KH. Qoimuddin: Tafsir Modern Bukan Tafsir Syarak yang Wajib Diimani
Jan17

KH. Qoimuddin: Tafsir Modern Bukan Tafsir Syarak yang Wajib Diimani

KH. Qoimuddin terlihat sedang menyampaikan materi Untuk ke sekian kalinya Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI) yang berada di bawahan Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) menggelar seminar ilmiah. Kali ini jurusan yang terpilih ialah Tafsir Hadis  dengan tema Plus Minus Tafsir Modern. KH. Qoimuddin hadir sebagai narasumber dalam diskusi ilmiah ini. Acara ini bertempat di Surau Baru selatan al-Ghozali, Senin (14/06). Tiga kelas Tafsir diundang dalam acara ini ialah II TH. A, II TH. B dan III TH. Moderator dalam acara ini M. Irfan Maulana Ramadani dari kelas III Tafsir Hadis. Sedangkan Khoiron Rofiq dari kelas II Tafsir Hadis B sebagai pembawa acara. KH. Qoimuddin menjelaskan bahwa Tafsir Modern (pendekatan Quran melalui sains) ini bukanlah tafsir syarak yang wajib diimani. Sebenarnya tafsir yang sedemikian ini disebut takwil, hanya saja sekarang ini lebih dikenal dengan penamaan tafsir. “Tafsir itu memastikan kepada Allah. Sedangkan takwil tidak memastikan,” ujar Staf Pengajar MMU Aliyah ini. KH. Qoimuddin di depan Murid Aliyah Jurusan Tafsir-Hadis Di antara kelebihan tafsir modern banyak membuat orang Eropa masuk Islam dan membuktikan Mukjizat al-Quran. Namun, hal yang bertentangan dengan al-Quran maka wajib tidak kita percayai. “Semisal orang Eropa mengatakan bahwa langit itu tidak ada. Jadi al-Quran yang mengatakan langit itu ada tujuh itu tidak benar (menurut orang Eropa),” jelas KH. Qoim. “Di al-Quran sudah dijelaskan bahwa meskipun kita memaksa, mata ataupun alat-alat tidak akan mampu melihat langit lapis pertama.” Penulis: Iwanulkhoir Editor Moh. Kanzul...

Selengkapnya
Pelantikan Anggota Sidogiri EXPO 2022
Jan13

Pelantikan Anggota Sidogiri EXPO 2022

Kamis (10/05) pengurus Sidogiri EXPO 2022 melakukan pelantikan Anggota EXPO 2022, bertempat di Ruang Auditorium Lt. II. Pelantikan dilakukan mempertimbangkan pergelaran EXPO yang semakin dekat yakni pada tanggal 09 Syaban bertempat di parkiran al-Ghozali. Hadir Hilman Haikal, Ketua Event EXPO 2022. Perekrutan anggota ini dilakukan dengan sistem kerja sama dengan bawahan ISS. Mereka akan mengajukan nama yang dianggap memiliki kreativitas tinggi. Setelah itu, nama-nama tadi akan disaring oleh Pengurus Inti EXPO. Pameran Museum Masyayikh akan menjadi hal baru pada Event Sidogiri EXPO 2021 sekaligus tugas baru bagi Anggota EXPO. Dalam hal ini, panitia bekerja sama dengan pihak perpustakaan dalam hal ini Dokumentasi dan Arsip (Dokusip) dan juga Taklimiyah wa Tahfid Qurani (TTQ). “Pada pameran museum ini kami akan menampilkan kitab-kitab Masyayikh, Album Masyayikh Sidogiri dan lain-lainnya,” ujar Ketua Event EXPO. Untuk pameran fikih visual ditiadakan karena waktu yang tidak memungkinkan. “Kami ingin memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin,” ujar M. Masruhin, Sekretaris EXPO. Untuk semakin memeriahkan event ini panitia akan mengirimkan surat edaran penerimaan karya kreatif yang memiliki harga jual. Surat ini akan disebarkan ke daerah-daerah mulai A-Z. Karya yang ada ini akan dipamerkan dan dijual pada pergelaran EXPO 2022 yang bertempat di parkiran al-Ghozali. Harga yang dipatok mengikuti kesepakatan antara pemilik karya dan Pihak EXPO. “Biasanya, karya terlaris ialah lukisan bakar dan gelas,” lanjut M. Masruhin. Sidogiri EXPO merupakan gelaran tahunan Ikatan Santri Sidogiri (ISS) Pusat, tanpa mempertimbangkan ikhtibar ada atau tidak. Diadakan karena melihat banyaknya santri 6ang memiliki kreativitas tinggi. Disamping mengisi waktu luang di akhir tahun. Penulis: Iwanulkhoir Editor: M. Kanzul...

Selengkapnya
Daerah Tahfid Mutun O Memulai Tes Pra Wisuda
Jan12

Daerah Tahfid Mutun O Memulai Tes Pra Wisuda

Tes Pra Wisuda Tahfid Mutun O Tes pra wisudawan Daerah Tahfid Mutun O akhirnya dimulai, Rabu (09/05) yang bertempat di gedung al-Nawawi Ruang 11 dan 12. Tes dimulai bada Subuh sampai selesai. Materi yang diteskan ialah Nadam Alfiah katagori I (1-250). Jumlah peserta yang ikut pergelaran tes pra wisuda kali ini totalnya 79 peserta, dengan perincian 64 dari majelis wisuda, 15 dari majelis non wisuda. Tes ini merupakan awal dari perjalanan para calon wisudawan menuju tangga wisuda. Dimulai dari Nadam Alfiah Katagori I (1-250) hari Rabu, Katagori II (250-500) Kamis, Katagori III (500-750) Sabtu, Katagori IV (750-1002) Senin. Setelah selesai maka akan dilanjutkan Tes Nadam Imrithi katagori V (1-254) pada Rabu dan Maqsud katagori VI (1-113) pada Kamisnya. Usai tes ini, peserta yang tidak lulus dua katagori diberi kesempatan untuk melakukan tes remidi. Jika berhasil maka peserta berhak untuk melanjutkan ke tes wisuda. Untuk Tes Wisuda Alfiah akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan Imtihan Nihai (Imni). Sedang untuk Tes Wisuda Imrithi dan Maqsud masih dalam pertimbangan panitia. “Untuk Tes Wisuda Imrithi dan Maqsud masih kami pertimbangkan waktunya. Ya, antara sebelum Imni atau setelahnya.,” ujar M. Nanang Muzni, Ketua Panitia Wisuda Tahfid Mutun. Untuk peserta tes didominasi Tsanawiyah. Rinciannya 74 dari tingkat Tsanawiyah, 5 dari tingkat Ibtidaiyah. Dari 79 calon wisuda 64 peserta berasal dari majelis wisuda, 15 dari majelis non wisuda. Penulis: Iwanulkhoir Editor: Moh. Kanzul...

Selengkapnya
Menuju Wisuda Tahfid Mutun
Jan09

Menuju Wisuda Tahfid Mutun

Ramah-tamah: Panitia Wisuda Tahfid Mutun bersama para juri Hujan rintik-rintik pada malam Ahad (06/05) itu tak menghentikan derap langkah para santri untuk konsisten belajar. Terlihat beberapa sosok sedang melangkah menuju Daerah O. Di malam yang sunyi ini Pengurus Daerah O mengadakan pelantikan para juri untuk tes pra wisuda yang akan dimulai Rabu (09/05). Sebelumnya, para badal (pembina) wisudawan sudah dikumpulkan dan telah diberi arahan oleh Panitia Wisuda mengenai sistem tes calon wisudawan. Tujuannya, agar informasi penting ini bisa tersampaikan kepada calon wisudawan via badal masing-masing. Di samping informasi tentang biaya yang mesti dikeluarkan. Para badal wisudawan telah berusaha membimbing dengan metode terbaik agar para calon wisudawan bisa menyelesaikan hafalannya secara sempurna sehingga dapat mengikuti wisuda pada pergelaran Wisuda Tahfid Mutun tahun 1442-1443 H. Nazam yang dijadikan materi tes ialah Nazam Alfiyah, Imrithi, dan Maqsud, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didukung api membara, semangat para calon wisudawan. Cita-cita luhur mereka junjung tinggi. Pagi, siang, sore dan malam tak pernah terlepas dari yang namanya nazam dan hafalan. Akhirnya, aroma perjuangan pun semakin terasa. Calon wisuda : menghafal nadam dikeheningan malam Tidak hanya itu, pada Senin (07/05) ini para wisudawan juga akan menggelar istigasah. “Tidak hanya usaha. Namun, perlu juga ada tawakal,” ujar M. Imam Hambali, salah satu badal wisuda. Ust. Abdur Roqib dalam acara motivasi Tahfid mutun Semakin dekatnya waktu akan membuat perasaan mereka semakin deg-degan. Perasaan waswas, khawatir, takut dan semacamnya bercampur. “Harapan kami semua calon wisudawan bisa lulus (tes wisuda),” tutur M. Nanang Muzni, Ketua Panitia Wisuda Tahfid Mutun. Nanang juga berharap wisuda kali ini bisa meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Penulis: Iwanulkhoir Editor: Moh. Kanzul...

Selengkapnya
Orientasi Insan Pers: Belajar Terampil Menerjemah
Jan09

Orientasi Insan Pers: Belajar Terampil Menerjemah

Narasumber bersama para peserta Jumat malam (04/05) Orientasi Insan Pers yang ke empat berhasil digelar kembali pada Jumat (04/05). Badan Pers Pesantren (BPP) sebagai instansi penanggung jawab tulis-menulis di Pondok Pesantren Sidogiri mendatangkan Ust. Ahmad Dairobi Naji, Redaktur Sidogiri Media sebagai narasumber. Pembahasan kali ini berkutat seputar penerjemahan dengan tema Keterampilan Bahasa Menerjemah. Acara ini bertempat di gedung Auditorium Lt. II yang dihadiri seluruh redaksi media Pondok Pesantren Sidogiri. “Dalam menerjemah kita berkedudukan sebagai penyambung lidah kepada pasar (pembaca, red),” ujar beliau menjelaskan posisi penerjemah kepada peserta seminar. Terjemahan dari bahasa asing  haruslah tidak keluar dari konteks dan gagasan pemilik ide. Bahasa Arab dalam hal ini menjadi bahasa yang paling banyak disoroti karena satu kata dalam Bahasa Arab bisa memiliki banyak makna. Beliau menuturkan terdapat dua hal pokok yang harus dikuasai oleh para penerjemah. “Pertama, kita harus memiliki kemampuan untuk memahami bahasa yang akan diterjemah. Kedua, menerjemah ke dalam tulisan harus memiliki kemampuan argumentasi yang baik dalam tulisan.” Jika tidak menguasai dua hal ini maka mustahil untuk bisa menerjemah. Ust. Ust Dairobi Naji tampak menerangkan Ust. Dairobi banyak mengkritik terjemahan yang tidak sesuai konteks dan gagasan. Semisal dalam menerjemah kata fitnah dalam ayat Wal-Fitnatu Asyaddu Minal-Qotli. Fitnah di ayat tersebut tidak seperti fitnah yang dipahami masyarakat umum, melainkan fitnah yang ditafsiri kekufuran. Kemudian, beliau juga menuturkan menerjemah ada yang mengikuti runtutan teks atau literal. Ada juga yang tanpa mempedulikan, dalam hal ini yang terpenting tidak keluar dari konteks dan gagasan. “Orang pesantren ini paling ahli dalam menerjemah secara literal,” ujar Ust. Dairobi. “Hal yang penting tatkala menerjemah ialah tidak keluar dari konteks dan gagasan,” pesan  narasumber. Acara ini selesai pukul 11.15 Wis. Ditutup dengan pembacaan doa oleh narasumber. Penulis: Iwanulkhoir Editor: Moh. Kanzul...

Selengkapnya