Memegang Anus Buatan
a. Deskripsi Masalah Ada seorang bayi dilahirkan tanpa lubang anus. Kemudian bayi itu diberi lubang anus buatan. b. Pertanyaan Apakah memegang lubang anus buatan tersebut dapat membatalkan wudhu? c. Jawaban Memegang lubang anus buatan tersebut dapat membatalkan wudhu apabila diletakkan di tempat lubang anus yang asli. d. Rujukan وَثَبَتَ لِلْمُنْسِدِ جَمِيْعُ اْلأَحْكَاِم سَوَاءٌ كَانَ خَلْقِيًّا أوْ عَارِضًا اهـ (بُغِيَّةِ المُسْتَرْشِدِيْنَ, 25). وأمَّا الخَلْقِيُّ فَيَنْتَقِضُ مَعَهُ الخَارِجُ مِنْ المُنْفَتِحِ مُطْلَقًا (قَوْلُهُ مُطْلَقًا) أي فِي جَمِيْعِ البَدَنِ وَيَنْتَقِلُ إِلَيْهِ جَمِيْعُ الأَحْكَامِ والأَصْلِي اهـ (البجيرمي على الخطيب, 1/183). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...
Jadwal Pertemuan Pengurus dan Wali Santri Pondok Pesantren Sidogiri Periode 1441 H
Jadwal Pertemuan Pengurus dan Wali Santri Pondok Pesantren Sidogiri Periode 1441 H Banyuwangi Hari/Tanggal : Ahad 02 J. Ula 1441 H | 29 Desember 2019 M Jam : 09:00 wib Tempat : PP. Ummul Quro Jl. Jember Kalibaru-Banyuwangi, Dusun Krajan, Tegalharjo, Kec. Glenmore, Banyuwangi . Situbondo Hari/Tanggal : Ahad 02 J. Ula 1441 H | 29 Desember 2019 M Jam : 09:00 wib Tempat : PP. Darul Ulum, Tengah, Kapongan, Kec. Kapongan Situbondo . Jember Hari/Tanggal : Selasa 11 J. Ula 1441 H | 07 Januari 2020 M Jam : 09:00 wib Tempat : Ponpes Nurul Qur’an Desa Rowotamtu Kec Rambipuji Jember . Bondowoso Hari/Tanggal : Selasa 11 J. Ula 1441 H | 07 Januari 2020 M Jam : 09:00 wib Tempat : PP. Darul Falah Jl. Massyur, Krajan III, Ramban Kulon, Cermee, Kabupaten Bondowoso ...
Menambal Moral Bocor
“Beradab tanpa ilmu, lebih baik dari pada berilmu tanpa adab” ~Habib Umar bin Hafidz Perkataan itu menjadi prinsip di setiap pesantren. Mengingat, ilmu hanyalah batang pohon belaka. Sedangkan akhlak (baca: amal) adalah buahnya. Pohon tanpa buah samahalnya tumbuhan gagal panen, alias wujudnya sama dengan ‘adam-nya. Untuk itu, tolak ukur kesuksesan santri ditinjau dari moral kesehariaannya. Bukan dari daya intelektualnya. Banyak juarawan pesantren, yang dianggap gagal karena kebejatan moralnya. Tragisnya, akhir-akhir ini moral sudah dianggap penghias belaka. Yang lebih prioritas adalah “ilmu”. Sehingga tak ada bedanya antara pesantren dan sekolah formal di luar. Anehnya lagi, tidak hanya santri yang gagal paham melihat misinya di pesantren. Wali santri pun terkadang salah kaprah dalam menyikapi niat memondokkan anaknya. Bukti nyata bahwa wali santri juga gagal paham adalah: sering kali mereka menangis akibat nilai rapot anaknya merah. Bahkan tak jarang dari mereka yang merasa rugi mengirim anaknya yang tidak naik kelas. Bahkan sebagian mereka sengaja mengeluarkan anaknya dari khidmah di instansi pesantren, agar fokus pada pelajaran sekolah. Kesalahan wali santri, tidak menafikan kesalahan santri sendiri. Cita-citanya sendiripun sedikit yang bisa memahami. Tak jarang dari mereka tidak taat pada gurunya gara-gara metode KBM-nya dianggab lemot. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang berani mengeritik gurunya secara terang-terangan. Na’ûdzu bil-Lâh! Juga, kepada perintah guru, mereka menganggap sebagai sebuah anjuran biasa. Di ikuti al-hamdu lil-Lâh, ditinggalkan tak masalah. Padahal kalau kita mau membuka lembaran sejarah, tersebutlah nama Syaikhana Khalil Bangkalan, sebagai santri yang sangat taat pada guru. Dikisahkan, semasa mondok, beliau diperintah gurunya untuk menyapu halaman dalem. Beliau langsung siaga tanpa komentar ini-itu. Bahkan, beliau selama berhari-hari tidak beranjak dari halaman dalem, demi menunggu intruksi selanjutnya. Semacam itulah sekarang yang mulai asing . Di mana saat santri lebih mencari ilmu daripada barokah. Sehingga ia semakin jauh dari Allah, saat ilmunya semakin tinggi. Jika hal itu dibiarkan, maka semakin jam dinding berputar ke kanan, semakin buruklah moral santri. Samahalnya paralon bocor. Jika tidak segera ditambal, maka semakin membesar. Solusi tepat untuk memperbaiki hal itu adalah dengan memulai dari diri sendiri. Karena mustahil ia memperbaiki orang lain jikamengurusi diri saja “angkat tangan”. Tirulah metode dakwah Rasulullah SAW dalam berdakwah . Setelah diri sendiri, beralih kepada sanak famili. Berikut kepada sahabat dekat, para tetangga dan begitu seterusnya. Begitupun dengan kita. Setelah memulai dari diri sendiri, mengajak sanak saudara, beralih ke teman bilik, teman daerah dan begitu seterusnya. Jika misi itu berhasil, bersiaplah bibir Anda untuk tersenyum. Karena kelak akan melihat tumpukan pahala yang tak bisa dibayangkan. Berkat kemanfaatan suatu ilmu, yakni ilmul-hâl. Ingat, hanya ada tiga hal yang akan abadi, salah satunya, ilmu yang bermanfaat. Untuk itu, tunggu apa lagi? Muhammad ibnu...
Mentoring ACS Bahas Tradisi Kenduri Mayit
Malam Sabtu (27/12) Annajah Center Sidogiri (ACS) adakan mentoring untuk anggota semester II. Sebagai mentor adalah Ust. Fauzan Imron, Dewan Guru Madrasah Miftahul Ulum Aliyah Sidogiri sekaligus Dewan Pakar Aswaja. Acara bertempat di Ruang Istirahat Guru Mabna al-Ghazali. Sebanyak 40 peserta semester II hadiri acara yang membahas tentang “Hukum-hukum Terkait Kematian dan Kuburan”. Mentoring dimulai pada pukul 09.00 hingga 10.20 malam waktu setempat. Ust. Fauzan dalam penjelasannya mengenai Hukum-hukum Terkait Kematian dan Kuburan hanya memfokuskan pada tema yang belum pernah dibahas pada mentoring lain, karena Hukum-hukum Terkait Kematian dan Kuburan itu global, yakni kenduri, hadiah pahala dan membaca al-Quran kepada mayit. Sebelum membahas lebih lanjut beliau menjelaskan apa itu kenduri. “Kenduri adalah tradisi selamatan ketika ada orang yang meninggal dengan mendoakan si mayit bersama-sama kemudian diakhiri dengan makan bersama dari makanan yang disiapkan oleh keluarga si mayit,” terang beliau. Beliau melanjutkan dengan keterangan mengenai hidangan menurut Madzhab Syafi’i. Beliau menampilkan beberapa pendapat para ulama mulai dari yang memperbolehkan hingga yang melarang. Salah satu yang memperbolehkan adalah pendapat Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawa Kubra-nya. Imam Ibnu Hajar mengatakan, menggelar selamatan 3 hari, 7 hari, dan lainnya dilakukan karena tradisi untuk menolak fitnah maka diharapkan mendatangkan pahala untuk yang menggelarnya. Bahkan bisa dianggap mendatangkan pahala agar tidak dirasani orang. _______ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Daging Ayam yang Di-godok
a. Deskripsi Masalah Ayam potong sebelum bulunya dicabut akan dimasak dulu beberapa menit dalam air mendidih agar lebih mudah dicabuti. Biasanya ayam tersebut langsung dimasukkan ke air tanpa dibuang kotorannya. b. Pertanyaan Apakah ayam tersebut dihukumi najis? c. Jawaban Daging ayam tersebut tidak najis, tetapi mutanajjis (barang yang terkena najis). Untuk menyucikannya cukup dengan disirami air satu kali saja. d. Rujukan وَإِنْ كَانَ أَيْ اْلمُتَنَجِّسُ بِحُكْمِيَّةٍ حَبًّا أَو لَحْمًا طُبِخَ بِنَجِسٍ أَوْ ثَوْبًا صُبِغَ بِنَجِسٍ فَيَطْهُرُ بَاطنُها بِصَبِّ الماءِ عَلى ظَاهِرِها اهـ (فتح المعين مع حاشية إعانة الطالبين, 1/95). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...