LAZ Sidogiri Menuju LAZNAS: Dapat Lampu Hijau dari RZ
Des14

LAZ Sidogiri Menuju LAZNAS: Dapat Lampu Hijau dari RZ

Harapan LAZ Sidogiri untuk menjadi LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) mendapat lampu hijau dari beberapa pihak. Hal ini ditandai dengan penandatangan MOU antara LAZ Sidogiri dengan RZ semenjak satu yang lalu, tepatnya pada Senin (12/01). Menurut berita yang diliris www.rumahzakat.org penandatanganan ini dilaksanakan oleh Sekertaris pengurus LAZ Sidogiri, MH Masykuri Abdurahman saat mengunjungi kantor RZ cabang Matraman Jakarta dengan menghasilkan sebuah program optimalisasi pengelolaan dana zakat, infaq dan shadaqah. Sinergi ini dilandasi dengan kesamaan visi akan semangat memberdayakan masyarakat. Menurut keterangan Masykuri, bahwa LAZ Sidogiri telah berdiri sejak tahun 2005. Di tingkat kabupaten, LAZ Sidogiri diresmikan oleh Bupati dan berkembang sampai tingkat Provinsi hingga sekarang telah menjadi salah satu LAZ Nasional. “Menurut informasi yang dirilis oleh Kementrian Agama, Potensi Zakat pertahun berkisar antara 217-270 Trilyun, bila dikelola bersama-sama akan dapat mensejahterakan masyakarat yang memang membutuhkan,” ujar MH Masykuri Abdurahman. Dana zakat, ifaq dan shadaqah mempunyai peranan penting dalam pengembangan sosial masyarakat. Pada dasarnya zakat adalah masuk dalam tatanan sosial, karena beroperasi dalam menjamin sendi-sendi sosial dan dapat mencegah terjadinya kriminal sehingga akan terwujud di antara mereka saling menanggung sesama manusia. “Orang yang merasa kuat akan merangkul orang yang lemah, miskin, membantu Ibnus Sabil dan dapat mendekatkan jarak di antara mereka. Zakat berusaha menghilangkan dengki antara orang yang lemah dan kuat,” ucap Nur Efendi, CEO RZ. Efendi berharap melalui kerjasama ini dapat menjadi gambaran bagi lembaga-lembaga lain dalam program optimalisasi dana ZIS untuk lebih profesional dan bisa lebih baik lagi.[] === Penulis : Yadi Mulyadi Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Raker 2016 LAZ Sidogiri Targetkan menjadi LAZNAS
Des13

Raker 2016 LAZ Sidogiri Targetkan menjadi LAZNAS

Menjelang akhir tahun 2015, LAZ Sidogiri mengadakan Rapat Kerja (RAKER) tahun 2016, pada Selasa-Rabu (01-02/12). Hal ini sebagaimana yang sampaikan laman www.Lazsidogiri.org beberapa hari yang lalu. Rapat tahunan kali ini diselenggarakan di Villa Foresta INN, Jl. Foresta No. 20 Tretes Jawa Timur, dengan dihadiri oleh seluruh pengurus inti dan staf LAZ Sidogiri. Dalam rapat tersebut, dievaluasi seluruh kinerja dan pencapaian lembaga Pondok Pesantren Sidogiri tersebut selama setahun. Selain evaluasi kinerja badan pelaksana LAZ Sidogiri tahun 2015, agenda utama RAKER ini adalah untuk merencanakan program kerja LAZ Sidogiri tahun 2016. Dalam sambutannya Direktur LAZ Sidogiri HM. Masykuri Abdurrahman mengatakan, diharapkan LAZ Sidogiri ke depan dapat menjadi LAZNAS, “Untuk itu, direncanakan target pendapatan LAZ Sidogiri ke depan pencapaianya 50 M,” tegasnya. Agar harapan ini dapat terwujud, dalam RAKER tersebut juga dibahas job desk divisi funding, marketting, operasional, program, serta penyusunan SOP, dan JUKNIS. Sebagai lembaga sosial yang berada di bawah payung hukum Rumah Zakat (RZ), LAZ Sidogiri menghadirkan senior Manager RZ Cholidin sebagai pembimbing. Turut hadir di RAKER tersebut CEO Rumah Zakat, Nur Efendi memberikan arahan-arahan. === Penulis : Ahmad Fausi Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
Drs. Jailani Abdillah: Metode Pembejaran itu Harus Kreatif
Des12

Drs. Jailani Abdillah: Metode Pembejaran itu Harus Kreatif

Madrasah Tarbiyah Idadiyah terus berbenah dalam meningkat efekfitas KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), sehingga tercipta suasana menyenangkan dan memudahkan para peserta untuk memahami baca kitab dengan cepat. Terbukti dengan adanya pelatihan dan bimbingan bagi dewan guru Tarbiyah Idadiyah pada Sabtu malam (05/12). Pelatihan yang bertempat di ruang Auditorium Sekretariat Lt. II. ini menghadirkan Drs. HM. Jailani Abdillah dari Surabaya sebagai pemateri. Narasumber jebolan IAIN Sunan Ampel yang juga pendiri Yayasan Ibnu Husain Surabaya dalam kesempatan kali ini, banyak menekankan pentingnya sebuah metode dalam mengajar. Menurutnya  dengan metode hal sulit bisa disulap menjadi gampang. “Metode yang paling efektif adalah metode yang kreatif,”ungkapnya. Selanjutnya, alumnus PPS tahun 1980 an ini menjelaskan konsep awal pengajaran di Tarbiyah Idadiyah diantaranya adalah jadilah Anda sebagai pelatih bukan sebagai pengajar, bangkitkan motivasi murid, ibda’ bi nafsik, kuasai materi pelajaran, mengajar harus menyenangkan dan kreatif, komunikasikan semua kendala, dan kembalikan semua pada Allah. “Metode pengajaran Tarbiyah Idadiyah ini dikhususkan pada santri yang baru belajar ilmu alat, makanya cara pembelajarannya berbeda dengan yang lain,” pungkas pria yang sudah berumur 6o tahunan namun aktif mengajar dengan pulang pergi dari Surabaya ke PPS selama 40 tahun ini.[] === Penulis : Musaif Ali Editor   : Muh.Kurdi...

Selengkapnya
Gedung Balai Diklat Santri Profesional Akan Rampung 2016
Des11

Gedung Balai Diklat Santri Profesional Akan Rampung 2016

Pembangunan gedung Balai Diklat Santri Profesional IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri) saat ini sudah mencapai tahab tahap konstruksi finishing. Hal ini sebagaimana yang dilansir laman www.iass.org beberapa hari yang lalu. Diberitakan pembagunan proyek yang berlokasi di Jl. Raya Sidogiri KM.1 Sungiwetan Pohjentrek Pasuruan tersebut sempat mangkrak beberapa tahun karena suatu hal. Baru beberapa bulan yang lalu pembangunan gedung 3 lantai ini, digenjot kembali. PT. Graha Yasa Anugrah Trenggalek yang ditunjuk melaksanakan pekerjaan ini sangat disiplin mengikuti jadwal pembangunan. Sampai 28 Nopember 2015 lalu, realita pembangunan telah mencapai 86 persen. Ketua Pembangunan Gedung Balai Diklat Santri Profesional, H. Abdulloh Karim mengatakan, pembangunan proyek ini ditargetkan selesai pada bulan Desember. “InsyâAllah pertengahan bulan Desember ini sudah rampung,” tuturnya di Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri, Ahad (05/12/2015). Sementara, kata Abdulloh melanjutkan, untuk peresmian pembukaan Gedung Balai Diklat Santri Profesional ini masih belum ditentukan. Yang pasti pada tahun 2016 mendatang mulai ditempati. “Masalah ini belum dimusyawarahkan oleh jajaran Pengurus Pusat IASS,” jelasnya. Gedung Balai Diklat Santri Profesional tersebut nantinya dijadikan sebagai tempat pendidikan dan pelatihan untuk memberdayakan para alumni santri Sidogiri. Peletihan-pelatihan tersebut meliputi penigkatan potensi para alumni, seperti strategi dakwah dan pendidikan, pelatihan leadership, kewirausahaan dan lainnya.[] ==== Penulis : Husni Mubarak Editor   : Muh Kurdi...

Selengkapnya
KUD ADITAMA, Ponorogo Kagumi Kopontren Sidogiri
Des10

KUD ADITAMA, Ponorogo Kagumi Kopontren Sidogiri

Sabtu pagi (28/110 Pondok Pesantren Sidogiri menerima kunjungan dari Koperasi Unit Desa (KUD) ADI TAMA, Ponorogo. Rombongan yang berjumlah sekitar 120 ini bertujuan untuk studi konperatif dalam bidang ekonomi pesantren. Mereka ditemui di Aula Seketariat oleh Ust. Ahmad Edy Amin S.Ei, Direktur PT. Sidogiri Mandiri Utama bersama Ust. Baihaqi Juri, Pengawas Menegemen Kapontren Sidogiri. Ketua rombongan, H. Suryono Wijoyo menyatakan bahwa awal mula keinginan untuk bersilaturrahmi ke Sidogiri, ketika mengikuti suatu pelatihan di Surabaya beberapa waktu lalu yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jatim. “Saat itu kami terkesima dengan apresiasi Dinas Koperasi dan UKM terhadap perkembangan Koperasi Sidogiri,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai direktur KUD ADI TAMA dalam sambutannya. Kemudian sambutan dilanjutkan Edy Amin SE,i, sebagai perwakilan dari Kopontren Sidogiri. Dalam hal ini, Santri Pondok Pesantren yang berasal dari Jember ini banyak menjelaskan berbagai terobosan yang dimiliki Kopontren Sidogiri yang sudah berbadan hukum semenjak tahun 1997 itu. “Kuncinya adalah semangat kami, semangat khidmah dan berbakti kepada pesantren” ujarnya. Ust. Baihaqi Juri selaku pengawas menegemen menambahkan perbedaan antara Koperasi Unit Desa (KUD) dengan Kopontren Sidogiri. Menurutnya perbedaan itu terletak pada kemandirian pesantren tanpa campur tangan pemerintah. “Koperasi pesantren ini berdiri tampa bimbingan pemerintah. Sementara kalau KUD slalu dibimbing. Jadi, seumpama anak kecil itu, jika selalu dibimbing akan jadi manja,” pukasnya.[] === Penulis : Ahmad Khulaifi Editor   : Muh. Kurdi...

Selengkapnya