Membunuh Nyamuk di Masjid
a. Deskripsi Masalah Nyamuk tidak memilih tempat untuk mencari makanan, tak terkecuali di masjid. b. Pertanyaan Bagaimana hukum membunuh nyamuk di masjid? c. Jawaban Boleh, asal segera dibuang bangkainya ke luar. d. Rujukan وَيَجُوْزُ قَتْلُهُ أَيْ نَحْوِ الْقُمَّلِ فِي الْمَسْجِدِ إِنْ أَسْرَعَ بِإِخْرَاجِهِ اهـ (حاشية القليوبي, 1/99). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...
Mengandalkan Cerdas, Kerja Keras, ataukah Yakin?
Hampir seluruh hayawanun-nâtiq bertanya, “Apakah gerangan keyword kesuksesan itu?” Pasti, lebih dari 75% orang menjawab “rajin”. Sebab—pepatah Arab mengatakan—al-ajru biqadrit-ta’bi, kesuksesan adalah imbalan jerih payah. Memang, latihan adalah barometer kesuksesan. Sebab—kata Hermawan Aksan—99% yang ikut andil dalam meraih kesuksesan adalah latihan, sedangkan 1% adalah bakat. Akan tetapi, 25% mengatakan kecerdasan. Sebab, kecerdasan dapat melipat waktu. Jika hanya kerja keras, hasilnya itu-itu saja. Tidak lebih! Sebagaimana kata Ust. Dumairi Nor, cendikiawan ekonomi, “Orang kaya hanyalah orang yang mau kerja cerdas, bukan yang kerja keras”. Tapi apapun alasannya, keduanya sama-sama penting. Percuma orang cerdas tanpa melakukan usaha sedikitpun. Juga, percuma kerja keras tapi tidak memutar otak sedikitpun. Ingat! Kedua-duanya penting. Akan tetapi ada yang lebih penting lagi, yaitu keyakinan. Seseorang dapat meraih impiannya hanyalah dengan keyakinan. Keyakinan adalah terjamahan dari bahasa Arab “i’tiqad”. Dari itulah, muncul istilah “tekad”. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), kata “tekad” diartikan dengan kemauan (kehendak) yang pasti; kebulatan hati; iktikad. Untuk itu, tanpa kemauan yang nyata, rajin dan cerdas tidak ada gunanya. Mengingat, kemauanlah yang dapat mewujudkan segalanya. Hingga meluncurlah pepatah, “Tak ada yang mustahil di dunia ini”. Selain itu, kata “i’tiqad” bisa di artikan dengan dogmatik. Keyakinan adalah syarat terpenting dalam beragama. Salah dalam menempatkan keyakinan, parah juga akibatnya. Karena, dengan anti dogmatik, seseorang takkan bisa masuk surga. Mengingat, surga adalah tempatnya orang yang yakin pada ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan bekal kecerdasan, seseorang takkan bisa mengenal tuhan. Buktinya, banyak orang IQ-nya tinggi tidak mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Begitupun kerajinan, banyak orang barat bertahun-tahun mencari tuhan, tapi hasilnya sia-sia. Modal pertama dalam menganalisa tuhan adalah “keyakinan”. Tidak ada lain! Sebagaimana perkataan Abdurrahman ad-Dakhil (Gus Dur), “Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk pada kenyataan, asal yakin di jalan yang benar”. Tidak dibenarkan—bagi orang yang ingin berubah—tunduk pada cerdas dan rajin. Sebab, perubahan hanyalah ada pada mereka yang memiliki tekad yang bulat. Muhammad ibnu...
Jumat Ini, Ada Tahlil Setelah Munjiyat
Setiap Jumat Sore, Pondok Pesantren Sidogiri memiliki kegiatan rutin berupa pembacaan surah-surah pilihan atau munjiyat. Kegiatan diatur oleh bagian Ubudiyah dan dilaksanakan pada masing-masing daerah atau asrama santri. Berbeda dengan minggu sebelumnya, setelah pelaksanaan Munjiyat Jumat sore ini (27/12) akan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Terkait pembacaan tahlil, bagian Ubudiyah pusat telah melakukan pemberitahuan ke berbagai asrama santri, agar setelah pembacaan munjiyat sore ini diteruskan dengan membaca tahlil yang dikhususkan untuk Mas Muhammad Kholilurrahman bin KH. Abdul Alim dan Mas Moch Daqiqiyah bin KH. Abdul Alim bin KH. Abd. Djalil. Dimana sebelumnya pelaksanaan haul beliau telah dilaksanakan pada hari Ahad di Pondok Pesantren Sidogiri Banin dan hari Kamis kemarin di Pondok Pesantren Banat II. “Kami telah memberitahukan kepada semua Ubud daerah, agar setelah pembacaan munjiyat diteruskan dengan pembacaan tahlil untuk haul Mas Kholilurrahman dan Mas Daqiqi, ini merupakan perintah dari dalem, dan kita semua sami’na wa atho’na”, terang salah satu staf Ubudiyah Pusat ketika ditanyakan pelaksanaan tahlil ini. Pembacaan surah-surah pilihan atau yang dikenal dengan surah Munjiyat rutin dibaca setiap Jumat sore di Pondok Pesantren Sidogiri dan serentak untuk beberapa daerah pada pukul 04.30 waktu setempat. Sementara untuk daerah Idadiyah dan Takhosus seperti Daerah L, N, dan M dilaksanakan pada pukul 05.00 tepat. Namun, dengan adanya pemberitahuan akan diadakan pembacaan tahlil ini, kemungkinan besar untuk daerah Idadiyah dan Takhosus akan memajukan waktu pelaksanaannya. Tambahan informasi, bahwa yang dimaksud dengan surah-surah pilihan dalam Munjiyat adalah 7 surah yang biasa dibaca santri Sidogiri, diantaranya surah as-Sajadah, surah Yasin, surah ad-Dukhan, surah al-Waqi’ah, surah al-Insan, surah al-Mulk, dan surah al-Buruj. ____________________ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...
Kalender Bertuliskan Natal
Deskripsi Masalah Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam satu tahun banyak sekali hari yang disebut hari besar, baik menurut Islam, non Islam atau Nasional. Hal itu mudah kita ketahui karena dalam kalender, hari-hari besar itu pada umumnya di tandai dengan warna merah plus keterangannya. Pertanyaan Menurut ketentuan fikih, bagaimana hukum membuat kalender yang mencantumkan tanggal merah non-Islam plus keterangannya? Dan bagaimana pula hukum menggandakan, memperjualbelikan serta menyimpannya? Jawaban Boleh dengan pertimbangan tanda semacam itu bukan ciri has perayaan agama tertentu dan hanya sebagai tanda hari libur resmi Nasional. Rujukan باب الردة وسئل رحمه الله تعالى ورضي عنه هل يحل اللعب بالقسي الصغار التي لا تنفع ولا تقتل صيدا بل أعدت للعب الكفار وأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر وإلباس الصبيان الثياب الملونة بالصفرة تبعا لاعتناء الكفرة بهذه في بعض أعيادهم وإعطاء الأثواب والمصروف لهم فيه إذا كان بينه وبينهم تعلق من كون أحدهما أجيرا للآخر من قبيل تعظيم النيروز ونحوه فإن الكفرة صغيرهم وكبيرهم وضعيفهم ورفيعهم حتى ملوكهم يعتنون بهذه القسي الصغار واللعب بها وبأكل الموز الكثير المطبوخ بالسكر اعتناء كثيرا وكذا بإلباس الصبيان الثياب المصفرة وإعطاء الأثواب والمصروف لمن يتعلق بهم وليس لهم في ذلك اليوم عبادة صنم ولا غيره وذلك إذا كان القمر في سعد الذابح في برج الأسد وجماعة من المسلمين إذا رأوا أفعالهم يفعلون مثلهم فهل يكفر أو يأثم المسلم إذا عمل مثل عملهم من غير اعتقاد تعظيم عيدهم ولا افتداء بهم أو لا فأجاب نفع الله تبارك وتعالى بعلومه المسلمين بقوله لا كفر بفعل شيء من ذلك فقد صرح أصحابنا بأنه لو شد الزنار على وسطه أو وضع على رأسه قلنسوة المجوس لم يكفر بمجرد ذلك اهـ فعدم كفره بما في السؤال أولى وهو ظاهر بل فعل شيئا مما ذكر فيه لا يحرم إذا قصد به التشبيه بالكفار لا من حيث الكفر وإلا كان كفرا قطعا فالحاصل أنه إن فعل ذلك بقصد التشبيه بهم في شعار الكفر كفر قطعا أو في شعار العبد مع قطع النظر عن الكفر لم يكفر ولكنه يأثم وإن لم يقصد التشبيه بهم أصلا ورأسا فلا شيء عليه ثم رأيت بعض أئمتنا المتأخرين ذكر ما يوافق ما ذكرته فقال ومن أقبح البدع موافقة المسلمين النصارى في أعيادهم بالتشبه بأكلهم والهدية لهم وقبول هديتهم فيه وأكثر الناس اعتناء بذلك المصريون وقد قال صلى الله عليه وسلم من تشبه بقوم فهو منهم بل قال ابن الحاج لا يحل لمسلم أن يبيع نصرانيا شيئا من مصلحة عيده لا لحما ولا أدما ولا ثوبا ولا يعارون شيئا ولو دابة إذ هو معاونة لهم على كفرهم وعلى ولاة الأمر منع المسلمين من ذلك ومنها اهتمامهم في النيروز بأكل الهريسة واستعمال البخور في خميس العيدين سبع مرات زاعمين أنه يدفع الكسل والمرض وصبغ البيض أصفر وأحمر وبيعه والأدوية في السبت الذي يسمونه سبت النور وهو في الحقيقة سبت...
Alkohol pada Minyak Wangi
a. Deskripsi Masalah Saat ini, hampir semua parfum ada campuran alkohol. b. Pertanyaan Bagaimana hukum alkohol pada campuran parfum? c. Jawaban Najis yang di-ma’fû selama tidak melebihi kadar kebutuhannya. Perlu diketahui bahwa bila alkohol itu terbuat dari selahin anggur, maka termasuk Nabîdz. Menurut Abu Hanifah, Nabîdz itu tidak najis. d. Rujukan وَمِنْهَا-أَيْ مِنَ المْعَفْوِّ عَنْهَا-الْمَائِعَاتُ النَّجِسَةُ الَّتيِ تُضافُ إِلى الأَدَوِيَّةِ وَالرَّوَائِحِ الْعطرِيَّةِ لإِصْلاَحِهَا، فَإِنَّهُ يُعْفَى عَنِ الْقَدْرِ الَّذِيْ بِهِ اْلإِصْلاَحُ اهـ الفقه على المذاهب الأربعة (1/19)، وَهُنَاكَ قَوْلٌ بِطَهَارَةِ النَّبِيْذِ عِنْدَ الْمَذْهَبِ الْحَنَفِيِّ حَكاهُ اْلإِمَامُ النَّوَوِيُّ في (المجموع شرح المهذب, 2/654). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...