Kegiatan Santri Sidogiri di Awal Tahun Baru
Agu21

Kegiatan Santri Sidogiri di Awal Tahun Baru

Kali ini Santri Pondok Pesantren Sidogiri merayakan Tahun Baru Hijriah dengan cara yang berbeda disebabkan instruksi pemerintah yang bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga mengakibatkan perayaan Tahun Baru Hijriah di Pondok Pesantren Sidogiri dibatalkan. Namun demikian, hal tersebut tidak lantas membuat santri sidogiri tidak melakukan apapun. Berbagai kegiatan dilaksanakan guna mengganti Perayaan Tahun Hijriah yang bisanya dirayakan dengan meriah disertai pengajian umum di malam tanggal 1 Muharam. Berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan santri sidogiri pada awal tahun baru 1442 H; Pembacaan Ayat Kursi Masal Pembacaan Ayat Kursi masal dilaksanakan pada malam Kamis, 1 Muharam setelah salat Isyak. Ayat Kursi dibaca sebanyak 360 kali sesuai dengan instruksi dari pengurus. Pengajian Burdah Pada Kamis Pagi, Pengurus Ubudiyah Pondok Pedantren Sidogiri menggelar pengajian qasidah burdah karya Imam Bushiri yang dibacakan oleh Ust. Sofiyullah Muhibbin. Bertempat di daerah O Pondok Pesantren Sidogiri Pengajian ini dimulai pada jam 07:00 Wis pagi. Hataman Al-Quran Telah menjadi rutinitas Santri Pondok Pesantren Sidogiri menghatamkan al-Quran pada setiap hari libur di Pondok Pesantren Sidogiri, termasuk Kamis kemarin. Pembacaan al-Quran ini di mulai jam 06:00 pagi sampai sore di daerah masing-masing. __________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Jangan Sampai Ketinggalan! Pre-order Sampai 03 September, Stok Terbatas!
Agu21

Jangan Sampai Ketinggalan! Pre-order Sampai 03 September, Stok Terbatas!

Dibuka pemesanan antologi cerpen Sidogiri Media dengan judul “Suara-suara Amanah” setebal 266 halaman dengan harga 40 K sebelum angkat cetak. Berlaku sampai 15 Muharam 1442/03 September 2020. Jangan sampai terlambat! Info lebih lanjut silahkan hubungi: 08113136622 “Cerpen bisa menjadi sebuah kemasan yang sangat menarik dari idealisme kita; dan hasil terbaiknya adalah, ketika pembacanya bisa terbawa ke dalam arus cerita tanpa ada perasaan didakwahi. Begitu pun antologi cerpen yang ada dalam buku ini. Para penulis berusaha mengawinkan visi dan budaya pesantren dalam racikan cerita yang mengalir tanpa kehilangan pilar pokoknya; visi dakwah dan bercerita” ~Alil Wafa, Pemred Sidogiri Media Di kaki langit gelap Lilu menengadah sembari membaca surel (surat elektronik) dari Pak Rus. Surel itu berisi kabar tulisan Lilu telah memancing emosi publik -pembaca terhadap nasib pesantren. Lilu berwasangka mungkin saat ini nyamuk-nyamuk elektronik merubung di sarang media. Akhir pesan, Pak Rus menulis “Amanah mulia ini kau kerjakan dengan baik. Jika dana itu habis, kabari saya secepatnya.” Lagi, suara tangis dan tawa itu mendenging di telinganya. Lambat redup sembari pandangan menyipit Lilu tertuju ke cahaya penyetrum belut di hamparan sawah lembap. Pesan sekarang Kunjungi website Sidogiri Media Klik di sini...

Selengkapnya
Instruksi Penerapan Protokol Kesehatan Pondok Pesantren Sidogiri
Agu18

Instruksi Penerapan Protokol Kesehatan Pondok Pesantren Sidogiri

Pada masa pandemi Covid 19 ini, Pondok Pesantren Sidogiri membuat berbagai kebijakan, termasuk kebijakan untuk menaati segenap protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini murni bertujuan untuk membangun pola kehidupan sehat. Oleh karenanya Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri menginstruksikan kepada seluruh santri Sidogiri untuk menerapkan protokol kesehatan sebagaimana berikut: 1. Tidak keluar dari batas area yang telah ditetapkan oleh pengurus 2. Wajib menggunakan masker pada saat; Kegiatan wajib (makhadiyah dan madrasiyah) Aktifitas diluar kamar Masker dicuci minimal setiap dua hari sekali. 3. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ketika akan dan setelah makan, dan ketika akan memasuki daerah dan/atau madrasah 4. Membiasakan pola hidup bersih dan sehat di antaranya dengan; Sering minum air putih hangat Tidak minum air dingin Olahraga secara rutin Menjaga pola makan yang sehat Istirahat yang cukup Selalu menjaga kebersihan diri, pakaian dan lingkungan Berjemur di bawah matahari langsung untuk mendapat asupan vitamin D yang cukup Minum vitamin C dan/atau minuman yang mengandung probiotik 5. Secepatnya melaporkan kepada kepala kamar atau pengurus daerah ketika terjadi gangguan kesehatan seperti pusing, sakit tenggorokan, batuk, dll. 6. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumunan, tidak saling bersentuhan fisik, dan tidak bersalaman 7. Tidak meminjam atau bertukar pakaian dengan orang lain (masker, baju, kaos, handuk, songkok, sajadah, dll) 8. Menggunakan peralatan makan sendiri (tidak bergantian atau meminjam pada orang lain) 9. Menggunakan sajadah (alat shalat) sendiri saat melaksanakan shalat 10. Sering berwudlu dengan sempurna rukun dan sunahnya seperti membasuh kedua telapak tangan, berkumur dan istinsyaq sebelum wudlu. Demikian protokol kesehatan yang diwajibkan pengurus kepada seluruh santri Pondok Pesantren...

Selengkapnya
Kuliah Syariah Gelar Diskusi Panel Perdana Tahun Ini
Agu15

Kuliah Syariah Gelar Diskusi Panel Perdana Tahun Ini

Kuliyah Sariah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI) kembali menggelar Diskusi Panel pada malam Sabtu (15/08). Diskusi Panel yang dimotori oleh Forum Kajian (FK) Tafsir ini adalah Diskusi Panel perdana tahun ini. Dengan mengangkat tema “Pentingnya Ulumul-Quran dalam Penafsiran”, KH. Qoimuddin dihadirkan sebagai narasumber. Bertempat di ruang auditorium kantor Seketariat, Diskusi Panel kali ini hanya diikuti oleh seluruh anggota LPSI, yang pada tahun sebelumnya pesertanya adalah seluruh anggota Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri. Mengenai kata Ulumul-Quran KH. Qoimuddin memaparkan bahwa di Sidogiri dulu tidak menggunakan istilah Ulumul-Quran, melainkan Tafsirul-Quran. Tapi bukan berarti Ulumul-Quran ini merupakan istilah baru, sebab kitab karangan imam Suyuthi sendiri bernama al-Itqan fi Ulumil-Quran. “Di sini pakai jamak (kata ‘ulum’ adalah jamak dari kata ‘ilmu’. red) karena bukan hanya membahas tentang penafsiran al-Quran,” klarifikasi pengarang kitab Minhatul Hamid fi Syarh Jauharah at-Tauhid ini terhadap istilah Ulumul-Quran. Dengan artian dalam istilah Ulumul-Quran semua ilmu yang berkaitan dengan al-Quran, seperti tata bahasa, sastra arab dan yang lainnya itu ada. ________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Wadah Baru Kegiatan Sastra di Sidogiri
Agu14

Wadah Baru Kegiatan Sastra di Sidogiri

Denyut nadi sastra di Pondok Pesantren Sidogiri sudah ada sejak dulu. Namun karena tidak ada wadah khusus yang menampung serta mengkoordinir, denyut nadi itu mengalami kembang kempis dan pasang surut. Banyak sanggar atau kelompok sastra yang bermunculan, tapi seiring berjalannya waktu banyak pula yang hilang dan tertelan. Lambat laun harapan jayanya kesusastraan di Pesantren Sidogiri kembali muncul ketika kendali keorganisasian sastra diserahkan kepada Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS), yang kemudian melahirkan Jam’iyah Sastra. Laporan: Moh Kanzul Hikam Pada tahun ajaran 1438-1439 H, Unit Kegiatan Pengembangan Bakat dan Minat (UKPBM) resmi menjadi badan organisasi yang mewadahi kegiatan sastra di Pondok Pesantren Sidogiri. Namun karena tidak adanya mekanisme kerja yang mendalam, kegiatan tersebut gagal terlaksana. Rencana itu baru terealisasi tahun ini setelah Ketua UKPBM 1438-1439 H, Muktafinul Kafi menyerahkan kendali keorganisasian sastra pada Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS), yang melahirkankan Jam’iyah Sastra. Tujuan utama Jam’iyah sastra adalah sebagai wadah kreatifitas santri agar bisa menulis karya sastra dengan baik dan benar. Selain itu, jam’iyah sastra juga menkoordinir kegiatan sanggar yang telah ada serta mengembangkannya. “Tujuan utama Jam’iyah sastra ini agar santri memiliki wadah untuk menuangkan karya sastranya sekaligus menjadi penggerak sanggar-sanggar sastra yang ada di Sidogiri” ungkap Alaek Mukhyiddin, ketua Jam’iyah Sastra. Sebelum menjadi anggota Jam’iyah Sastra, para peserta akan diseleksi pada pekan pertama di awal setiap semester. Penyeleksian akan ditangani oleh pengurus untuk menentukan kelayakan peserta menjadi ketua sanggar. sedangkan kelas menulis Jam’iyah sastra dibagi menjadi dua: Kelas cerpen: Para anggota Jam’iyah dituntut untuk mempelajari cara menulis cerita pendek selama satu semester, baru semester selanjutnya dilanjutkan dengan menulis cerita bersambung. nantinya pembina akan mengarahkan mereka untuk kreatif dalam ber-imajinasi dengan model pembelajaran amati, tiru dan modifikasi.Kelas menulis puisi: Para anggota Jam’iyah dituntut untuk mempelajari kiat-kiat awal menulis larik pertama dalam puisi, serta metode penyamaan sebuah objek dengan perasaan. Nantinya pembina akan memberi contoh bermacam-macam puisi baik klasik atau yang modern. Adapun Visi dan Misi Jam’iyah Sastra adalah; VISI: Terlestarikannya Sastra Pesantren sebagai simbol bagi kehidupan bernapas Islami.Terjaganya nilai autentik Kesusastraan Pesantren.Semakin berkembangnya Sastra Nusantara dengan adanya Sastra Pesantren.Semaraknya dakwah divisi sastra. MISI: Menjaga kelestarian Sastra Pesantren.Melahirkan sastrawan-sastrawan pesantren yang sejalur dengan norma-norma kepesantrenan, serta kekhasannya.Mendidik santri agar dapat menyumbangkan pikiran atau imajinasi untuk mengenalkan nilai kultur kebudayaan Islam.Menjadikan sastra sebagai sarana dakwah yang...

Selengkapnya