KH. Muhammad Subadar: Dakwah Wali Songo dengan Pendekatan Bil Hikmah
Mei13

KH. Muhammad Subadar: Dakwah Wali Songo dengan Pendekatan Bil Hikmah

Demi meningkatkan kualitas intelektual murid MMU Aliyah, Pengurus Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) menyelenggarakan acara diskusi panel dengan tema utama “Metodologi Dakwah Ulama Salaf” pada Kamis malam (14/04). Acara yang diselenggarakan di kantor Sekretariat Lt. III ini mengundang KH. Muhammad Subadar, pengasuh pondok Besuk, Pasuruan, sebagai pemateri utama dalam diskusi panel yang berada di bawah kendali UKPI-OMIM (Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual) ini. Menurut beliau, Islam masuk ke tanah air ini berkat jasa Wali Songo yang tidak dipungkiri lagi. Beliau beralasan karena pada fase Islam sebelum periode Wali Songo tidak ditemukan organisasi dakwah dengan basis manajemen seperti halnya Wali Songo. “Wali Songo memungsikan aspek keorganisasian dalam dakwah beliau.” Terang kiai yang menjadi Rais PBNU Pasuruan ini. Beliau juga sempat menyinggung aspek keorganisasian yang dibangun oleh Wali Songo. Beliau berpendapat bahwa Wali Songo dalam dakwahnya tidak lepas dari pembagian tugas. Buktinya pembangunan masjid Demak yang dilakukan atas gotong royong kemudian fungsi masjid tersebut digunakan sebagai tempat musyawarah dan pembagian tugas. “Dakwah yang digunakan Wali Songo itu dengan pendekatan bil hikmah,” ungkap KH. Muhammad Subadar ini kepada peserta diskusi panel. Masih menurut pendapatnya, kisah Sunan Kalijaga dengan gamelan Sekaten-nya di mana atas usul dari Sunan Kalijaga dapat dibuat semacam keramaian Sekaten atau yang dikenal dengan Syahadatain di masjid Agung. (SEF)...

Selengkapnya
Hadirkan KH. Basori Alwi untuk Menyambung Sanad Al-Quran
Mei05

Hadirkan KH. Basori Alwi untuk Menyambung Sanad Al-Quran

Guna membekali murid-murid kelas tiga Tsanawiyah yang sebagian akan ditugaskan untuk mengajar, Ta’limiyah wa Tahfidz Al-Quran (TTQ) menghadirkan Prof. KH. Basori Alwi al-Murtadho, Pengasuh Pesantren Ilmu Al-Quran, Sigosari pada malam Jumat (01/05). “Alhamdulillah beliau berkenan hadir dan bisa melaksanakan agenda tahunan ini untuk menyambung sanad bacaan Al-Quran kepada beliau,” ungkap Ust. Chlili Abu Siri, Kepala TTQ, membuka acara yang bertempat di Masjid Jami’ Sidogiri. Dalam acara yang berlangsung khidmad setelah pembacaan sholawat dibaiyah ini dengan suasana gemuruh hujan yang sangat deras, suara seorang Profesor yang sudah berumur 91 tahun ini, semula terdengar parau dan pelan. Namun sekonyong-konyong suara beliau yang tampak sedang menderita jantung koroner menjadi, lantang saat beliau mulai membaca Al-Quran. Bahkan beliau mampu mentalaqqi bacaan Al-Quran pada Juz 30, mulai dari surat An-Naba’ sampai surat Al-Insiqoq dengan lagu bayati dan metode jibril (guru yang membaca Al-Quran lalu diikuti muri.red) kepada segenap Mutaalim Al-Quran tingkat Wusta. Dalam kesempatan ini KH. Basori mengaku bersyukur bisa memenuhi undangan. “Dengan keadaan seperti ini. Saya penuhi undangan ini karena kecintaan saya pada tempat saya belajar di waktu kecil dahulu,” kenang alumni Pondok Pesantren Sidogiri tahun 1940 an ini. Lebih lanjut pecinta Al-Quran kelahiran 1927 ini, banyak mengulas tatakrama membaca Al-Quran dan kemulyaan dimiliki pecinta Al-Quran. Diantaranya dengan mengutip sebuah hadits “Dikatakan kepada pemilik Al-Qur’an, bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca secara tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir ayat yang engkau baca,” kutip qori’ yang langganan menjadi juri MTQ ini Menurutnya, keutamaan derajat di surga sesuai dengan ayat yang dihafal ketika di dunia. “Apabila hanya menghafal Al-Fatihah berarti tujuh derajatnya, sedangkan apabila hafal semua Al-Quran berarti mendapatkan 6666 derajat sesuai dengan jumlah ayatnya” jelas salah satu pencetus ide MTQ internasional tersebut. “Tapi yang disuruh membaca (mendapat kemulyaan,red) di surga nanti, adalah bacaannya yang tartil. Tartil itu adalah memperbagus bacaan huruf dan waqofnya,” lanjut kakek dari 23 cucu ini. Di akhir acara yang juga dihadiri oleh muallim ulya (Guru Al-Quran Tingkat Aliyah) dan Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri ini, beliau menjelaskan tetang khota’ jali dan khota’ khofi terkait bacaan Al-Quran. “Khota’ Jali adalah kesalahan bacaan yang al-Quran yang bernilai dosa. Bahkan bisa membatalkan shalat,” tandasnya dihadapan para...

Selengkapnya
Uji Bakat Peserta Kursus Al-Banjari, ISS Helat Festival Lomba Al-Banjari
Mei03

Uji Bakat Peserta Kursus Al-Banjari, ISS Helat Festival Lomba Al-Banjari

Malam Jumat (25/04), Pimpinan Pusat Ikatan Santri Sidogiri (ISS) Podok Pesantren Sidogiri kembali menghelat lomba seni hadrah al-Banjari antar anggota kursus di pelataran gedung MMU As-Suyuthi. Perhelatan lomba yang rutin diadakan setiap semester ini khusus diikuti peserta kursus seni hadrah al-Banjari selama satu semester. “Jadi dengan adanya lomba ini maksud kami agar peserta kursus al-Banjari bisa mengembangkan skil di depan khalayak umum,” ungkap Ridwan, ketua seni hadrah al-Banjari dufuf. Lomba hadrah al-Banjari ini diikuti tiga belas grup shalawat al-Banjari. Sedangkan lomba ini dibagi menjadi dua kategori, kategori pemula dan mahir. Kategori pemula ada tujuh grup sementara kategori mahir ada enam grup. Perlombaan ini merebutkan juara satu. Penilaian lomba al-Banjari ini meliputi keserasian tabuhan dengan lagu, keserasian variasi tabuhan, dan penampilan. Ada 170 peserta kursus seni hadrah al-Banjari yang belajar seni hadrah al-Banjari di semester genap. Kursus hadrah al-Banjari ditempatkan di gedung MMU As-Suyuthi dan dilaksanakan setiap malam Jumat setelah kegiatan pembacaan shalawat dibaiyah serta setelah shalat Jumat. Kursus yang dimulai bulan Rabiul Tsani hingga akhir bulan Jumadas Tsani ini banyak melahirkan penabuh hadrah yang handal dan vokalis....

Selengkapnya
Habib Abdullah bin Abdurrahman (Yaman): Bulan Rajab, Bulan Penuh Ampunan
Mei01

Habib Abdullah bin Abdurrahman (Yaman): Bulan Rajab, Bulan Penuh Ampunan

Malam Rabu (28/04) Pondok Pesantren Sidogiri menerima kunjungan silaturrahim dari Yaman, yaitu Habib Abdullah bin Abdurrahman  al-Muhdor. Dalam kunjungannya ini beliau memberikan tausiyah di hadapan ribuan santri santri Pondok Pesantren Sidogiri. Tausiyah yang bertempat di Masjid Jamik Sidogiri ini diikuti oleh santri, pengurus, dan keluarga Pondok Pesantren Sidogiri. Habib Taufik bin Abdul Qodir As-Segaf, Pasuruan hadir sebagai penerjemah materi tausiyah yang disampaikan oleh Habib Abdullah bin Abdurrahman. Beliau banyak mengulas tentang pentingnya taubat dan dan kemuliaan yang yang terdapat di dalam bulan Rajab. “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam amal kebaikan. Sementara bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyirami dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk memanen,” jelasnya. Dengan artian barang siapa menanam kebaikan maka akan menuai hasilnya. Yang namanya menanam tentunya harus merawatnya dan menjaganya dari kesalahan. Maka dari itu jika sudah terlanjur melakukan kesalahan, hedaklah segera bertaubat. “Jangan sampai tertipu syaitan sehingga mengurungkan niat kita untuk bertaubat, Allah cinta kepada hamba-Nya yang banyak bertaubat (tawwabin), banyak bertaubat tentunya dimulai dengan banyak dosa. Tidak usah minder dengan kesalahan, orang beriman bukan berarti tanpa dosa namun segera jera dan bertaubat dari kesalahannya. Tapi jangan sampai merencanakan sebuah dosa,” jelas Habib Abdullah. Di bulan Rajab ini merupakan kesempatan emas untuk bertaubat. Karena bulan Rajab bulan Istighfar, bulan penuh dengan ampunan. Di samping itu banyak kejadian menakjubkan yang terjadi di bulan Rajab. Di antaranya pada bulan ini kiblat dipindahkan kembali ke Ka’bah setelat 16 bulan menghadap Baitul Maqdis, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad dan diwajibkannya shalat lima waktu. Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh puluhan Habaib Pasuruan ini, beliau mengajak untuk mensyukuri kemuliaan ini dengan mengsegerakan taubat kita. Karena Allah senang dan akan terus menerima taubat kita, kecuali setelah nyawa sampai di kerongkongan dan matahari terbit dari...

Selengkapnya
Permudah Pemahaman Tajhizul Mayit, Ubudiyah Adakan Kursus
Apr29

Permudah Pemahaman Tajhizul Mayit, Ubudiyah Adakan Kursus

Sabtu malam, (19/04) Pengurus Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri menghelat kursus tahjizul mayit di kantor Sekretariat Lt. III Pondok Pesantren Sidogiri. Kursus tajhizul mayit ini menghadirkan Ust. H. Baihaqi Juri, Kepala Madrasah MMU Ibtidaiyah sekaligus Mushahih Musyawarah Usbuiyah di tingkatan Aliyah dibawah kendali Kuliyah Syariah. Kursus yang dimulai pukul 09.00 Wis malam ini membahas tata cara merawat mayit, memandikan, mengkafani, mengkubur , dan menshalati mayit. Dalam pemaparannya, Ust. Baihaqi menjelaskan, bahwa tata cara tajhizul mayit itu sangat mudah dan praktis. Siapa saja bisa mengamalkan ilmu tersebut. Karena tajhizul mayit tergolong ilmu yang harus dipraktekkan agar lebih mudah dalam memahaminya. “Sebenarnya tajhizul mayit itu sangat mudah sekali. Lebih mudah lagi kalau kita sudah paham baik dalam segi materi maupun prakteknya,” ungkap pria asal Bangkalan ini. Ust. Baihaqi juga sempat mengkritik tradisi di masyarakat tentang pengumuman kematian seseorang. Menurutnya, masyarakat banyak yang salah kaprah dalam mengulang-ulangi lafadz innalillahi wa innalillah rajiun sementara nama yang meninggal dunia dan waktu pelaksanaan salat jenazahnya tidak diulang-ulangi. “Itu salah kaprah. Sebenarnya itu harus dibenahi agar sesuai dengan syariat,” terang manajer Kopentren Sidogiri ini. Metode kursus ini sebagaimana yang direkomendasikan oleh Ust. Izzaturrafiq, Kepala Ubudiyah PPS menyatakan, bahwa narasumber menerangkan tentang materi selama beberapa menit kemudian narasumber menyuruh kepada setiap peserta yang sudah dibagi per komisi mempraktekkan apa yang diterangkan oleh narasumber. Ada tiga puluh komisi yang disediakan panitia acara. Setiap komisi mendapat jatah 15 peserta didampingi oleh pembina tajhizul mayit. Sehingga peserta yang mencapai jumlah 480 ini memadati kantor Sekretariat Lt. III PPS. Kursus tajhizul mayit ini merupakan program tetap yang diadakan oleh Ubudiyah Pondok Pesantren Sidogiri. Sebelumnya di semester ganjil Ubudiyah telah menyelenggarakan kursus manasik haji di lapangan Sidogiri. (SEF)  ...

Selengkapnya