Hingga berita ini ditulis, Bangkalan tetap menjadi konsulat dengan warga terbanyak kedua setelah Pasuruan. Malam Jumat (25/07) konsulat yang masyhur dengan sebutan kota salawat ini, mengadakan sosialisasi pertama kali. Bertempat di gedung as-Suyuthi.
Pembahasan utama dalam acara ini adalah pelantikan pengurus konsulat, serta ketua komisariat di masing-masing kecamatan. Pengurus inti meliputi ketua, wakil, bendahara, sekretaris, wakil sekretaris, serta pengurus haul dan pesantren Ramadan (Pesrom).
“Karena gerak batin konsulat dan komisariat ditiadakan, sudah sepatutnya kita semarakkan haul Masyayikh Sidogiri yang akan diadakan di Bangkalan,” titah Ust. Raghib Tamimi, Ketua Konsulat Bangkalan tahun ini. Tepatnya periode 1440-1441 H.
Sesuai dengan data di database pesantren, warga konsulat Bangkalan tembus angka dua ribu santri. “Alhamdulillah, Bangkalan tetap menjadi konsulat dengan warga terbanyak kedua, setelah Pasuruan,” ungkap Ust. Abd. Muiz, Ketua Konsulat Bangkalan periode 1438-1439 H.
_____
Penulis: Muhammad ibnu Romli
Editor: Saeful Bahri bin Ripit



