Melupakan Hafalan al-Qur’an

share to

a. Deskipsi Masalah

Sudah menjadi kebiasaan di pesantren, apabila kebetulan ujian tafsir, para santri menghafalkan al-Qur’an dan tafsirnya. Namun, setelah selesai ujian selesai, mereka sengaja mengabaikan hafalan mereka sehingga lupa.

b. Pertanyaan

Bagaimana hukum lupa terhadap al-Qur’an yang telah dihafal, sebagaimana kasus di atas?

c. Jawaban

Terdapat perbedaan pendapat; menurut mazhab Maliki makruh, sedangkan menurut mazhab Syafii haram.

d. Rujukan

فمَذْهَبُ مالِكٍ t حِفْظُ الزَّائِدِ عَمَّا تَصِحُّ بِهِ الصَّلاَةُ مِنَ اْلقُرْآنِ مُسْتَحَبٌّ أُكِّدَ اِبْتِدَاءً وَدَوَامًا فَنِسْيَانُهُ مَكْرُوْهٌ وَمَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ نِسْيَانُ كُلِّ حَرْفٍ مِنْهُ كَبِيْرَةٌ تُكَفَّرُ بِالتَّوْبَةِ وَالرُّجُوْعِ لِحِفْظِهِ اهـ (حاشية الصاوى, 3/68), و (إسعاد الرفيق, 2/95).

وفي الحديث القدسي “مَنْ شَغَلَهُ ذِكْرِيْ عَنْ مَسْئَلَتِيْ أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أَعْطَي السَّائِلِيْنَ” وَاْلِإشْتِغَالُ بِحِفْظِهِ أَفْضَلُ مِنَ الِإشْتِغَالِ بِالعِلْمِ الزَّائِدِ عَلَى فَرْضِ اْلعَيْنِ، وَنِسْيَانُهُ وَلَوْ بِعُذْرٍ كَمَرَضٍ وَاشْتِغَالٍ بِعَيْنِيٍّ كَبِيْرَةٌ اهـ ….. حاشية الشرقاوي, 1/165

Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab

untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini

Pesan Buku

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *