Ikatan Alumni Santri Sidogiri
IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri) adalah organisasi resmi alumnus santri Pondok Pesantren Sidogiri. Lembaga ini didirikan pada tanggal 15 Syaban 1422 H atau 1 November 2001. IASS dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan cita-cita perjuangan para pendiri Pondok Pesantren Sidogiri di bidang-bidang yang menjadi perhatian masyarakat luas, dan untuk mewujudkan semangat kebersamaan di antara para alumni Pondok Pesantren Sidogiri dalam berkhidmat kepada masyarakat. Selain itu supaya pengabdian Pondok Pesantren Sidogiri sebagai khadimul ummah tampak lebih nyata dan merata, melalui kiprah para alumni di tengah masyarakat. Kegiatan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Dakwah dan Sosial Kegiatan Dakwah dan Sosial membawa misi utama yakni nasyrul ilmi dan kesejahteraan umat. Dalam bidang dakwah, IASS sejak awal pendiriannya telah mengirim dai ke daerah-daerah minus agama Islam di Nusantara yang membutuhkan bimbingan keagamaan mulai dari Aceh, Kalimantan Timur, dan Maluku. Sedangkan dalam bidang sosial, IASS membawa misi menyejahterakan alumni dan masyarakat dengan mengadakan kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, nikah massal, donor darah, sunat massal, desa binaan dan pengobatan massal. Pendidikan dan Pelatihan Dalam bidang pendidikan, IASS menjadi mediator bagi alumni dan santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang bangku kuliah. Dalam hal ini, IASS bekerja sama dengan STAI Salahuddin Pasuruan. Kegiatan perkuliahan dilaksanakan di Kantor IASS Pusat setiap hari Jumat. Di samping itu, IASS juga membekali alumni dengan beberapa pelatihan meliputi pelatihan keagamaan, menejemen, keterampilan dan skill, kursus haid, pendidikan shalat, tajhiz mayit, manasik haji, metode al-Miftah lil Ulum, serta enterpreneurship (kewirausahaan). Hukum Positif dan Hukum Islam Karena banyaknya rumah ibadah seperti masjid dan mushalla serta madrasah yang memerlukan izin oprasional, maka IASS bertindak sebagai mediator untuk mengusahakan legalisasi terhadap rumah ibadah dan lembaga pendidikan tersebut. Di samping itu, dalam bidang ini IASS juga memberikan pelatihan pemahaman hukum Islam kepada alumni dan masyarakat yang membutuhkan. Ekonomi dan Bisnis Untuk memberikan bekal keterampilan berwirausaha, IASS melalui bidang Ekonomi Bisnis kerap kali memberikan pelatihan enterpreneur kepada alumni atau santri yang hendak boyong dari pesantren. Bidang Ekonomi dan Bisnis hanya mengatur konsep serta menejemen pelatihannya kemudian dipasrahkan kepada bidang Pendidikan dan...
CEGAH DAN BERANTAS BARANG BERBAHAYA
CB3 adalah instansi yang bergerak mengawasi, menangani, mencegah, dan memberantas, makanan, minuman, dan obat-obatan berbahaya. Dalam memaksimalkan program dan kinerjanya, CB3 menjalin kerjasama dengan intansi lain dalam pesantren dalam hal ini Bagian TIBKAM dan juga dengan instansi di luar pesantren dalam hal ini pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Fungsi dan Tugas CB3 1. Melakukan pengawasan dan penjagaan terhadap santri Pondok Pesantren Sidogiri dari makanan, minuman, dan obat-obatan berbahaya. 2. Mencegah barang berbahaya masuk di kawasan Pondok Pesantren Sidogiri 3. Melakukan pemberantasan barang berbahaya dengan bekerjasama dengan Bagian Tibkam, Kepolisian, dan BNN. 4. Melakukan koordinasi terus menerus dengan mitra kerja dalam mejalankan upaya mensterilkan Pesantren dari barang berbahaya. 5. Melakukan sosialisasi barang berbahaya kepada para santri. 6. Memberi sangsi kepada santri yang melanggar aturan terkait dengan barang berbahaya. Kriteria Barang Berbahaya Haram dikonsumsi secara Syariat Dilarang dalam Undang-Undang Dasar Negara Tidak mendapat stempel halal MUI Tidak terdaftar di BPOM Mendapat himbauan khusus dari Dinas Kesehatan Visi Mewujudkan cita-cita Pondok Pesantren Sidogiri dalam mencetak santri sebagai ibâdillâh ash-shâlihîn Misi Menjaga, mengawasi, dan mencegah santri dari mengonsumsi makanan, minuman dan obat-obatan berbahaya. Menjaga santri dari efek negatif budaya luar yang tidak sesuai dengan prinsip Pondok Pesantren Sidogiri. Kilas Balik Sebelum terbentuknya Bagian CB3, Bagian Ketertiban dan Keamanan (TIBKAM) Pondok Pesantren Sidogiri beberapa kali menyelidiki dan mengungkap kasus pengedaran obat-obatan terlarang yang mulai beroperasi di sekitar kawasan pesantren. Bahkan pada kisaran tahun 1436 H. Bagian TIBKAM Pondok Pesantren Sidogiri bekerjasama dengan pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba yang mengedarkan narkoba pada salah satu santri. Pernah pula ada santri yang terungkap menyimpan obat-obatan terlarang. Setelah diselidiki, ternyata santri tersebut mengonsumsi obat-obatan terlarang semenjak sebelum menyantri dan baru terungkap ketika ada di pesantren. Oleh sebab itu, untuk mengawasi dan menjaga santri dari makanan, minuman, dan obatan-obatan yang dianggap berbahaya, pengurus menganggap perlu untuk membentuk instansi khusus yang menangani hal tersebut. Kemudian dibentuklah Bagian CB3 dan diresmikan oleh Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri pada 15 Syaban 1438 H. Bagian CB3 tidak hanya mengawasi dan menjaga santri dari bahaya obat-obatan terlarang, namun juga dari minuman dan makanan yang dapat memberi dampak negatif pada santri jika dikonsumsi secara berlebihan. Akhirnya, pada tahun 1439 H, melalui berbagai proses dan pertimbangan, pengurus memberlakukan aturan larangan mengonsumsi mie instan, minuman bersoda dan minuman dengan bahan pemanis buatan. Tak hanya memberi imbauan kepada santri, Bagian CB3 juga menyampaikan surat edaran perihal peraturan tersebut kepada para penjual yang beroperasi di sekitar Pesantren. Adapun untuk toko Basmalah yang berada di dalam kawasan pesantren, Bagian CB3 tidak hanya melayangkan surat edaran, namun juga melakukan peninjauan langsung untuk mensterilkan makanan dan minuman yang dilarang dikonsumsi...
Pemulangan Santri
Sejak ratusan tahun lalu, Pondok Pesantren Sidogiri telah menetapkan agenda pulangan dua kali dan satu tahun pelajaran: Libur maulid mulai dari tanggal 9 s.d. 15 Rabiul awal selama 7 hari. Dan libur Ramadan, 20 Syaban s.d. 14 Syawal selama ±55 hari. Kebijakan ini bertujuan agar para santri dapat melihat dan belajar langsung dari lingkungan masyarakat, sekaligus bersilaturrahmi dengan sanak famili setelah selama satu semester ditempa di pesantren dan belajar berbagai ilmu agama dan kemasyarakatan. Tujuan lainnya adalah agar dapat merayakan Maulid Nabi bersama keluarga dan masyarakat setempat sekaligus agar mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh. Agar proses pulang santri menjadi teratur, pengurus menyediakan kendaraan (bus dan minibus) untuk mengantarkan santri ke titik terdekat dari tempat tinggal mereka. Semua santri diwajibkan mengikuti rombongan yang telah disediakan oleh pengurus. Sementara santri yang rumahnya jauh, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan luar negeri, Panitia Pemulangan Santri Libur memberikan pelayanan pembelian tiket sesuai kebutuhan mereka. Ketentuan umum tentang pulangan santri adalah sebagai berikut: Pemulangan dilakukan pada puku 06:00 wis pagi.Santri yan hendak pulang diwajibkan mengikuti kendaraan yang disediakan oleh pengurus.Santri yang pulang diwajibkan megenakan seragam sekolah lengkap; berbaju putih, sarung hijau, dan songkok putih, baik saat pulang dari maupun kembali ke Sidogiri.Santri yang pulang diwajibkan kembali ke Pondok Pesantren Sidogiri pada hari dan tanggal yang telah diteapkan, selambat-lambatnya pukul 06:00 sore (sebelum maghrib) Semua santri harus membawa surat izin dari PengurusSemua santri harus mengikuti rombongan yang telah disiapkan oleh pengurus, kecuali santri junior yang telah dijemput oleh walinya. Tabel Kendaraan yang Disediakan oleh Pengurus Alamat TITIK TURUN TERJAUH Surabaya Terminal Purbaya (via tol) Sidoarjo Terminal Purbaya Surabaya Bangkalan Terminal Kamal, Blega, dan Tanjung Bumi Sampang Omben, Ketapang, Karang Penang Pamekasan Terminal Lama dan Baru Pamekasan Sumenep Kota Sumenep Bawean Pelabuhan Gresik Probolinggo Terminal Banyuangga (Probolinggo) Lumajang Terminal Wonorejo (Lumajang) Malang, Batu, Blitar Terminal Arjosari Jember (via tanggul dan Kencong) Terminal Tawangalun dan Kencong Banyuwangi Terminal Banyuwangi Situbondo Terminal Situbondo Bondowoso Terminal Bondowoso Jabodetabek Stasiun Tanjung Priok Bali Terminal Denpasar Pasuruan Kraton, Warungdowo Wonorejo, Purwodadi, Pandaan, Bangil, Pasarepan, dan Nguling Lainnya Terminal Purabaya...
BAGIAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Bagian Kebersihan Lingkungan (Sihli) adalah instansi yang bertugas menangani masalah kebersihan lingkungan di Pondok Pesantren Sidogiri. Petugas SIHLI rutin membersihkan area Pondok Pesantren Sidogiri sebanyak tiga kali setiap hari. Dengan demikian stabilitas kebersihan lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri dapat terjaga dengan optimal. Sehingga tercipta lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri yang BASIT (Bersih, Aman, Sehat, Indah, dan Tertib). Visi Terciptanya lingkungan Pesantren yang bersih, nyaman, dan indah untuk mendukung penyelenggaraan seluruh kegiatan di Pondok Pesantren Sidogiri. Misi Menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan indah di setiap lingkungan dan area Pondok Pesantren Sidogiri. Mewujudkan pelayanan kebersihan secara maksimalMewujudkan kesadaran dan kepedulian atas kebersihan dan pelestarian lingkungan. Kilas Balik Latar belakanag dibentuknya Instansi SIHLI adalah jumlah santri yang kian tahun semakin bertambah sehingga menjadikan lingkugan Pondok Pesantren Sidogiri cukup padat dan berdampak pada perawatan lingkungan dan kebersihan yang perlu ditangani secara intens. Kemudian dibentuklah unit khusus yang menangani perawatan dan kebersihan lingkungan yang diberi nama dengan Bagian SIHHAT (Kebersihan dan Kesehatan). Dan semenjak tahun kepengurusan masa khidmah 1428-1430 H. terjadi perubahan nama pada instansi ini menjadi Bagian SIHLI (Kebersihan dan Lingkungan). Fungsi dan Tugas Secara struktural Bagian SIHLI berada di bawah koordinasi Ketua IV Pondok Pesantren Sidogiri. Dalam hal kepengurusan, SIHLI dipimpin oleh satu Kepala Bagian (Kabag) yang bertugas mengatur, membina, dan mengawasi pelaksanaan tugas dan program kebersihan. Di bawah koordinasi Kabag SIHLI, terdapat unit-unit khusus yang memiliki fungsi dan tugas berbeda, sebagai berikut: Kebersihan Jemuran, Jeding, dan Sungai (KJJS). Bertugas menjaga kebersihan dan fasilitas kamar mandi, sungai, dan jemuran. KJJS memiliki jadwal rutin (harian dan mingguan) dalam membersihkan, menguras, menyapu, dan menjaga kebersihan kamar mandi, cuci, dan kakus (MCK), tempat jemuran pakaian santri, dan sungai. Kebersihan Jemuran, Jeding, dan Sungai Daerah I (KJJI). Bertugas menangani kebersihan fasilitas yang berada di Daerah I. Meliputi jemuran, jeding, dan sungai Daerah I. Petugas KJJI ini khusus santri yang bermukim di Daerah I. Dibentuknuya petugas KJJI secara khusus ini mempertimbangkan lokasi Daerah I yang berjauhan dengan daerah-daerah lain dan memerlukan penanganan dan fasilitas tersendiri. Petugas Kebersihan Umum (PKU). Bertugas menyapu area Pondok Pesantren Sidogiri sebanyak tiga kali sehari yaitu pagi (07: 30-selesai), siang (12:30-selesai), dan sore (17:15-selesai). Sehingga dengan adanya operasi ini area Pondok Pesantren Sidogiri benar-benar bisa terjaga kebersihannya. PKU juga menggalang gerakan kebersihan yang disebut dengan Operasi Semut. Gerakan ini merupakan upaya penyadaran kepada santri perihal kebersihan dan kerapian lingkungan. Program Kerja SIHLI merupakan mitra kerja Klinik Sidogiri dengan spesifikasi tugas yang saling melengkapi; Bagian SIHLI bertugas mencegah dan mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit yang dikhawatirkan menjangkit para santri dengan cara menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat; sementara Klinik Sidogiri bertugas mensosialisasikan pola hidup sehat dan mengobati penyakit yang sedang diderita santri. Salah satu upaya...
PENGADAAN, PERBAIKAN, DAN PERAWATAN SARANA
P3S merupakan instansi yang menangani pengadaan, perbaikan, dan perawatan sarana-prasana di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS). Keberadaan P3S sangat diperlukan untuk membantu kegiatan dan program di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS), agar berjalan dengan baik dan maksimal. Visi Terwujudnya sarana-prasarana yang layak, tertata rapi, indah, serta pelayanan yang nyaman untuk mendukung lancarnya aktivitas di Pondok Pesantren Sidogiri. Misi Mewujudkan sarana-prasarana yang menunjang lancarnaya semua aktivitas di Pondok Pesantren Sidogiri.Mewujudkan pelayanan baik dan maksimal kepada semua instansi yang memerlukan. Kilas Balik Suatu pendidikan akan berjalan lebih baik dan optimal jika ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik. Kemajuan Sidogiri juga tak lepas dari sarana dan prasarana. Sejak 1988, Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) membentuk istansi yang menangani pengadaan, perbaikan, dan perawatan sarana PPS. Instansi itu bernama Pekerjaan Umum (PU), namun pada tahun 1996, nama itu diubah menjadi Pekerjaan Umum dan Pembangunan (PUPEM). Pada 2003 nama itu diganti kembali menjadi Pengadaan, Perbaikan, dan Perawatan Sarana (P3S). Instansi ini kerap kali bekerjasama dengan tenaga profesional seperti arsitek atau kontraktor, dalam menanganani pembangunan skala besar. Fungsi dan Tugas P3S membentuk beberapa tim khusus untuk menangani beberapa sarana dan prasarana yang diperlukan oleh PPS. Mereka ditugaskan sesuai bidang masing-masing. Diantaranya: PPLD (Pengawasan dan Pemeliharaan Lampu Diesel) Perlengkapan lampu, kipas angin, blower, penataan kabel, perawatan genset, pompa air, dan tempat wudu merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh PPS. Semua itu ditangani oleh PPLD. Selain itu, tim PPLD juga melayani keluarga Sidogiri dan guru Sidogiri yang telah mendapatkan rekom dari Ketua IV PPS atau Ketua P3S ketika dibutuhkan. PPI (Perlengkapan dan Pemeliharaan Inventaris) PPI ditugaskan untuk menangani perlengkapan inventaris PPS, seperti melakukan perbaikan dan perawatan semua gerobak sampah, menyiapkan pentas, terop, dan sarana yang dibutuhkan oleh PPS. Elektro Sound system dan perlengkapannya yang dibutuhkan oleh daerah dan instansi PPS ditangani oleh Elektro. Tim Elektro juga bertugas menyiapkan segala kebutuhan sound syistem dalam berbagai acara PPS, seperti Pengajian Kitab, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), pembacaan Tausiyah malam pulangan, Haul Masyayikh, dan kegiatan yang lain. Program Kerja P3S bekerjasama dengan arsitek profesional untuk membuat maket gedung (master plan). P3S memiliki program kerja setiap tahunnya berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan ke berbagai lokasi di PPS, serta usulan dari instansi yang membutuhkan. Program yang belum terlaksana dan atau belum rampung (pada satu tahun pelajaran) akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. P3S jug sering mengadakan Diklat (Pendidikan Kilat) bagi para petugasnya, untuk menjaga militansi dan profesionalitas petugas. P3S juga menghimbau para santri agar turut menjaga infrastruktur pesantren dengan...
Klinik Sidogiri
Klinik Sidogiri adalah instansi yang memberi pelayanan kesehatan bagi santri, guru, pengurus Pondok Pesantren Sidogiri, dan masyarakat umum dengan pelbagai jenis pelayanan. Beberapa tindakan promotif dan tindakan preventif dilakukan secara berkala demi mencipta kondisi santri dan lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri yang sehat. Instansi ini juga melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan seseorang, terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan. Visi: Terwujudnya Klinik Sidogiri sebagai pusat layanan kesehatan yang profesional. Misi: Mewujudkan sistem layanan kesehatan yang meliputi orientasi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.Mewujudkan mutu layanan Klinik Sidogiri yang mendukung peningkatan kepercayaan santri dan masyarakat umum. Kilas Balik Pada mulanya, untuk menanggulangi kesehatan santri yang terganggu, Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mendatangkan dokter dari luar dan pada hari-hari tertentu mengadakan suntik massal di depan Kantor Pusat. Pada tahun 1983 (versi lain 1987) terealisasilah pembangunan Balai Kesehatan Santri dan disingkat dengan BKS. Sejak keberadaan BKS inilah kesehatan santri kemudian bisa ditangani lebih intensif daripada sebelumnya. Kemudian pada tahun 2004, BKS mengalami perkembangan peran dan fungsi; tidak hanya meberikan pelayanan kesehatan untuk para santri, akan tetapi juga membuka pelayanan kesehatan untuk umum, terutama bagi masyarakat yang ada di sekitar Pondok Pesantren Sidogiri, maka kemudian nama BKS diganti dengan Balai Pengobatan Sidogiri (BPS). Dan pada tahun 2014 berganti nama kembali menjadi Klinik Sidogiri atas rekomendasi dari Dinas Kesehatan Pasuruan. Strukur Kepengurusan Menampilkan struktur kepengurusan dalam bentuk bagan beserta fungsi dan tugasnya Jenis Pelayanan Klinik Sidogiri sentiasa memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan professional sehingga benar-benar menjadi pusat layanan kesehatan santri dan masyarakat umum yang optimal. Berikut adalah jenis pelayanan Klinik Sidogiri: Rawat jalanRawat inapUGDPenyuluhan kesehatanPelayanan konsultasi kesehatanCek LaboratoriumPoli OptikPoli GigiPoli THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan)Poli ParuPoli UmumPijat & BekamKhitanRujukanAdministrasiAmbulans siaga 24 jamdll Sasaran Khusus pasien santri, pengurus, dan guru, Klinik Sidogiri dibiaya oleh Pondok Pesantren Sidogiri dari dana APB (Anggaran Pendapatan dan Belanja). Sedangkan untuk keluarga pengurus dan keluarga guru, biaya kesehatan diambilkan dari Dana Sosial (Dansos). Waktu Pelayanan: Pelayanan Klinik Sidogiri beroperasi sesuai jadwal berikut: 24 Jam untuk unit gawat daruratUntuk unit biasa dibagi menjadi tiga sesi: Pagi jam 09:00 s/d 12:00 (WIs); Siang jam 14:00 s/d 17:00 (WIs); Malam jam 20:00 s/d 21:00 (WIs). Dengan demikian Klinik Sidogiri bisa melayani santri dan masyarakat umum selama 24 jam. Klinik Sidogiri juga menyediakan sarana ruang rawat inap bagi santri sakit yang sudah mendapatkan rekomendasi dokter. Sedangkan pasien yang terjangkit penyakit menular dipisah dengan penderita penyakit lain. Dokter mengontrol pasien pada pagi hari Rabu, Kamis, Jumat, dan Ahad. Selain hari-hari tersebut, ditangani oleh paramedis. Laboratorium Klinik Sidogiri Keberadaan Laboratorium Klinik Sidogiri sebagai salah satu upaya memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap...