Tauiyah Semester II, Hadirkan Habib Sholeh bin Ali Zainal Abidin
Nov17

Tauiyah Semester II, Hadirkan Habib Sholeh bin Ali Zainal Abidin

Malam Selasa (17/11) lantai III Gedung Sidogiri Excellent Corp. (SEC) dipenuhi anggota Kuliah Syariah untuk mengikuti kegiatan Tauiyah Semester II tahun ajar 1441-1442 H. Hadir sebagai narasumber, Habib Sholeh bin Ali Zainal Abidin Al-Muhdlar, Banyuwangi. Acara ini merupakan agenda Kuliah Syariah yang dilaksanakan 2 kali selama setahun untuk memotivasi dan memantik semangat belajar anggota Kuliah Syariah di setiap semester. Baca Juga: Jaga Jarak Dengan Guru, Agar Selamat Rasa Hormat Beliau mengajak peserta untuk bersyukur karena telah ditempatkan Allah di pesantren yang merupakan sumber ilmu yang jernih, “Kita harus bersyukur karena kita adalah orang-orang yang mendapatkan ilmu dari sumber yang bersih. Ilmu di mana saja ada, di Jepang ada, di China ada, di manapun ilmu itu ada, tapi yang kita cari bukan hanya ilmunya, tapi juga sumbernya.” Baca Juga: Kuliah Syariah Gelar Diskusi Panel Perdana Tahun Ini Beliau melanjutkan dengan memberi motivasi kepada seluruh hadirin untuk terus semangat dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri, “Sidogiri itu bukan pesantren biasa, Sidogiri adalah pesantren yang telah mengeluarkan wali-wali Allah. Jadi jangan sia-siakan kesempatan menuntut ilmu di Sidogiri ini,” motivasi beliau kepada seluruh peserta yang hadir. Baca Juga: Diskusi Panel LPSI Angkat Tema Corona _________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Penganugerahan Media dan Redaksi Terbaik Semester Pertama 1441-1442 H
Nov12

Penganugerahan Media dan Redaksi Terbaik Semester Pertama 1441-1442 H

Malam Rabu (11/11) Badan Pers Pesantren (BPP) memberikan penghargaan kepada media dan redaksi terbaik semester pertama tahun ajaran 1441-1442 H. Acara yang bertempat di lantai 2 Ruang Auditorium Kantor Sekretariat ini diikuti oleh seluruh Redaksi Media Pondok Pesantren Sidogiri. Ada enam kategori penghargaan yang diberikan BPP untuk semester pertama tahun ajaran 1441-1442 H ini, yaitu Majalah dengan Konten Terbaik, Majalah dengan Desain Terbaik, Pemimpin Redaksi Terbaik, Redaksi terbaik, Desainer Majalah terbaik dan Juara Lomba Majalah Dinding (Mading). Baca Juga: Merayakan Kemerdekaan dengan Seminar Jurnalistik Kategori Majalah Dinding Terbaik semester pertama tahun ini diraih oleh Mading MATABACA. Sementara Mading dengan Desain Terbaik diraih oleh Mading KOREKSI. Juara Lomba Mading dengan tema “Sejarah Ulama dan Peradaban Islam” diraih oleh Mading MADINAH. Sedangkan untuk kategori Majalah Cetak, Majalah Istinbat menggondol dua kejuaraan sekaligus, yakni Majalah dengan Konten Terbaik dan Majalah dengan Desain Terbaik. Hadir menberikan hadiah, Kepala BPP, Ust. Afifuddin S.Pd beserta wakil-wakilnya. Penilaian juara meliputi; kesesuaian dengan tema, kualitas konten; mencakup kesesuaian tulisan, kretifitas, isi, dan sistematika tulisan, kedisiplinan dan ketaatan media terhadap deadline, orisinalitas dan kelengkapan data, inovasi desain dan solidaritas tim. Baca Juga: Di Sidogiri, Penulis Hebat Lahir dari Nekat Sebelum pengumuman kejuaraan tersebut, Badan Pers Pesantren (BPP) menggelar kegiatan Kelas Menulis Lanjutan dengan menghadirkan Ust. Achyat Ahmad, penulis senior Pondok Pesantren Sidogiri, sebagai pemateri. Kegiatan kelas menulis dan penganugerahan media dan redaksi terbaik ini merupakan salah satu agenda BPP yang bertujuan untuk membina dan mengembangkan media di Pondok Pesantren Sidogiri menuju ke arah yang lebih baik. Sekaligus untuk memotivasi dan membakar semangat para redaksi untuk terus menulis.   ______ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Tes Lisan Wisuda Istimewa ke-8
Okt24

Tes Lisan Wisuda Istimewa ke-8

Konsentrasi: salah satu peserta tes lisan wisuda istimewa ketika membaca kitab Fathul Qarib di hadapan juri. Tarbiyah Idadiyah kini menapaki usianya yang ke-8. Sebagai persiapan bagi santri-santri usia dini, program baca kitab cepat dengan model klasikal dan menggunakan metode buatan Sidogiri sendiri ini diharapkan bisa mendidik santri usia dini agar mampu membaca kitab Fathul-Qarîb dengan baik dalam waktu satu tahun. Di samping itu, setiap tahunnya Tarbiyah Idadiyah juga mewisuda santri-santri yang berhasil menyelesaikan program al-Miftah selama setengah tahun. Wisuda ini disebut dengan Wisuda Istimewa. Tes lisan Wisuda Istimewa Tarbiyah Idadiyah ke-8 dilaksanakan di Balai Tamu Pondok Pesantren Sidogiri pada malam Sabtu (23/10). Tes ini diikuti oleh 50 murid Idadiyah yang telah menyelesaikan 4 jilid al-Miftah dengan Fathul-Qarîb hatam.   Perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah murid yang tes pada tahun ajar ini menyelesaikan program bisa baca kitab hanya dalam kurun waktu 2 bulan, sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya ditempuh selama 4 bulan. “Peserta wisuda istimewa kali ini berjumlah 59 santri baru yang menempuh jilid al-Miftah dengan Fathul-Qarîb hatam selama kurang lebih 2 bulan setengah. Dari 59 anak tersebut yang gagal dites tulis ada 9 orang, sehingga yang tes lisan hanya 50,” ungkap Ust. Jakfar Sodik, Ketua Panitia Wisuda. Baca Juga: Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiyah Tes wisuda ini juga diikuti oleh 208 murid yang duduk di kelas Taqrib 2 (Taqrib Istimewa, red) Idadiyah. Taqrib Istimewa ini adalah sisa murid Idadiyah yang tidak wisuda di tahun sebelumnya. Materi tes untuk Taqrib Istimewa hanya sampai bab nikah. Mengenai prosesi wisuda, panitia masih belum mengetahui apakah akan diperbolehkan oleh pihak pengurus harian atau tidak. “Rencananya kita akan mengajukan setelah adanya tes. Yang jelas, meskipun tidak boleh dilaksanakan secara seremonial kita akan berusaha untuk tetap untuk melakukan wisuda di dalem pengasuh saja untuk yang kategori hatam, karena memang masih harus social distancing,” jelas Ust. Jakfar. Adapun penilaian wisuda istimewa sebagai berikut: Tes tulis harus mencapai rata-rata 90,00Tes lisan harus mencapai rata-rata minimal 80,00. Tes lisan hanya bisa diikuti setelah lulus tes tulis. “Untuk yang tes lisan, karena memang ini wisuda istimewa untuk yang kategori hatam, ada tiga tes, 1. Tes tulis (Mabna an-Nawawi lt. 4) 2. Tes lisan di sini (Balai Tamu, red) 3. Tes lisan di hadapan koordinator. Kalau sudah dari Ustaz Qusyairi Ismail (Koordinator) baru anak itu bisa dinyatakan wisuda,” pungkas beliau ketika ditemui di lokasi tes. ________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Cegah DBD, Klinik Sidogiri Fogging Seluruh Area Pesantren
Okt16

Cegah DBD, Klinik Sidogiri Fogging Seluruh Area Pesantren

Salah satu petugas mengasapi asrama santri Jumat pagi (16/10) Klinik Sidogiri melakukan fogging (pengasapan insektisida) sebagai antisipasi dan pencegahan pembiakan nyamuk dan hewan-hewan yang dapat menyebarkan penyakit semisal kecoa, tikus, kutu busuk, dan sebagainya. Semua area di Pondok Pesantren Sidogiri tidak luput dari pengasapan ini, terutama yang berindikasi menjadi sumber penyakit malaria dan DBD, seperti selokan air, kamar mandi, tempat sampah, dan daerah pemukiman. Baca Juga: Klinik Sidogiri Perketat Menu Makanan Pasien Rawat Inap Area pesantren ketika diasapi Pengasapan ini merupakan agenda Klinik Sidogiri yang dilakukan dua kali setiap tahunnya. “Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun,” jelas Ust. Hatta Hamid, Kepala Klinik Sidogiri. Petugas mengisi bahan bakar alat fogging Dalam pengasapan kali ini 10 orang dikerahkan ke seluruh area pesantren yang terbagi menjadi menjadi dua kelompok. Dua mesin yang digunakan dalam pengasapan ini menghabiskan 60 liter solar, 15 liter bensin dan 6 liter obat seruni. Petugas mulai menyemprot pada pukul 06:30 WIS dan selesai sekitar pukul 09:00 WIS. Petugas berfoto bersama setelah mengasapi seluruh area pesantren ______ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Tip Menulis dengan Indah dan Mudah
Okt11

Tip Menulis dengan Indah dan Mudah

Mas M. Syamsul Arifin Munawwir, M. Psi, M.H (kiri) dan Ust. Achyat Ahmad (kanan) “Belakangan ini menulis sudah menjadi trend, banyak orang yang ingin menulis, bukan hanya ulama, para pakar dan tokoh yang banyak menulis, bahkan para remaja dan anak-anak juga menulis.” Demikian yang disampaikan Mas M. Syamsul Arifin Munawwir, M. Psi, M.H saat mengisi seminar Annajah Center Sidogiri pada Malam Senin (05/10) lalu. Pada seminar yang mengangkat tema “Menulis itu Indah dan Mudah” Mas Syamsul (sapaan akrab beliau) menjelaskan terkait cara menulis dengan baik sekaligus memberikan tip untuk memudahkan menulis dengan indah dan mudah. Baca juga: Seminar ACS Angkat Tema Menulis itu Indah dan Mudah Pertama-tama beliau menjelaskan kenapa kita perlu untuk menulis. Menurut beliau, dengan maraknya budaya menulis ini, berarti bangsa Indonesia semakin maju. Kemajuan suatu bangsa bisa diukur dengan maraknya budaya tulis menulis sehingga budaya mendengar berubah menjadi budaya membaca, “Benarlah ungkapan semakin maju suatu bangsa maka budaya lisan akan menjadi budaya tulisan, budaya mendengar akan beralih menjadi budaya membaca,” ungkap pria yang pernah menggondol Juara 1 karya ilmiah Konferensi Nasional Psikologi Islam NCIP 2015 Yogyakarta ini. Mengenai alasan kenapa kita harus menulis, menurut eks, Pemimpin Redaksi (Pemred) Buletin Sidogiri (sekarang Sidogiri Media) ini, ada beberapa hal yang mengharuskan seseorang untuk menulis: Untuk membagi informasi, pengetehuan dan pemikiran Melakukan tugas akademis atau pekerjaanSebagai media aktualisasi diri Sebagai media dakwah atau propagandaUntuk menambah penghasilan Selain menjelaskan teori menulis artikel dengan baik, dalam seminar tersebut eks, Pemred Majalah Ijtihad ini juga memberikan beberapa tips agar bisa menulis dengan indah dan mudah sebagaimana yang telah penulis rangkum. Tip menulis dengan mudah: Perlu banyak membaca sehingga banyak wawasan dan bahan untuk menulisSuka berdiskusi atau mendengarkan diskusi Biasakan menulis catatan harianBuat garis besar atau poin tulisan sebelum menulisTulis mengalir, susun belakangan Tulis seperti tanya jawab atau wawancara Tulis deskriptif menjelaskan apa yang sudah ada, seperti mensyarahi kitabMenulis ringkasanMenulis dengan menggunakan aplikasi pengubah suara menjadi teks, ini adalah trik yang sangat memudahkan untuk penulis zaman sekarang Tip menulis dengan indah: Ingat tujuannya, “Kita menulis itu untuk berbagi ilmu, inspirasi dan pemikiran, bukan untuk meluapkan emosi dan marah-marah. Ketika kita menyampaikan ilmu harus tenang dan menarik sehingga tulisan yang kita hasilkan akan indah,” terang beliau.Ingat bahwa menulis itu perbuatan ilmiah, harus sistematis, logis, menggunakan bahasa yang baku dan enak dibaca, bukan bahasa percakapan. Menulis dengan indah berarti berusaha menyentuh hati, atau menggugah akal. Agar tulisan kita indah kita harus memperhatikan bagaimana caranya agar hati pembaca bisa tersentuh, menerima dan tercerahkan dengan tulisan kita. Dan bagaimana agar akal pembaca tergugah, terbuka dan terpengaruh.Agar tulisan lebih berpengaruh, buatlah opening statement dan clossing statement yang menarik dan tak terlupakan. Tulisan yang indah dan tak telupakan itu...

Selengkapnya