Seks Pakai Kondom
Agu25

Seks Pakai Kondom

a. Deskripsi Masalah Sebagaimana dimaklumi, suami yang berhubungan intim dengan istrinya dapat menyebabkan hadats. b. Pertanyaan Bagaimanakah jika suami tersebut bersenggama dengan memakai kondom), apakah juga menyebabkan hadats? c. Jawaban Hal semacam itu tetap dapat menyebabkan hadats. d. Rujukan مُوْجِبُهُ خُرُوْجُ مَنِيِّهِ، وَدُخُوْلِ حَشَفَةٍ فَرْجًا، (قوله فرجا) قُبُلًا أوْ دُبُرًا وَلَوْ مِنْ مَيِّتٍ أوْ بَهِيْمَةٍ مَعَ إِكْرَاهٍ أوْ نَوْمٍ أوْ نِسْيَانٍ وَبلِاَ إِنْزَالٍ، ومِنْ ذَكَرٍ  أَشَلَّ وغَيْرِ مُنْتَشِرٍ وبِحَائِلٍ كَلَفِّ خِرْفَةٍ عَلى الذَّكَرِ وَلَوْ غَلِيْظَةً إهـ (نهاية الزين, 26-27, 29). بَابُ الغَسْلِ، مُوْجِبُهُ مَوْتٌ–إلى أن قال-وَجَنَابَةٌ بِدُخُوْلِ حَشَفَةٍ أوْ قَدْرِهَا فَرْجًا (قوله فرجا) وَلَوْ غَيْرَ مُشْتَهًى كَأَنْ كَانَ بَهِيْمَةً أو مَيِّتَةً أوْ دُبُرَ ذَكَرٍ أوْ كَانَ عَلى الذَّكَرِ خِرْقَةٌ مَلْفُوْفَةٌ وَلَوْ غَلِيْظَةً إهـ (مغني المحتاج,...

Selengkapnya
Gerakan Waspada Narkoba
Agu22

Gerakan Waspada Narkoba

Sebagai bentuk kehati-hatian, di awal tahun ajaran kali ini Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan tes urin pada semua santri baru yang berumur 13 tahun ke atas. Dalam hal ini Tim Cegah dan Berantas Barang Berbahaya (CB3) ditunjuk sebagai pelaksana dan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan. Penyalahguna atau pecandu obat-obatan terlarang di Indonesia semakin marak, hampir semua kalangan masyarakat terjangkit dan dinyatakan positif menggunakan narkoba lebih-lebih golongan remaja, peningkatannya cukup signifikan dalam satu dekade terakhir. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan menuntut kita untuk selalu berhati-hati dan wawas diri. Pondok Pesantren sebagai pusat pendidikan islam tentu tidak ingin salah satu santrinya terjerumus atau menjadi korban kekejaman narkoba. Untuk menghindari hal itu, dua tahun silam Sidogiri dengan tim CB3nya membentuk Relawan Anti Narkoba yang sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan dari BNN tingkat kabupaten. Tugas mereka adalah melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam ruang lingkup pesantren. “Mereka  sudah beroperasi sejak dua tahun lalu dan melakukan tes urin pada semua santri, tapi dengan sistem seleksi. Artinya, hanya santri yang memiliki ciri pecandu yang kami periksa,” papar Ustaz Anshori Ali, Kepala Bagian (Kabag) CB3.  Setelah melakukan pencegahan dengan sistem seleksi, CB3 kembali membuat program, yakni melakukan tes urin pada semua santri baru yang berusia 13 tahun ke atas sebagai salah satu syarat menjadi santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri. Kabag CB3 menjelaskan bahwa program ini bekerjasama dengan BNN tingkat kabupaten. Tim CB3 hanya melakukan pengambilan sampel urin dan pemeriksaan Skrining dengan metode Onsite Strip Test. Sementara yang memiliki kebijakan untuk menetapkan status positif adalah BNN Pasuruan. Hal ini karena pemeriksaan Skrining terkadang kurang spesifik dan dapat menyebabkan hasil positif palsu sekalipun tingkat presisi dan akurasinya masih dapat diterima. Sehingga nanti hasil Skrining yang positif, urinnya akan diserahkan pada BNN untuk ditindak lanjuti dengan pemeriksaan lanjutan (konfirmasi). Hasil pemeriksaan BNN akan menjadi keputusan akhir. Bagi yang ditetapkan positif oleh BNN akan direhabilitasi dan tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran sebagai santri baru sampai ada surat rekomendasi dari BNN atau Rumah Sakit terkait. Kemudian Kabag CB3 sedikit mengungkap rencana kedepan mengenai program Relawan Anti Narkoba, “Ada rencana pemeriksaan Skrining bagi seluruh santri aktif,” pungkas sosok yang pernah menjabat sebagai Kabag Tibkam Pondok Pesantren Sidogiri. Penulis: Mohammad Iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Jam’iyah Baru Turut Memeriahkan Hari Kemerdekaan
Agu21

Jam’iyah Baru Turut Memeriahkan Hari Kemerdekaan

Jumat (20/08), Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS), membuka jam’iyah baru yaitu “Jam’iyah Sastra”. Bertempat di gedung an-Nawawi, pembukaan kegiatan sastra tersebut sekaligus untuk memeriahkan kemerdekaan yang ke-75 Republik Indonesia. Pembukaan ini dikoordinir langsung oleh pihak PP-ISS serta rekan pengurus Jam’iyah Sastra. Acara meliputi: Pemutaran videoPertunjukan instrumen puisiPertunjukan drama kolosalPertunjukan teater kemerdekaanSambutanPelantikan PembinaPenutup-doa Jam’iyah ini boleh diikuti oleh seluruh Santri Sidogiri dari semua tingkatan. Tujuannya tidak lain adalah untuk membangkitkan jiwa sastra para santri. “Tujuan diadakannya jam’iyah baru ini, agar menjadi wadah sekaligus mengkader para santri yang memiliki jiwa sastra.” Tutur ustadz A. Zainil Afkar, wakil III PP-ISS dalam sambutannya. baca juga: Instruksi Penerapan Protokol Kesehatan Pondok Pesantren Sidogirih Harapan pengurus kedepannya, agar santri bisa mengasah kemampuannya dalam bersastra dan terus berkarya terlebih dakwah melalui jalan sastra. “Harapan kami semoga kedepannya santri akan terus semangat berkarya dan berdakwah melalui berbagai kemampuannya terlebih dengan satra yang belakangan hari mulai digandrungi oleh masyrakat.” Tukas beliau sambil menutup sambutan pada malam pembukaan. _______ Penulis: Nur Hudarrohman Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Selamat Tahun Baru 1442 H
Agu20

Selamat Tahun Baru 1442 H

Semoga Allah senantiasa ada dalam setiap langkah kita....

Selengkapnya
Nasib BMW ke-60 di Masa Pandemi
Agu19

Nasib BMW ke-60 di Masa Pandemi

Perubahan sistem pembagian waktu pelajaran di Madrasah Miftahul Ulum tingkat Tsanawiyah dan Ibtidaiyah tahun ini mengharuskan Bahtsul Masail Wustha (BMW) antar pesantren se Jawa-Madura dipastikan tidak dapat diselengaran sebagaimana mestinya. Bahkan, bisa saja tidak terlaksana sama sekali. Selain untuk mencapai kata sepakat dalam memutuskan suatu masalah, musyawarah di kalangan pesantren merupakan sarana yang dinamis untuk melatih kepekaan dan ketajaman berpikir santri dalam memahami sebuah redaksi di kitab kuning. Maka, tidak heran jika pesantren-pesantren di Indonesia menganggap musyawarah sebagai kegiatan yang urgen. Sebab itulah, Pondok Pesantren Sidogiri senantiasa mengadakan kegiatan musyawarah antar santri dari berbagai tingkatan yang waktunya sudah diatur oleh instansi-instansi terkait. Di samping itu, Pondok Pesantren Sidogiri juga mengadakan musyawarah antar pesantren se Jawa-Madura yang dikemas dalam acara Bahtsul Masail Wustha. BMW biasa digelar pada hari libur bulan Muharam pasca Imtihan Dauri (IMDA) I tingkat Tsanawiyah dan Ibtidaiyah. Untuk tahun ini, sehubungan dengan berubahnya model kurikulum di kedua tingkatan tadi, dari tiga sesi (IMDA) menjadi dua sesi (Semester) disebabkan molornya hari kembali santri karena pandemi, BMW dipastikan tidak bisa terlaksana tepat waktu sebagaimana yang sudah dijadwalkan setiap tahunnya karena tidak ada jatah libur IMDA di bulan Muharam. Bahkan, Kepala Kuliah Syariah, Ust. Kholil, selaku pihak penyelenggara mengatakan bahwa BMW tidak hanya dipastikan mundur, tetapi kemungkinan besar gagal terlaksana, “Ada dua kemungkinan, mundur atau tidak sama sekali,” terangnya. Dua kemungkinan di atas tidak lepas dari ketidakpastian adanya libur maulid dan selesainya pandemi. Sebab, peserta BMW adalah santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri dan dari pesantren lain. Jika pulangan maulid diadakan atau ditiadakan tetapi pandemi masih berlanjut. Maka, acara BMW tahun ini tidak bisa terlaksana, “Bisa digelar bulan Maulid kalau santri tidak pulang dan masa pandemi selesai karena pesertanya juga dari luar pesantren,” imbuh Ust Kholil. _______ Penulis: Mohammad iksan Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya