Demi Santri Baru, Sigi Gym Dipindah
Siap: suasana di dalam gedung Sigi-gym setelah semua alat kebugarannya dipindah ke kantor Sidogiri.Corp. Masih tentang penambahan hunian santri, selain surau K, O dan J 02, tempat selanjutnya yang diproyeksikan menjadi hunian baru adalah Gedung Sigi-Gym. Gedung yang terletak di sebelah barat Kantor Sekretariat ini juga akan menjadi kamar santri dalam waktu dekat. Gedung pusat kebugaran yang didirikan pada tahun ajaran 1431-1432 ini ditaksir bisa menampung sampai 200 orang. Namun, sebelum ditempati bangunan akan direnovasi terlebih dahulu. Adapun perenovasiannya meliputi pelebaran akses keluar masuk, pelepasan cermin-cermin di dinding, penambahan ventilasi udara, pemugaran lantai dan pembaruan karpet. Diperluas: tangga akses masuk menuju gedung Sigi-gym Ustaz M Hanafi Basri, Kepala Pengadaan, Perawatan dan Perbaikan Sarana (P3S), menjelaskan, “(Perenovasian) Kami targetkan secepatnya. Sabtu (03/10), kami mulai perenovasian,” jelasnya saat dihubungi via telepon. Baca Juga: Gerakan Waspada Narkoba Sesuai arahan Pengurus Harian, pusat kebugaran ini nantinya akan dijadikan kamar tambahan bagi Daerah M. “Kamar baru ini akan menjadi asrama M 17 dan yang akan menempatinya adalah santri baru yang mendaftar tahun ajaran ini,” jelas Ustaz Masruhen (26), Kepala Daerah M saat ditemui di kantor Daerah M. Menurut santri kelahiran Sangkapura, Gresik, ini warga Daerah M kini mencapai 1163 anak dari kapasitas asal 1300-an penghuni. Angka ini lebih sedikit bila dibanding tahun ajaran kemarin yang melebihi kapasitas asal. Masih menurut penjelesan Kapdar M, penambahan kamar ini tidak akan mengganggu pada kegiatan warga daerahnya. “Penambahan kamar baru ini tidak akan mengganggu kegiatan dan konsentrasi belajar warga Daerah M, sebab yang akan menempatinya adalah santri baru yang mendaftar setelah selesainya perenovasian.” Baca Juga: Selamat Tinggal Surau K dan O Penulis: Muhammad Ilyas Editor: Saeful Bahri bin...
Selamat Tinggal Surau K dan O
“Untuk dua kamar baru ini bisa menampung maksimal 60 orang perkamar.” Tiap tahun, jumlah santri di Pondok Pesantren Sidogiri makin bertambah. Tentunya, bertambah pula kebutuhan terkait hunian santri yang memadai. Begitupun dengan tahun ajaran ini, overload santri membuat Pengurus Harian Pondok Pesantren Sidogiri berinisiatif untuk menjadikan surau yang ada di Daerah K, O, L dan J2 sebagai kamar baru. “Berangkat dari daerah pemukiman lain yang overload, tentunya ini perlu berpikir cara membangun daerah baru. Dan, ini (membangun daerah baru) untuk sekarang masih belum memungkinkan. Sehingga solusi sementara dari pengurus adalah menyekat surau K, O, L dan J2,” jelas Ustaz Abdul Basith (26), Kepala Daerah K saat ditemui di depan kantor MMU Tsanawiyah beberapa waktu lalu. Menurutnya, keputusan ini diputuskan pada rapat dengan Pengurus Harian pada bulan Muharam kemarin. Selanjutnya, surau yang sudah disekat akan dijadikan kamar tambahan bagi daerah-daerah tersebut. Masih menurut keterangan Ustaz Abdul Basith, nantinya kegiatan yang ada di surau, seperti halnya shalat berjemaah, burdah, dibaiyah, munjiyat, kegiatan kebahasaan, dll akan dialihkan ke kamar-kamar. “Jadi memfungsikan kamar sebagai tempat hunian sekaligus tempat kegiatan,” tambah santri asal Rembang, Jawa Tengah ini. Terkait penghuni dua kamar baru di daerahnya, Ustaz Basith menyatakan bahwa pihaknya akan menambah 90 anggota baru dari daerah lain plus 30 anggota lama dari Daerah K untuk menjadi penghuni kamar baru tersebut. “Untuk 90 orang itu diambil dari hasil tes LPBAA akhir tahun kemarin. Sejatinya, 90 orang itu lulus tes masuk daerah Arab, tetapi karena terbatas kuota akhirnya meskipun lulus tes mereka tidak diambil. Jadi, nanti kami dari LPBAA akan mengedarkan surat persetujuan dari daerah asal sehingga nanti setelah fix akan dipindah, di samping persetujuan pribadi dari santri yang akan dipindah.” Berbeda dengan Kepala Daerah K, Ustaz Abd. Ghani (26), Kepala Daerah O mengatakan, “Untuk dua kamar baru ini bisa menampung maksimal 60 orang perkamar. Jadi, total ada 120 santri. Kami akan mengambil penghuninya dari kamar lain alias melakukan pemerataan kamar,” jelas sosok asal Sampang, Jawa Timur ini. Sementara itu terkait kepala kamar, dua Kepala Daerah ini kompak menyatakan bahwa sudah ada nama-nama yang dicalonkan. Penulis: Muhammad Ilyas Editor: Saeful Bahri bin...
Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing
Pondok Pesantren Sidogiri semakin berkembang dengan adanya Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA), yaitu instansi yang fokus pada bimbingan, pengajaran, dan pemantapan bahasa Arab dan Inggris. LPBAA berkerjasama dengan Daerah K dan B untuk mempraktikkan bahasa Arab dan Inggris yang telah dipelajari di kelas. Daerah K yang berhadapan dengan Daerah B menjadi tempat khusus untuk para anggota Arab dan Inggris. Proses pembelajaran bahasa Arab ditempuh selama satu setengah tahun, sedangkan pembelajaran Bahasa Inggris ditempuh selama setahun. Kilas Balik Lembaga ini didirikan pada tahun 1412 H/1992 M. Pada masa itu kegiatan kebahasaan dilakukan setiap pekan dengan mengadakan muhadarah berbahasa Arab. Pesertanya hanya beberapa santri yang ingin mengembangkan bahasa Arab. Visi Terwujudnya peserta didik yang memiliki keunggulan berbahasa Arab dan Asing, sebagai sarana dakwah dan pendalaman ilmu pengetahuan. Misi Melaksanakan pendidikan bahasa Arab dan Asing untuk mencapai empat kompetensi: 1. Istima‘- Listening 2. Hiwar-Speaking 3. Qira’ah-Reading 4. Kitabah-Writing 5. Meningkatkan kualitas SDM dan kedisiplinan Kegiatan Penunjang Kebahasaan Daurah kebahasaan. Untuk melatih kepekaan anggota Arab, pengurus mengadakan muhadarah bahasa Arab dengan mendatangkan narasumber dari Timur Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam selasa pertama dan ketiga dan hanya diikuti oleh murid Mustawa tiga dan murid Aliyah. Kegiatan serupa juga dilaksanakan setiap pagi hari Ahad dan Senin yang dikhusukan untuk murid Mustawa Khas. LPBAA juga melakukan pemutaran audio visual yang dilaksakan setiap sore. Pelatihan Menulis Insya’. LPBAA juga melaksanakan pelatihan menulis insya’. Pematerinya adalah pakar bahasa Arab dari Bangil. Di samping itu, LPBAA menerbitkan 2 media, yaitu mading IBTIKAR yang terbit setiap dua minggudan buletin Hamasah yang terbit satu bulan satu kali. Semua itu untuk mengembangkan tulisan bahasa Arab mereka. Pelatihan Menulis Syair. Pengembangan bahasa Arab juga dilakukan dengan pelatihan kepenulisan syair sastra Arab. Pelatihan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kedua program di atas. Tujuannya adalah mengetahui ketatabahasaan Arab yakni Balaghah, ‘Arudh, dan Qawafi. Kompetisi Kebahasaan Antar Daerah Arab. Kompetisi ini meliputi lomba debat Arab-Inggris, khitabah (pidato), insya’ Arabi (karya tulis Arab), cerita Arab-Inggris dan masrahiyah (drama bahasa Arab) yang dilaksanakan satu kali dalam setahun. Para pemenang biasanya akan mewakili PPS dalam kegiatan lomba kebahasaan di tingkat lokal maupun nasional. 5. Sosialisasi Bahasa Untuk lebih meningkatkan kualitas bahasa, LPBAA juga memasang banner yang diformat dengan percakapan Bahasa Arab. Banner-banner ini diletakkan di berbagai tempat strategis. Ada juga yang diletakkan di depan Daerah B dan K. Kegiatan-Kegiatan LPBAA Kursus Mustawa dan English Course Kursus ini dibagi menjadi 3 tingkatan; 1, 2, dan 3. Pelaksanaannya dilakukan setiap pukul 06.10-07.20 wis pagi mulai hari Sabtu, Ahad, dan Senin. English Course ada dua tingkatan, yaitu Basic Class A dan Basic Class B. English Course ini diikuti oleh anggota kamar Inggris setiap hari Rabu dan Kamis dengan waktu...
Daerah Pemukiman Santri
Fungsi utama dari daerah adalah membangun kepribadian santri dengan cara menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan dari endidikan Madrasiyah dan endidikan Ma’hadiyah. Daerah menjadi salah satu unsur dari sekian banyak kepengurusan Pondok Pesantren Sidogiri yang berfungsi merealisasikan cita-cita Masyayikh Sidogiri untuk mencetak santri ibâdillâh ash-shâlihîn. Fungsi ini tercapai dengan dibentuknya beberapa program Daerah yang menjadi amaliyah keseharian santri meliputi kegiatan ibadah, muthala’ah, ber-mu’âsyarah, membiasakan pola hidup bersih dan sehat, serta berakhlakul karimah. Di Pondok Pesantren Sidogiri, lingkungan merupakan salah satu ujung tombak endidikan di luar sekolah. Daerah merupakan salah satu bidang lahan penerapan endidikan, terutama dari aspek perilaku sehari-hari santri. Sekilas Tentang Daerah Saat ini Pondok Pesantren Sidogiri memiliki 18 pemukiman santri. Masing-masing pemukiman diberi nama dengan menggunakan abjad (A sampai P, dan Z). Secara umum, Daerah santri ini terbagi menjadi dua: Daerah Khusus dan Daerah reguler. Daerah khusus meliputi Daerah A (khusus peserta Tahfizhul-Qur’an), Daerah J (dikhususkan bagi murid-murid Idadiyah yang masih berumur 12 tahun ke bawah), Daerah K dan B (khusus bahasa Arab dan Inggris), Daerah M, N, dan L daerah lanjutan dari Madrasah Idadiyah, Daerah O khusus tahfîzh mutûn (Nazham Alfiyah, ‘Imrithî, dan Maqshûd), Daerah C-15 sampai C-28, tahfizh hadis dan Daerah Z (khusus santri yang menjadi petugas di Kopontren Sidogiri). Visi Terwujudnya santri yang dapat mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Misi 1. Meningkatkan kerja sama Daerah dengan instansi penyelenggara pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri. 2. Mendidik santri untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban agama dan pesantren. 3. Menjadikan Daerah sebagai tempat pengamalan ilmu yang telah dipelajari. Struktur Kepengurusan Daerah Pondok Pesantren Sidogiri Kepengurusan yang ada di daerah ditangani oleh Kepala Daerah (Kepda) dan Wakil Kepala Daerah (Wakepda), dibantu oleh lima orang Baurda (Pembantu Urusan Derah), meliputi Sekretaris Daerah (Sekda); Ubudiyah Daerah (Ubda); Taklimiyah Daerah (Taklimda); Ketertiban dan Keamanan Daerah (Tibkamda); Perlengkapan Sarana Daerah (PSD); dan Kebersihan dan Kesehatan Daerah (Sihhatda). Pengurus inti inilah yang bertugas menjalankan pendidikan terhadap santri di luar madrasah (pendidikan Mahadiyah). Pengurus Daerah bertugas membimbing santri untuk berperilaku dengan baik. Di bawah pengurus inti masih terdapat kepala kamar (Kepma) yang bertugas mengasuh, mengarahkan, serta mengawasi tingkah laku santri. Sebab, Kepma-lah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan santri sehari-hari. Setiap bulannya, semua Pengurus Daerah mengadakan rapat koordinasi dengan Kepala Kamar (Kepma) dan Ketua II Pondok Pesantren Sidogiri. Rapat ini berfungsi sebagai forum konsultasi yang sangat berguna menangani persoalan yang ada di Daerah, khususnya seputar hal-hal yang terjadi di setiap kamar santri. Daerah mempunyai garis koordinasi dengan Ketua II Pondok Pesantren Sidogiri. Ketua II mengangkat pengurus yang bertugas secara intens di Daerah. Setiap bulannya Pengurus Daerah menulis laporan di form khusus tentang perkembangan Daerahnya. Demi mengawali kegiatan setiap harinya, setiap Daerah dipimpin oleh satu orang Kepala Daerah (Kepda) dan satu...