TTQ Selenggarakan Ujian al-Quran Tingkat Muta’allim Wustha
Jumat (5/3), pengurus Taklimiyah wa Tahfizh al-Quran (TTQ) mengadakan ujian al-Quran tingkat wustho induk di gedung ar-Rafi’i, an-Nawawi, dan al-Ghazali. Ujian ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama ujian qira’ah, meliputi membaca 7 baris ayat al-Quran mulai dari juz 11 s.d juz 30. Sesi kedua gharaibut-tilawah, meliputi membaca lafadz al-Quran yang gharib di depan juri. Ujian al-Quran ini dilaksanakan selama empat pekan selama bulan Jumadal Ula. Pekan pertama, kedua, dan ketiga khusus ujian qira’ah, sementara di pekan akhir pelaksanaan ujian gharaibut-tilawah. “Sebagai bentuk evaluasi kami pada tahun ajaran ini, sehingga kami bisa tahu bagaimana perkembangan pengajian al-Quran di Pondok Pesantren Sidogiri,” terang Maftuhin, Ketua Panitia Ujian al-Quran di depan Kantor OMIM (Organisasi Murid Intra Madrasah). Setelah pelaksanaan ujian al-Quran induk, panitia akan menyelenggarakan ujian al-Quran untuk ranting tipe-A (madrasah berafiliasi dengan PPS yang terletak di Kabupaten Pasuruan) di gedung al-Ghazali, ar-Rafi’i, dan an-Nawawi. (SEF) ...
Fahmi Salim, M.A: Islam Sengaja Dimarginalkan
Badan Pers Pesantren (BPP) Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) mengadakan acara “Orientasi Insan Pers” dengan tema, “Ghazwul Fikr” yang di helat di ruang Auditorium Kantor Sekretariat PPS Lt. II, Sabtu (16/05). Acara ini diikuti oleh seluruh staf redaksi media Pondok Pesantren Sidogiri. Adalah Fahmi Salim, M.A., penulis buku Tafsir Sesat, yang diundang menjadi pemateri. Fahmi Salim, dalam presentasinya, banyak menyinggung masalah akidah. Mulai dari akidah Ahlusunnah Wal Jamaah sampai masalah liberalisme di Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi di Indonesia memang tidak sedikit yang mengagendakan liberalisasi. Oleh karenanya, dia menganjurkan agar pesantren memiliki perguruan tinggi sendiri yang independen. “Universitas itu banyak mudharratnya bagi santri, meskipun masih ada manfaatnya walau kecil,” terangnya saat ditanya soal universitas mana yang cocok bagi santri. Fahmi juga menjelaskan bahwa agama Islam saat ini segaja dimarginalkan. Banyak hal-hal negatif yang disematkan pada Islam. Salah satu contohnya adalah pernyataan sebagian golongan yang menganggap agama Islam sebagai faktor kemunduran masyarakat Indonesia. “Memang, agama Islam sekarang ini sering dimarginal. Banyak komentar-komentar miring yang ditujukan terhadap agama Islam,” ucapnya. [MD]...
Badan Pers Pesantren (BPP) Adakan Orientasi Insan Pers dengan Tema “Ghazwul Fikr”
Sabtu (16/05), Badan Pers Pesantren (BPP) Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) mengadakan “Orientasi Insan Pers” dengan tema, “Ghazwul Fikr” yang dihelat di ruang Auditorium Kantor Sekretariat PPS Lt. II. Acara yang diikuti oleh seluruh staf redaksi dari 18 media yang dimiliki Pondok Pesantren Sidogiri –baik yang berupa Mading, Majalah, Buletin, Koran, dan Website– ini mengundang Fahmi Salim, M.A., Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Dalam pemaparannya, lelaki yang mendapat gelar magister bidang Tafsir Ilmu al-Quran dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, ini menjelaskan bahwa saat ini banyak terjadi pendangkalan pengetahuan, distorsi sejarah, pelarutan budaya, pemikiran, dan pembaratan. Dalam hal pendistorsian sejarah, misalnya, pria kelahiran Jakarta 22 Mei 1980 ini menjelaskan, bahwa tragedi perang Belanda melawan Pangeran Diponegoro oleh para sejarawan Barat hanya dikisahkan sebagai perang perebutan tanah. Padahal, perang selama lima tahun yang banyak menghabiskan dana tersebut, merupakan perang perlawanan untuk menegakkan syariat Islam. Dari segi pembaratan, demikian Fahmi menjelaskan, sejak dulu para abdi dalem perempuan Keratonan Jogja berpakaian tertutup dan berkerudung. Tetapi, setelah kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono V, para abdi dalem dan penari Keratonan mulai mengumbar auratnya. “Mereka, (para penari dan abdi dalem perempuan, red) didatangkan dari Bali,” terangnya. Lebih lanjut, Fahmi lebih menitikberatkan pemaparan ghazwul fikr-nya untuk melawan para liberalis, sebab kelompok pemuja kebebasan ini sangat berbahaya bagi akidah umat Muslim, terutama para pemudanya. Menurutnya, mereka suka mencomot dalil asal-asalan, membaca Islam dengan kacamata Barat dan suka mencampur-adukkan dua hal yang bertentangan. “Mereka membuat istilah yang aneh-aneh, seperti ada istilah Lesbian Muslim, Gigolo Beriman, Kumpul Kebo Islami…,” tuturnya sembari disambut gemuruh tawa para audiens. Terakhir, Fahmi berharap, pesantren memiliki perguruan tinggi, tetapi tetap dengan prinsipnya sendiri. “Tak perlu membebek pada pemerintah, karena pesantren adalah lembaga independen,” katanya. Menurutnya, tunas yang sudah dirawat sejak dini, hingga dewasa, bisa tetap berada dalam frame yang...
Sukseskan Kinerja Pengurus Daerah dengan Pelatihan Leadership
Demi menjalankan amanah sesuai dengan bidangnya sebagai Pengurus Daerah, maka Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan pelatihan Leadership kepada Kepala Daerah dan Pengurus Pembantu Daerah (Baurda) di Kantor Sekretariat ruang Auditorium Kamis (06/03). Menurut penjelasan HA. Saifullah Naji, Sekretaris Umum PPS, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan penerangan tentang tugas-tugas yang telah diemban oleh pengurus yang berkecimpung di asrama santri. “Dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan pengurus yang sudah diberi tugas ini menjadi khusnul khatimah dan berjalan baik di akhir jabatannya nanti. Dan semoga ini menjadi modal utama kita di masyarakat kelak untuk kepentingan pesantren,” jelasnya. Tidak tanggung-tanggung, pengurus mendatangkan tiga pemateri dalam pelatihan Leadership yang diselenggarakan dua gelombang ini. Gelombang pertama diselenggarakan pada tanggal 27 Pebruari dan diikuti oleh Kepala Daerah, wakil Kepala Daerah, Adminda, dan Ketertiban dan Keamanan Daerah (Tibkamda). Sementara gelombang kedua diselenggarakan pada Kamis, tanggal 06 Maret dan diikuti oleh Takilimiah Daerah (Taklimda), Ubudiyah Daerah (Ubda), Perawatan Sarana Daerah (PSD), dan Kesehatan Daerah (Sihhatda). Sebagaimana yang diutarakan oleh Didik Sunarto, bahwa kepemimpinan yang paling ideal adalah sebagaimana yang telah diajarkan oleh Islam, yaitu setiap dari kita adalah pemimpin. Konsep ini dijadikan oleh seorang peneliti mutakhir sebagai konsep kepemimpinan yang modern. “Hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam kepemimpinan adakalanya perintah itu tidak jelas, anak buah atau orang yang kita pimpin tidak mampu melaksanakan perintah, dan anak buah atau orang yang kita pimpin sedang malas (kemauannya terganggu). Dan faktor yang ketiga ini yang marak terjadi dalam suatu organisasi, karena mereka mengidap penyakit negathive thingking,” kata pria yang berkulit sawo matang ini. “Pemimpin itu harus bisa melayani, karena ini adalah sarana untuk menjalin hubungan dengan pihak lain. Juga, menjamin keterlibatan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan, mempunyai basis etika dan perilaku, meningkatkan pertumbuhan pribadi pekerja bersamaan dengan pertumbuhan kualitas dan kehidupan organisasi,” imbuhnya dengan semangat di hadapan peserta yang berjumlah 37. Selain menjelaskan materi kepemimpinan, pemateri juga mengadakan outborn kepada peserta di Lt. III kantor Sekretariat pada pagi hari (pukul 08.00 Wis) dan setelah pelaksanaan shalat Jumat....
LPBAA Gelar Semarak Lomba Bahasa Arab dan Inggris
Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) Pondok Pesantren Sidogiri, terus memberikan motivasi kepada warga daerah Arab, baik dengan pengadaan kursus, muhadharah bahasa, dan lomba. Kali ini pengurus LPBAA mengadakan lomba yang dikemas dalam Festival Lomba Bahasa Arab dan Asing (FLADBA), namun tahun ini panita merubah FLADBA menjadi SBAI (Semarak Bahasa Arab dan Inggris). “Pembaruan itu harus, menurut kami nama itu masih umum, jadi kami ingin yang lebih spesifik,” kata Fathurrahman, sekretaris SBAI ketika diwawancarai seputar perubahan nama di kantor LPBAA pada Kamis (03/03). Panitia SBAI menyelenggarakan delapan katagori lomba kebahasaan yang berbeda. Di antaranya adalah jidal, warta berita, ardul hikayah (khusus Aliyah), genius competition, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, tebak kata, dan insya’ Araby. Untuk melaksanakan semua jenis lomba tersebut, panitia membagi jadwal pelaksanaan di dua waktu yang berbeda. Jumat malam lomba jidal, warta berita, genius competition, dan ardul hikayah. Jumat pagi lomba pidato bahasara Arab dan Inggris, tebak kata, dan insya’ Araby. “Memang lomba yang kami selenggarakan tidak jauh beda dengan tahun kemaren hanya saja pada tahun ini kami juga memperlombakan supporter di masing-masing asrama berbahasa Arab (asrama K dan E),” terang pria asal Surabaya ini. Selain berfungsi sebagai motivasi, perhelatan SBAI ini dimaksudkan untuk memberikan gelar juara umum pada asrama yang pesertanya banyak juara. Menurut data yang ada, selama dua tahun berturut-turut asrama K keluar sebagai juara umum mengalahkan rival satu-satunya, asrama E. Rencananya pembagian hadiah SBAI ini akan dibagikan pada acara pembagian hadiah IMDA II....