Kuliah Syariah Gelar Diskusi Panel Perdana Tahun Ini
Agu15

Kuliah Syariah Gelar Diskusi Panel Perdana Tahun Ini

Kuliyah Sariah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI) kembali menggelar Diskusi Panel pada malam Sabtu (15/08). Diskusi Panel yang dimotori oleh Forum Kajian (FK) Tafsir ini adalah Diskusi Panel perdana tahun ini. Dengan mengangkat tema “Pentingnya Ulumul-Quran dalam Penafsiran”, KH. Qoimuddin dihadirkan sebagai narasumber. Bertempat di ruang auditorium kantor Seketariat, Diskusi Panel kali ini hanya diikuti oleh seluruh anggota LPSI, yang pada tahun sebelumnya pesertanya adalah seluruh anggota Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri. Mengenai kata Ulumul-Quran KH. Qoimuddin memaparkan bahwa di Sidogiri dulu tidak menggunakan istilah Ulumul-Quran, melainkan Tafsirul-Quran. Tapi bukan berarti Ulumul-Quran ini merupakan istilah baru, sebab kitab karangan imam Suyuthi sendiri bernama al-Itqan fi Ulumil-Quran. “Di sini pakai jamak (kata ‘ulum’ adalah jamak dari kata ‘ilmu’. red) karena bukan hanya membahas tentang penafsiran al-Quran,” klarifikasi pengarang kitab Minhatul Hamid fi Syarh Jauharah at-Tauhid ini terhadap istilah Ulumul-Quran. Dengan artian dalam istilah Ulumul-Quran semua ilmu yang berkaitan dengan al-Quran, seperti tata bahasa, sastra arab dan yang lainnya itu ada. ________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya

Kuliah Syariah

Kuliah Syariah adalah instansi yang mewadahi santri senior purna Tsanawiyah. Selain berfungsi sebagai pusat pengembangan intelektualitas dalam ilmu agama, Kuliah Syariah juga bertanggung jawab mengkoordinir kegiatan mengaji kitab kuning kepada Pengasuh. Di dalam instansi ini juga terdapat orang-orang berkompeten yang mengurusi berbagai pengembangan tersebut, serta orang-orang yang masuk dalam kajian dan pengembangan diseleksi dan dites terlebih dahulu agar menuai hasil kajian yang maksimal. Visi Terwujudnya santri yang tafaqquh fid-din sesuai tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Misi Pendalaman terhadap berbagai disiplin dalam khazanah ilmu pengetahuan Islam.Mewujudkan fasilitas dan manajemen kelembagaan Kuliah Syariah yang mendukung kegiatan tafaqquh fid-din. Program Utama Kuliah Syariah Pengajian kitab di Surau kepada pengasuh Mengaji kitab kuning kepada Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Nawawi Abd. Djalil. Pengajian ini dilaksanakan tiap pagi mulai pukul 80.00 s.d. 11.30 Wis di Surau Daerah H, kecuali hari Selasa dan Jumat. Dengan materi kitab meliputi, Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn, Fathul-Wahhâb, Jam‘ul-Jawâmi‘ dan Makman Minadlolalah. Sebelum pengajian berlangsung, biasanya dimulai dengan halakah kitab yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Kegiatan Pengajian Surau diwajibkan pada semua murid yang tidak punya kewajiban sekolah di pagi hari yaitu untuk tingkat Aliyah dan Tsanawiyah. Kajian dan Musyawarah Fikih Lajnah Muraja’ah Fiqhiyah (LMF), merupakan kelompok diskusi seputar ilmu fikih yang diformat halakah, meliputi:  1. Divisi Musyawarah. Bertugas menjawab pertanyaan fiqhiyah dan keagamaan pada forum Bahtsul Masa’il.  2. Divisi Fatawa. Berperan dalam menjawab pertanyaan fiqhiyah dari para santri dan masyarakat. Hasil dari musyawarah ini secara bertahap dimuat di Buletin IstinbaT dan website SidogiriDotNet. Hasil dari kedua divisi tersebut bisa dipublikasikan ke luar setelah lolos seleksi kepada Dewan Lajnah Tashih yang terdiri dari beberapa anggota dan ketua dari Guru Senior Pondok Pesantren Sidogiri yang pakar dalam Bahsul Masail. Musyawarah, meliputi; 1. Yaumiyah (harian). Dilaksanakan setiap malam sejak pukul 09.00 s.d. 10.00 Wis, kecuali malam Selasa dan Jumat. Materi kitab Fathul Qorib dan Fathul-Mu‘în. Peserta adalah murid kelas I dan II MMU Aliyah yang tidak tercatat sebagai anggota LPSI (lembaga Penelitian Studi Islam). 2. Ushbuiyah (Pekanan). Diikuti oleh semua anggota Kuliah Syariah dengan materi Fathu al-Mu’în. Dilaksanakan setiap malam Selasa pukul 08.00 s.d. 10.00. Sementara yang bertindak sebagai mushohih dalam Musyawaroh usbuiyah ini adalah guru-guru senior Pondok Pesantren Sidogiri.  Syahriyah (Bulanan). Dilaksanakan setiap bulan sekali pada malam Jumat. Musyawarah bulanan ini disebut Musyawarah Antar-Instansi (MAI), sebab peserta musyawarahnya adalah utusan dari instansi-instansi Pondok Pesantren Sidogiri dan Daerah. Materinya  adalah masalah waqî‘iyah yang terjadi di dalam Pondok Pesantren Sidogiri atau yang lain. Guna meningkatkan geliat musyawarah bulanan ini dalam setiap semester juga melibatkan utusan dari berbagai pesantren sekitar kota dan kabupaten Pasuruan.BMW (Bahtsul Masa’il Wustha). Dilaksanakan persemester. Semester pertama diikuti oleh delegasi dari berbagai pesantren se Pulau Jawa–Madura. Hasil keputusan musyawarah antar pesantren ini dibukukan...

Selengkapnya
Bahas Uzlah, Kuliah Syariah Datangkan Penulis buku Sufi Berduit
Feb02

Bahas Uzlah, Kuliah Syariah Datangkan Penulis buku Sufi Berduit

Ust. Dairobi Naji (kanan) dan Ust. Ahyat Ahmad (kiri) pada acara Diskusi Panel Kuliah Syariah Malam Ahad (01/02) Kuliah Syariah melalui Lembaga Penelitian Studi Islam (LPSI) kembali menggelar diskusi panel. Acara bertempat di aula Sidogiri Excellent Corp (SEC) lantai III dengan tema “Uzlah di Zaman Ini, Mungkinkah?”. Diundang sebagai pemateri dalam diskusi panel kali ini adalah Ust. Dairobi Naji, penulis buku “Sufi Berduit” dan Ust. Achyat Ahmat, Direktur Annajah Center Sidogiri (ACS). Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Kuliah Syariah. Suasana Diskusi Panel pada malam Ahad (01/02) Secara etimologi uzlah berarti menghindar dari sesuatu. Secara terminologi uzlah adalah membebaskan diri dari masyarakat menuju kahadirat Allah SWT.  Urgensitas uzlah dalam proses sulûk dapat dilihat dari manfaat yang diberikan pada setiap orang yang menjalankannya. Terbebasnya seseorang dari berbagai kesibukan duniawi menjadi kesempatan untuk mendedikasikan diri dan seluruh waktunya untuk beribadah secara total. Baca juga: Ulama Sufi dan Cendekiawan se-Dunia Kunjungi Sidogiri Nabi Muhammad SAW sendiri sebelum dilantik menjadi Nabi, sering menyepi di gua Hira`. Demikian juga, banyak para tokoh sufi yang cepat mencapai derajat kewalian melalui uzlah. Ibnu Athaillah juga lebih menekankan uzlah sebagai sarana yang paling efisien untuk menyatukan pikiran dengan Allah SWT, sehingga seorang sâlik dapat all out dalam beribadah. Ust. Dairobi, penulis buku Sufi Berduit, ketika menjelaskan materi di depan para peserta Mengenai uzlah di zaman sekarang ini, menurut Ust. Dairobi hal itu sangatlah mungkin, karena uzlah itu tidak harus menghindar dari keramaian, uzlah tidak harus pergi ke-gua. Sekalipun kita berada di tengah keramaian kita tetap bisa ber-uzlah dengan cara menjaga hati dari radzail (penyakit hati yang dapat menjadikan karakter yang hina dan merendahkan martabat) serta menyetel hati kita untuk selalu bertakarub pada Allah. “Uzlah itu gak harus ke gua, asal bisa menghilangkan radzail itu sudah uzlah,” jelas Ust. Dairobi Naji. Demikian juga dianggap uzlah ketika seseorang mengalihkan pandangan dari maksiat yang telah menjamur di zaman sekarang. Moh. Kanzul...

Selengkapnya
Diskusi Panel Kuliah Syariah Soroti Metode Taklid Manhaji Ala Nahdlatul Ulama
Des23

Diskusi Panel Kuliah Syariah Soroti Metode Taklid Manhaji Ala Nahdlatul Ulama

  Malam Senin (23/12) Kuliah Syariah kembali menggelar diskusi panel. Acara bertempat di aula Sidogiri Excellent Corp (SEC) lantai III dengan tema “Metode Taklid Manhaji Ala Nahdlatul Ulama”. Diundang sebagai pemateri dalam diskusi panel kali ini adalah KH. Muhibbul Aman Aly dari Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kajayan, Besuk, Pasuruan dan Ust. Khotibul Umam Damiri, Lc. Staf Pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Kuliah Syariah. Berbeda dengan taklid qauli, taklid manhaji merupakan taklid metodologis. Taklid jenis ini lebih aktif dibanding taklid qauli yang cenderung berhenti pada putusan final ulama. Secara garis besar, taklid Manhaji adalah memecahkan problem hukum dengan berpedoman kepada metode istiqra’ (penelitian hukum) yang digunakan dalam suatu madzhab. Gus Muhib menuturkan bahwa taklid manhaji secara umum pernah diputuskan pada Musyawarah Nasional (Munas) NU di Lampung pada 1992. Sebelumnya, Ust. Khotibul Umam menyampaikan, perumusan adanya konsep taklid manhaji ini karena zaman bergulir begitu cepat, dan perubahan tidak mungkin dielakkan, sementara fiqih Islam harus hadir memberikan solusi untuk menjawab berbagai persoalan kemasyarakatan, maka umat Islam dituntut untuk dapat berkreasi dalam memecahkan berbagai persoalan tersebut. “Teks yang ada dalam kitab-kitab ulama itu lahir bersama dengan situasi yang mengikuti pada zaman itu. Setelah satu tahun atau dua tahun mungkin teks itu masih bisa digunakan, namun, setelah puluhan tahun berikutnya akan timbul beberapa masalah baru yang belum dirumuskan oleh para ulama terdahulu, sehingga tidak ditemukan dalam kitab-kitab ulama,” terang wali kelas 1-E Aliyah ini. Hal inilah yang menurut beliau mendorong NU untuk merumuskan metode taklid manhaji.   _______ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Kuliah Syariah Gelar Kursus Haid dan Nifas
Des14

Kuliah Syariah Gelar Kursus Haid dan Nifas

Karena dianggap perlu untuk memberikan pemahaman tentang Haid dan Nifas, panitian kursus dan dauroh Kuliah Syariah menggelar kursus Haid dan Nifas untuk seluruh murid kelas 1 Aliyah. Kursus berjalan selama dua hari, mulai malam Rabu (11/12) sampai malam Kamis (12/12). Dalam hal ini, panitia mendatangkan lima pakar sekaligus guru senior Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah, Ust. Qusyairi Ismail, Ust. Nahdlor Tsanai, Ust. Masyhuri Mukhtar, Ust. Rokib Saki dan Ust. Maliji Ismail. Kursus bertempat di lima ruang gedung as-Suyuti. Setiap pembina menyampaikan materi di satu ruang yang diisi oleh dua kelas.         ____________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya