Daftar Rekening Untuk Transfer Kiriman
Mar17

Daftar Rekening Untuk Transfer Kiriman

Surat yang dikeluarkan oleh Pengurus Pondok Pesantren...

Selengkapnya
Maklumat!
Mar17

Maklumat!

...

Selengkapnya
Harus Tahu, Sejarah Tahsin al-Khot Sidogiri!
Mar08

Harus Tahu, Sejarah Tahsin al-Khot Sidogiri!

Suasana belajar tahsin al-khot Sidogiri Jam’iyah Tahsin al-Khot merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler di bawah naungan Pengurus Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS) untuk mewadahi semangat menulis kaligrafi arab dengan baik dan indah. Mungkin banyak yang belum tahu tentang awal kegiatan rutin setiap Jumat pagi di gedung al-Ghazali ini, untuk itu simaklah uraian hasil wawancara Ahmad Zaini Sekretaris Jamiiyah Tahsin al-Khot dengan Ust. Iskandar dan Ust. Usman Asror berikut ini. **** Para guru besar Tahsin al-khot Sidogiri Adalah pada tahun 1967 Masehi, KH. Muhammad Usman Anis ketika duduk di bangku Tsanawiyah Pondok Pesantren Sidogiri memiliki inisiatif memperbaiki tulisan santri bersama teman-teman satu kelas beliau. KH. Muhammad Anis merupakan desainer lambang santri Sidogiri atas ide KH. Sa’doelloh bin Nawawie. Perkumpulan Ust. Anis dengan teman-teman kelas dilakukan pada pukul 02.00 malam setelah pulang sekolah dan gerak batin rutinan. Pada waktu itu, Kegiatan belajar Mengajar (KBM) Madrasah Miftahul Ulum Tsanawiyah adalah setelah Isya hingga jam 12 malam waktu Istiwa. Sehingga pemilihan waktu dini hari ini dirasakan lebih tepat karena selain kondisinya yang tenang, juga belum adanya peraturan tidur di atas jam 12 malam pada waktu itu. Baca juga:  Kaligrafi Islam Warisan Seni Paling Dihargai Sepanjang Zaman Tahun 1967 buku merupakan salah satu komoditi yang mahal, sehingga untuk kalangan santri perlu alternatif lain untuk menanggulangi sulitnya membeli buku. Maka, Ust Anis dan kawan-kawan menggunakan sabak, yakni semacam papan tulis hitam hanya saja ukurannya sama dengan kertas A3. Untuk media penulisannya, menggunakan kapur putih yang mudah dihapus. Perkumpulan Ust. Anis dan kawan-kawan memiliki daya tarik yang kuat. Dalam kurun waktu yang tidak lama, beberapa santri mulai ikut bergabung hingga memenuhi satu ruangan. Hal ini terus berlanjut hingga pada tahun 1969. Baca juga: Tak Gentar Meski Melawan Seniman Pada tahun 1969, Majelis Panca Warga Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Sa’doellah bin Nawawi akhirnya meresmikan kegiatan ini dan diberi nama CUSENI (Kursus Seni Tulis Indah). Acara peresmian diisi dengan selametan dan doa bersama. Namun, nama CUSENI tidak berlangsung lama. CUSENI diganti dengan Jam’iyah Tahsin al-Khot yang pada saat itu, telah berdiri Jam’iyah Qurra’ wa Tahfidz al-Quran dan Jam’iyah Mubalighin. logo ISS Jika saat ini, Jam’iyah Tahsin al-Khot berada di bawah naungan PP-ISS, maka pada waktu itu Jam’iyah ini ditangani oleh bagian Ma’hadiyah. Perlu diketahui, Sidogiri tahun itu belum terbentuk instansi-instansi seperti sekarang ini, dulu hanya ada bagian Ma’hadiyah dan Madrasiyah. Jamiyah Tahsin al-Khot mengalami perkembangan yang sangat pesat, terbukti dengan melebarkan sayapnya untuk mengadakan kursus pendalaman seni Tahsin seperti menganyam janur dan seni dekorasi. “Hampir seluruh santri Sidogiri mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias terutama dari kalangan putera-putera kiyai dari berbagai wilayah Nusantara yang mondok di Sidogiri, dengan maksud akan menelurkan kursus tahsin di pondoknya kelak”, kata Ust....

Selengkapnya
Perpus Bincang Indah Arudl dan Qawafy
Mar07

Perpus Bincang Indah Arudl dan Qawafy

Ust. Hidayatullah ketika menjelaskan Arudl Jumat (06/03), Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri kembali adakan konsultan non regular. Bertempat di lantai I Perpustakaan dengan tema tentang syair, Menelaah Keindahan Ilmu Arudl dan Qawafy, Pengurus Perpustakaan hadirkan Ust. Hidayatullah sebagai narasumber. Ust. Hidayatullah dengan nama lengkap Ahmad Hidayatullah Yasin beralamatkan di Desa Rombo Kulon, Rembang, Pasuruan merupakan alumni Pesantren Sidogiri yang boyong tahun 2000. Beliau selama di Sidogiri telah memimpin Majalah dinding Himmah serta menjadi Ketua LPSI Kuliyah Syariah untuk pertama kalinya. Beliau merupakan pengarang syair Sidogiri Mahjari. Menurut beliau, keindahan itu diukur dengan perasaan. Syair itu sendiri dalah kalam berwazan, berqafiyah dan dengan maksud bersyair. “Adanya qayid qasdan dalam pengertian syiir adalah menunjukkan bahwa membuat syiir berarti harus ada maksud kalau itu dibuat untuk menjadi syiir. Sehingga kalau menemukan ayat al-Quran yang memiliki ciri-ciri syair seperti surat Alam nasyrah itu bukanlah syiir, karena sudah ditegaskan oleh Allah bahwa al-Quran bukan syiir”. Beliau juga mengajak para santri yang hadir seminar untuk mengetahui sejarah arudl. Arudl itu tersusun oleh Imam Kholil bin Ahmad al-Azdi al-Farahidi karena melihat banyaknya orang yang telah membuat-buat syiir tidak sesuai dengan ketentuan terdahulu. Menurut beliau, Ust. Hidayatullah, letak keindahan arudl itu dikarenakan ia merupakan alat untuk menjaga keindahan syiir dan untuk menciptakan keindahan syiir itu sendiri. Musafal...

Selengkapnya
Perempat Final Turnamen Voli Milad 283
Feb28

Perempat Final Turnamen Voli Milad 283

Pemain Daerah J siap untuk servis Daerah I Tumbangkan Daerah Takhosus, Pundak Idad di Daerah J Di bawah komando Ahmad Jamal, Daerah I dinyatakan lolos ke semi final Turnamen Voli Milad Sidogiri 283, Jumat (28/02). Perlawanan sengit Daerah M di bawah Kapten Minhajul Abidin tidak mampu membalikan keadaan. Dengan demikian, harapan asrama Idadiyah untuk menjuarai turnamen Voli berada di pundak Daerah J yang berhasil menumbangkan Daerah L di lapangan yang sama, Lapangan Selatan Sidogiri. Perhelatan Turnamen bergengsi tahunan ini, kini menyisakan 6 Daerah di Perempat Final. Pada pertandingan pertama Perempat Final mempertemukan Daerah M dengan Daerah I, serta Daerah J melawan Daerah L. Untuk pertandingan perempat final kedua pada Ahad (22/03) mendatang menghadirkan Daerah A melawan Daerah G serta Daerah C berhadapan dengan Daerah H. baca juga:  Lebih Lanjut Seputar DAR Daerah M harus tunduk dengan Daerah I (Kaos Biru) Sempat Optimis Membalikkan Keadaan, Daerah  M Harus Tunduk Pada pertandingan pertama Perempat Final ini, Daerah M telah diprediksi akan bertekuk lutut oleh Daerah paling Timur Pondok Pesantren Sidogiri, yakni asrama I. “Kami melihat usaha Daerah I sudah berlangsung lama sebelum diadakan lomba voli ini, soalnya mereka kan punya izin main voli setiap pagi di lapangan utara Sidogiri, sedangkan untuk daerah M, baru-baru ini yang mulai serius latihan setiap hari, jadi kami sempat pesimis akan bisa menang, tapi kami tetap mendukung, karena optimis itu yang diajarkan pengurus kepada kami”, ungkap salah satu warga Daerah M yang menonton bersama teman sekamarnya ini. Walau dinyatakan akan kalah, para pemain Daerah M terlihat tenang dan berusaha memberi yang terbaik sehingga perbedaan angka tidak terlalu jauh pada babak kedua. Hanya saja usaha untuk membalikkan keadaan untuk menembus angka 25 harus kandas, kelihaian memblokir pergerakan bola oleh para pemain Daerah I bisa dianggap sangat baik. “Babak kedua beda tipis, hanya saja tadi babak pertama angka yang diperoleh 18 banding 25 dengan Daerah I”, kata salah satu panitia lomba yang juga pengurus Daerah M ini. baca juga: Galeri Turnamen Kasti Milad Para Murid Idadiyah J semangati Para pengurusnya Daerah J, Harapan Terakhir Asrama Idadiyah Dengan gugurnya Daerah M, asrama khusus Idadiyah yang lolos ke semi final hanya Daerah J. Daerah N pada perdelapan Final telah tumbang sejak pertandingan pertamanya, sedangkan Daerah L harus kalah melawan saudara sendiri, Daerah J di perempat final. Dengan demikian dapat dipastikan Daerah J akan berhadapan dengan pemenang di perempat Final kedua antara Daerah H dan Daerah C, dua daerah besar ini akan memperebutkan posisi di semi final mendatang. Sedangkan Daerah I siap menunggu para pemenang dari Daerah A atau G. Untuk Daerah A maupun G masih belum bisa diprediksi, mengingat keduanya belum menunjukkan taring terbaiknya, namun segala kemungkinan bisa saja terjadi....

Selengkapnya