselamatkan dari pengaruh-pengaruh yang buruk. Sedangkan untuk orang yang grade-nya sudah bisa mempengaruhi, maka dia dipersilakan untuk terjun di mana saja untuk mewarnai lingkungan dengan warna-warna kebaikan. Tujuan Sidogiri mendidik kita adalah agar kita menjadi hamba-hamba Allah yang saleh. Tentu saja, hamba yang saleh itu, bukan sekadar orang-orang yang tekun beribadah, tapi juga orang yang peduli terhadap sekelilingnya. Kitab-kitab kita mengajarkan bahwa agama itu bukan sekadar urusan pribadi masing-masing, seperti yang dihembuskan oleh orang-orang liberal saat ini. Islam memerintahkan amar makruh nahi mungkar. Menyerukan untuk berjuang mengubah keadaan agar menjadi lebih baik, jika kita memiliki kemampuan untuk melakukannya. Fikih kita tidak hanya berbicara mengenai akidah dan ibadah. Tapi, juga mengenai perbaikan lingkungan, ekonomi, politik, dan aspek-aspek sosial lainnya agar sesuai dengan ajaran agama. Maka, di manapun santri berada, apapun profesi dan karirnya, dia dituntut untuk membawa pandangan hidup santri ke sana. Sebisa mungkin berusahalah untuk mewarnai, atau paling tidak, jangan sampai diwarnai. Nilai-nilai kebaikan yang kita tebarkan di manapun kita berada akan menjadi amal jariyah yang bisa terus tumbuh dalam sepanjang waktu. Kehidupan dunia adalah tempat kita menabur benih itu. Musim hujan kelak akan membuat benih itu tumbuh membelah tanah, tak peduli di manapun tempat menaburnya. Dan, di tempat ini, kita semua sedang diberi peluang untuk ikut...

Selengkapnya
Jangan Keliru Memahami Arti Ahli Bait
Nov21

Jangan Keliru Memahami Arti Ahli Bait

Habib Taufiq Bin Abdul QOdir As-Segaf saat menyampaikan pengajian di depan santri. Kekeliruan memahami tentang siapa ahli bait bukan sesuatu yang baru. Salah satunya adalah kelompok yang menyatakan bahwa ahli bait hanya Sayyidina Ali, Sayyina Hasan, Sayyidina Husain dan Sayyidatina Fatimah. Kita sebagai umat Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah tidak harus memutar otak untuk mencari dalil bantahan terhadap argumen mereka. Sebab, hampir di setiap muqaddimah kitab ulama salaf terdapat keterangan yang begitu jelas, contohnya dalam kitab Fathul Mu’in: وعلى آله) اي أقاربه المؤمنين من بني هاشم والمطلب) “Ahlunnabi adalah kerabat nabi dari keturunan Bani Hasyim dan Bani Muthalib yang beriman.” Dari satu sisi, ahli bait dibagi menjadi dua. Pertama, ahli bait sukna, yaitu para istri nabi. Kedua adalah ahli bait nasab, yakni para keturunan Rasulullah dari Sayyidina Hasan dan Husain. Dengan begitu, mengkhususkan ahli bait pada keempat sosok tadi dengan menafikan para keturunannya adalah pemikiran yang cacat. Mereka yang memiliki anggapan demikian sama halnya berujar bahwa pohon itu hanya akarnya saja, sementara batang, ranting dan daunnya tidak termasuk bagian dari pohon. Ini jelas keliru dan tidak perlu ragu mengatakan bahwa pernyataan mereka salah. Baca Juga: Santri Harus Sehat Lahir Batin Kemudian, ada juga yang berdalih bahwa pernyataan ahli bait hanya terdiri dari empat orang berasal dari perbedaan antara آل dan اهل , padahal kedua lafaz tersebut satu makna. Buktinya, ketika ditasghir, hasilnya sama yaitu اهيل . Bahkan, ulama sekelas Imam Syafii tidak membedakan kedua lafaz tersebut. Hal ini dapat kita lihat dari syairnya yang berbunyi: يا اهل بيت رسول الله حبكم # فرض من الله في القرأن أنزله يكفيكم من عظيم الفخر أنكم # من لم يصل عليكم لا صلاة له “Duhai keluarga Rasulullah! Mencintai kalian, Allah haruskan dalam al-Qur’an-Nya. Cukuplah menjadi bukti keagungan kalian. Bahwa siapapun yang tidak bershalawat pada kalian, maka shalatnya tidaklah diterima.” Dalam syair ini beliau mengungkapkan kewajiban shalawat pada ahli bait di tahyat akhir (qaul qadim) menggunakan lafaz اهل. Sementara  hadits yang dijadikan dasar penggalian hukum wajibnya menggunakan lafaz  آل. Jika masih ada yang bersikukuh bahwa ahli bait hanya tertentu pada empat sosok. Maka, dia adalah orang yang mengingkari para keturunan...

Selengkapnya
Rapat Pimpinan Madrasah Ibtidaiyah Ranting Sukses Terlaksana
Okt13

Rapat Pimpinan Madrasah Ibtidaiyah Ranting Sukses Terlaksana

Rapat Pimpinan Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Ibtidaiyah Ranting Pondok Pesantren Sidogiri tetap terlaksana tahun ini, meski sedikit berbeda karena pandemi.  Sesuai arahan Ketua I, untuk tidak melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim) Madrasah di kawasan Sidogiri karena korona belum usai, Pimpinan MMU Ibtidaiyah menyiasatinya dengan menggelar Rapim secara berkala. Untuk ranting Tipe-B, pelaksanaan Rapim dibagi menjadi dua wilayah. Pertama, hari Jumat (09/10) di MMU B-02 Karangsari Sampang bagi wilayah Madura. Kedua, digelar di MMU B-07 Ranupakis Lumajang untuk wilayah Jawa pada hari Ahad (11/10). Sementara, Rapim MMU Ranting Tipe-A pelaksanaannya di MMU A-05 Jeruk Pasuruan pada Senin malam (12/10). Dalam rapat, Ustaz Muntahal Hadi, Kepala Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah induk menjelaskan mekanisme pelaksanaan ujian Semester I di MMU Ibtidaiyah Ranting yang akan dimulai pada Rabu 26 Shafar sampai  Senin 09 Rabiul Awal. Eks. Direktur Annajah Center Sidogiri ini juga menghimbau agar MMU Ranting turut menjaga nama baik Pondok Pesantren Sidogiri dengan tetap mengawal ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, karena ranting merupakan jendela-jendela kecil Pondok Pesantren Sidogiri. MMU B-07 Ranupakis Klakah Lumajang: Sebanyak 41 Ranting dari 6 kabupaten hadir dalam Rapat Pimpinan Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah Ranting Pelaksanaan Rapim yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya tentu memberi kesan berbeda pula. Salah satunya, kesempatan bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Sidogiri bagi para Pimpinan Madrasah Ranting tak lagi dimiliki. Komentar Kepala MMU Ranting Namun, menurut Ustaz Syaiful Rizal, Kepala MMU B-07 Ranupakis, ada sisi positif dalam format Rapim tahun ini, “Menurut kami, sistem pelaksanaan Rapim yang dilaksanakan di salah satu MMU Ranting ada baiknya, karena masih banyak ranting yang belum tahu terhadap ranting yang lain. Dan kebetulan madrasah kami yang ditunjuk sebagai tuan rumah oleh induk, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami.” Dalam sesi wawancara, pria kelahiran Lumajang ini juga menyampaikan pesan pada Pimpinan Ranting lain untuk tetap semangat menjalankan amanah, “Kepada teman-teman pimpinan Madrasah Ranting, tetaplah semangat dan berkomitmen untuk membawa Madrasah Diniyah ke depan lebih baik di bawah naungan Pondok Pesantren Sidogiri. Mari bersama-sama meyakinkan masyarakat bahwa pendidikan islam sangat penting, karena selama ini Madrasah Diniyah dipandang sebelah mata.” Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya