LFS Berhasil Melihat Hilal
Hilal pada Ahad sore (05/05) dengan mudah terlihat oleh rombongan Lajnah Falakiyah Sidogiri (LFS). Pasalnya, suasana pada sore ini cerah, tidak ada pengganggu yang menghalangi mata melihat langsung. Dua orang dari lima belas orang ini eksekusi langsung di latai II balai rukyat, yang terletak di Condrodipo Kebomas, Gersik. “Kali perdana, LFS mengirim rombongan serta membawa alat sendiri. Sebelum-sebelumnya, hanya berkisar perorangan,” ujar Abd. Lathif Romadhoni, salah-satu peserta LFS. Di lantai pertama balai rukyat, diperuntukkan untuk segenap tamu. Khusus undangan, bisa menempati lantai II, untuk meakukan proses pencarian hilal. “Yang boleh ke atas, hanya undangan saja. Maksimal setiap rombongan, dua orang,” terang santri berdarah Lumajang ini. Dengan hasil rukyat ini, bisa dipastikan bahwa 01 Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin (06/05). Tinggal menunggu hasil dari Departemen Agama. ——– Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: M. Albilaluddin al-Banjari...
Milad Sidogiri 282; Hadiah Umrah di Malam Terakhir
Acara Milad Sidogiri 282 dinyatakan berakhir. Semua agenda yang disusun oleh panitia Milad Sidogiri 282 telah tercentang dalam list pertanda telah dilaksanakan. Malam Puncak Milad Sidogiri 282, Rabu (18/08) pertanda syukuran tahunan Pondok Pesantren Sidogiri telah usai. Kerahan tenaga oleh semua panitia terbayar dengan suksesnya acara Milad Sidogiri pada tahun ini. Shalawat Ishari ikut mengisi acara penutupan tadi malam (18/08). Sebagaimana shalawat al-Banjari memeriahkan pembukaan Milad Sidogiri 282 (14/08) dan Shalawat al-Manduri pada acara pembagian hadiah (16/08). Untuk menghargai khidmah yang dijalani selama setahun, pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan Penganugerahan Khidmah. Lewat sie. Penganugerahan Milad Sidogiri 282, acara penganugerahan digelar di pentas utama saat malam puncak Milad. Pada tahun ini, nominasi penganugerahan khidmah ditambah; nominasi Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT) terbaik. Ada lima nominasi dalam penganugerahan ini; Pengurus, guru, alumni, PJGT dan ranting Madrasah Miftahul Ulum. Ustaz Rifqy al-Mahmudy, Kepala Madrasah Tarbiyah Idadiyah, meraih penghargaan khidmah kategori pengurus, Ustaz Afandi Dhofir, wali kelas VI MMU Ibtidaiyah kategori guru, KH. R. Husni Zuhri, Lumajang kategori alumni, Muh Hisyam Balya, Jember, kategori PJGT dan MMU Ranting A-06, Karanganyar, Kraton, Pasuruan, kategori MMU ranting. Dari kelima kategori, panitia mengambil tiga nama usulan semua Pengurus Pelaksana. Pada Ahad (15/08) Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Nawawi Abd. Djalil menentukan satu nama dari 3 orang dari masing-masing kategori, sekaligus nama yang bersangkutan ditandatangani oleh beliau. Ustaz Afandi Dhofir, penerima penghargaan khidmah kategori guru berhak mendapatkan hadiah umrah gratis. Hadiah tersebut ditanggung penuh , lembaga milik Pondok Pesantren Sidogiri yang bergerak melayani umat dalam beramal jariyah melalui wakaf. Pria kelahiran 1968 tersebut tidak henti-henti mengucapkan syukur di tengah keterjutannya atas hadiah umrah tersebut. “Kaget dan sangat bersyukur, karena saya gak pernah nyampe ke sana (Mekah, red),” aku Wali Kelas VI-O tersebut ketika mendapat surprise umrah. ===== Penulis: Abrari Ahmadi Editor: Ifan...
Tiga Organisasi Bersatu di Sidogiri
Milad bertemakan Rahmatan lil’alamin dalam Bingkai Amar Makruf Nahi Mungkar kali ini sangat sesuai dengan kondisi masyarakat. Terutama yang awam dalam menyikapi ormas-ormas Islam Ahlusunah wal Jamaah. Menurut mereka cara ormas-ormas Islam bersikap mengenai amar makruf nahi mungkar, tidak mencerminkan ajaran Islam Rahmatan lil’alamin. Senin (15/09), Milad Sidogiri 282 akan mengadakan acara Silaturahim Nasional Tokoh-tokoh Ahlusunah wal Jamaah. Melalui panitia sie. Daurah & BMW, pengurus milad memohon perwakilan 3 ormas besar Islam; Nahdlatul Ulama, Front Pembela Islam dan Muhammadiyah. Ketiga undangan dari masing-masing ormas tersebut merupakan narasumber penting. Ustaz Luthfi Abdullah Tsani (23), ketua panitia, memaparkan kesalahpahaman yang seringkali terjadi di masyarakat akan diluruskan dalam seminar sehari tersebut. Orang-orang diharapkan bisa paham bahwa ketiga ormas besar Islam Ahlusunah wal Jamaah itu tidak sama sekali bermasalah, karena bagaimanapun, ketiganya masih afiliasi ajaran Islam Rasulullah yang murni. “Pihak panitia lah yang menjadi inisator acara itu, dan alhamdulillah Katib Majelis Keluarga PPS, mas dwy Sadoellah pun setuju dengan rencana kami,” jelas pria asal Jember itu ketika ditanya perihal latar belakang mengadakan acara seminar nasional, Kamis (10/08). Ia juga mengaku, menyatukan ketiga ormas besar Islam dalam satu majelis sangatlah tepat dengan moto milad berupa Teguh, Teguh, Bersaudara. Selain itu, juga dapat memadukan anggapan-anggapan tidak benar masyarakat bahwa ormas-ormas besar Islam itu dalam hubungan tidak akur. Hal tersebut bisa terjadi sebab pembentukan opini masyarakat, padahal di balik itu, secara struktural, mereka bertiga baik-baik saja. “Sidogiri akan mendamaikan ketiganya, itu keinginan kita,” lanjut salah seorang staf pengajar tsanawiyah itu. Cara memadukannya adalah dengan hadirnya Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri. Sejauh ini, tamu undangan yang dikonfirmasi akan hadir adalah KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman al-Attas, Ketua Umum Front Santri Indonesia, dan Dr. M. Saad Ibrahim, MA., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Demi menghindari framing media, pihak panitia tidak sembarangan memberikan izin masuk media-media asing yang meliput acara tersebut, baik secara eksklusif maupun inklusif. Pengurus tidak ingin PPS kembali menjadi korban media seperti yang terjadi pada 2016 lalu. Pada waktu itu, PPS diklaim mengadili KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU pasca acara seminar Solusi Dinamika Islam Kekinian di Indonesia dan Dunia. “Jadi hanya media Sidogiri yang diperbolehkan masuk ke lokasi. Media luar yang mau meliput harus copas (copy-paste, red) dari media di Sidogiri,” tutur Ust. Luthfi memberikan solusi. Acara yang digelar di gedung IASS tersebut mengundang 30 anggota Banser NU, 30 anggota Laskar FPI dan 30 anggota Kokam Muhammadiyah, perwakilan seluruh PW-IASS 4 orang, 50 anggota HMASS (Himpunan Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri), Bansus 1455 dan 4 perwakilan dari masing masing-masing PW IASS, agar alumni PPS membawa apa yang telah mereka peroleh dari penyampaian narasumber ke wilayah masing-masing, demi menyampaikan kebenaran ke...
Daurah Ilmiah; NU, FPI, dan Muhammadiyah Bahas Amar Makruf Nahi Mungkar
Senin (16/08), Panitia Milad Sidogiri 282 menggelar acara Daurah Ilmiah yang bertempat di Gedung Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS). Tema yang diangkat pada daurah kali ini adalah Rahmatan lil ‘Alamin dalam Bingkai Amar Makruf Nahi Mungkar. Narasumber yang dihadirkan panitia adalah KH. Yahya Cholil Staquf selaku Katib ‘Aam PBNU, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman al-Attas selaku ketua Front Santri Indonesia, dan DR. Saad Ibrahim, MA. selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Acara yang dimoderatori Ust. Ahmad Dairobi Naji ini berlangsung meriah dan kondusif. Peserta yang terdiri dari perwakilan Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS), pimpinan madrasah Miftahul Ulum, pengurus PCNU Pasuruan, keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, dan beberapa dewan guru memenuhi kursi yang telah disediakan panitia. Saad Ibrahim, MA. menerangkan masalah persatuan umat baik dari segi nash al-Quran maupun dari sisi sejarah. Beliau juga menyinggung bahwa orang Muhammadiyah yang bermanfaat bagi sesamo orang Muhammadiyah itu hal yang biasa. Justru yang luar biasa adalah ketika bisa bermanfaat bagi kelompok-kelompok lain. Sementara dalam penyampaiannarasumber yang kedua, KH. Yahya Cholil Staquf menjelaskan strategi dalam bingkai amar makruf nahi mungkar. Dalam penjelasannya, beliau mengatakan tentang pentingnya memperhatikan saudara sesama muslim yang berada di wilayah minoritas. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa NU memilih menghentikan konflik. “Apa pun jalan yang harus ditempuh, harus berusaha menghentikan konflik.” Tegas beliau. Narasumber terakhir adalah Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman al-Attas. Beliau menyampaikan sepuluh standar prosedur FPI dalam melakukan amar makruf nahi mungkar. Prosedur ini jugalah yang merupakan materi pembekalan wajib anggota FPI. Acara daurah ditutup sekitar pukul 12.00 Wis setelah sebelumnya diisi dengan tanggapan dan aspirasi pengurus PCNU Pasuruan, yang salah satunya disampaikan oleh KH. Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib). Gus Muhib memohon agar para elite organisasi, baik FPI, NU, maupun Muhammadiyah tidak mengeluarkan statemen yang berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat. ==== Penulis: Ahmad Sabiq Ni’am Editor: Afan...
Pasar Santri 2019; Tanpa Milad Sidogiri, Pasar Santri Tidak Akan Jadi
Setiap tahun pada saat pelaksanaan Milad Sidogiri, Pasar Santri selalu eksis ikut memeriahkan acara syukuran terbesar Pondok Pesantren Sidogiri tersebut. Sidogiri Excellent Center (SEC), perusahaan jasa yang bergerak di bidang pelatihan, penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM), konsultasi bisnis Syariah, Event Organizer dan pembuatan software, menjadi motorik event dengan konsep pameran dan bazar tersebut. Sejak Ahad (08/08) pekan lalu, Pasar Santri resmi dibuka. Untuk memeriahkan Milad Pondok Pesantren Sidogiri 282, peresmian dilakukan oleh KH. Fuad bin Noerhasan, anggota Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri. “Karena acara ini demi ikut memeriahkan milad, jadi kalau tidak ada milad, ya tidak mungkin ada Pasar Santri,” papar Ustaz Mubarok, ketua panitia Pasar Santri 2019. Pria asal Rembang tersebut melanjutkan Pasar Santri dan Milad Sidogiri merupakan satu kesatuan, ”Kalau milad itu meriah di dalam (Pondok, red) tapi kalau Pasar Santri itu meramaikan di luar,” ujar pria 43 tahun tersebut. Standarisasi Toko Basmalah terkait barang dagangan tetap menjadi hal pokok dalam Pasar Santri, salah satunya adalah tidak diperbolehkan menjual barang haram. Hal ini merupakan prioritas bagi panitia Pasar Santri kepada para supplier yang menyewa stan di Pasar Santri. Pasar Santri terus berinovasi dari masa ke masa sejak 28 tahun didirikan, tepatnya pada 1991 M. Saat itu, stan pameran Biskit (Buku dan Kitab Kuning)—nama awal Pasar Santri—hanya berada di dua kamar Asrama K (dulu masih gedung madrasah). Bpk. H. Nor Hamim, Ketua Pasar Santri pertama, menjelaskan bahwa produk yang dijual oleh Pasar Santri dulu hanya sebatas buku bacaan kitab kuning, “Untuk kitabnya saya bekerja sama dengan percetakan-percetakan Surabaya dengan sistem akad hutang,” papar pria 2 anak tersebut. Ia juga mengaku bahwa minat baca santri ketika itu tinggi sekali. Sebagai Kepala Unit-01 pada saat itu, bpk. Hamim memiliki inisiatif membuat pameran kitab dan buku di akhir tahun ajaran, mengingat kawan santri memiliki tabungan masing-masing, “Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” syukur pria murah senyum ini. Penjual jajan berasap, Yoga Nurjaman (22) menyatakan puas bisa menjadi supplier Pasar Santri 2019. Meski hanya buka 10 hari terhitung sejak Ahad (08/08) hingga Selasa (17/08), ia bersyukur karena pria kelahiran Garut, Jawa Barat tersebut telah biasa berpartisipasi dalam event-event singkat seperti Pasar Santri. “Pasar Santri (waktu jualannya, red) sedang lah. Tidak terlalu sebentar dan tidak terlalu lama. Masalah untung, ya, tidak ketemu. Wong Namanya jualan,” ujarnya. === Penulis: Abrarai Ahmadi Editor:...
Terjebak Hujan, Buat Penonton Takjub dan Terharu
Jumat malam sabtu (19/4) acara pembukaan milad Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-282 dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum yang ke-83 dibuka dengan pembacaan surah al-Fatihah yang dipimpin oleh M. Aminullah Bq (Ketua I PPS) dan diresmikan oleh Mas. Achmad Sa’dulloh Abd. Alim (Kordinator I #MiladSidogiri282) yang ditandai dengan pemukulan beduk. Acara sempat terhalang kerena guyuran hujan selama berapa menit ini tidak sampai mengurangi antusias para santri dan tamu yang sedang menonton langsung acara akbar tahunan tersebut. “Kagum ketika melihat santri bersorak tetap semangat dan menyemangati panitia meskipun diguyur hujan,” ungkap muhammad Havidz Jamadu Guru Tugas dari kalimantan barat saat menonton perayaan milad 282. Acara yang diperkirakan batal oleh kalangan santri dan tamu tersebut tetap berlanjut selepas hujan berhenti. Panitia langsung mengkoordinir acara untuk menetapkan acara terus berjalan dengan langsung ditampilkannya alunan Puisi yang dibarengkan dengan lantunan Salawat Sidogiri Mahjari membuat santri terpana akan kreatifitas Milad pada tahun ini. “Saya sendiri terharu atas apa yang panitia lakukan. Ketika santri hampir pasrah kerena diguyur hujan, panitia menampilkan puisi berisikan semangat juang Masyaikh menebarkan ilmu kepada santrinya disela itu dibarengkan dengan salawat Sidogiri yang sudah fenomenal yaitu ‘Sidogiri Mahjari’, semoga santri Sidogiri dan Panitia mendapat barokah dan ridho dari para masyaikh Sidogiri,” Ungkap alumni Sidogiri Bpk. Ahmad Faris saat ditemui oleh redaksi Sidogiri.net. Gemerlap lampu panggung menyoroti seantero penjuru sidogiri dan kembang api membuat para santri serta yang menonton langsung terpana dengan megahnya milad Sidogiri 282 dan Ikhtibar MMU 83 tahun. “Kalau seperti ini tahun depan saya akan nonton lagi mas, muaaantep betull acaranya، ngalahkan acara elite di TV.” Tutur Bpk. Ahmad Faris sembari menyungging senyumnya pada redaksi Sidogiri.net ===== Penulis: A. Farid Muflihin Editor: Ach Mustaghfiri Soffan...