Selamat Tinggal Surau K dan O
Sep26

Selamat Tinggal Surau K dan O

“Untuk dua kamar baru ini bisa menampung maksimal 60 orang perkamar.” Tiap tahun, jumlah santri di Pondok Pesantren Sidogiri makin bertambah. Tentunya, bertambah pula kebutuhan terkait hunian santri yang memadai. Begitupun dengan tahun ajaran ini, overload santri membuat Pengurus Harian Pondok Pesantren Sidogiri berinisiatif untuk menjadikan surau yang ada di Daerah K, O, L dan J2 sebagai kamar baru. “Berangkat dari daerah pemukiman lain yang overload, tentunya ini perlu berpikir cara membangun daerah baru. Dan, ini (membangun daerah baru) untuk sekarang masih belum memungkinkan. Sehingga solusi sementara dari pengurus adalah menyekat surau K, O, L dan J2,” jelas Ustaz Abdul Basith (26), Kepala Daerah K saat ditemui di depan kantor MMU Tsanawiyah beberapa waktu lalu. Menurutnya, keputusan ini diputuskan pada rapat dengan Pengurus Harian pada bulan Muharam kemarin. Selanjutnya, surau yang sudah disekat akan dijadikan kamar tambahan bagi daerah-daerah tersebut. Masih menurut keterangan Ustaz Abdul Basith, nantinya kegiatan yang ada di surau, seperti halnya shalat berjemaah, burdah, dibaiyah, munjiyat, kegiatan kebahasaan, dll akan dialihkan ke kamar-kamar. “Jadi memfungsikan kamar sebagai tempat hunian sekaligus tempat kegiatan,” tambah santri asal Rembang, Jawa Tengah ini. Terkait penghuni dua kamar baru di daerahnya, Ustaz Basith menyatakan bahwa pihaknya akan menambah 90 anggota baru dari daerah lain plus 30 anggota lama dari Daerah K untuk menjadi penghuni kamar baru tersebut. “Untuk 90 orang itu diambil dari hasil tes LPBAA akhir tahun kemarin. Sejatinya, 90 orang itu lulus tes masuk daerah Arab, tetapi karena terbatas kuota akhirnya meskipun lulus tes mereka tidak diambil. Jadi, nanti kami dari LPBAA akan mengedarkan surat persetujuan dari daerah asal sehingga nanti setelah fix akan dipindah, di samping persetujuan pribadi dari santri yang akan dipindah.” Berbeda dengan Kepala Daerah K, Ustaz Abd. Ghani (26), Kepala Daerah O mengatakan, “Untuk dua kamar baru ini bisa menampung maksimal 60 orang perkamar. Jadi, total ada 120 santri. Kami akan mengambil penghuninya dari kamar lain alias melakukan pemerataan kamar,” jelas sosok asal Sampang, Jawa Timur ini. Sementara itu terkait kepala kamar, dua Kepala Daerah ini kompak menyatakan bahwa sudah ada nama-nama yang dicalonkan. Penulis: Muhammad Ilyas Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Pengurus Makin Tingkatkan Kualitas Shalat Santri
Sep04

Pengurus Makin Tingkatkan Kualitas Shalat Santri

Masjid Jamik Sidogiri: Istikamah shalat berjemaah Kamis malam Jumat (04/09), Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri mengundang seluruh Kepala Kamar dalam acara “Pengarahan Pembinaan Shalat” dengan menghadirkan Ustaz Ahmad Faqih sebagai pemateri. Acara yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas shalat santri ini bertempat di Gedung an-Nawawi lantai IV. Materi untuk tahun ini dirancang khusus dalam satu buku yang diberi nama Shalatuna II. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dipetak dalam beberapa judul, kemudian diserahkan perjudul pada pembina setiap satu bulan. “Untuk tahun sebelumnya, bentuk materinya dibagi per-maudlu’ (judul) dan diserahkan setiap bulan ke Kepala Kamar,” tutur Ustaz Ach. Syaiful Furqon, Wakil I Ubudiyah PPS. Butuh Wawasan? klik di sini Tahap Koreksi: Materi baru program pembinaan shalat sabtu terakhir tiap bulan Penyampaian materi dari Ustaz Ahmad Faqih sebagai narasumber menjadi acara inti. Dalam penjelasannya, beliau lebih banyak mengingatkan serta mengajak semua kepala kamar untuk memperhatikan dan membina anggota kamarnya dalam masalah shalat.  Selain itu beliau juga mengingatkan agar semua pembina menggunakan konsep taklim, bukan konsep dakwah ketika mendidik anak kamarnya, “Bukan konteks dakwah kalau di pondok, tapi konteks taklim,” ujarnya. Hal ini disampaikan agar semua santri terbiasa mengaplikasikan pendapat yang muktamad dalam mazhab Syafi’iyah. Sebelum acara diakhiri dengan doa, Ustaz Ahmad Faqih yang pernah menjabat sebagai Kabag Ubudiyah memberi saran pada Pengurus Ubudiyah untuk membuat jurnal serta mengadakan evaluasi terkait program Pembinaan Shalat bulanan ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan pesan Pengurus Ubudiyah kepada audiensi untuk turut mengoreksi materi yang sudah ada di tangan mereka, “Mohon sambil dikoreksi, karena masih tahap koreksi. Kalau ada yang perlu diperbaiki, sampaikan pada Pengurus Ubudiyah Daerah agar nanti bisa ditindak lanjuti ke Pengurus Ubudiyah Pusat ketika rapat bulanan,” pungkasnya. Penulis: Muhammad Iksan Editor: Saiful Bahri bin...

Selengkapnya

Sidogiri Penerbit

Sidogiri Penerbit adalah badan penerbitan Pondok Pesantren Sidogiri. Sidogiri Penerbit hadir membawa misi melestarikan khazanah keilmuan Islam Ahlusunnah wal Jamaah, serta melawan arus pemikiran yang berseberangan dengan faham tersebut. Hal ini, selaras dengan moto yang diusung yaitu Benteng Ahlussunnah wal Jamaah. Visi   Terwujudnya Sidogiri Penerbit sebagai penerbit pesantren yang profesional dengan menerbitkan bacaan yang berkualitas dan mampu bersejajar dengan penerbit-penerbit nasional yang ada saat ini.  Misi Mewujudkan Sidogiri Penerbit sebagai pusat publikasi literasi santri dalam menciptakan khazanah keislaman yang selaras dengan paham Ahlusunah Wal Jamaah. Cikal Bakal Lahirnya tradisi mempublikasikan karya tulis-menulis di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri sudah berjalan semenjak pertengahan tahun 1406 H/1986 M. Sebelum itu, belum ditemukan buku atau kitab yang diterbitkan oleh PPS secara resmi. Buku pertama yang terbit waktu itu adalah Murâjaatuth-Thalabah. Buku kumpulan hasil bahtsul masail ini diterbitkan oleh Kuliah Syariah yang waktu itu dipimpin oleh Ust. Yazid Busthami. Karena memang minimnya sarana waktu itu, Murâjaatuth-Thalabah terbit dengan cara ditulis manual dan difotokopi sebanyak 200 eks. Ternyata, buku terbitan perdana ini mendapat sambutan positif dan menuai banyak permintaan dari masyarakat hingga beberapa kali dicetak ulang. Setelah itu, seakan buku yang pertama ini menjadi candu penyemangat santri. Buku-buku yang lain pun mulai bermunculan. Puncaknya, terjadi pada tahun 1426 H, di tahun ini buku yang terbit mencapai 23 judul dari berbagai penulis dan lembaga internal yang berbeda. Demikian ini tidak lepas dari peraturan Pondok Pesantren Sidogiri yang waktu itu tidak begitu ketat mengeluarkan izin penerbitan. Namun, “era kebebasan” menerbitkan buku ini berakibat pada kian tidak terkontrolnya buku-buku yang terbit, hingga beberapa kali ditemukan kasus adanya buku yang terbit tapi tidak sesuai dengan prinsip agama dan PPS. Maka, pada tanggal 20 Rabiul Awal 1427 H/19 April 2006 dibentuklah badan penerbitan yang khusus bertugas mengontrol, menyeleksi, dan menerbitkan buku. Lembaga tersebut diberi nama Pustaka Sidogiri Assalafi dengan motto Benteng Ahlusunah Waljamaah.   Sidogiri Penerbit Sejak awal berdirinya, badan penerbitan ini telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Pustaka Sidogiri as-Salafy. Dan sejak tahun ajaran 1435 H, intansi ini mengusung branding Sidogiri Penerbit dan Sidogiri Buku atas arahan Katib Majelis Keluarga, d. Nawawy Sadoellah.   Sampai saat ini, Sidogiri Penerbit telah menerbitkan sekitar 160 judul buku berbahasa Arab maupun Indonesia. Sidogiri Penerbit bekerjasama dengan Batartama (Badan Tarbiyah wat-Taklim Madrasiy) menerbitkan buku-buku materi pelajaran dengan format baru yang memudahkan. Juga dengan instansi lainnya semisal Kuliah Syariah, Sidogiri Media, OMIM, ACS (Annajah Center Sidogiri) dan beberapa intansi lainnya.   Sejak tahun 1430-1431, Pengurus PPS menetapkan target yang harus dicapai oleh Sidogiri Penerbit dalam satu tahun ajaran harus menerbitkan 20 judul terbitan dengan rincian; 10 dalam bentuk buku dan 10 dalam bentuk kitab. Sidogiri Buku Sidogiri Buku merupakan anak perusahaan yang berada...

Selengkapnya

Ibtidaiyah

Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan klasikal pertama di Pondok Pesantren Sidogiri. Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah terdari dari enam dan ditempuh selama enam tahun. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Ibtidaiyah dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 07.30 s.d 12.10 Wis, terbagi menjadi tiga jam pelajaran dengan dua kali waktu istirahat. Mata pelajaran di Ibtidaiyah terdiri atas beberapa mata pelajaran agama dasar dan sedikit memasukkan pelajaran umum, seperti Bahasa Indonesia dan Matematika. Target pendidikan di tingkat ini adalah minimal murid Ibtidaiyah dapat membaca dan memahami kitab pelajarannya sendiri. Program dan Kegiatan Selain KBM yang rutin dilaksanakan setiap hari (selain Jumat) dari pukul 07:30 s.d 12 :10 WIS, Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah memiliki beberapa kegiatan penunjang, antara lain. Musyawarah Salah satu program dan kegiatan pendukung jenjang Ibtidaiyah adalah kegiatan musyawarah yang dilaksanakan pada sore hari mulai pukul 17: 00 s.d 17: 45 WIS. Kegiatan musyawarah ini difungsikan untuk mengasah bakat anak didik dalam mendalami materi yang sebelumnya dijelaskan oleh wali kelas. Olahraga Di tingkat Ibtidaiyah juga ada kegiatan ekstrakurikuler berupa olahraga yang dilaksanakan setiap satu pekan sekali. Olahraga yang dipilih adalah permainan bola kasti. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran pertama (07:30 s.d 08:30 WIS) dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh Pimpinan MMU...

Selengkapnya

Badan Tarbiyah wa Ta’lim Madrasy

Adalah lembaga di bawah koordinasi Ketua I yang bertugas membantu Ketua I dalam beberapa hal berikut ini: Mengawasi perjalanan pendidikan Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri baik yang berkenaan dengan tenaga, kurikulum atau sarana dan prasarana.Mengembangkan sistem pendidikan, metode dan administrasi pendidikan Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri.Menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri. Program dan Kegiatan Program kerja Batartama dijalankan sesuai bidang berikut ini: 1. Bidang Penelitian, Pengembangan dan Perencanaan Madrasah (P3M) Bidang ini bertugas: a. Meneliti dan mengevaluasi kegiatan yang diselenggarakan madrasah untuk penyempurnaan dan pengembangan berikutnya. b. Membuat perencanaan atas kegiatan madrasah, kurikulum, dan kompetensi SDI guru. c. Meminta data atau mengajukan pertanyaan kepada pimpinan madrasah untuk kepentingan penelitian, perencanaan, dan pengembangam madrasah. 2. Bidang Pembinaan dan Pengawasan Madrasah (Binwasma) Bidang ini bertugas: a. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pimpinan madrasah. b. Mengevaluasi pelaksanaan pendidikan madrasah dan menghimpun data konkritnya. c. Melakukan koreksi atau memberi peringatan kepada pimpinan madrasah apabila dianggap perlu. d. Mengajukan usulan atau saran kepada Ketua I terkait dengan kebijakan madrasah. 3. Bidang Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Madrasah (Binwasadma) Bidang ini bertugas: a. Membina administrasi madrasah sesuai dengan petunjuk Ketua I b. Mengawasi pelaksanaan administrasi madrasah. c. Membina dan membimbing tenaga Tata Usaha (TU) madrasah. d. Menyampaikan usul perbaikan, koreksi, dan saran tentang administrasi madrasah. 4. Bidang Perlengkapan Inventaris dan Kebersihan Madrasah (Kapinsihma) Bidang ini bertugas: a. Mengusahakan terpenuhinya kelengkapan inventaris madrasah secara umum. b. Melakukan perawatan dan perbaikan serta menjaga kebersihan gedung madrasah. c. Mengontrol kegiatan-kegiatan kebersihan...

Selengkapnya

Sidogiri Media

Konon, bernama Buletin Sidogiri. Berganti nama sejak sejak edisi yang ke-100 menjadi Sidogiri Media. Didirikan oleh Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri pada bulan Syaban 1426 H, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pondok Pesantren Sidogiri ke-268. Sesuai dengan motto Aktual & Salaf, Sidogiri Media selain menjadi media informasi seputar Pondok Pesantren Sidogiri, juga diproyeksikan sebagai media dakwah. Tema yang disajikan meliputi kajian turats, serta ulasan hal-hal aktual dari sudut pandang khazanah keislaman klasik. Sekilas Tentang Sidogiri Media Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Hadratussyekh KH. A. Nawawi Abd. Djalil sejak edisi pertama berperan aktif sebagai konsultan akidah dalam rubrik “Sowan”. Dengan  adanya rubrik ini, diharapkan para alumni tetap bisa “mengaji” kepada pengasuh, tanpa harus menghadiri pengajian beliau secara langsung. Rubrik-rubrik lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat santri dan pesantren, seperti bahtsul masail, dunia Islam, liputan pesantren dan tokoh, juga beberapa rubrik santai seperti rubrik sastra, motivasi, dan tips islami. Pada mulanya Sidogiri Media terbit 40 halaman setiap dua bulan sekali. Memasuki usianya yang ke-7, banyak peningkatan yang berhasil digapai. Sejak edisi ke-52 yang terbit pada bulan Rajab 1431 H Sidogiri Media terbit dengan 112 halaman full colour dengan oplah yang terus meningkat. Dengan memanfaatkan jaringan alumni, wali santri, dan simpatisan, oplah Sidogiri Media terbit dikisaran 6.000-12.000 ekslemplar tiap bulan. Pasar distribusi Sidogiri Media meliputi pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Sejak edisi Rabiul Awal tahun 1433 H. Sidogiri Media berkomitmen terbit on time tiap tanggal 01 awal bulan Hijriah. Sidogiri Media memberikan jaminan uang kembali bagi para pelanggan yang menerima Sidogiri Media di atas tanggal satu. Misi Utama Media ini didirikan dengan tujuan utama untuk menyebarkan dan membumikan ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah dengan moto Aktual dan Salaf. Sekaligus sebagai media komunikasi antara Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri dengan alumni dan masyarakat luas. Karena tujuan ini, konten dan komposisi rubrik yang ada di Sidogiri Media secara umum terbagi menjadi enam kompartemen; topik utama, kajian, liputan, konsultasi, dunia Islam, dan jeda. Topik Utama dan Kajian di Sidogiri Media tidak hanya menyoroti hal-hal yang aktual, tapi juga banyak menyajikan khazanah-khazanah keilmuan Islam terutama yang menitik-beratkan pada penguatan akidah ala Ahlusunnah wal Jamaah. Liputan banyak menyajikan kegiatan dan aktifitas yang terjadi di internal Pondok Pesantren Sidogiri, ditambah beberapa liputan dari luar Pondok Pesantren Sidogiri, seperti rubrik Silaturrahim dan Jelajah. Sedangkan Jeda, berisikan artikel-artikel ringan, seperti cerita hikmah, tips-tips, dan kolom sastra. Ngaji Jurnalisitik Sidogiri Media Selain concern terbit setiap bulan, Sidogiri Media juga memiliki program pelatihan jurnalistik yang bekerja sama dengan pesantren-pesantren dan lembaga yang membutuhkan. Pada awalnya, pelatihan ini bertajuk Sidogiri Media Goes to Pesantren kemudian berganti menjadi Ngaji Jurnalistik Sidogiri Media. Setiap bulan setidaknya dua sampai tiga pesantren yang dilatih oleh Sidogiri Media mencakup...

Selengkapnya