Lomba Debat Fikih Berjalan Panas dan Seru
Jun03

Lomba Debat Fikih Berjalan Panas dan Seru

Seru dan panas, itulah ungkapan yang disampaikan penonton ketika menyaksikan lomba debat fikih yang diselenggarakan oleh panitia Milad PPS, di depan asrama K pada Selasa malam (02/06) kemaren. Lomba yang cukup seru ini diikuti oleh murid Aliyah dari setiap delegasi asrama di Pondok Pesantren Sidogiri. Selain diikuti delegasi dari asrama, lomba ini juga diikuti oleh anggota Kaffah III dari murid Tsanawiyah. Asrama berhak mengirimkan dua peserta untuk diikutsertakan dalam lomba debat fikih. Ustad Rokib Saki bertingdak  sebagai juri tunggal dalam menilai debat ilmiyah ini. Walau lomba ini hanya diikuti oleh tujuh regu saja, tapi lomba ini tetap berlangsung seru dan panas karena pesertanya terbilang orang-orang pilihan dari setiap asrama yang memang mempunyai kredibilitas tinggi dalam memahami ibarat fikih yang terkandung dalam kitab turas. Tema yang dibuat debat diambilkan dari permasalahan fikih di buku Santri Salaf Menjawab II terbitan Pustaka Sidogiri. Pada sesi pertama, Idris Mubarak, selaku moderator lomba, menentukan pro dan kontra kepada peserta sebelum mereka berdua berdebat lebih lanjut. Sedangkan sesi kedua, peserta hanya meringkas apa yang mereka sampaikan dengan bahasa yang lugas dan tegas. Delegasi dari asrama E dan I berhasil maju pada babak final. Asrama E yang beranggotakan Thomi Hermanto dan Abdul Hamid ini berhasil membuat decak jantung peserta deg-degan. Pasalnya mereka merupakan salah satu anggota Lembaga Murajaah Fiqhiyah (FLM) Kuliah Syariah yang selalu diutus oleh PPS untuk bahtsul masail ke luar PPS. Sehingga dalam menyampaikan pendapatnya terlihat piawai dan lihai. Asrama I mengutus dua orang terbaiknya. Mereka berdua adalah Fatah Yasin dan Jakfar Shodiq. Tema yang dibuat debat pada babak final ini tidak diambil dari buku Santri Salaf Menjawab II. Namun panitia yang langsung menentukan tema tersebut. Temanya adalah Pembunuhan Pengedar Narkoba....

Selengkapnya
Koran Kabar Ikhtibar Semarakkan Milad PPS dengan Tampil Full Color
Jun03

Koran Kabar Ikhtibar Semarakkan Milad PPS dengan Tampil Full Color

Jumat siang (29/05), Badan Pers Pesantren (BPP) Pondok Pesantren Sidogiri menerbitkan koran Kabar Ikhtibar. Koran ini berafiliasi untuk memberitakan seputar kegiatan Milad PPS yang ke-278 dan Haflatul Imtihan MMU yang ke-78. Koran yang berukuran 594 x 420 mm ini terbit di edisi pertama dengan mengangkat berita utama seminar Milad PPS yang berjudul “Pentingnya Sanad Talaqqi dalam Keilmuan Islam.” Seminar yang dinarasumberi oleh Syekh Muhammad Husni Ginting al-Besitani asal Medan dilaksanakan di ruang Auditorium kantor Sekretariat PPS. Dengan bertujuan mengkader jurnalistik muda pesantren dan memberikan hal ihwal seputar Milad PPS yang ke-278 dan Haflatul Imtihan yang ke-77, koran Kabar Ikhtibar terbit setiap hari selama delapan hari, terhitung hari Jumat (29/05) s.d. Jumat mendatang (5/06). “Kami ingin mengkader para jurnalistik pesantren yang kompetitif,” terang M. Kurdi Kurniawan selaku pemimpin perusahaan Kabar Ikhtibar pada Jumat (29/05). Konten yang disajikan oleh koran Kabar Ikhtibar bermacam-macam. Ada konten khusus yang meliput proses Milad PPS. Misalnya lomba seleksi perdaerah, lomba bola, dll. Ada juga konten yang secara khusus meliput perkembangan pameran bazar milik kopontren Sidogiri yang bernama Pasar Santri. Selain itu, koran Kabar Ikhtibar juga memberikan doorprize kepada pelanggan koran yang beruntung dengan cara diundi di akhir edisi berupa laptop Toshiba dan Hp Zenfone. Tidak hanya itu, koran Kabar Ikhtibar juga memberikan banyak hadiah menarik untuk pelanggan koran. Koran yang beroplah 1500 exlemper dan 8 halaman full color ini cuma dipatok setiap exlemper Rp. 3000. (SEF)      ...

Selengkapnya
Habib Jakfar al-Muhdor: Penuntut Ilmu Harus Ikut Lampah Ulama Salaf
Jun01

Habib Jakfar al-Muhdor: Penuntut Ilmu Harus Ikut Lampah Ulama Salaf

Ahad malam (01/06), setelah prosesi peresmian pembukaan Milad PPS yang ke-278 dan Haflatul Imtihan MMU yang ke-79 di lapangan olahraga Sidogiri, acara dilanjutkan dengan tausyiah dari Habib Jakfar al-Muhdor, Teres, Probolinggo. Habib yang mengaku alumni Sidogiri ini banyak menjelaskan tentang keutamaan ilmu dan menjaga etentitas keilmuan seorang santri salaf. Menurutnya, penuntut ilmu hendaknya mengamalkan perkataan imam Malik yang mengharuskan bagi penuntut ilmu bersikap tenang, punya rasa takut kepada Allah, serta mengikuti lampah ulama salaf. “Imam Abu Hanifah dalam urusan makan tidak lebih dari cara burung makan makanan. Selain itu, beliau selama 40 tahun shalat Subuh menggunakan wudhu shalat Isya,” ungkap Habib yang menjadi pengasuh pesantren Darul Musthofa, Probolinggo ini. Selanjutnya Habib Jakfar juga menerangkan akhlak seorang yang menimba ilmu agama. Habib memberikan contoh riil imam Malik yang hendak membaca satu Hadis. Menurutnya, ketika membaca Hadis imam Malik bersesuci dari Hadas kecil maupun besar kemudian menyiapkan tikar, karena mengagungkan Hadis Rasulullah. “Insya Allah jika kita ikut lampahnya ulama salaf semuanya akan terasa mudah dalam menggapai cita-cita,” tandasnya. Habib Jakfar mengutip perkataannya Fudhail bin Iyadl, ia mengatakan bahwa kita bila berada di mana saja maka hendaknya menjadi ekor dan tidak menjadi kepala. Ulama Nahwu sampai-sampai mengaplikasan perkataan Fudhail bin Iyadl ini dengan contoh ‘akaltu samakata hatta ra’saha’. Ra’ (baca; kepala) akan rusak karena dimakan sampai habis. Sedangkan ekor tidak demikian. “Kun dzanaban haitsuma kunta wala takun ra’san fa innahu yahlik, wa dzanab yanju. (Jadilah ekor di manapun kau berada dan jangan jadi kepala, karena kepala akan rusak sedangkan ekor selamat),” papar Habib Jakfar dengan bahasa Arabnya. “Hal ini mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap tawadhu. Sekalipun berada di depan jangan sampai sombong,” pungkas Habib jakfar al-Muhdor ini. Acara pembukaan Milad PPS yang ke-278 dan Haflatul Imtihan MMU yang ke-79 ini ditutup dengan doa yang langsung dipimpin oleh Habib Jakfar al-Muhdor....

Selengkapnya
Ngaji Jendela Hati: Potret Semarak Belajar Santri yang Semakin Bergairah
Jun01

Ngaji Jendela Hati: Potret Semarak Belajar Santri yang Semakin Bergairah

Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) mengapresiasi tema Milad ke-278 PPS yang mengusung motto Ngaji Jendela Hati. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Mas Ahmad Sa’dullah bin Abd. Alim, Bendahara Umum PPS. Pada acara pembukaan Milad ke 278 PPS, Ahad malam (31/05) kemarin. “Tema Milad kali ini sangat pas untuk menggambarkan visi dan misi Pondok Pesantren Sidogiri serta proses dan hasil pendidikan yang dilangsungkan pada periode 1435-1436 ini, yang tampak mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya,” ungkapnya dalam sambutannya. Menurutnya, peningkatan ini tampak berbanding lurus dengan semangat wali santri untuk memondokkan anaknya ke PPS. Terbukti pada tahun ini ada 1900 santri baru, meningkat dua ratus lebih banyak dari tahun sebelumnya. Guna mengimbangi kepercayaan masyarakat, pengurus membentuk Tarbiyah Idadiyah yang dikhususkan untuk santri baru. “Alhamdulillah Madrasah Idadiyah dengan metode al-Miftah Lil Ulum telah berhasil mewisuda ratusan santri baru yang sudah dianggap bisa membaca kitab, memaknai, menerjemahkan dan dapat memahami kitab kuning dengan baik dan benar. Bahkan sebagian dari lulusan Madrasah Idadiyah sudah ada yang menghafal Matan Taqrib  di luar kepala,” tuturnya dengan bangga di hadapan para hadirin. Pada perayaan tahunan kali ini, Tarbiyah Idaidiyah akan mewisuda delapan ratus delapan puluh lima anak. Bahkan, beberapa hari yang lalu, salah satu murid Idadiyah berhasil menjuarai lomba baca kitab se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Jombang. “Diharapakan Tarbiyah Idadiyah ini bisa memberikan pengaruh yang baik kepada santri yang bukan Idadiyah. Demikian pula sebaliknya. Santri-santri yang bukan Idadiyah mestinya bisa menjadikan semangat santri Idadiyah sebagai inspirasi untuk semangat belajar dalam dirinya.” Harapnya. Beliau juga berharap bagi santri Idadiyah yang sudah mahir baca kitab agar tetap berakhlak yang baik pada santri lain. Karena kepandaian baca kitab harus dilengkapi dengan pengalaman dan akhlak yang baik. “Sebab visi dan misi Pondok Pesantren Sidogiri adalah mencetak santri menjadi ibadilllah as-shalihin. Yakni santri yang bertakwa kepada Allah. Berjalan di atas rel syariat, berpegang teguh pada tauhid dan berhias dengan akhlakul karimah,” tandasnya. Menurutnya, hal yang patut diapresiasi dan kita syukuri adalah sausana belajar dan suasana ilmiyah di lingkungan PPS yang saat ini semakin hidup dan semarak. Terbukti pengunjung perpustakan selalu sesak. Bahkan setiap malamnya pengajian kitab yang dikoordinir oleh Taklim wa tahfidz al-Quran (TTQ) ada 75 qori’ yang membina pengajian kitab baik secara bandongan atau sorongan. “Dari setiap qori’, ada yang menghatamkan 3 kitab, juga ada yang mengkhatam lima kitab dalam satu majelis. Berarti jika dikalkulasi, jika masing-masing qori’ bisa menghatapkan 3 kitab saja, berarti sudah ada 225 judul kitab yang dikhatamkan dalam tahun ini,” terangnya. Hebatnya, tahun ini TTQ sedang menggarap penerbitan Mushaf Qiratus Sab’ah Sidogiri dan Mushaf Usmani Sidogiri, yang memuat tiga disiplin ilmu sekaligus. Memuat kajian khusus seputar ayat yang berhubungan fikih, tauhid dan tajwid serta ayat mutasyabihat....

Selengkapnya
Perpisahan Seluruh Guru MMU Dilaksanakan di Kantor Sekretariat PPS
Mei31

Perpisahan Seluruh Guru MMU Dilaksanakan di Kantor Sekretariat PPS

Perpisahan para guru MMU digelar di kantor Sekretariat lantai III, Sabtu siang (30/05). Acara tersebut dihadiri oleh Mas d. Nawawy Sadoellah, HM. Aminulloh Bq (Ketua I PPS), staf pengajar MMU di seluruh tingkatan, kepala sekolah semua tingkatan dari Idadiyah sampai Aliyah, Kepala Batartama, dan Kepala Labsoma. Dalam acara itu, semua kepala bawahan Ketua I diminta untuk memberikan sambutan, dari Kepala Madrasah hingga Kepala Labsoma dan Kepala Batartama. Ustadz Baihaqi Juri, Kepala Madrasah Ibtidaiyah sempat menyinggung tentang hasil IMNI (ujian akhir, red) tingkat Ibtidaiyah tahun ajaran 1435-1436 H. “Peserta IMNI tahun ini yang lulus murni 49%, namun alhamdulillah hanya ada 24 anak yang tidak lulus ketika ada pemberian syafaqah,”  jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Kopontren Sidogiri ini di sela-sela sambutannya. Setelah semua sambutan selesai, dilangsungkan pemberian penghargaan terhadap guru teladan di semua tingkatan. Penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai 2 juta rupiah. Ustadz Mudzakkir sebagai guru teladan di tingkat Idadiyah, Ustadz Shohib Salim di tingkat Istidadiyah, Ustadz Arbain Wahid di tingkat Ibtidaiyah, Ustadz H. Abu Darrin Amar di tingkat Tsanawiyah dan Ustadz Khozin Anwari di tingkat Aliyah. Mas HM. Aminulloh Bq juga memberikan sambutan setelah sambutan dari para bawahannya. Beliau berharap agar uang tunai yang diberikan itu dibelikan kitab dan hal lain yang bisa meningkatan kapasitas keilmuan mereka. Beliau juga menyampaikan harapannya, semoga pengabdian yang telah dilakukan selama ini bisa menghasilkan generasi-generasi tangguh. “Semoga dedikasi yang telah kita tidak hanya menumbuhkan generasi tangguh, tapi juga bisa menjadikan mereka anak-anak yang saleh, yang mendapatkan ilmu manfaat dan barakah, sehingga menjadi amal jariyah bagi kita,” harapnya. [Dul/Kabar...

Selengkapnya
Datangkan Dua Habaib Kondang di Pembukaan Milad PPS yang ke-278
Mei31

Datangkan Dua Habaib Kondang di Pembukaan Milad PPS yang ke-278

Nanti malam, Senin (01/06), panitia Milad PPS ke-278 dan Ikhtibar ke-79 MMU akan meresmikan pembukaan acara tahunan di PPS. Di acara pembukaan itu rencananya panitia akan mendatangkan dua muballigh kondang tanah air, Habib Jamal bin Thoha Ba Agil dari Batu Malang dan Habib Jakfar al-Muhdor dari Probolinggo. Panitia sudah mempersiapkan jauh-jauh hari mengenai muballigh yang akan memberikan ceramah di acara Milad kali ini. “Kami sudah menghubungi para muballigh yang insya Allah semua sudah siap,” tutur ketua panitia Milad PPS ke-278, ust. Musleh MH pada Kabar Ikhtibar, Sabtu (12/08) kemarin. Lebih lanjut, pria kalem asal Pasuruan ini menuturkan, bahwa ada salah satu muballigh yang dihubungi sampai tiga kali. Hal ini tak begitu mengherankan, mengingat jam terbang para muballigh yang begitu padat. Beliau berharap semoga semua muballigh yang telah diundang bisa menghadiri acara pembukaan Milad PPS ke-278 ini. [z-adn/Kabar...

Selengkapnya