Kebiasaan Santri Sidogiri
Infografis Ciri Khas Santri Sidogiri Karya Miqdad Yassin. Lihat infografis lainnya di...
Turnamen Kasti Milad Sidogiri
Hadirkan 4 Delegasi MMU Tsanawiyah dan Ibtidaiyah Turnamen Kasti dalam rangka memeriahkan agenda Milad Sidogiri ke-283 dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum ke-84 resmi dimulai, Jumat (31/01). Berlokasi di Lapangan Selatan Sidogiri ini, turnamen mempertemukan 4 delegasi dari MMU Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Dua dari Tsanawiyah ada klub Kupu-Kupu Malam dan Sniper. Sedangkan dua dari Ibtidaiyah, Klub Chapline dan Jagoan Mama. Dalam perhelatan Kasti Tournament kali ini, pemandu acara dipegang oleh Ust. Mahbub dan Ust. Fatah. Keduanya tidak asing lagi bagi santri Sidogiri, karena merupakan pemandu acara yang sering tampil di acara resmi pesantren. Host Kenamaan Sidogiri Pertandingan diadakan secara bersamaan. Untuk bagian barat lapangan menampilkan klub Chapline dari gabungan Ibtidaiyah melawan klub Sniper yang merupakan perwakilan Tsanawiyah kelas 1. Sementara itu, di bagian timur Lapangan mempertemukan klub Kupu-Kupu Malam dari gabungan Tsanawiyah dan Klub Jagoan Mama yang menjadi perwakilan kelas 6 Ibtidaiyah. Kedua grup bertanding dengan seru dan menegangkan. Semua klub sama-sama menginginkan bisa lanjut ke babak selanjutnya. Di sela-sela pertandingan, bagian Keamanan dan panitia Lomba yang memang menjaga jalannya turnamen memberikan intruksi dan himbauan agar semua team supaya tetap menjaga muruah (harga diri) santri, dalam artian dilarang melakukan joget di lapangan dan kericuhan serta larangan keras berkata kotor. Baca Juga: Milad Sidogiri Sniper VS Chapline dan Kupu-Kupu Malam VS Jagoan Mama Kupu-Kupu Malam berhadapan dengan Jagoan Mama Pertandingan diadakan dalam dua babak. Babak pertama memenangkan Sniper dari bagian Barat, sedangkan di sisi Timur, klub Kupu-Kupu Malam harus rela dikalahkan Jagoan Mama. Pada babak berikutnya, tampak beberapa pemain mulai kehilangan konsentrasi dan terkesan terburu-buru. Perjuangan keras Sniper mempertahankan nilai akhirnya harus bisa berbangga hati karena di akhir pertandingan klub dari Tsanawiyah kelas 1 ini dinyatakan juri bisa lanjut ke babak berikutnya pada 20 Jumadit Tsani mendatang. Dan tentu saja Klub Chapline harus bersabar dalam menerima kekalahan. Di sisi Timur, pertandingan antara Klub Kupu-Kupu Malam dan Klub Jagoan Mama, harus berakhir dengan kemenangan Jagoan Mama yang merupakan perwakilan dari kelas 6 Ibtidaiyah ini. Perolehan akhir untuk sang juara Jagoan Mama adalah 33 poin. Sedangkan klub Sniper mengantongi nilai 34. Kedua klub ini siap dipertemukan pada babak berikutnya. Juri Turnamen Kasti tampak serius menjumlah perolehan nilai Baca juga: Tutorial Aplikasi Wali Santri “Kami latihan yang serius cuma dua hari sebelum pertandingan hari ini, yaitu Rabu dan Kamis, jadi gak ada kiat khusus untuk mengikuti lomba hari ini, ya, Alhamdulillahnya teman-teman kompak”, ungkap Baihaqi, salah satu pemain Sniper ketika ditanyakan tentang rahasia bisa juara. Musyafal Habib|...
Tutorial Aplikasi Wali Santri
Kini, segenap wali santri dapat memantau langsung nilai rapor dan tagihan santri. Caranya mudah, tinggal mengikuti panduan di bawah ini. Install aplikasi “Wali Santri” atau akses melalui browser. Instal Aplikasi | Akses Web Masukkan nomor HP wali santri yang terdaftar. Kode dikirim via SMS. Lalu, tinggal masukkan nomor sekaligus kode sebagaimana gambar berikut. Selamat, Anda bisa mengakses data santri, raport, dan tagihan. Selamat mencoba! Info lebih lanjut hubungi: 0853-1158-1745 Muhammad ibnu Romli...
NKRI Menurut Habib Mohammad Baharun
Sepekan lalu, tepatnya malam Rabu (21/01), Prof. Dr. Habib Mohammad Baharun, SH, MA, Ketua Komisi Hukum MUI Pusat mengisi seminar ilmiah di Sidogiri dengan tema Agama, Pancasila, dan Politik Kebangsaan Perspektif Pesantren. Apa saja yang beliau sampaikan? Simak selengkapnya dalam tulisan kali ini! Laporan: Muhammad ibnu Romli Dengan tema Agama, Pancasila, dan Politik Kebangsaan Perspektif Pesantren tentunya kita bisa menebak bahwa beliau akan menyampaikan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam penyampaiannya, beliau menerangkan arti sebenarnya dari slogan, “NKRI harga mati”. Menurut beliau, jangan kira sosok yang menggaungkan NKRI harga mati ingin menandingi kehargamatian agama. Keduanya berbeda. Maksud dari NKRI harga mati ialah jangan sampai menghancurkan NKRI. “NKRI harga mati itu bukan berarti ingin menyaingi al-Quran yang harga mati. Maksudnya, jangan main-main dengan NKRI. NKRI gak perlu diotak-atik lagi,”dawuh beliau dengan jelas. Di bagian akhir acara, beliau menyinggung tentang NKRI bersyariah. Menurut beliau kelompok yang mengkoar-koarkan semacam itu di khalayak sama sekali tidak melihat situasi negara dengan obyektif. “Sekarang yang ingin saya sampaikan, yaitu, ada kawan-kawan yang saking semangatnya sehingga tidak melihat situasi dan kondisi dengan obyektif perihal politik di Indonesia ini. Misalnya, ya perjuangkan NKRI bersyariah.” ungkap beliau di hadapan peserta Annajah Center Sidogiri (ACS) Menurut beliau, slogan NKRI Bersyariah hanyalah akan memancing a’daul Islam menyerang. Inilah yang selama ini dihindari oleh Majelis Ulama Indonesi (MUI). “Kalau (slogan NKRI Bersyariah) diucapkan di tempat umum, kira-kira agama lain diam atau siap-siap (menyerang)? (Buktinya) sudah ada suara-suara, “Ini ada apa (kenapa banyak orang berteriak slogan demikian)?” Jadi memahami politik adalah strategi. Perhatikan, kenapa Majelis Ulama Indonesia tidak berkoar-koar ketika fatwanya menjadi undang-undang? Karena takut ada orang lain yang tidak senang, (malah) menjegal (sehingga tidak menjadi undang-undang). Jadi, sekitar separuh dari Fatwa Majelis Ulama Indonesia sudah menjadi undang-undang. Sudah masuk lembaran negara,”tegas beliau di ruang auditorium lantai II Sebagai bukti, beliau mencontohkan dengan bank syariah. Tidak mudah untuk tembus menjadi undang-undang. Namun, bila berhasil, maka sulit pula untuk dibubarkan. “Anda pikir bank syariah itu bukan undang-undang? Gak gampang orang sekarang membubarkan bank syariah, karena sudah menjadi undang-undang. Undang-undang pergadaian syariah, asuransi syariah, hotel syariah, rumah sakit syariah, dll tinggal tunggu saatnya semua bank konvensional menjadi syariah semua,” pungkas beliau. Baca Juga: ACS Bersama Habib Mohamad Baharun Simak pula wawancara eksklusif dari sidogiri.net dan...