Ul-Daul Meriahkan Wisuda Idadiyah Maulid
Nov29

Ul-Daul Meriahkan Wisuda Idadiyah Maulid

Prosesi wisuda Idadiyah yang dilaksanakan pada bulan Maulid tahun ini cukup menarik perhatian para hadirin. Wisudawan kali ini diiring grup ‘marching band’ dan instrumen unik yang mampu menyita perhatian orang-orang sekitar. Pasalnya, grup yang memiliki nama Ul-Daul itu kembali hadir setelah vakum selama beberapa tahun. Baca juga:  Mentoring ACS, Sejarah Berdarah Wahabi Grup yang diketua oleh Fahmi tersebut menahkodai dua puluh anggota dengan menggunakan alat-alat bekas berupa tong sampah plastik, kaleng bekas, kentongan dan ember. Sebelumnya ada yang menyangka bahwa alat musik yang digunakan untuk menggiring wisudawan Idadiyah tersebut menggunakan alat-alat perkusi yang biasa digunakan oleh grup-grup marching band. Hal ini sebagaimana pengakuan salah seorang santri “Saya kira mereka menggunakan alat perkusi ternyata barang-barang bekas, sebab suara yang dihasilkan mirip banget dengan alat perkusi,” kata santri yang tidak mau disebutkan namanya. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Sebelum itu, mereka melakukan latihan di Gedung SEC selama satu pekan sejak Sabtu pagi (19/3) hingga sehari sebelum hari-H tiba. Peserta direkrut dari berbagai tingkatan yang mulai dari tingkat Ibtidaiyah hingga yang paling tinggi, Aliyah. Mereka menabuh peralatan yang ada sambil diiringi dengan lagu-lagu khas Idadiyah yang dan berarak dari mabna an-Nawawi hingga ke lokasi prosesi wisuda. Baca juga: Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah Syamsul, salah satu personil grup tersebut mengaku bahwa grup itu disewa atas permintaan pihak Idadiyah demi menjadikan malam penuh bintang tersebut begitu meriah. “Kami disewa oleh Idadiyah. Kami diperintah untuk menggiring wisudawan dari mabna an-Nawawi hingga ke lapangan agar prosesi wisuda tampak unik dan menarik perhatian wali santri yang ada di lokasi tersebut,” ungkap murid kelas 3-P Tsanawiyah tersebut. Baca juga:  Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 ———— Penulis: Dimas Aji* Editor: Saeful Bahri bin Ripit *Pemred Mading...

Selengkapnya
Wisuda Istimewa: Idadiyah Berjaya Mencetak Ribuan Ahli Nahwu
Okt21

Wisuda Istimewa: Idadiyah Berjaya Mencetak Ribuan Ahli Nahwu

Ust. Moh. Rifqi Al-Mahmudy sedang memberi sambutan pada acara wisuda istimewa yang ke-9 Malam Kamis (21/10), Madrasah Idadiyah menggelar acara Wisuda Istimewa yang ke-9. Bertempat di barat gedung an-Nawawi. Wisuda kali ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, K.H. Fuad Noerhasan, Ketua I, M. Aminulloh Bq, Koordinator Idadiyah, Ust. Qusyairi Ismail, Ketua III, HM. Abd. Djalil Kamil, Kepala Batartama, H. Abd. Qodir Ghufron dan semua murid Idadiyah. Terdapat 111 murid yang lulus dan berhasil diwisuda istimewa tahun ini. “Dari 500-an peserta calon wisudawan, hanya mereka yang berjaya bertahan dari berbagai tahapan. Mulai dari tes tulis, tes lisan dan tes kelayakan wisuda yang dinilai langsung oleh Koordinator Idadiyah,” kata Ust. Moh. Rifqi Al-Mahmudy selaku Kepala Madrasah (KM) Tarbiyah Idadiyah. Dalam kesempatan ini K.H. Fuad Noerhasan berkenan mengalungkan surban kepada para wisudawan. Di samping itu, dalam sambutannya, KM Idadiyah menyampaikan bahwa sampai saat ini metode al-Miftah sudah menuai hasil yang memuaskan. Dalam masa 9 tahun, murid yang diwisuda sudah mencapai 8459 dan yang diwisuda Istimewa sudah 429 murid (termasuk yang sekarang). “Ini adalah angka yang mengembirakan,” ujar Gus Rifqi sapaan akrabnya. KM Idadiyah berharap agar upaya ini terus dijaga dan terus ditingkatkan. “Jangan sampai timbul istilah mantan wisudawan al-Miftah,” semangat staf pengajar Aliyah tersebut dalam sambutannya. Penulis: Nabil bin Syamsi Editor: Moh. Kanzul...

Selengkapnya
Kriteria Tes Wisuda Berkala MMU Idadiyah
Jan18

Kriteria Tes Wisuda Berkala MMU Idadiyah

Sidogiri.net – Berikut kriteria tes wisuda berkala yang merupakan tahapan bagi murid Idadiyah untuk menggapai wisudanya nanti di akhir ajaran. Nb: Ketentuan bisa berubah sesuai dengan keadaan dan kebijakan...

Selengkapnya
Wisuda Istimewa Idadiyah;  Harapkan Indonesia Menjadi Kiblat Keilmuan Dunia
Nov25

Wisuda Istimewa Idadiyah; Harapkan Indonesia Menjadi Kiblat Keilmuan Dunia

Semua hal pasti butuh proses. Hal itu juga yang terjadi pada metode al-Miftah lil-Ulum. Menjelang usianya yang ke-5. Metode ini sudah banyak mengeluarkan kader-kader ulama’. Bagaimana ceritanya? Berikut laporan M. Afifur Rohman  Hari Sabtu, (25/11) tampak suasana berbeda di sekeliling Pondok Pesantren Sidogiri. Ribuan santri memadati jalan utama PPS mulai dari depan kantor Kuliyah Syariah hingga arah barat Masjid Jami’ Sidogiri. Beberapa menit kemudian suasana tampak istimewa ketika iring-iringan wisudawan Istimewa membelah kerumunan santri diiringi hadrah ishari PPS serta kibaran bendera merah putih para pengawal Wisudawan. Para wisudawan istimewa diiringi para pengurus dan guru Tarbiyah Idadiyah serta para wali santri menuju ke dalem pengasuh PPS, KH A. Nawawi Bin Abdul Jalil. Di dalem pengasuh, wisudawan dievaluasi satu persatu. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada para wisudawan untuk dijawab dengan benar. Demonstrasi itu disaksikan langsung oleh KH. A. Nawawi bin Abdul Jalil. Setelah acara demonstrasi, peserta langsung digiring menuju kantor Laz-Sidogiri, untuk mengikuti ceremonial acara wisuda istimewa. Menurut Ust. Rifqi Almahmudi, selaku Kepala Madrasah Idadiyah atau biasa disapa (Gus Rifqi) disebut istimewa karena keistimewaan yang mereka peroleh. Kitab al-Miftah lil Ulum yang seharusnya dipelajari setahun dapat ditempuh selama empat bulan. Hal ini merupakan keistimewaan yang dapat dimiliki oleh orang tertentu dan Mereka dikalungi surban langsung oleh KH. Nawawi bin Abdil Jalil. “Mereka disebut wisudawan ‘Istimewa’ karena berhasil menyelesaikan metode al-miftah lil ulum selama setengah tahun. Mestinya, metode ini dilaksanakan selama setahun. Selain itu, pengalungan surban langsung dari pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri”. ” kata Pria asal Pasuruan. Selain itu, sepanjang perjalanan wisuda istimewa Idadiyah terus melejitkan kesuksesannya. Pada tahun ini dari 331 peserta didik yang mengikuti tes wisuda Istimewa, Pengurus berhasil mewisuda sebanyak 94 Murid, terpaut jauh dari tahun kemarin sebanyak 68. Sebelum diwusuda istimewa peserta didik diwajibkan mengikuti serangkaian kegiatan seperti menghatamkan kitab Almiftah Lil Ulum dan Fathul Qorib dalam jangka waktu relatif singkat yakni; empat bulan. Dalam hal ini peserta juga mengikuti tes tulis dan lisan kelayakan wisuda kepada Guru Tsanawiyah, Ibtidaiyah, Idadiyah. Peserta yang lulus kelayakan wisuda di uji langsung oleh pihak Batartama (badan tarbiyah wa taklimiyah madrasy.) “Yang sudah diwisuda istimewa akan melanjutkan menghafal kitab, diantaranya; kitab Fathul Qorib, Zubad, Qoidah Fiqih, Jauharut Tauhid, Faroidl, Balaghah, dan juga Arudl,” terang Gus Rifki, saat diwawancarai disela-sela kegiatannanya, Ahad (24/11). Dikesempatan berbeda, Ust. Qusyairi Ismail sangat mengharapkan dengan adanya adanya program akselerasi baca kitab Almiftah dan adanya Wisuda Istimewa, Indonesia bisa menjadi Kiblat keilmuan bagi penjuru dunia. Selain itu, yang sudah menjadi agenda dari Pengurus adalah adanya program Pra- Almiftah Lil Ulum. Metode Pra Al-miftah ini akan dikhusukan bagi anak yang masih berusiah 9 tahun kebawah, dan bisa diterapakannya di rumah sebelum anaknya mondok di Pesnatren Sidogiri. “Kami mengiginkan rumah-rumah...

