Peresmian Hari Jadi Ke-277 PPS: Meriah dan Khidmat
Pembukaan Peringatan Hari Jadi ke-277 Pondok Pesantren Sidogiri dan Haflatul Ikhtibar ke-78 Madrasah Miftahul Ulum (PH 2) yang digelar pada Jumat (12/06) malam kemarin berlangsung meriah. Ribuan santri, murid, staf pengajar, alumni dan masyarakat turut hadir menyaksikan prosesi pembukaan acara. Pembukaan PH 2 diresmikan oleh Ketua Umum PPS, H. Baharuddin Thoyyib disertai Ketua I PPS, M. Aminulloh Bq mengundang decak kagum para hadirin. Pasalnya, prosesi peresmian diiringi dengan pernak-pernik kembang api yang menarik. Dalam sambutan Katib Majelis Keluarga, d. Nawawy Sadoellah mengapresiasi prosesi peresmian tersebut. “Prosesinya bagus. Buat rasa deg-deg saya tidak kunjung berhenti,” ungkap beliau sambil mengacungkan jempol. Sementara itu, salah satu sambutan panitia Ikhtibar yang disampaikan oleh Wakil Ketua PH 2, M. Nidhom Muhajir menyatakan bahwa, tema Ikhtibar kali ini dimaksudkan mengajak seluruh santri dan masyarakat untuk berdakwah dengan hikmah. Selain itu, pria yang akrab dipanggil Nidhom ini menuturkan beberapa kegiatan yang bermanfaat menjadi agenda panitia, seperti bersih-bersih sungai di desa Sidogiri, khitan massal, donor darah, mengadakan bahtsul masail, dan menggelar aneka lomba Ma’hadiyah maupun Madrasiyah. Untuk pembagian hadiah juarawan kelas dan lomba akan dilaksanakan pada Sabtu (14 Juni) di GOR Sidogiri. Dalam pembagian hadiah ini menurut penuturan Ketua Ikhtibar, Ust. Abdulloh Isro’, bahwa akan mendatangkan Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya (Pekalongan) untuk menjadi penceramah agama. == Penulis: Saifuddin Ali Editor : M. Husni...
Mengikuti Sidogiri Fair 2014; Meriah dengan Berbagai Macam Kegiatan
Sidogiri Fair dari tahun ke tahun semakin menunjukkan perkembangannya. Terbukti stand yang disediakan oleh panitia untuk peserta Sidogiri Fair setiap tahunnya semakin bertambah. Sekitar tahun 1997 Sidogiri Fair masih bernama Expo, tahun selanjutnya diberinama Premo, kemudian Beskit. Baru pada tahun 2008 dinamai Sidogiri Fair sampai sekarang. Sidogiri Fair resmi dibuka Sabtu pagi kemarin (09/08). Grand Opening yang dilaksanakan di panggung area hiburan yang berukuran 3×6 meter ini dihadiri oleh Mas Aminullah Bq, Ketua Kopontren Sidogiri, Mas Baharuddin Thoyyib, Ketua Umum PPS, Ustad Saifullah Muhyiddin, Ketua II PPS, dan Asisten I Bupati Pasuruan, HM. Sukarno Krisna. Pria berkumis ini diminta yang meresmikan Sidogiri Fair dengan pembacaan al-Fatihah diiringi pemukulan gong. Selalu ada hal baru di Sidogiri Fair, buktinya di Sidogiri Fair 2014 ini bukan hanya ajang pemasaran barang dari beberapa perusahaan yang sudah menempati stand masing-masing, tapi juga ada beberapa kegiatan yang sebelumnya belum pernah ada di Sidogiri Fair, seperti Seminar dan Hijab Class, Seminar Pendidikan, Lomba Fashion Show. Bukan hanya itu, Sidogiri Fair 2014 lebih megah dan lengkap. Tak luput dari liputan kami stand kantin yang di isi oleh Kopontren Unit-02 ini juga terkesan lebih mewah dari tahun sebelumya. Terlihat kursi yang disediakan untuk pengunjung dibungkus dengan kain putih memberikan kesan mewah. Para petugas yang bertugas di stand yang ada di pojok timur sebelah utara ini terlihat sibuk melayani pengunjung yang ingin menyicipi masakan khas santri. Bukan hanya stand kantin yang menggoda untuk dikunjungi, stand kitab dan buku juga tak kalah saing, stand yang berukuran 6×8 meter ini mengahdirkan bermacam-macam buku dan kitab dari berbagai penerbit ternama. Bagi para kutu buku stand ini sangat menarik sekali untuk dikunjungi, karena harga buku dan kitab yang dipajang di stand yang bersebelahan dengan stand MPM Motor ini sudah didiskon dari harga aslinya. Matahari semakin meninggi, teriknya pun semakin menyengat. Udara di dalam tenda yang berukuran 60×20 meter ini semakin panas, AC yang dipasang di beberapa titik di dalam tersebut tak banyak memberikan pengaruh untuk mendinginkan ruangan yang dipenuhi pengunjung. Para sales promotion tampak menggibas-ngibaskan apa saja yang bisa menghasilkan angin. “Meskipun di beberapa sudut sudah dipasangi AC, ruangan ini tetap panas ya…,” tanya seorang teman saya. Jika kita berbalik arah dari stand MPM Motor, kita akan melihat stand yang kelihatan paling megah daripada stand-stand yang lain. Stand itu disewa oleh Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Timur, stand yang berada pas di sebelah timur area hiburan ini memamerkan accessories, seperti anting-anting, gelang, tas, kalung , dan berbagai busana untuk para wanita. Harganya pun terjangkau. Stand yang didesain unik dengan warna hijau terang ini menjadi peserta Sidogiri Fair mulai tahun kemarin. “Alhamdulillah di Sidogiri Fair tahun kemarin omset yang kami dapatkan cukup besar, karena...
Pembukaan Sidogiri Expo 1435: Lukisan dan Kaligrafi Masih Menjadi Komoditi Utama
Sidogiri Expo resmi dibuka hari Senin (11/08). Pembukaan kali ini beda dari sebelumnya yang terdapat peresmian terlebih dahulu sebelum diresmikan, hal ini dikarenakan terkendalanya waktu. Kendala lain yang membuat Sidogiri Expo telat buka dari rencana awal yang asalnya mau dibuka pada hari Ahad (10/08) adalah adanya kegiatan belajar mengajar setelah Imda yang mana ruang itu akan digunakan. Pada tahun ini Sidogiri Expo tidak beda jauh dari sebelumnya. “Namun terdapat beberapa yang tidak bisa kami tampilkan karena banyaknya Pengurus Sidogiri Expo tahun kemarin yang boyong,” terang Syuhada’, Ketua Sidogiri Expo. Anggaran yang dihabiskan oleh Sidogiri Expo adalah 6 juta yang sebagian lagi diambil dari kas Ikatan Santri Sidogiri (ISS). “Anggaran sementara diambilkan dari kas ISS, dan belanja seluruh menghabiskan 6 juta,” ulas guru Ibtidaiyah tersebut. Barang-barang yang diunggulkan oleh Sidogiri Expo kali ini adalah lukisan, kaligrafi, miniatur yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif santri yang menjadi tampilan utama Sidogiri Expo kali ini. Tapi kaligrafi masih menjadi komoditi utama yang dipamerkan di Sidogiri Fair kali ini. Kontributor Mading Maktabati Editor: Zainuudin...
Adakan Perpisahan Guru dan Anugrah Guru Teladan
Selasa (12/8) siang Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan acara Perpisahan Staf Pengajar MMU. Dalam acara tersebut hadir kurang lebih sekitar 250 guru MMU, Labsoma dan Batartama. Dan turut hadir pula Ketua I PPS, H.M. Aminullah Bq. dan Ketua II PPS, Ust. Saifullah Muhyiddin. Acara yang bertempat di Kantor Sekertariat lantai III tersebut berlangsung khidmat selama kurang lebih satu jam setengah. Acara tersebut disi dengan sambutan dan penganugerahan guru teladan. Sambutan tersebut disampaikan oleh Pimpinan Madrasah, Labsoma, LPBAA, dan Batartama sebagai bentuk permintaan maaf kepada Ketua I terutama kepada Majelis Keluarga. “Kami sebagai Pimpinan MMU tingkat Tsanawiyah meminta maaf kepada Pengasuh, Majelis Keluarga, Pengurus Harian dan para Asatidz mungkin kami kurang memberikan pengarahan, bimbingan agar lebih baik,” tutur Pimpinan MMU Tsanawiyah, Ust. Abdullah Isro’ Umar dalam sambutannya. Penghargaan guru teladan diberikan kepada Ust. Afandi Dhofir di tingkat Ibtidaiyah, Ust. Fauzan Imron di tingkat Tsanawiyah, Ust. Abdul Hamid Sahal di tingkat Aliyah, Ust. M. Nasih di tingkat Isti’dadiyah dan Ust. Ahmad Sidiq di tingkat I’dadiyah. Di akhir acara Ketua I memaparkan hasil Imni kepada guru-guru yang hadir. Kontributor Mading Maktabati Editor: Zainuudin...
Seminar Strategi & Psikologi Dakwah Habib Baharun; Pesantren Harus Siapkan Dai
Mengamati para dai Islam masa kini, khususnya di Indonesia, Prof. Dr. Habib Mohammad Baharun, SH, MA menyampaikan bahwa, para mubalig saat ini mengalami degradasi moral dan etika dan kualitas mereka jauh bila dibanding dengan para pendakwah Islam di masa dulu. Hal itu disampaikan saat mengisi seminar Strategi dan Psikologi Dakwah di Auditorium Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri, Sabtu (7/6). “Para dai sekarang banyak menyimpang dari misi utama dakwahnya. Banyak dari kalangan mereka yang berdakwah hanya ingin mendapatkan popularitas,” kata Rektor Universitas Pasim Bandung itu. Habib Baharun—begitu Beliau akrab disapa—mengatakan, pengaruh kualitas para mubalig saat ini disebabkan dua faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya kualitas keilmuan mereka sangat rendah bila dibanding para mubalig terdahulu yang sudah tidak diragukan ke’alimannya. Sedang, faktor eksternalnya, tantangan mereka dalam menjalani misinya jauh lebih terjal daripada masa dahulu. Untuk itu, Habib Baharun kemudian melanjutkan, lembaga pendidikan khususnya pesantren-pesantren diharapkan supaya menyiapkan para mubalig yang mumpuni, betul-betul mengajak umat untuk amar makruf nahi mungkar, dan bisa menghadapi tantangan dakwah dengan menggunakan metode atau dakwah yang tidak melenceng dari ajaran Rasulullah SAW. Seminar yang mengusung tema Mengajak Bukan Mengejek merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi PPS ke-277 & Haflatul Ikhtibar MMU ke-78. Acara ini juga dihadiri oleh Abdulloh Sattar, S. Ag.M. Fil.I (Surabaya), delegasi dari pesantren se Pasuruan, LDNU se Jawa Timur, Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PW-IASS), dewan staf pengajar PPS, murid MMU Aliyah dan redaksi media-media di PPS. Penulis : M. Husni Mubarok Editor : Zainuddi...