Training of Trainer Perdana IASS
Feb20

Training of Trainer Perdana IASS

Sidogiri.net – IASS mengadakan Training of Trainer (TOT), Jumat (19/02). TOT adalah program IASS yang dilaksanakan 2 tahun sekali. TOT kali ini adalah yang perdana. Bertempat di gedung IASS, TOT kali ini mengundang Pengurus Wilayah (PW) IASS dari 17 wilayah di Jawa Timur. Ada 4 materi dalam TOT kali ini, yakni Fikih Wanita, Dzabihah, Zakat, dan Ilmu Waris. Dalam sambutannya, Ust. Rifki Almahmudi, Ketua Panitia TOT menyampaikan bahwa para peserta TOT  akan disertifikasi oleh pusat agar bisa mengadakan diklat di wilayah masing-masing. “Sertifikasi ini hanya berlaku 2 tahun, setelah itu peserta harus kembali mengikuti TOT agar bisa mengadakan diklat kembali di wilayahnya masing-masing,” jelas Kepala MMU Tarbiyah Idadiyah ini. Tujuan pelatihan ini adalah sebagai standarisasi materi dan pemateri pelatihan diklat. Dalam pelatihan ini IASS mendatangkan pakar-pakar di bidangnya masing-masing. Ust. Nur Hasyim S. Anam (Tutor Materi Fikih Wanita), Ust. Shofiyul Muhibbin (Tutor Materi Zakat), Ust. Soleh Romli, (Tutor Materi Dzabihah) dan Ust. Maliji Ismail (Tutor Ilmu Waris). Sebelum acara ditutup, dilaksanakan ujian bagi peserta TOT, untuk menguji kelayakan calon pengajar di wilayahnya masing-masing. ____ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Bincang Akidah ACS Angkat Tema Jihad
Jan30

Bincang Akidah ACS Angkat Tema Jihad

Annajah Center Sidogiri (ACS) menggelar acara Bincang Akidah dengan tema “Refleksi Jihad dalam Bingkai NKRI”. Acara bertempat di halaman gedung al-Ghazali, malam Jumat (29/01). Diikuti oleh dua orang utusan dari ACS Semester II, IV dan Litbang (Penelitian dan Pengembangan). Dua orang delegasi dari Lajnah Murajaah Fikhiyah (LMF), Lembaga Penelitian Studi Islam (LPSI) Forum Kajian (FK) Sejarah, LPSI-FK Tafsir, dan LPSI-FK Hadis. Hadir sebagai musahhih, Ust. Muntahal Hadi, Dewan Pakar ACS. Penjelasan: Ust. Muntahal Hadi selaku Musahih menjelaskan dengan detail tentang tema terkait. Acara ini merupakan program dari ACS di bawah koordinasi Wakil II, Ust. Ma’sum Ahmadi. Sebelumnya ini merupakan acara Friday Forum yang berganti nama menjadi Bincang Akidah. Akan tetapi isi dan subtansi di dalamnya tetap sama seperti sebelumnya. “Kami mengganti nama acara menjadi Bincang Akidah, karena dapat instruksi langsung dari Direktur ACS, Ust. Achyat Ahmad. Karena Menurut beliau Friday Forum kesannya merupakan acara yang digelar setiap malam Jumat,” papar Ulin Nuha, Ketua Panitia sekaligus Pemred Majalah Tauiyah. “Dalam pembahasan jihad, seluruh peserta sepakat bahwa perang itu memang bagian dari jihad, hanya saja jihad bukan hanya perang.” Makna jihad tidak terbatas saling mengangkat senjata. Banyak kata jihad dalam al-Qur’an yang tidak berarti perang. Salah satunya adalah ayat: فَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدْهُم بِهِۦ جِهَادًا كَبِيرًا “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang besar.” (QS. al-Furqan [25]: 52) Ayat ini adalah ayat Makkiyah yang turun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Perwakilan LPSI-FK Sejarah mengatakan bahwa perang bermula sejak tahun 2 hijriyah. Lantas bagaimana kita mengartikan ayat jihad yang turun sebelum hijrah ini, padahal sebelum hijrah, Nabi Muhammad berdakwah dengan sembunyi-sembunyi tanpa memerangi orang-orang musyrik. Delegasi LMF mengatakan bahwa jihad adalah syariat yang turunnya bertahap. “Pertama, Nabi diperintah untuk berdakwah dengan hujah dan kesabaran. Qital itu bagian akhir. Tidak boleh langsung qital,” ungkap Irfan Maulana Ramadhani, perwakilan LMF. Kesalahan dalam mengartikan makna jihad menurut delegasi ACS Semester II adalah disebabkan muslim itu sendiri yakni kaum radikalis yang salah paham dari kitab fikih. Hal inilah yang kemudian menjadi akibat dari kesalahpahaman orang non-muslim. Argumentasi: Utusan dari ACS mengungkapkan argumentasinya sebagai bentuk berbagi pemikiran dan referensi Mengenai jihad dengan cara berperang, delegasi ACS Semester IV menjelaskan bahwa, kebanyakan perang yang dilakukan umat Islam pada masa Rasulullah adalah untuk bertahan (defensif), dalam artian umat Islam menyerang jika ada penyerangan dari orang-orang kafir. Namun terkadang, jihad dengan cara menyerang terlebih dahulu (offensif) dilegalkan bila umat Islam hendak diserang. Di akhir acara Ust. Muntahal Hadi menjelaskan kenapa jihad disyariatkan dengan cara bertahap, “Kenapa syariat perang berangsur? Karena jihad bil-qital berat dilakukan. Sama dengan khamr,” terang Dewan Pakar ACS ini. Beliau melanjutkan, “Umat Islam ketika pindah ke Madinah baru punya...

Selengkapnya
Peserta Jamiyah Unjuk Kebolehan dalam Pentas Seni ISS
Nov27

Peserta Jamiyah Unjuk Kebolehan dalam Pentas Seni ISS

Haru Biru: penampilan teater dari Jam’iyah Sastra berhasil membuat hadirin meneteskan air mata. Malam Jumat (11/07), Pengurus Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS) mengadakan pentas seni di halaman Gedung as-Suyuthi Pondok Pesantren Sidogiri. Ust. M. Albilaluddin al-Banjari, Ceo Bilal Grup diundang sebagai narasumber sekaligus menjadi motivator. Acara ini digelar dalam rangka pembukaan kegiatan dan pendaftaran Jamiyah semester II tahun ajaran 1441-1442 H. “Tujuan diadakannya pentas seni ini tentunya agar lebih optimal dalam meyakinkan kalangan santri bahwa peserta kami memiliki bakat yang nyata setelah bergabung dengan masing-masing Jamiyah, sekaligus sebagai tanda dibukanya kembali kegiatan Jamiyah pada semester II ini,” ungkap Ust. Zainul Afkar, Wakil III PP-ISS dalam sambutannya. Baca Juga: Kegiatan Kelolaan PP-ISS Resmi Dibuka Masing-masing Jamiyah saling unjuk kebolehan menampilkan hasil dari pelajarannya selama satu semester, mulai dari penampilan Jamiyah Dhufuf dengan tim al-Banjari dan darbuka, Jamiyah Muballighin dengan penampilan pidato beberapa anak didiknya, Jamiyah Sastra dengan penampilan dramanya yang mengesankan, sampai Jamiyah Tahsinul-Khat yang ikut meramaikan pentas seni dengan dekorasi pentas. “Ilmu diraih dengan cara belajar, sedangkan karomah dicapai dengan khidmah,” Bilal Grup Di tengah acara, masing-masing Ketua Jamiyah juga berbincang-bincang mengenai keuntungan dan manfaat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler tersebut. “Jadi keuntungan kita ikut Jamiyah Sastra adalah para santri bisa menggeluti bakat dalam bidang kepenulisan, akting dan kesusastraan Islam” Ungkap Alaek Mukhyiddin, Ketua Jamiyah Sastra. Demikian pula dari Jamiyah lain yang memiliki keuntungan dan mafaat masing-masing. Seperti Jamiyah Dhufuf yang mewadahi santri yang memiliki bakat dalam bidang vokal suara dan rebana, juga Jamiyah Tahsin al-Khath yang mengembangkan kreativitas santri dalam menulis kaligrafi, dan Jamiyah Muballighin yang mengkader santri berjiwa dai. Ust. M. Albilaluddin al-Banjari, Ceo Bilal Grup, saat menyampaikan motivasinya. Sementara itu, Ust. M. Albilaluddin al-Banjari, narasumber pada acara dimaksud, memberikan motivasi kepada seluruh santri yang hadir agar selalu semangat belajar, sebab ilmu hanya dapat diraih dengan cara belajar “Ilmu diraih dengan cara belajar, sedangkan karomah dicapai dengan khidmah,” motivasi CEO Bilal Grup ini. Sebelum acara ditutup, ada pemberian cinderamata yang diberikan langsung oleh Habib Muhajir al-Jufri, Wakil I PP-ISS kepada narasumber. ________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Tauiyah Semester II, Hadirkan Habib Sholeh bin Ali Zainal Abidin
Nov17

Tauiyah Semester II, Hadirkan Habib Sholeh bin Ali Zainal Abidin

Malam Selasa (17/11) lantai III Gedung Sidogiri Excellent Corp. (SEC) dipenuhi anggota Kuliah Syariah untuk mengikuti kegiatan Tauiyah Semester II tahun ajar 1441-1442 H. Hadir sebagai narasumber, Habib Sholeh bin Ali Zainal Abidin Al-Muhdlar, Banyuwangi. Acara ini merupakan agenda Kuliah Syariah yang dilaksanakan 2 kali selama setahun untuk memotivasi dan memantik semangat belajar anggota Kuliah Syariah di setiap semester. Baca Juga: Jaga Jarak Dengan Guru, Agar Selamat Rasa Hormat Beliau mengajak peserta untuk bersyukur karena telah ditempatkan Allah di pesantren yang merupakan sumber ilmu yang jernih, “Kita harus bersyukur karena kita adalah orang-orang yang mendapatkan ilmu dari sumber yang bersih. Ilmu di mana saja ada, di Jepang ada, di China ada, di manapun ilmu itu ada, tapi yang kita cari bukan hanya ilmunya, tapi juga sumbernya.” Baca Juga: Kuliah Syariah Gelar Diskusi Panel Perdana Tahun Ini Beliau melanjutkan dengan memberi motivasi kepada seluruh hadirin untuk terus semangat dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri, “Sidogiri itu bukan pesantren biasa, Sidogiri adalah pesantren yang telah mengeluarkan wali-wali Allah. Jadi jangan sia-siakan kesempatan menuntut ilmu di Sidogiri ini,” motivasi beliau kepada seluruh peserta yang hadir. Baca Juga: Diskusi Panel LPSI Angkat Tema Corona _________ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Penganugerahan Media dan Redaksi Terbaik Semester Pertama 1441-1442 H
Nov12

Penganugerahan Media dan Redaksi Terbaik Semester Pertama 1441-1442 H

Malam Rabu (11/11) Badan Pers Pesantren (BPP) memberikan penghargaan kepada media dan redaksi terbaik semester pertama tahun ajaran 1441-1442 H. Acara yang bertempat di lantai 2 Ruang Auditorium Kantor Sekretariat ini diikuti oleh seluruh Redaksi Media Pondok Pesantren Sidogiri. Ada enam kategori penghargaan yang diberikan BPP untuk semester pertama tahun ajaran 1441-1442 H ini, yaitu Majalah dengan Konten Terbaik, Majalah dengan Desain Terbaik, Pemimpin Redaksi Terbaik, Redaksi terbaik, Desainer Majalah terbaik dan Juara Lomba Majalah Dinding (Mading). Baca Juga: Merayakan Kemerdekaan dengan Seminar Jurnalistik Kategori Majalah Dinding Terbaik semester pertama tahun ini diraih oleh Mading MATABACA. Sementara Mading dengan Desain Terbaik diraih oleh Mading KOREKSI. Juara Lomba Mading dengan tema “Sejarah Ulama dan Peradaban Islam” diraih oleh Mading MADINAH. Sedangkan untuk kategori Majalah Cetak, Majalah Istinbat menggondol dua kejuaraan sekaligus, yakni Majalah dengan Konten Terbaik dan Majalah dengan Desain Terbaik. Hadir menberikan hadiah, Kepala BPP, Ust. Afifuddin S.Pd beserta wakil-wakilnya. Penilaian juara meliputi; kesesuaian dengan tema, kualitas konten; mencakup kesesuaian tulisan, kretifitas, isi, dan sistematika tulisan, kedisiplinan dan ketaatan media terhadap deadline, orisinalitas dan kelengkapan data, inovasi desain dan solidaritas tim. Baca Juga: Di Sidogiri, Penulis Hebat Lahir dari Nekat Sebelum pengumuman kejuaraan tersebut, Badan Pers Pesantren (BPP) menggelar kegiatan Kelas Menulis Lanjutan dengan menghadirkan Ust. Achyat Ahmad, penulis senior Pondok Pesantren Sidogiri, sebagai pemateri. Kegiatan kelas menulis dan penganugerahan media dan redaksi terbaik ini merupakan salah satu agenda BPP yang bertujuan untuk membina dan mengembangkan media di Pondok Pesantren Sidogiri menuju ke arah yang lebih baik. Sekaligus untuk memotivasi dan membakar semangat para redaksi untuk terus menulis.   ______ Penulis: Moh Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya