Ust. Ahmad Dayrobi: Modernitas, Jangan Abaikan Tatanan Hidup Ala Sufi

share to
Antusias: Para pemustaka menyimak dan mengkonsultasikan pemahamannya terkait ilmu tasawuf kepada Ust. Dayrobi Naji dalam acara Konsultan Non-Reguler

Antusias: Para pemustaka menyimak dan mengkonsultasikan pemahamannya terkait ilmu tasawuf kepada Ust. Dayrobi Naji dalam acara Konsultan Non-Reguler

Tatanan tasawuf (hidup ala sufi) di era digital ini sudah mulai redup. Dikalangan masyarakat modern hidup ala sufi sangat jarang kita jumpai. Kehidupan materialais betul-betul mengakar dengan kuat di tengah-tengah masyarakat kita, sehingga napak tilas hidup ala sufi tergantikan oleh hingar-bingarnya gaya hidup modern yang semakin beragam.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Ust. Ahmad Dairobi Naji, pengamat tasawuf, dalam acara Konsultan Non-Reguler yang diadakan Perpustakaan Podok Pesantren Sidogiri, bertajuk ‘Membumikan Tasawuf di Era Modern, Sabtu malam (20/11).

“Bahkan di lingkungan pesantren sendiri kehidupan sufistik tidak seramai dulu lagi. Ada, namun segelintir saja santri-santri yang betul-betul mempraktekkannya” ungkap penulis rubrik Khanikaq Sufi di majalah Sidogiri Media ini.

Lebih lanjut mantan Kepala Perpustakaan Sidogiri ini bercerita geliat tirakat santri pada 15 tahunan yang lalu. “Dulu kerap kali saya temukan yang tidak sandalan karena takut terbiasa memakai sandal, sehingga nantinya akan menginjak sandal teman-temannya,”akunya.

Bahkan apabila mau menanak, sisa kayu bakar milik temannya pasti dibersihkan terlebih dahulu, atau diminta halalnya. Saat menjemur pakaian, jika ada pakaian milik santri lain yang dijemur meski sudah kering serta tidak ada tempat lain, ia tidak akan memindahkan pakaian itu.

“itu semua karena khawatir pemilik tidak rela. Inilah sikap warak yang menjadi bagian dari kehidupan para sufistik dalam ilmu tasawuf,” ujar Alumnus PPS itu, mengenang masa-masa mondoknya.

Nah, di era modern ini kata Ahmad Dairobi, mengaplikasikan hidup ala sufi harus kita pertahankan. Modernitas jangan sampai mengabaikan tatanan hidup sufistik.  “Modernitas kita rangkul, tapi jangan lupakan tatanan hidup para sufi untuk kita aplikasikan,” tandasnya. []

===
Penulis : Ilham Akbar
Editor   : Muh Kurdi Arifin

 

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *