Kabar Ikhtibar Tahun Ini Resmi Ditiadakan
Mar22

Kabar Ikhtibar Tahun Ini Resmi Ditiadakan

Sidang Redaksi Kabar Ikhtibar (21/3) Tidak hanya acara, Kabar Ikhtibar tahun ini juga ditiadakan. Hal ini resmi diumumkan kemarin malam (21/3) saat sidang redaksi, pembacaan zikir Isra Mikraj. Penghapusan ini dilatarbelakangi Milad Sidogiri ke-283 gagal dilaksanakan pada bulan Sya’ban. Baca Juga: Kursus Ramadan Tahun Ini Resmi Ditiadakan “Kata kepala BPP, Kabar Ikhtibar fokusnya memberitakan kegiatan milad Sidogiri. Kalau miladnya gak ada, otomatis korannya juga tidak ada,” terang Abrori Ahmadi, Pemimpin Redaksi Kabar Ikhtibar. Baca Juga: Inovasi Kabar Ikhtibar Tahun Ini Kumpulan para direksi Kabar Ikhtibar (22/3) Ahad sore (22/3) Ust. Ali Rahmad, Ketua Perusahaan Kabar Ikhtibar mengedarkan kertas berupa pemberitahuan ke setiap pelanggan, perihal pentiadaan Kabar Ikhtibar, serta mengembalikan biaya berlangganan. Baca Juga: Pembatasan Izin Keramaian, Pasar Santri 2020 Resmi Dibatalkan Ketua Periklanan Kabar Ikhtibar Ainurroziqin junga telah mengeluarkan surat resmi kepada segenap perusahaan yang bermitra kepada Kabar Ikhtibar. Berisi perihal pengembalian dana iklan dan permohonan maaaf yang ditandatangi langsung oleh Kepala Badan Pers Pesantren. Muhammad ibnu Romli |...

Selengkapnya
Kursus Ramadan Tahun Ini Resmi Ditiadakan
Mar20

Kursus Ramadan Tahun Ini Resmi Ditiadakan

Jumat (20/3) Panitia Santri Ramadan mengumumkan perihal pembatalan kegiatan kursus Ramadan. Hal ini dilatarbelakangi kebijakan pemerintah mengenai larangan mengadakan kumpulan yang melibatkan banyak orang. Dalam penyampaiannya, ada tiga poin penting yang yang dijelaskan: Pertama, Kursus Santri Ramadan pada tahun 1441 H atau 2020 M murni ditiadakan, sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Kedua, bagi peserta yang sudah bayar, uang akan dikembalikan ke nomor rekening masing-masing. Ketiga, peserta mengirimkan nomor rekening ke panitia disertai ID registrasi. Perihal lebih lanjut mengenai kursus Ramadan, tunggu berita selanjutnya di sidogiri.net. Baca juga: Antisipasi Covid-19, Pasar Santri 2020 Dibatalkan Muhammad ibnu Romli |...

Selengkapnya
Pembatasan Izin Keramaian, Pasar Santri 2020 Dibatalkan
Mar19

Pembatasan Izin Keramaian, Pasar Santri 2020 Dibatalkan

Surat resmi pembatalan Pasar Santri 2020 yang ditujukan kepada segenap mitra. Kamis (19/03) Pengurus Pasar Santri 2020 mengeluarakan surat tayang ditujukan kepada segenap Mitra Pasar Santri 2020. Surat tersebut berisi pemberitahuan bahwa penyelenggaraan Pasar Santri 2020 dibatalkan. Pembatalan ini berhubungan erat dengan pembatasan izin keramaian dan acara yang melibatkan banyak orang karena wabah Corona Virus, Disease 2019 (Covid-19). “Langkah ini kami ambil dalam upaya menghindari penyebaran Covid-19. Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kami sampaikan, serta kami berharap bisa dimaklumi oleh para Mitra dan semua pihak terkait,” terang Bapak Mubarok, Ketua Panitia Penyelenggara Pasar Santri 2020. Baca Sejarah Pasar Santridi sini Dalam surat yang bernomor 11/SEC.PASARSANTRI/C/III/2020 juga memberitahukan bahwa semua mitra boleh melakukan refund dana pembayaran stand dengan cara menghubungi panitia melalui nomor yang terlampir dalam surat. Bila anda sudah bermitra, silahkan hubungi via WA/Call ke nomor 081-335-22-53-15 a.n. Mubarok. Mengenai kabar acara akhir tahunan lainnya, tunggu berita selanjutnya di sidogiri.net. Muhammad ibnu Romli |...

Selengkapnya

Sidogiri Penerbit

Sidogiri Penerbit adalah badan penerbitan Pondok Pesantren Sidogiri. Sidogiri Penerbit hadir membawa misi melestarikan khazanah keilmuan Islam Ahlusunnah wal Jamaah, serta melawan arus pemikiran yang berseberangan dengan faham tersebut. Hal ini, selaras dengan moto yang diusung yaitu Benteng Ahlussunnah wal Jamaah. Visi   Terwujudnya Sidogiri Penerbit sebagai penerbit pesantren yang profesional dengan menerbitkan bacaan yang berkualitas dan mampu bersejajar dengan penerbit-penerbit nasional yang ada saat ini.  Misi Mewujudkan Sidogiri Penerbit sebagai pusat publikasi literasi santri dalam menciptakan khazanah keislaman yang selaras dengan paham Ahlusunah Wal Jamaah. Cikal Bakal Lahirnya tradisi mempublikasikan karya tulis-menulis di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri sudah berjalan semenjak pertengahan tahun 1406 H/1986 M. Sebelum itu, belum ditemukan buku atau kitab yang diterbitkan oleh PPS secara resmi. Buku pertama yang terbit waktu itu adalah Murâjaatuth-Thalabah. Buku kumpulan hasil bahtsul masail ini diterbitkan oleh Kuliah Syariah yang waktu itu dipimpin oleh Ust. Yazid Busthami. Karena memang minimnya sarana waktu itu, Murâjaatuth-Thalabah terbit dengan cara ditulis manual dan difotokopi sebanyak 200 eks. Ternyata, buku terbitan perdana ini mendapat sambutan positif dan menuai banyak permintaan dari masyarakat hingga beberapa kali dicetak ulang. Setelah itu, seakan buku yang pertama ini menjadi candu penyemangat santri. Buku-buku yang lain pun mulai bermunculan. Puncaknya, terjadi pada tahun 1426 H, di tahun ini buku yang terbit mencapai 23 judul dari berbagai penulis dan lembaga internal yang berbeda. Demikian ini tidak lepas dari peraturan Pondok Pesantren Sidogiri yang waktu itu tidak begitu ketat mengeluarkan izin penerbitan. Namun, “era kebebasan” menerbitkan buku ini berakibat pada kian tidak terkontrolnya buku-buku yang terbit, hingga beberapa kali ditemukan kasus adanya buku yang terbit tapi tidak sesuai dengan prinsip agama dan PPS. Maka, pada tanggal 20 Rabiul Awal 1427 H/19 April 2006 dibentuklah badan penerbitan yang khusus bertugas mengontrol, menyeleksi, dan menerbitkan buku. Lembaga tersebut diberi nama Pustaka Sidogiri Assalafi dengan motto Benteng Ahlusunah Waljamaah.   Sidogiri Penerbit Sejak awal berdirinya, badan penerbitan ini telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Pustaka Sidogiri as-Salafy. Dan sejak tahun ajaran 1435 H, intansi ini mengusung branding Sidogiri Penerbit dan Sidogiri Buku atas arahan Katib Majelis Keluarga, d. Nawawy Sadoellah.   Sampai saat ini, Sidogiri Penerbit telah menerbitkan sekitar 160 judul buku berbahasa Arab maupun Indonesia. Sidogiri Penerbit bekerjasama dengan Batartama (Badan Tarbiyah wat-Taklim Madrasiy) menerbitkan buku-buku materi pelajaran dengan format baru yang memudahkan. Juga dengan instansi lainnya semisal Kuliah Syariah, Sidogiri Media, OMIM, ACS (Annajah Center Sidogiri) dan beberapa intansi lainnya.   Sejak tahun 1430-1431, Pengurus PPS menetapkan target yang harus dicapai oleh Sidogiri Penerbit dalam satu tahun ajaran harus menerbitkan 20 judul terbitan dengan rincian; 10 dalam bentuk buku dan 10 dalam bentuk kitab. Sidogiri Buku Sidogiri Buku merupakan anak perusahaan yang berada...

Selengkapnya

Ibtidaiyah

Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan klasikal pertama di Pondok Pesantren Sidogiri. Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah terdari dari enam dan ditempuh selama enam tahun. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Ibtidaiyah dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 07.30 s.d 12.10 Wis, terbagi menjadi tiga jam pelajaran dengan dua kali waktu istirahat. Mata pelajaran di Ibtidaiyah terdiri atas beberapa mata pelajaran agama dasar dan sedikit memasukkan pelajaran umum, seperti Bahasa Indonesia dan Matematika. Target pendidikan di tingkat ini adalah minimal murid Ibtidaiyah dapat membaca dan memahami kitab pelajarannya sendiri. Program dan Kegiatan Selain KBM yang rutin dilaksanakan setiap hari (selain Jumat) dari pukul 07:30 s.d 12 :10 WIS, Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah memiliki beberapa kegiatan penunjang, antara lain. Musyawarah Salah satu program dan kegiatan pendukung jenjang Ibtidaiyah adalah kegiatan musyawarah yang dilaksanakan pada sore hari mulai pukul 17: 00 s.d 17: 45 WIS. Kegiatan musyawarah ini difungsikan untuk mengasah bakat anak didik dalam mendalami materi yang sebelumnya dijelaskan oleh wali kelas. Olahraga Di tingkat Ibtidaiyah juga ada kegiatan ekstrakurikuler berupa olahraga yang dilaksanakan setiap satu pekan sekali. Olahraga yang dipilih adalah permainan bola kasti. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran pertama (07:30 s.d 08:30 WIS) dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan MMU...

Selengkapnya