Mentoring ACS Bahas Tradisi Kenduri Mayit
Malam Sabtu (27/12) Annajah Center Sidogiri (ACS) adakan mentoring untuk anggota semester II. Sebagai mentor adalah Ust. Fauzan Imron, Dewan Guru Madrasah Miftahul Ulum Aliyah Sidogiri sekaligus Dewan Pakar Aswaja. Acara bertempat di Ruang Istirahat Guru Mabna al-Ghazali. Sebanyak 40 peserta semester II hadiri acara yang membahas tentang “Hukum-hukum Terkait Kematian dan Kuburan”. Mentoring dimulai pada pukul 09.00 hingga 10.20 malam waktu setempat. Ust. Fauzan dalam penjelasannya mengenai Hukum-hukum Terkait Kematian dan Kuburan hanya memfokuskan pada tema yang belum pernah dibahas pada mentoring lain, karena Hukum-hukum Terkait Kematian dan Kuburan itu global, yakni kenduri, hadiah pahala dan membaca al-Quran kepada mayit. Sebelum membahas lebih lanjut beliau menjelaskan apa itu kenduri. “Kenduri adalah tradisi selamatan ketika ada orang yang meninggal dengan mendoakan si mayit bersama-sama kemudian diakhiri dengan makan bersama dari makanan yang disiapkan oleh keluarga si mayit,” terang beliau. Beliau melanjutkan dengan keterangan mengenai hidangan menurut Madzhab Syafi’i. Beliau menampilkan beberapa pendapat para ulama mulai dari yang memperbolehkan hingga yang melarang. Salah satu yang memperbolehkan adalah pendapat Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa Kubra-nya. Imam Ibnu Hajar mengatakan, menggelar selamatan 3 hari, 7 hari, dan lainnya dilakukan karena tradisi untuk menolak fitnah maka diharapkan mendatangkan pahala untuk yang menggelarnya. Bahkan bisa dianggap mendatangkan pahala agar tidak dirasani orang. _______ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Jumat Ini, Ada Tahlil Setelah Munjiyat
Setiap Jumat Sore, Pondok Pesantren Sidogiri memiliki kegiatan rutin berupa pembacaan surah-surah pilihan atau munjiyat. Kegiatan diatur oleh bagian Ubudiyah dan dilaksanakan pada masing-masing daerah atau asrama santri. Berbeda dengan minggu sebelumnya, setelah pelaksanaan Munjiyat Jumat sore ini (27/12) akan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Terkait pembacaan tahlil, bagian Ubudiyah pusat telah melakukan pemberitahuan ke berbagai asrama santri, agar setelah pembacaan munjiyat sore ini diteruskan dengan membaca tahlil yang dikhususkan untuk Mas Muhammad Kholilurrahman bin KH. Abdul Alim dan Mas Moch Daqiqiyah bin KH. Abdul Alim bin KH. Abd. Djalil. Dimana sebelumnya pelaksanaan haul beliau telah dilaksanakan pada hari Ahad di Pondok Pesantren Sidogiri Banin dan hari Kamis kemarin di Pondok Pesantren Banat II. “Kami telah memberitahukan kepada semua Ubud daerah, agar setelah pembacaan munjiyat diteruskan dengan pembacaan tahlil untuk haul Mas Kholilurrahman dan Mas Daqiqi, ini merupakan perintah dari dalem, dan kita semua sami’na wa atho’na”, terang salah satu staf Ubudiyah Pusat ketika ditanyakan pelaksanaan tahlil ini. Pembacaan surah-surah pilihan atau yang dikenal dengan surah Munjiyat rutin dibaca setiap Jumat sore di Pondok Pesantren Sidogiri dan serentak untuk beberapa daerah pada pukul 04.30 waktu setempat. Sementara untuk daerah Idadiyah dan Takhosus seperti Daerah L, N, dan M dilaksanakan pada pukul 05.00 tepat. Namun, dengan adanya pemberitahuan akan diadakan pembacaan tahlil ini, kemungkinan besar untuk daerah Idadiyah dan Takhosus akan memajukan waktu pelaksanaannya. Tambahan informasi, bahwa yang dimaksud dengan surah-surah pilihan dalam Munjiyat adalah 7 surah yang biasa dibaca santri Sidogiri, diantaranya surah as-Sajadah, surah Yasin, surah ad-Dukhan, surah al-Waqi’ah, surah al-Insan, surah al-Mulk, dan surah al-Buruj. ____________________ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...
Sidogiri Gelar Shalat Gerhana Matahari
Kamis Siang (26/12), Pondok Pesantren Sidogiri telah melaksanakan Shalat Gerhana Matahari atau Kusuf di Lapangan Baru Selatan. Sebagai Imam shalat sekaligus Khatib adalah Ust. Yasin Abdul Karim. Shalat dimulai ba’da shalat Dzuhur atau pukul 12.40 Wis. Pelaksanaan shalat diatur oleh Bagian Ubudiyah dan ditertibkan bagian Keamanan Pondok (Tibkam). Berdasarkan pemberitahuan di berbagai media, bahwa Gerhana matahari yang terjadi di Indonesia bakal berbentuk cincin. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di wilayah Pasuruan dan sekitarnya, bahwa yang terjadi adalah Gerhana Matahari Parsial atau sebagian, sehingga walaupun terjadi gerhana tetapi siang hari ini masih cukup panas. Namun, walau panas masih menyengat, ribuan santri Pondok Pesantren Sidogiri tetap berangkat menuju lapangan guna melaksanakan shalat sunah kusuf tersebut. Pelaksanaan shalat menggunakan cara shalat tingkatan tengah (al-awsath), yaitu shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri, dua kali baca fatihah dan dua kali rukuk dalam setiap rakaat. Cara ini merupakan cara kedua dari tiga cara yang disyariatkan dalam shalat sunah kusuf,. Shalat diakhiri dengan dua khutbah yang dibacakan Ust. Yasin. Dua khutbah yang disampaikan menggunakan bahasa Arab. Berdasarkan ilmu Falak, Gerhana Matahari Parsial atau sebagian terjadi mulai pukul 11:04 WIB sampai 14:34 WIB. Dan fenomena gerhana sebagian ini hanya di wilayah tertentu saja seperti yang terjadi di Sidogiri dan Jabodetabek. Sementara itu, Gerhana Matahari Cincin hanya terjadi di 7 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Di Indonesia, waktu mulai gerhananya paling awal adalah di Sabang, Aceh, yang terjadi pada pukul 10.03 WIB. Sedangkan, gerhana paling akhir adalah di Merauke, Papua, yaitu pukul 14.37 WIT. _______________ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...
Santri Laksanakan Shalat Gerhana, Ujian Ditunda 1 Jam
Sidogiri-Tepat pukul 12.30 waktu istiwak setempat, ribuan santri berkumpul di lap. Baru Pondok Pesantren Sidogiri guna menunaikan sholat gerhana matahari. Acara ini atas instruksi Pengurus Harian PPS. Ust. Yasin Abd. Karim hadir sebagai imam dan khotib pada pelaksanaan sholat, Kamis (29/4/41). Meski masih dalam masa IMDA II (Imtihan Dauri), para santri terlihat sangat antusias mengikuti pelaksanaan sholat tersebut. Dikarenakannya, pelaksanaan ujian pun ditunda 1 jam bagi murid tingkat tsanawiyah dan untuk murid tingkat aliyah masuk mulai pada jam ke-2 KBM. Teknis pelaksanaan sholat ini ditangani oleh Bagian Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri dengan menggandeng bagian keamanan dan ketertiban guna mengawal dan mengamankan acara. Serta terlihat Ambulans LAZ berjaga sebagai pelayanan kesehatan sampai akhir acara....
Ubudiyah Bagikan Lembaran Tatacara Shalat Gerhana
Malam ini (25/12), Bagian Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri melalui Wakil I membagikan lembaran tatacara pelaksanaan Shalat Gerhana Matahari yang diperkirakan akan terjadi besok ke beberapa instansi dan asrama Pondok Pesantren Sidogiri. Berdasarkan penghitungan ilmu Falak, Gerhana Matahari Parsial atau sebagian terjadi mulai pukul 11:04 WIB sampai 14:34 WIB, Kamis (26/12). Berdasarkan himbauan dari Ubudiyah PPS, besok keberangkatan santri Sidogiri dibagi dua bagian. Pertama, sebelum Dzuhur untuk santri selain murid Tarbiyah Idadiyah. Sedangkan Tarbiyah Idadiyah sendiri berangkat setelah shalat Dzuhur. Pelaksanaan shalat Sunah Kusuf nanti pukul 12.30 siang waktu setempat di Lapangan Selatan Sidogiri. “Untuk mempermudah jalur menuju lokasi pelaksanaan shalat, santri dibagi menjadi dua kloter keberangkatannya, sedangkan pelaksanaanya nanti jam setengah satu siang”, jelas Kepala Bagian Ubudiyah, Ust. Muzammil. Berikut ini penjelasan tata cara pelaksanaan Shalat Sunah Kusuf yang telah disusun oleh Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri. Tata Cara Shalat Gerhana Niat Shalat Gerhana Matahari; أُصَلِّي سُنَّةَ لِكسُوفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى Jumlah rakaat yang harus dikerjakan adalah dua rakaat dan setelah shalat disunahkan membaca dua khutbah. Mengenai pelaksanaannya ada tiga tingkatan, yaitu: Tingkatan terendah (al-aqal), yaitu shalat sunah dengan dua rakaat sebagaimana shalat sunah rawatib Tingkatan tengah (al-awsath), yaitu shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri, dua kali baca fatihah dan dua kali rukuk dalam setiap rakaat Cara yang kedua ini, dilakukan dengan Takbiratul Ihram beserta niat shalat gerhana, lalu membaca doa iftitah, membaca taawudz, membaca surah al-Fatihah, kemudian rukuk dan i’tidal. Selanjutnya, membaca surah al-Fatihah lagi, rukuk lagi, dan i’tidal lagi untuk yang kedua kalinya. Setelah itu, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua, lalu berdiri untuk rakaat yang kedua. Semuanya dianggap satu rakaat, dan di rakaat kedua dikerjakan sama seperti rakaat pertama. Tingkatan paling sempurna (al-akmal), yaitu mengerjakan shalat seperti tingkatan yang kedua. Bedanya, setelah membaca surah al-Fatihah ketika berdiri yang pertama membaca surah al-Baqarah atau seukurannya dan ketika berdiri yang kedua membaca surah Ali-Imran. Pada waktu berdiri yang ketiga di rakaat kedua membaca surah an-Nisa’ dan pada waktu berdiri yang keempat di rakaat kedua membaca surah al-Maidah. Setelah pelaksanaan shalat, dilanjutkan dengan pembacaan dua khutbah. Dua khutbah ini sama persis seperti khutbah shalat ied, hanya saja dimulai dengan istighfar bukan takbir. Dan dianjurkan bagi khatib nantinya menghimbau para jamaah agar bertaubat, bersedekah, dan mengerjakan kebaikan lainnya. _______________ Penulis: Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...
Mentoring ACS Bahas Alam Barzakh
Annajah Center Sidogiri (ACS) melalui mentoring Semester II, membahas Alam Barzakh; Interaksi dan Kontroversinya, Malam Rabu (24/12). Sebagai mentor adalah Ust. Afifuddin, S.Pd. Dan bertempat di ruang Istirahat guru al-Ghazali. Dalam pembahasan terkait Alam Barzakh ini, Ust. Afif menganjurkan untuk memperbanyak wirid pada malam Jumat. Karena malam Jumat merupakan malam di mana arwah yang telah wafat kembali ke rumah, untuk melihat perbuatan keturunannya dan meminta kiriman doa dari anak cucunya. Bahkan beliau menekankan untuk mengamalkan wirid shalawat, karena amalan shalawat tidak butuh hati yang ikhlas tetap mendapat fadhilah. “Perbedaan shalawat dengan wirid biasanya adalah kalau shalawat tidak butuh hati ikhlas. Karena Allah melihat bukan pada orang yang mengucapkan shalawat tetapi melihat pada yang dikirimi shalawat yakni, Nabi Muhammad SAW”, jelas beliau terkait shalawat ini. Lalu terkait dengan adakah interaksi antara orang yang sudah mati dengan orang hidup atau sesama orang mati, maka dijawab dengan ibarat dari beberapa kitab yang beliau petik. Diantaranya kitab Tafsir al-Qurthubi yang juga membahas tentang hakikat kematian. Selain itu juga dari kitab ar-Ruh. “Logika Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa manusia itu sebenarnya tertidur, baru ketika mati maka dia akan tersadar. Dari logika ini sebenarnya kita dapat mengetahui bahwa manusia hidup dalam keadaan lupa, dan semua akan sadar ketika mati”. Jelas Ust. Afifuddin yang tampil berkacamata. Kehidupan setelah mati adalah benar adanya, terbukti dalam surat Ali Imron ayat 169. Dijelaskan oleh beliau bahwasannya orang yang mati karena terbunuh dalam fi sabilillah oleh Allah mereka diberikan hidup dan rezeki. Hal ini juga berlaku bagi orang biasa. ___ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...