FMTT ke-13 Bahas Kas Masjid yang Dijadikan Modal Bisnis
Mar19

FMTT ke-13 Bahas Kas Masjid yang Dijadikan Modal Bisnis

Jumat pagi (13/03), Taklim wa Tahfidh al-Quran (TTQ) Pondok Pesantren Sidogiri menyelenggarakan Forum Musyawarah Tingkat Tsanawiyah (FMTT) yang ke-13 di Gedung MMU an-Nawawi. Acara ini dihadiri 45 delegasi Pondok Pesantren se-Kabupaten Pasuruan dan sebagian dari pesantren luar Pasuruan. Di antaranya PP. Besuk, Pasuruan, PP. Salafiyah, Pasuruan, PP. Al-Mubarok, Lanbulan, Sampang, PP. Salafiyah, Kebonsari. Kesemua delegasi tersebut merupakan santri yang masih duduk di tingkat madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP). Karena FMTT didirikan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman dalam bermusyarah pada musyawir-musyawir junior yang masih duduk di tingkat Tsanawiyah. “Tujuan pertama adalah untuk menjalin tali silaturrahim antar pesantren di Pasuruan dan sekitarnya,” kata M. Sholeh ketika ditanya maksud penyelenggaraan FMTT yang ke-13 ini. Musyawarah ini dibagi menjadi dua komisi, A dan B. Sedangkan yang bertindak sebagai mushahih di komisi A adalah Ust. Samsul Arifin Abu (staf pengajar MMU Aliyah) dan Ust. Masykur. Sementara mushahih di komisi B Ust. Maliji Ismail (staf pengajar MMU Aliyah PPS) dan Ust. Aminullah Majid (staf pengajar MMU Aliyah). Pembahasan masalah di komisi A terasa alot dan seru dikarenakan masing-masing delegasi mempunyai argument yang sangat kuat. Sehingga dari jalannya musyawarah yang dibilang alot dan seru itu menghasilkan hukum berupa boleh menggunakan uang kas masjid untuk kepentingan yang kembali pada kemaslahatan masjid....

Selengkapnya
Habib Umar bin Muhammad Assegaf; Karena Bahasa Arab Bahasa Surga
Mar18

Habib Umar bin Muhammad Assegaf; Karena Bahasa Arab Bahasa Surga

Salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) dalam acara Lailatu at-Takrim (malam penganugerahan) bagi jaurawaan lomba Semarak Bahasa Arab dan Inggris yang digelar Jumat (06/03) lalu, adalah mauizhatul hasanah yang disampaikan oleh Habib Umar bin Muhammad Assegaf, Pasuruan. Dalam pidatonya, Habib Umar menjelaskan dengan logis tentang bahasa Arab dan keutamaannya daripada bahasa yang lain. Menurut beliau, Nabi Muhammad saw membanggakan bahasa Arab karena tiga hal. Pertama, karena Nabi dipilih oleh Allah dari bangsa Arab. Kedua, karena bahasa Arab merupakan bahasa al-Quran. Ketiga, karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk ahli surga. “Allah memilih Nabi dari kalangan bangsa Arab, yang mana bangsa tersebut memiliki keistimewaan yang tidak terdapat pada bangsa lain. Keistimewaan itu dikarenakan bangsa Arab tidak memiliki rasa dendam antar sesama,” jelas Habib yang pernah belajar ilmu agama di Hadramaut ini di kantor sekretariat Lt. III. Orang yang belajar bahasa Arab, lanjut beliau, termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Secara mutlak bahasa yang terdapat dalam al-Quran adalah bahasa paling mulia ketimbang yang lain. Juga, orang-orang yang belajar bahasa Arab itu berarti dia belajar sesuatu yang terdapat pada diri Nabi Muhammad saw. “Menurut ulama, nanti di surga semua penghuninya akan berbahasa Arab sekalipun sebelumnya mereka tidak bisa berbahasa Arab (tidak belajar bahasa Arab) di dunia,” imbuhnya di hadapan santri Asrama K dan E. Selain menerangkan keagungan bahasa Arab, Habib Umar juga menjelaskan bagaimana seorang santri agar giat dalam menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. “Tiada nikmat yang lebih indah daripada nikmat mondok. Orang yang mondok di pesantren maka Allah akan menjamin segala rezekinya dan kedua orangtuanya. Selagi santri itu beribadah kepada Allah dengan niat yang benar,” terangnya. “Satu pesan yang ingin saya sampaikan kepada Antum, ambillah ilmu itu dari hati dan ajarkan ilmu itu dari ilmu. Kalau antum bertamu kepada orang alim maka persiapkan hati antum. Jika antum bertamu kepada orang kaya maka persiapkan baju antum,” imbuhnya. Acara yang dimulai setelah pelaksanaan pembacaan shalawat dibaiyah ini dihadiri oleh 1000-an santri yang bermukim di Asrama K dan E. Sebelum mengakhiri pidatonya, Habib Umar bin Muhammad mempersilahkan lima penanya untuk bertanya kepada beliau menggunakan bahasa Arab. Setelah acara mauizhatul hasanah, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah. (SEF)...

Selengkapnya
Asrama K Sabet Juara Umum SBAI Tiga Kali Berturut-turut
Mar17

Asrama K Sabet Juara Umum SBAI Tiga Kali Berturut-turut

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya Panitia Lomba Semarak Bahasa Arab dan Inggris (SBAI) mengumumkan juarawan-juarawan lomba di Kantor Sekretariat Lt. III, Pondok Pesantren Sidogiri pada Kamis (13/03). Acara yang bertajuk lailatu at-Takrim li tullab al-Mukramin fi al-Lughah al-Arabiyah wal injiliziyah (malam penghargaan bagi juarawan lomba bahasa Arab dan Inggris) ini diselenggarakan untuk mengetahui asrama mana yang terbanyak dalam menjuarai lomba SBAI, sekaligus memberikan gelar juara umum kepada asrama yang warga banyak menjadi juara. Lomba SBAI yang diselenggarakan setiap tahun ini terdapat 8 macam lomba. Di antaranya, lomba pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, tebak kata, jidal, warta berita, genius competition, insya’ Arab, dan ardul hikayah. Delapan lomba di atas digelar pada Kamis malam dan Jumat pagi tanggal 06 Pebruari yang lalu di beberapa tempat strategis di kawasan Pondok Pesantren Sidogiri. Dari 63 peserta delegasi lomba asrama E, tidak begitu banyak yang berhasil menyabet kejuaraan, sehingga asrama K dinobatkan sebagai juara umum mengalahkan asrama E. Tidak sampai di situ, ternyata asrama K telah berhasil menjadi juara umum pada lomba SBAI selama tiga tahun berturut-turut. “Kami tidak menyangka dinobatkan sebagai juara umum. Kami sangat senang dan gembira,” ucap Fawaid Shilihin selaku Mahkamah Lughah asrama K saat ditanya tentang perasaannya karena asrama yang dinahkondai dinobatkan sebagai juara umum.(SEF)...

Selengkapnya
SHALAT TARAWIH EMPAT RAKAAT
Mar13

SHALAT TARAWIH EMPAT RAKAAT

Deskripsi Masalah Pada setiap bulan Ramadan, semua umat Islam dianjurkan melaksanakan salat Tarawih. Namun yang sering terjadi di daerah kami adalah pelaksanaan salat Tarawih dilakukan dengan empat rakaat-empat rakaat dengan satu salaman. Pertanyaan Sahkah salat Tarawih dilakukan empat rakaat-empat rakaat dengan satu salaman? Jawaban Imam Nawawi dalam kitab Raudhah ath-Thâlibîn mengatakan bahwa salat Tarawih dengan empat rakaat satu salam tidak sah, sebab tidak sesuai dengan yang telah disyariatkan. Rujukan فَصْلٌ التَّرَاوِيْحُ عِشْرُونَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ. قُلْتُ فَلَوْ صَلَّى أَرْبَعًا بِتَسْلِيْمَةٍ لَمْ يَصِحَّ ذَكَرَهُ الْقَاضِي حُسَيْنٍ فِي الْفَتَاوِى لِأَنَّهُ خِلَافُ الْمَشْرُوعِ. (روضة الطالبين،...

Selengkapnya
Delapan Bekal Hidup di Dunia dan Akhirat
Mar12

Delapan Bekal Hidup di Dunia dan Akhirat

Suatu hari Imam Syaqiq al-Balkhi bertanya kepada Imam Hatim al-Asham, “Kamu sudah bersama saya selama tiga puluh tahun, apa yang kamu dapatkan selama ini?” Imam Hatim menjawab, “Saya mendapatkan delapan faedah ilmu yang mencukupi saya. Saya berharap kesuksesan saya ada di dalamnya.” Imam Syaqiq bertanya lagi, “Apa saja hal itu?”. Imam Hatim berkata, “Pertama, saya melihat orang-orang satu sama lain saling mencintai dan menyayangi. Bahkan, disebabkan cintanya yang begitu besar, ada yang rela menemaninya saat sakit. Ada juga yang menemani sampai di pinggir kuburannya. Namun setelah itu, semua orang pergi dan meninggalkan orang yang dicintai sendiri. Lantas saya berpikir dan berkata dalam hati, “Saya tidak pernah menemukan orang yang rela menemani orang yang dicintai sampai ke dalam kuburan meskipun ia sangat mencintainya, selain amal kebaikan. Oleh karena itu, saya selalu mencintai amal baik agar kelak menjadi penerang dalam kuburan saya serta menemani dan tidak meninggalkan saya seorang diri.” Kedua, tidak sedikit saya temui orang-orang yang mengikuti dan patuh  pada hawa nafsunya. Lalu saya merenungkan firman Allah swt, “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. an-Nazi’at [79]: 40-41). Saya yakin apa yang diwartakan al-Qur’an pasti benar, oleh karena itu saya selalu melawan hawa nafsu saya dengan cara giat mujahadah. Ketiga, saya melihat banyak orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta kekayaan dan enggan mendermakannya. Lalu saya teringat firman Allah swt, “Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. an-Nahl [16]:96). Oleh karena itu, saya dedikasikan semua harta saya di jalan Allah. Saya bagi-bagikan pada orang miskin yang membutuhkan agar kelak menjadi tabungan saya di sisi Allah swt. Keempat, saya menyaksikan sebagian orang ada yang berasumsi bahwa kemuliaan hanya bisa didapat dengan memiliki banyak pengikut dan memiliki harta yang melimpah. Bahkan, sebagian ada yang beranggapan bahwa kemuliaan bisa diraih dengan cara mengghasab harta orang lain (korupsi), berprilaku zalim, dan menumpahkan darah. Pun ada yang mengatakan kebahagiaan dan kepuasan hanya bisa didapat dengan cara menghambur-hamburkan uang dan hidup berfoya-foya. Lantas saya merenungi firman Allah swt, “Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat [49]:13). Maka, saya memilih takwa karena saya yakin al-Qur’an pasti benar. Kelima, saya sering menjumpai orang saling mencacimaki dan saling mengekspos kejelekan orang lain. Faktor utamanya, menurut saya, adalah disebabkan rasa dengki akan kekayaan, pangkat, dan ilmu orang lain. Kemudian saya menghayati firman Allah swt, “Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. az-Sukhruf [43]:32). Maka, saya tahu bahwa Allh swt telah membagi dan mengaturnya dengan sedemikian rupa sejak zaman azali, sehingga saya tidak pernah dengki dan selalu menerima...

Selengkapnya