Sidogiri Expo 2018; Kepuasan Pemesan dan Pembeli Menjadi Prioritas Utama
Apr27

Sidogiri Expo 2018; Kepuasan Pemesan dan Pembeli Menjadi Prioritas Utama

                      Demi kepentingan bersama, dalam berorganisasi harus rela mengorbankan banyak hal. Itulah yang di lakukan Roisurrohman Cs, untuk membuat pihak pembeli dan pemesan puas terhadap hasil kreatifitas mereka. Malam Rabu (09/10) adalah malam pertama santri libur jam belajar. Lalu lalang santri memadati setiap sudut area pondok pesantren, membuat pupil mata lelah bergerak kesana-kemari oleh sebab melihat santri berdesakan. Sementara itu, Roisurrohman, Ketua Produksi Sidogiri Expo, sedang menulis salah satu kaligrafi, pesanan santri Daerah O di Kantor ISS, Ainul Yaqin partnernya, juga terlihat serius mengukir tulisannya pada sepotong kaca. Dua kreator Sidogiri Expo itu terlihat semakin giat menyiapkan produk yang akan ditawarkan di Sidogiri Expo. Lukisan kaligrafi yang terbuat dari cermin, kaca, gabus, miniatur rumah, minatur sepeda motor vespa, dan berbagai macam pameran yang lain ikut dipersiapkan. Kaligrafi beserta kreatifitas lain yang sudah dibuat maupun belum selesai, masih berserakan di Kantor ISS, tempat tim produksi, memproduksi buah karyanya. Mereka juga harus rela meluangkan waktu tidurnya demi kepuasan pihak pembeli dan para pemesan lukisan kaligrafi mereka. Tim produksi Sidogiri Expo sebenarnya berjumlah enam orang. namun empat diantaranya tidak terlihat pada malam itu, “Mereka belum datang, nanti agak malam mungkin datang, sekarang tugas mereka sudah hampir selesai, jadi sekarang lagi istirahat,” ujar pria yang akrab dipanggil Rois tersebut dalam bahasa Madura. “Kadang saya membuat lukisan ini sampai jam empat pagi, setelah itu tidur, salat subuh. Bangun siang, baru kemudian dikerjakan lagi. Kalo partner saya yang itu, biasanya tidak tidur semalaman membuat kaligrafi itu,” ceritanya sambil menunjuk Ainul Yaqin. Berada di sidogiri Expo, menjadi tantangan tersendiri bagi Rois dan kawan-kawan untuk belajar lebih giat guna mengembangkan bakat mereka dalam dunia kaligrafi maupun kreatifitas lain. Bahkan salah seorang di antaranya rela bolak-balik bertanya, dan akhirnya mendapat cara melukis kaligrafi yang bagus setelah mendapatkan jawaban dari tim dekorasi banat. Keesokan harinya, pameran Sidogiri Expo mulai di bawa ke Mabna al-Ghazali untuk persiapan pembukaan Sidogiri Expo yang berlangsung pada malam Kamis (10/10). Ruang yang diperuntukkan Sidogiri Expo antaralain; ruang 10 gudang, ruang 09 tempat pameran, sedangkan ruang 01 ruang desain. Tidak hanya produk lokal, buatan tim produksi saja. Sidogiri Expo kali ini juga memamerkan kreatifitas karya santri Sidogiri. Terhitung ada tiga santri yang menitipkan buah karyanya pada even kali ini. “Kami sudah memberi tahu ke masing-masing daerah. Kalo ada yang mau menitipkan hasil kreatifitasnya ke Sidogiri Expo dipersilahkan. Tapi sampai saat ini masih ada tiga orang yang menyetorkan. Ini salahsatunya,” lanjutnya sembari memperlihatkan songkok emas di tangannya. Selain itu, karena mengaca pada tahun sebelumnya, yang sebagian besar dari pameran tidak laku, pameran pada tahun ini akan dibandrol dengan sangat murah dan pas dengan isi saku santri....

Selengkapnya
#KilasBalik Milad Sidogiri 280: Dihadiri Dua Tokoh Nasional
Apr18

#KilasBalik Milad Sidogiri 280: Dihadiri Dua Tokoh Nasional

  KH. Ma’ruf Amin, Ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU dan TGB Zainul Majdi MA, Gubernur NTB, hadir dalam malam puncak #MiladSidogiri280 yang mengusung tema #SatuLangkahSatuBarisan, Ahad malam Senin (14/05/2017 atau 17/08/1438) di Lapangan Olahraga Sidogiri. Di hadapan ribuan hadirin, TGB Zainul Majdi memuji eksistensi Pondok Pesantren Sidogiri, “Bersentuhan dengan pondok ini, kita bisa belajar banyak hal yang mulia, pertama soal keikhlasan. Tidak ada rahasia yang menjaga hampir tiga abad kecuali ilmu ikhlas.” TGB juga mengajak umat Islam agar bersabar dalam proses perjuangan. “Suasana akhir-akhir ini, banyak hal-hal Islam dianggap sebagai sesuatu yang tidak baik. Tapi tidak apa, itulah suatu tahapan perjuangan, selama Islam di Indonesia punya pondok-podok seperti Sidogiri, maka tantangan apapun pasti akan dapat kita lewati, Wallahualam bissaawaf.” Sementara itu, KH. Ma’ruf Amin banyak menyinggung masalah kebangsaan dan pesantren, “Agama jadi sumber inspirasi dan kaidah penuntun bagi bangsa,” terang beliau. KH Ma’ruf Amin menambahkan, ulama perlu senantiasa kita siapkan supaya tidak terjadi kekosongan karena banyak ulama sepuh dipanggil Allah Swt. “Kalau sampai tidak ada seorang alim pun, orang akan mengangkat pemimpin yang bodoh-bodoh yang tidak paham agama. Kalau ditanya soal ilmu (agama) mereka sesat dan menyesatkan. Karena itu, ulama harus terus dicetak.” KH Ma’ruf Amin juga memuji capaian Pondok Pesantren Sidogiri yang masih bertahan dan tetap istikamah hingga saat ini dalam mencetak generasi Islam yang berkualitas. “Saya berharap (Pondok Pesantren Sidogiri) tetap eksis,” harap KH Ma’ruf Amin. _______ Penulis: N. Shalihin Damiri Editor: Isom...

Selengkapnya
1000 Bendera Siap Meriahkan Milad Sidogiri ke 281
Apr15

1000 Bendera Siap Meriahkan Milad Sidogiri ke 281

Ustadz Rozeq Mutrofin, Ketua Tim Kreatif merencanakan pemasangan 1000 bendera merah putih mengelilingi lapangan utama perayaan Milad Sidogiri 281 dan Ihktibar Madrasah Miftahul Ulum 82. Hal ini berarti menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus menyesuaikan dengan tema besar Milad, ‘Beragama, Berbangsa dan Bernegara’. “Ini hanya rencana dari Tim Kreatif saja. Untuk jumlahnya kurang tahu yang jelas banyak. Tapi ini hanya rencana, bisa saja tidak disetujui nanti,” ungkap santri kelahiran Lumajang ini. Ustadz Rozeq kemudian menuturkan, andai rencana tersebut disetujui, bendera tersebut akan dipasang mengelilingi lapangan. Sementara itu, di lapangan akan ada pagar yang terbuat dari bambu sepanjang 80 M dengan lebar 30 M yang berdiri mengelilingi lapangan. “Nanti, tempat yang digunakan untuk perayaan akan dikelilingi pagar bambu sepanjang 80 M dan lebar 30 M. Sedangkan rencana dari Tim Kreatif pemasangan bendera merah putih mengikuti pagar bambu tersebut,” ujarnya, saat ditemui reporter Sidogiri.Net beberapa waktu yang lalu. Tim yang beranggotakan delapan orang ini, sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan rencana tersebut. Beberapa persiapan yang sudah dilakukan oleh pihaknya terkait pemasangan 1000 bendera adalah mengatur tata letak bendera, ukuran bendera serta berbagai atribut untuk membuat lokasi acara tampak semarak. “Saya tegaskan kembali ini hanya rencana. Tim Kreatif bertugas menyusun konsep. Bagaimana sekiranya tema besar Milad benar-benar bisa dirasakan ketika acara. Bernegara dilambangkan dengan bendera, berbangsa kita tonjolkan di panggung utama, sedangkan beragama di tampilannya,” Tegas Ustadz Rozeq, Wakil II Perpustakaan periode 1437-1438 H ==== Penulis: M Afifurrohman Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Lapangan Utama Milad Sidogiri 281 Masih Mengkhawatirkan
Apr14

Lapangan Utama Milad Sidogiri 281 Masih Mengkhawatirkan

Perayaan akbar Milad Sidogiri dan Ikhtibar Madarasah Miftahul Ulum (MMU) kian dekat. Otak-atik persiapan sudah menemui performa. Dengan tempat baru, tentunya ada sensasi berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Gus Faqih, Wakil Ketua Milad menyatakan, bahwa saat ini persiapan Milad sudah mencapai 60%, hal tersebut dilihat dari kesiapan panitia dari 4 divisi, seksi acara, akomodasi, kreatif dan elektro. “Tahun sekarang dengan tahun kemarin berbeda. Konsep tahun kemarin bisa menjiplak tahun sebelumnya, tahun ini memang formulasinya baru dan dari panitia semua,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Ubudiyah ini. Kegiatan percobaan 4 divisi itu digalakkan pada acara PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) Isra’ Mikraj pada malam Sabtu (27/07) yang lalu. Santri asal Pasuruan ini juga mengatakan perihal gambaran kecil dari Milad yang akan di back-up dalam acara tersebut. Melihat dari tempat acara yang masih belum bisa dikondisikan, saat ini panitia bergerak dalam perbaikan tempat acara. “Untuk lapangan belum steril, apalagi ketika hujan. Bisa jadi ketika hari inti lapangan tidak bisa digunakan,” Ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut pengurus harian memberikan tiga opsi kepada panitia, dipaving, diberi urukan pasir atau ditimbun dengan pastu (pasir berbatu) di titik tertentu. Hal ini masih belum ada keputusan pasti dari panitia karena terkendala dengan uang operasional. “Awalnya, solusi untuk itu adalah olahraga santri dipusatkan di selatan. Minimal tanah akan mengeras karena seringnya diinjak, kenyataannya hal tersebut masih dianggap kurang. Opsi yang lain adalah dipaving, diuruk dan ditimbun dengan pastu. Tapi opsi ini masih menyulitkan panitia, mengingat jika dipaving butuh biaya 300 jt, jika diuruk 135 jt dan yang terakhir pastu bisa 100 jt lebih, ini yang menuai perdebatan,” kata salah satu staf pengajar MMU Tsanawiyah ini. Sementara itu, untuk mengantisipasi robohnya panggung utama, karena tidak adanya dinding penghalang (pagar) seperti tahun kemarin, panitia akan menerapkan sistem buka tutup terpal atap panggung karena hal tersebut yang menjadikan panggung bergerak. “Untuk tampilan pentas, kami biarkan berlubang di sisi depan, dan di belakang akan ada pemasangan terpal yang menjulang ke atas, jadi larinya angin akan ke atas,” ungkap Gus Faqih, ketika di temui di Perpustakaan. ==== Penulis: M. Afifurrohman Editor  : Isom...

Selengkapnya