Training Metode Al-Miftah Sidogiri Khusus Putri (Edisi Dzul Qadah)
Jul28

Training Metode Al-Miftah Sidogiri Khusus Putri (Edisi Dzul Qadah)

Ilmu yang menopang kemampuan ini adalah nahwu dan sharaf. Ilmu nahwu adalah ilmu kaidah bahasa Arab yang membahas tentang keadaan akhir kata di dalam kalimat dan perubahan yang terjadi padanya. Adapun ilmu sharaf adalah ilmu kaidah bahasa Arab yang membahas pembentukan kata sebelum disusun ke dalam kalimat. Kedua ilmu ini sangat penting untuk dipelajari. Maka dari itu, pengurus Pondok Pesantren Sidogiri memberikan kesempatan selebar-lebarnya kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti pelatihan metode cepat baca kitab ala al-Miftah lil Ulum. Training ini akan dilaksanakan pada 23-25 Dzul Qadah 1439 H/05-07 Agustus 2018 H. Perserta khusus...

Selengkapnya
Kursus Metode Al-Miftah Ramadhan Resmi Dibuka
Mei13

Kursus Metode Al-Miftah Ramadhan Resmi Dibuka

Sehubungan akan dimulainya kegiatan kursus al-Miftah lil Ulum Ramadhan 1439 H, Panitia Penyelenggara kursus menggelar Grand Opening di halaman Kantor Sekretariat, Senin (13/05). Antusias peserta tampak ketika ustadz Qusyairi Ismail, kreator metode al-Miftah lil Ulum, menyampaikan harapannya terkait metode tersebut, yaitu menciptakan penghafal kitab sejak dini. Pun, sebagaimana yang dijelaskan santri kelahiran Sampang ini, bahwa metode al-Miftah lil Ulum tidak hanya metode cepat memahami ilmu Nahwu saja, melainkan ada beberapa disiplin ilmu yang juga diterapkan. “Selain al-Miftah Nahwu, juga ada Balaghah, Arud, Faraid, bahkan saat ini sedang membuat metode cepat menghafal al-Quran dan mempelajari Qiraan Sab’ah-nya,” jelas Koordinator Tarbiyah Idadiyah bersemangat. Sementara itu, Ustadz Nurul Yakin, salah satu panitia kursus, berkomentar bahwa kegiatan kursus ini memberi kesempatan bagi santri yang tidak mondok di Sidogiri untuk  juga ikut belajar metode tersebut. Menurutnya hal ini tidak boleh disia-siakan. “Sehingga nanti juga bisa menyebarkan ilmunya. Salah satu tujuannya, ya, itu, agar santri dari pondok pesantren lain juga bisa belajar metode al-Miftah lil Ulum” jelas beliau sembari tersenyum. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : N. Salihin...

Selengkapnya
FORPESS Akan Terapkan Metode Al-Miftah Lil-Ulum di Sumatera
Nov21

FORPESS Akan Terapkan Metode Al-Miftah Lil-Ulum di Sumatera

  Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (FORPESS) berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) dalam rangka studi banding terkait dengan kurikulum dan manajemen pesantren, Sabtu (18/11) lalu. Rombongan yang berjumlah 45 orang tersebut ditemui oleh Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri, Ust. Syamsul Huda. Perwakilan MMU Idadiyah memperkenalkan metode Al-Miftah lil-Ulum dan menampilkan dua murid Idadiyah sebagai bukti akan keberhasilan metode tersebut. Imam Aqil, perwakilan DPD FORPESS mengatakan, bahwa studi banding tersebut merupakan agenda setiap dua tahun sekali. Tahun ini FORPESS mengagendakan mengunjungi 11 pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Hal ini bertujuan mengembangkan pesantren di Sumatera Selatan, yang notabene masih dini. “Kami juga ingin mengadopsi metode pesantren yang kami kunjungi. Alhamdulillah metode Al-Miftah lil-Ulum yang diterapkan di sini saya kira cukup mudah, dan Insya Allah akan kami terapakan di sana (Sumatera Selatan),” ujarnya. Dua tahun lalu, katanya, FORPESS melakukan  studi banding ke luar negeri, seperti Malaysia dan beberapa negara yang lain. Sementara ini FORPESS masih menerapkan metode dari Malaysia karena selama ini metode itulah yang termudah. Pria asal Kabupaten Oku Selatan tersebut juga mengapresiasi terhadap Pondok Pesantren Sidogiri yang tidak terpengaruh dengan perkembangan zaman yang semakin maju. “Kami kagum dengan Sidogiri, meskipun sangat tua yang berdiri 279 tahun lalu, tapi tetap konsisten dengan kesalafan, meskipun banyak yang menggunakan alat-alat modern tapi di sini tidak sampai mengikuti perkembangan zamannya,”  lanjutnya. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : Isom...

Selengkapnya
PP. Miftahul Ulum Panyepen Evaluasi Metode al-Miftah ke PPS
Apr15

PP. Miftahul Ulum Panyepen Evaluasi Metode al-Miftah ke PPS

Beberapa pengurus metode baca kitab cepat ala al-Miftah lil Ulum di PP. Miftahul Ulum, Penyepen, berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri guna mengevaluasi hasil pembelajaran metode baca kitab al-Miftah lil Ulum, Kamis pagi (14/04). Rombongan yang terdiri dari tujuh orang tersebut langsung disambut oleh pengurus dan koordinator madrasah Tarbiyah Idadiyah di dhalem syeikh, rumah dinas yang pernah ditempati guru tugas asal al-Azhar, Kairo, untuk PPS. “Alhamdulillah, dari hasil tes tadi malam, teman-teman hanya salah empat,” aku Ust. Zaini Ali, wakil kepala madrasah Tarbiyah Idadiyah. “Itu sudah menggunakan standart tes di pusat sini,” lanjut beliau meyakinkan kualitas tiga santri cilik setelah ia tes membaca kitab ala al-Miftah lil Ulum. “Alhamdulillah kalau begitu,” kata Ust. Abdulloh Zaen, Ust. Nurul Huda, dan beberapa pengurus al-Miftah Panyepen bersambut bahagia mendengar penjelasan Ust. Zaini Ali. Dari ruang berbeda, Ust. Qusyairi Ismail, kreator dan koordinator metode al-Miftah lil Ulum juga angkat suara. Beliau menyampaikan banyak hal terkait visi-misi Pondok Pesantren Sidogiri dengan adanya program akselerasi baca kitab ini. “Kami di sini atas nama Tim Al-Miftah mengharap, agar metode ini bisa terus bermanfaat dan go nasional,” ungkap pria asal Sampang ini mengawali. “Jangan berhenti di sini saja, jangka panjangnya, bagaimana sekiranya baca kitab betul-betul mengakar kuat di masyarakat. Bahkan bukan hanya bisa membaca, kita bina anak-anak kita agar bisa menghafalkan kitab-kitab salaf, karena ini memang yang diteladankan beliau-beliau,” ungkap beliau yang juga menjadi wali kelas II Tafsir-Hadis A madrasah Aliyah PPS ini. “Dulu imam as-Suyuthi, imam Ibnu Hajar al-Atsqolani, imam an-Nawawi, juga banyak menghafalkan kitab kuning sejak kecil,” beliau menamsilkan beberapa ulama salaf panutan.   === Penulis: Muhsin Bahri Editor: Musaif...

Selengkapnya
KEMENAG Minati Metode al-Miftah Lil-Ulum Pondok Pesantren Sidogiri
Des08

KEMENAG Minati Metode al-Miftah Lil-Ulum Pondok Pesantren Sidogiri

Geliat metode al Miftah Lil Ulum mudah belajar baca kitab (selanjutnya, ditulis metode al-Miftah) ala Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) bukan hanya diminati lembaga-lembaga Diniah yang berafiliasi ke PPS, melainkan lembaga-lembaga luar yang tidak berafiliasi ke PPS juga tertarik menerapkan metode al-Miftah lil Ulum, seperti PP An-Nur Malang, PP Syaikhona Kholil Bangkalan, PP Nurul Falah Kepang Bangkalan, PP Al Bahjah Cirebon, dan lembaga lainnya. Bahkan, Selasa Sore (29/11) Tim Tutor metode al-Miftah Lil Ulum Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) berangkat ke Bekasi Jawa Barat menghadiri undangan pelatihan baca kitab yang dihendel Kementrian Agama Republik Indonesia (KEMENAG). Ust. Qusyairi Isma’il selaku koordinator metode al-Miftah Lil Ulum dan Ust Zaini Aly ditunjuk sebagai narasumber utama dalam acara, “Pelatihan Guru / Ustadz Madrasah Diniyah Takmiliyah Dalam Mengakses Kitab Kuning.” “Fungsi pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi guru Diniyah dalam mengakses kitab kuning,” tutur Ust. Zaini Aly selaku narasumber dari Pondok Pesantren Sidogiri. Pelatihan ini diadakan selama 13 hari sejak selasa (24/11) hingga Ahad (06/12). Peserta yang berjumlah ratusan orang terdiri dari berbagai delegasi masing-masing Provinsi di Nusantara. Pelatihan ini langsung dikoordinir oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI. Dengan demikian, metode ‘Al-Miftah Lil Ulum, Mudah Belajar Membaca Kitab’ ala Pondok Pesantren Sidogiri akan beredar di seluruh nusantara. Hal ini sangat disyukuri oleh pihak Badan Taklimiyah Wa Tadris Madrasi (BATARTAMA) selaku operator pelaksana metode ini, sebab dengan demikian nilai nasyrul ilmi akan dirasakan masyarakat luas. Metode al-Miftah selain akan menyebar di seluruh Nusantara, rupanya juga telah berhasil membangkitkan gairah madrasah-madrasah Diniyah untuk menekuni kembali literatur kitab kuning. Upaya ini sesuai dengan target yang dicanangkan pengurus Pondok Pesantren Sidogiri terhadap lahirnya metode al-Miftah. Yakni mengembalikan citra madrasah-madrasah Diniyah yang mulai tergerus arus modernisasi dan globalisasi, lebih-lebih di bumi pertiwi ini.[] === Penulis : Moch. Muhairil Yusuf Editor   : Muh. Kurdi...

Selengkapnya