Benarkah, Rebo Wekasan Hari Sial?
Okt23

Benarkah, Rebo Wekasan Hari Sial?

Bulan Shafar identik dengan segala tradisi yang berbau ‘mitos’. Di antaranya adalah tradisi minum air rajah, sedekah bubur Shafar, dan Rebo Wekasan. Kali ini kita fokuskan pembahasan tentang Rebo Wekasan dan segala hal yang berkaitan di dalamnya.Bulan Shafar identik dengan segala tradisi yang berbau ‘mitos’. Di antaranya adalah tradisi minum air rajah, sedekah bubur Shafar, dan Rebo Wekasan. Kali ini kita fokuskan pembahasan tentang Rebo Wekasan dan segala hal yang berkaitan di dalamnya. Rebo Wekasan atau yang juga dikenal dengan Rabu Pungkasan adalah sebuah tradisi di hari Rabu terakhir bulan Shafar. Tradisi ini telah mengakar kuat di kalangan akar rumput dan diwariskan secara turun-temurun. Istilah Rebo Wekasan diyakini menjadi ‘hari sial’ dikarenakan turunnya bala’ pada hari tersebut. Benarkah keyakinan ini atau hanya sekadar kabar burung belaka? Syekh Ahmad bin Umar ad-Dairabi dalam kitabnya al-Mujarrabat ad-Dairabi al-Kabir menjelaskan, bahwa seorang waliyullah mendapatkan ilham, bahwasanya 320.000 musibah turun pada hari tersebut. Hal ini selaras dengan pendapat dalam kitab Jawahir al-Qamsi, bahwa 320.000 bala’ turun di setiap tahunnya dan semuanya turun pada hari Rabu terakhir bulan Shafar. Menyikapi penjelasan tersebut, muncullah beragam amaliah untuk menolak marabahaya tersebut. Para tokoh masyarakat ‘menakut-nakuti’ umat untuk melakukan shalat berjamaah, istighasah bersama, tahlil, dan semacamnya pada hari tersebut. Namun, hal ini justru menimbulkan perspektif miring di kalangan awam. Mereka beranggapan amaliah tersebut dilakukan murni didasari faktor ‘hari sial’, sehingga bila tidak dilakukan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Menganggap ‘sial’ hari Rabu bulan Shafar tersebut tergolong thiyarah (Su’udzon kepada Allah) yang sangat dilarang oleh Syara’, seperti statement Ahli Nujum (peramal) yang meyakini hari Rabu adalah hari yang berbintang merkuri. Sedangkan bintang merkuri adalah lambang kesialan. Hal ini sudah jelas keluar dari konteks syariat. Adapun dilakukannya amaliah di atas bertendensi pada hadis yang berbunyi, “Dari ‘Aisyah, Istri Rasulullah, berkata: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak hingga terlihat anak lidahnya”, Beliau hanya tersenyum.  ‘Aisyah berkata: “Apabila Beliau melihat awan atau angin, maka hal itu dapat diketahui pada wajahnya.” Dia berkata: “Wahai Rasulullah! Apabila orang-orang melihat awan mereka sangat bahagia berharap supaya turun hujan. Sedangkan saya melihat engkau setiap kali melihatnya tampak kekhawatiran di wajahmu.” Beliau bersabda: “Wahai ‘Aisyah! Saya tidak merasa aman, jangan-jangan isinya mendatangkan siksaan. Telah diazab suatu kaum dengan angin dan suatu kaum lagi melihat azab, namun dia malah mengatakan, “Ini adalah awan yang mengandung hujan, yang akan menghujani kami” padahal, justru awan itu akan mendatangkan siksa.” (HR.Bukhari)Alhasil, terdapat benang merah antara amaliah Rebo Wekasan dan sikap Nabi dari hadis di atas. Amaliah tersebut bukan murni menolak kesialan, namun sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar kita kepada Allah untuk memohon perlindungan. Semuanya harus diyakini dengan keyakinan yang benar. Tidak ada campur tangan ‘hari sial’ dalam takdir Allah....

Selengkapnya
Merefresh Pikiran dengan Mengikuti Jalan Pagi
Sep23

Merefresh Pikiran dengan Mengikuti Jalan Pagi

Agenda tahunan Komunitas SIGIGO (Sidogiri Goes) untuk merayakan Tahun Baru Islam 1439 H dengan menggelar acara #JalanPagi bersama ribuan Santri Pondok Pesantren Sidogiri, sukses terselenggara pada Kamis (21/09) pagi. Komunitas ini merupakan bentukan Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri Mas d. Nawawy Sadoellah. Sebanyak 5000 lebih santri memadati lapangan barat Mabna as-Suyuthi untuk ikut serta menyemarakkan even tersebut. Peserta diberangkatkan oleh Ketua I PPS HM. Aminulloh Bq. Hadiah jutaan rupiah menjadi daya tarik sebagian santri. “Hadianya banyak, semoga nanti saya dapat,” ujar salah satu peserta penuh harap. Panitia Jalan Pagi mengatakan, bahwa peserta diharuskan membeli AMDK Santri ukuran besar berlabel khusus seharga Rp. 4000 per botol. AMDK tersebut menjadi syarat mengikuti undian berhadiah usai pelaksanaan acara. Rute sejauh 5 km ditempuh selama hampir 2 jam, membuat sebagian santri lelah. Namun, keceriaan tak dapat ditutupi dari raut wajah mereka. Menurut salah seorang peserta, acara ini merupakan salah satu kesempatan untuk merefresh pikiran. “Setelah acara saya langsung tidur, capek. Tapi seru karena saya bisa keluar, lumayan buat refresh setelah dua bulan ada di dalam pondok,” ujar Abdul Wadud Murid Ibtidaiyah asal Pamekasan. ==== Penulis: Ach Mustaghfiri Soffan Editor  : N. Shalihin...

Selengkapnya
Direnovasi, Klinik Sidogiri Akan Buka 24 Jam
Sep14

Direnovasi, Klinik Sidogiri Akan Buka 24 Jam

Beberapa tahun terakhir, Pondok Pesantren Sidogiri mengerjakan beberapa proyek berupa pembangunan maupun perbaikan yang sebagian masih dalam tahap penyelesaian dan sebagian yang lain siap dioperasikan. Pembangunan-pembangunan tersebut tidak lain demi kemaslahatan santri. Bulan Ramadhan kemarin, proses rekonstruksi Klinik Sidogiri dimulai, tentu saja ini merupakan salah satu tahap pelebaran Klinik tersebut. Penggarapan pembangunan ini melibatkan 7 pekerja yang lembur siang-malam. Menurut pernyataan Ust. Hanafi, Kepala P3S (Perawatan, Pembangunan dan Perbaikan Sarana) membangun bukan hal mudah, karena pasti membutuhkan budget yang besar, perihal inilah yang menjadi kendala utama perjalanan pembangunan ini. “Anggarannya 150 juta, sedangkan sekarang sudah menghabiskan 150 juta. kurangnya banyak!” Jelas Ust. Hanafi. Termasuk salah satu latar belakang direnovasinya Klinik Sidogiri, agar suasana Klinik terlihat sama dengan klinik pada umumnya, sebab klinik yang ada saat ini tidak berbentuk klinik. “Sebelumnya cenderung seperti rumah. Disamping ini juga bertujuan untuk pelebaran,” jelasnya ketika ditemui di depan Mabna as-Suyuthi, Jumat (08/12). Sementara itu, Pengurus PPS merencanakan membuka Klinik Sidogiri barat dan timur 24 jam non-stop. Sedangkan Klinik sebelah timur akan difokuskan untuk kebutuhan masyarakat. ==== Penulis: Afifurrohman Editor  : Isom...

Selengkapnya
Rayakan Kemerdekaan dengan Sejuta Doa untuk Pahlawan Bangsa
Agu16

Rayakan Kemerdekaan dengan Sejuta Doa untuk Pahlawan Bangsa

Menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-72 berbagai kegiatan serentak dilaksanakan di seluruh pelosok Negeri. Tak terkecuali Pondok Pesantren Sidogiri turut menyambut HUT RI dengan beragam kegiatan. Pada malam Selasa (16/08), PPS menyelenggarakan doa bersama yang dikemas dalam acara pembacaan “Yasin dan Tahlil Untuk Para Syuhada’ Pejuang Kemerdekaan Indonesia”. Doa bersama ini, dihadiri oleh Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pengurus Harian, Dewan Guru, Seluruh Santri, dan rombongan TNI yang diketuai Letkol Inf. Mulyadi, Komandan Kodim Pasuruan. Dalam sambutannya, Ust. Saifulloh Naji mengingatkan akan pentingnya santri mengenang jasa para pejuang kemerdekaan. Karena Masyayikh Sidogiri juga terlibat aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Acara ini sebagai bentuk syukur kecil kita atas kemerdekaan Indonesia. Walaupun acara kecil ini tidak bisa membalas perjuangan beliau,” sambut Ust. Saifulloh Naji, Sekertaris Umum. Beliau berharap agar santri terus berkomitmen dalam mencintai NKRI. Karena menurutnya, lahirnya NKRI merupakan atas dasar kecintaan para santri, ulama, orang-orang tua kita dan pejuang dan umat Islam terdahulu. “Seandainya dulu para santri, ulama’ dan orang-orang kita tidak memiliki cinta kepada NKRI, saya yakin Indonesia tidak akan merdeka,” jelasnya. Pembacaan Istighatsah ini berlangsung selama satu jam yang dipimpin oleh Ust. Hamim, Guru Senior Madrasah Miftahul Ulum dan ditutup dengan doa oleh Mas Sholeh Abd. Haq, Kepala Urusan TM-TB dan Dai. Acara serupa juga digelar oleh segenap jajaran Pengurus Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Pasuruan bertempat di Gedung IASS, Jl. Raya Sidogiri, Desa Sungiwetan Kec. Pohjentrek Pasuruan yang diketuai oleh H. Abdullah Faqih, Ketua IASS Pasuruan[] === Penulis : M. Afifur Rohman Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
HM. Aminullah Bq; Jangan Hanya Masuk Kelas, Memberi Makna, dan Menerangkan Seadanya
Agu07

HM. Aminullah Bq; Jangan Hanya Masuk Kelas, Memberi Makna, dan Menerangkan Seadanya

  Sabtu (24/07), Pondok Pesantren Sidogiri menggelar koordinasi perdana dengan staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) dan anggota Laboratorium Soal-Soal Madrasah (Labsoma). Kegiatan ini dijembatani oleh Badan Tarbiyah wa Taklim Madrasi (Batartama). Acara yang bertempat di Aula Kantor Sekretariat Lt. III ini dihadiri oleh Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri, HM. Aminullah Bq. Dalam sambutannya beliau menjelaskan tentang kepercayaan wali murid dalam menitipkan anaknya kepada pondok pesantren. Menurut beliau, kepercayaan tersebut harus membuat para guru semakin telaten dalam mendidik para murid, karena ketelatenan seorang guru, sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. BACA JUGA: Ketua I PPS Minta Perhatikan Kesehatan Peserta Imni dan Foto Ijazah “Tunjukan kepada mereka kehausan kita akan ilmu. Jangan hanya masuk kelas, memberi makna, menerangkan seadanya, bahkan dengan tanpa persiapan apapun. Dalamilah materi yang akan diajarkan terhadap mereka, agar kita tidak salah dalam menyampaikan materi tersebut. Kesalahan guru dalam mengajar, bisa mengakibatkan paham keagamaan yang salah pada murid.” Ujar pria yang juga menjabat sebagai staf pengajar di MMU Aliyah ini. Menurut beliau mendidik seorang murid harus dengan kesabaran. Mendidik murid juga harus dengan cara yang elegan, bukan dengan kekerasan. “Karena kekerasan seringkali menimbulkan akibat-akibat buruk, terutama jika kekerasan itu dijadikan sarana pelampiasan emosi. Namun demikian, bukan berarti tidak tegas. Tegas tidak identik dengan keras, dan keras tidak identik dengan tegas.” Jelas beliau BACA JUGA: Wisuda 5 Idadiyah: Hanya 969 Wisudawan, Kualitas Lebih Memuaskan   ___________________________ Penulis : Ach. Mustaghfiri Soffan   Editor    : Isom...

Selengkapnya
Semarakkan #MiladSidogiri280 di Media Sosial dengan Tagar Khusus
Mei01

Semarakkan #MiladSidogiri280 di Media Sosial dengan Tagar Khusus

Bila berkecimpung di dunia media sosial, tentunya tak asing lagi dengan istilah hashtag atau tagar. Di Twitter, hashtag bahkan seperti senjata dalam mengenalkan atau menyuarakan berbagai hal. Bagaimana Panitia Milad Sidogiri 280 menyiasati perkembangan tersebut? Berikut ulasannya. Pondok Pesantren Sidogiri sebagai salah satu pesantren yang menggunakan media sosial, tahun ini membuat hashtag khusus untuk memeriahkan Milad Sidogiri, yakni #MiladSidogiri280. Namun bagaimana dan apa sebenarnya hashtag? Salah satu fungsi hashtag adalah mengelompokkan konten. Makanya, agar berita dan berbagai informasi Milad Sidogiri 280 yang disampaikan ke masyarakat melalui media sosial terkelompokkan. Masyarakat juga bisa secara aktif terlibat dengan menggunakan tagar tersebut di akun media sosial mereka, sehingga ketika melakukan pencarian dengan tagar #MiladSidogiri280, yang tampil adalah foto-foto dan informasi yang ada hubungannya dengan Milad Sidogiri.  Tentu saja, harapannya agar di dunia maya acara Milad juga semarak. Dalam peringatan Ikhtibar MMU ke-81 dan Milad Sidogiri ke-280 tahun ini, penitia melakukan kerjasama dengan Tim Sosial Media Pondok Pesantren Sidogiri, untuk menyemarakkan berbagai momen dan kegiatan Milad Sidogiri. “Biar kalau ada yang ingin mengetahui info tentang Milad Pondok Pesanteren Sidogiri ke-280 dan Ikhtibar MMU ke-81, tinggal ngetik hashtag resmi tersebut,”  terang Ust. Rozek Mutrofin salah satu admin sosmed Sidogiri. Tim Sosmed berharap agar hashtag #MiladSidogiri280 menjadi semacam gerakan sosial di media sosial dan menjadi trending topic sehingga semua orang bisa tahu hajatan besar di Sidogiri. Pertemuan perdana perihal kerjasama antara panitia Ikhtibar dan Tim Sosmed Pondok Pesantren Sidogiri terjadi pada Ahad tanggal 12 Februari 2017 yang lalu. Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan tagar yang akan digunakan di medsos yakni #MiladSidogiri280. Sejak saat itu, berbagai kabar Pondok Pesantren Sidogiri dibubuhi dengan tagar #MiladSidogiri280. Puncaknya, Sabtu (09/08) akun resmi Pondok Pesantren Sidogiri dengan resmi mengundang masyarakat umum untuk mengupdate status dan ngetwit dengan tagar #MiladSidogiri280. Undangan membubuhi tagar tersebut dimulai sejak 10 s.d 18 Sya’ban. Bertepatan dengan perayaan Milad Sidogiri 280 pula, Pondok Pesantren Sidogiri memiliki akun resmi di Instagram, yakni: @s1dogiri. Akun baru ini dibuat untuk mengabarkan berbagai kejadian di Sidogiri sekaligus menolak berbagai akun yang mengatasnamakan Pondok Pesantren Sidogiri padahal bukan akun resmi. “Akun baru Instagram tersebut akan segera diumumkan dan dipromosikan melaui akun sosmed Sidogiri,” terang N Shalihin Damiri, salah satu Tim Sosmed. Menurutnya, penggunaan tagar ini merupakan perkara baru di Pondok Pesantren Sidogiri. Untuk memuluskan kinerja, Tim Sosmed membuat grup percakapan di WhatsApp sebagai tempat berbagi informasi dan memberikan semangat kepada sesama Tim Sosmed. Grup tersebut juga berguna dalam menentukan berita yang boleh dikabarkan dan tidak. Sebab, Tim Sosmed juga harus memperhatikan etika dan kode etik penerbitan di Sidogiri. “Berkali-kali berita yang sudah diupload, kemudian ditarik lagi oleh koordinator. Hal itu karena ada beberapa perkara yang melanggar kode etik. Maka, grup WA...

Selengkapnya