Selengkapnya
Wisuda 5 Idadiyah: Hanya 969 Wisudawan, Kualitas Lebih Memuaskan
Mei12

Wisuda 5 Idadiyah: Hanya 969 Wisudawan, Kualitas Lebih Memuaskan

Dengan mengusung konsep meyakinkan wali santri, para masyayikh dan audien, bahwa program unggulan Tarbiyah Idadiyah Al-Miftah Lil Ulum telah melahirkan banyak teman-teman santri yang berkualitas dalam membaca, memaknai, dan memahami kitab. Acara Prosesi Wisudawan Idadiyah yang ke-5 ini sukses digelar dengan cukup meriah di lapangan barat Mabna as-Suyuthi, Jumat malam Sabtu (12/05). Ada 969 murid Tarbiyah Ida-diyah yang berhasil lulus di-wisuda pada tahun ini. Jumlah ini lebih sedikit dari tahun ke-marin yang berjumlah 1190 orang. Meskipun lebih sedikit, kualitas yang ada jauh lebih mumpuni dari tahun-tahun se-belumnya. “Di sini kami terus mencoba untuk meningkatkan kualitas murid Idadiyah yang ada. In-syaallah, wisudawan tahun ini lebih unggul dan memuaskan. Walau banyak gak lulus itu karena banyaknya anak didik yang sakit,” Ungkap HM. Aminullah Bq, Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri dalam sambutannya. Acara yang biasa dilaksanakan di siang hari ini menjadi sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena untuk tahun ini dilaksanakan di malam hari. Alasan yang paling kuat adalah karena ada instruksi langsung dari Katib Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Mas d. Nawawy Sadoellah. Sebelum acara dimulai, para wisudawan diarak dengan tabuhan Ishari dari Kantor Idadiyah, melewati jalur Balai Tamu ke selatan, dan muncul dari gerbang selatan lapangan. Lantas, acara dimeriahkan dengan lagu mars Idadiyah yang diwarnai dengan pelepasan balon. Setelah tampilan ini, lantunan ayat suci al-Quran mengalir merdu. Kemudian, HM. Aminulloh Bq. Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri dengan didampingi Uts. H. Hudhori Abdul Karim, Kepala Batartama dan Ust. Qusairi Ismail, Koordinator Idadiyah, meresmikan prosesi acara wisuda yang sangat ditunggu-tunggu oleh wali santri ini yang hadari dalam acara tersebut, terutama bagi mereka yang kebetulan putranya akan diwisuda. Sesi demonstrasi massal kemudian berjalan dengan seru. Tampilan demonstarasi massal yang dibagi menjadi 8 sesi ini semakin memperlihatkan betapa lugas dan tanggapnya murid-murid Tarbiyah Idadiyah yang diwisuda dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar kitab, nahwu-sharfiyah dan yang lain. Semua ini memberikan kesimpulan bahwa harapan dewan guru dan panitia acara terlaksana dengan baik dan memuaskan. Selain puasnya melihat penampilan ini, wali santri dan semua audien kemudian dibuat terharu dengan penampilan Senandung Wisuda, yang mengalun begitu merdu dan sendu. Dua penampilan ini disetting sedemikian seru dan hebat, karena dua penampilan ini memang dijadikan ruh yang diharapkan bisa menghidupkan dejavu audien yang hadir dalam Prosesi Wisudawan Id-adiyah ke-5 ini. “Yang penting itu acara Demonstrasi Massal. Tapi yang paling penting adalah senandung Wisudawan,” aku Ustadz Ridwan saat ditemui sela acara.[] Penulis : Ali Imrom Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya