Pelantikan Pengurus Pembantu Ubudiyah
Jun26

Pelantikan Pengurus Pembantu Ubudiyah

  Malam Rabu (25/06), Kepala Bagian Ubudiyah telah melantik Pengurus Pembantu di kantor Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri. Pada hari itu terdapat 18 pengurus yang dilantik diantaranya, enam orang untuk bagian Pendidikan Shalat, tiga orang untuk bagian Dakwah Keliling (DKL), satu orang sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Dinding (Mading) Shollu, empat orang untuk bagian Manasik Haji, dan empat orang untuk bagian Tajhizul Mayyit. Pelantikan 18 pengurus pembantu tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 003/PPS.300.Ubud/Kep-B/X.1440.H Tentang Pengangkatan Pengurus Pembantu Bagian Ubudiyah. Masa Khidmah sampai dengan 10 Dzulqa’dah 1441 H. Kepala Ubudiyah, Ust. Muzammil dalam sambutannya mengingatkan kembali bahwa Ubudiyah merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang ibadah santri. Setiap tahunnya akan mengadakan pelatihan, bimbingan, dan pengawasan ibadah, sehingga perlu mengangkat pengurus pembantu dalam menjalankannya. “Kita yang menyediakan alat-alat untuk pelatihan, menyiapkan Pembina, dan menjadi panitia dalam menjalankannya”, terang kepala baru bagian Ubudiyah ini. ___ Penulis: Musyafal Habib Editor: Miromly Attakriny BACA JUGA: Ubudiyah: Agar Salat Santri Sesuai Syariat Jangan Baca Basmalah Saat Mengerjakan Hal Ini! Taujihat Majelis Keluarga Warnai Semarak...

Selengkapnya
Dua Anak Ini Siap Capai Rekor Tahfiz al-Quran Tercepat
Jun25

Dua Anak Ini Siap Capai Rekor Tahfiz al-Quran Tercepat

Tidak hanya metode mudah membaca kitab, Idadiyah mengadakan program tahfiz. Kitab yang dihafal pun beragam. Mulai dari nazam, kitab matan, hadis hingga al-Quran. Tahfiz al-Quran pasca wisuda Idadiyah pun sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Namun, ada yang berbeda tahun ini. Idadiyah ingin capai tahfiz tercepat. Berikut laporannya! Oleh: Miromly Attakriny Lima bulan sangatlah tidak cukup untuk menghafalkan tiga puluh juz al-Quran. Namun, tidak dengan dua orang ini. Muhammad Imam Nawawi dan Ahmad Fairuzi menyanggupkan diri untuk menghafalkan al-Quran dalam waktu sesingkat itu. Dua murid lulusan PK Idadiyah ini hendak pindah ke Daerah A, untuk memfokuskan diri dalam menghafal. “Saya dan Fairuzi sekarang masih Daerah M. Akan tetapi, sesegera mungkin kami akan pindah ke daerah tahfiz al-Quran, biar fokus,” ujar Nawawi. Pindah ke asrama khusus hafiz al-Quran memiliki beberapa persyaratan. Antara lain harus hafal minimal tiga juz. Saat ini, keduanya masih dalam proses. “Masih dalam tahap menghafal. Setelah selesai, kami baru akan pindah,” terang Fairuzi. Target pencapaian ini benar-benar ditempuh dari nol. Terbukti, untuk memenuhi persyaratan pindah saja, mereka masih sedikit kesulitan. “Masih belum pernah menghafalkan al-Quran. Maka dari itu, saya masih agak kesulitan memenuhi persyaratan pindah. Hanya saja, dengan bermodal tekad, saya yakin lima bulan saya bisa hafal seluruh al-Quran. Doanya, ya!” Cerita Nawawi saat diwawancarai. Untuk mencapai target dengan sempurna, mereka harus menghafalkan sepuluh juz dalam sebulan. Sisanya, untuk menakror hasil hafalan. “Saya harus bisa hafal sepuluh juz, dalam sebulan. Berarti khatam dalam tiga bulan. Sisanya, untuk nakrar,” pungkas Fairuzi. BACA JUGA: Usai Tiga Tahun, 14 Peserta PK Masuk Aliyah Jangan Baca Basmalah Saat Mengerjakan Hal Ini! Taujihat Majelis Keluarga Warnai Semarak Idadiyah...

Selengkapnya
Usai Tiga Tahun, 14 Peserta PK Masuk Aliyah
Jun24

Usai Tiga Tahun, 14 Peserta PK Masuk Aliyah

Setelah menamatkan Takhashush Idadiyah, sebagian murid terseleksi masuk program khusus (PK). Program ini ditempuh selama tiga tahun. Kegiatan utamanya, ialah menghafalkan beberapa kitab. Mulai dari fikih, hadis, kaidah fikih, balagah dan lainnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta tetap bermukim di Daerah M. Tahun ini (1440) merupakan lulusan PK perdana. Mereka mendaftarkan diri menjadi murid kelas I tingkat Aliyah. Tercatat, 14 orang sudah memulai kegiatan belajar di tingkat Aliyah. “Awalnya berjumlah 16 orang. Dua orang boyong. Tinggal 14 orang yang meneruskan ditingkat Aliyah,” terang Fairuzi, salah-satu peserta PK Idadiyah. Pada mula, mereka ingin disatukan dalam satu kelas. Namun, karena keterbatasan ruang, mereka disebar ke beberapa ruang kelas I Aliyah. ___ Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: Miromly...

Selengkapnya
Perubahan Kamar Daerah P dan G Menjadi Daerah F
Jun24

Perubahan Kamar Daerah P dan G Menjadi Daerah F

Saat ini Pondok Pesantren Sidogiri memiliki 18 daerah atau pemukiman santri masing-masing pemukiman diberi nama dengan abjad A, B sampai P, dan Z. Karena beberapa pertimbangan, pada tahun ini terdapat rencana perubahan pada salah satu daerah tersebut, yakni kamar Daerah F yang awalnya berjumlah 17 akan bertambah menjadi 23, dengan mengalihfungsikan enam kamar yang awalnya berada dibawah naungan Daerah G dan P. Kamar G-02, G-03, G-04, P-04, P-05 dan P-06 menjadi kamar baru Daerah F. Alasan yang paling mendasar dari rencana tersebut adalah kesulitan dari pengurus daerah asal untuk mengontrol kegiatan dan aktivitas santri yang bermukim di kamar tersebut, sedangkan di daerah yang baru (F) dianggap lebih mudah untuk mengawasi santri yang bermukim di sana. “Karena pada tahun sebelumnya kami merasa kesulitan untuk mengontrol kegiatan santri yang bermukim disana, kami mengusulkan agar kamar tersebut dialihfungsikan menjadi Daerah F,” ungkap Kholis, eks wakil kepala Daerah P. ___ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Miromly...

Selengkapnya
255 Santri Siap Tes Muallim
Jun23

255 Santri Siap Tes Muallim

Instansi Taklimiyah wa Tahfidzul Qur’an (TTQ) Pondok Pesantren Sidogiri akan mengadakan tes seleksi Muallim Madrasah Taklimul Qur’an (MTQ) pada malam Selasa mendatang (25/06). Pendaftaran untuk mengikuti tes ini telah ditutup pada malam Ahad kemarin (23/06). Terhitung, sebanyak 255 santri yang berada di tingkat Aliyah ini telah terdaftar sebagai calon Muallim MTQ. Nantinya, mereka akan mengikuti tes dari TTQ tentang makhraj dan ilmu tajwid. Lokasi tes di ruang Istirahat guru Mabna al-Ghazali lantai I. Juri tes terdiri dari Muallim senior; Ust. Syakur Noer, Ust. Hamim Asya’ari, Ust. Idris Makki, dll. Tes calon muallim ini, TTQ bekerja sama dengan Bagian Metode Qur’ani Sidogiri (MQS) dalam mencari calon Muallim handal untuk tahun ajaran 1440-1441 H. “Selanjutnya calon Muallim yang lulus tes dengan nilai tinggi akan dimasukkan ke MTQ, dan bila memiliki nilai tinggi tetapi condong ke Qur’ani, maka akan dijadikan muallim Qur’ani Sidogiri”, terang Ust. Minhajul Abidin, selaku panitia Tes Muallim MTQ. ___ Penulis: Musyafal Habib Editor: Miromly...

Selengkapnya
Lantik 81 Personel Tibkam
Jun22

Lantik 81 Personel Tibkam

Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Mas d. Nawawy Sadoellah, melantik 81 Personel baru Bagian Keamanan dan Ketertiban (Tibkam). Acara berlangsung pada Malam Ahad (22/06), bertempat di ruang Auditorium, lantai II Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. Pelantikan 81 personel tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 007/PPS.700/Kep-B/X.1440 Tentang PENGANGKATAN PETUGAS TIBKAM Pondok Pesantren Sidogiri. 81 personel baru terdiri dari; 4 Wakil Tibkam, 47 anggota Tibkam dalam pesantren, 10 anggota Tibkam luar pesantren, 9 anggota Tibkam Humas, 11 anggota Tibkam Penyelidik dan Tindakan (Lindak). Mas d. Nawawy Sadoellah dalam pengarahannya menyampaikan bahwa jangan pernah bagian Tibkam itu merasa aman, harus selalu waspada dan selalu menggunakan kreativitas pikiran dan insting dalam menjaga keamanan dan ketertiban pondok. “Paling berat itu Tibkam, Kita merupakan ujung tombak keamanan dan ketertiban, jadi keamanan dan ketertiban pondok pesantren itu di tangan kita”, terang ayahanda dari Mas Jibril ini. ___ Penulis: Musaffal Habib Editor: Miromly...

Selengkapnya