BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri
Sep25

BMW ke-59 Pondok Pesantren Sidogiri

Malam selasa (23/09) Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan Bahtsul Masa’il Wustha (BMW) ke-59 yang telah menjadi agenda tahunan. Sidogiri memiliki agenda BMW sebanyak dua kali setiap tahunnya. Semester pertama diperuntukkan bagi seluruh pesantren se-Jawa-Madura, sedangkan untuk semester ke-dua untuk para alumni Sidogiri. Acara ini di prakarsai oleh Kuliyah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri, di mulai sejak malam Selasa (23/09) sampai malam Rabu (24/09). Bertempat di mabna as-Suyuti dan al-Ghazali. BMW pada tahun ini bisa dikatakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan dimasukkannya beberapa pertanyaan seputar akidah dan tasawuf, dengan sistem dua komisi dalam 3 jalsah (pertemuan). Ada 15 soal yang dibahas oleh Komisi A & B, 8 soal di antaranya sudah mendapatkan keputusan hukum. Diikuti oleh utusan dari 62 pesantren se-Jawa dan Madura, serta kelompok kajian. Acara di buka oleh MC pada malam Selasa, jam 07:30 Wis, diiringi pembacaan salawat Nabi oleh tim dufuf Sidogiri dan disusul dengan sambutan Sekretaris Umum (Sekum) Pondok Pesantren Sidogiri, Ust. Saifulloh Naji. Baca juga: Aneka Ragam Musyawarah di Sidogiri Setiap jalsah dilaksanakan selama 03 ½ jam, jalsah I pada malam Selasa, mulai dari jam 08:30 s/d 12:00 Wis. Jalsah II pada Selasa pagi, mulai 08:30 s/d 12:00 Wis. Jalsah III pada Selasa siang, jam 01:00 s/d 04:30 Wis. BMW di tutup pada malam Rabu dengan susunan acara, pembacaan Shalawat Nabi, Pemutaran Video, Pesan kesan dari para peserta, Sambutan Panitia dan Ikhtitam. Dalam hal undangan, Sidogiri masih tetap konsisten mengundang beberapa pondok-pondok besar maupun kecil yang dianggap aktif dalam hal musyawaroh se-Jawa-Madura, seperti Lirbyo, Ploso, Bata-bata, PP. Syaikhona Kholil dan beberapa pesantren lainnya. Total delegasi pesantren yang mengikuti BMW pada tahun ini sekitar 116 delegasi. Baca juga: Ust Fauzan Imron: Perbedaan Ilmu Kalam dan Filsafat Dalam segi fasilitas, acara BMW kali ini dilengkapi dengan sistem live streaming offline menggunakan layar LCD yang diletakan diluar gedung, lengkap dengan tempat duduk dan tempat berteduh. Sehingga memungkinkan bagi para santri untuk dapat menonton jalanya musyawaroh dari luar gedung tanpa khawatir berdesak-desakan. Panitia memiliki harapan besar agar para undangan dapat selalu aktif dalam forum musyawaroh yang diadakan oleh Pondok Pesantren Sidogiri. “Saya berterima kasih kepada para delegasi musyawaroh yang telah berkenan untuk hadir. Insyaallah kami akan selalu mengundang anda sekalian dalam acara BMW yang akan kami laksanakan, dan kami juga berharap agar para delegasi mau berkenan hadir dalam acara tersebut dan kami juga berharap agar anda sekalian tidak lupa untuk mengundang kami pula.” Ungkap Ust. Firdaus selaku wakil ketua panitia saat penutupan acara BMW malam rabu (24/09). Baca juga: Santri Sidogiri Saksikan Gerhana Bulan Parsial Jelang Subuh ______ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
ACS Adakan Pelatihan Menulis Artikel
Sep24

ACS Adakan Pelatihan Menulis Artikel

Annajah Center Sidogiri (ACS) adakan pelatihan bagi anggota semester 1 yang bertempat di ruang Istirahat Guru Gedung al-Ghazali, malam Rabu (24/09). Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk mengetahui cara menulis artikel pendek. Sebagai pelatih adalah Ust. Achyat Ahmad. Tidak seperti kebanyakan pelatihan-pelatihan menulis yang ada, untuk pelatihan di ACS ini lebih menekankan caranya bukan sekedar hanya motivasi menulis saja. Ust. Achyat, selaku Direktur Utama ACS mengawalinya dengan memberitahukan cara menulis harus memiliki kerangka tulisan. Baca juga: Seminar OMIM-UKPI: Hadirkan KH. Safrijal Bin Muhammad Subadar Dalam kerangka tulisan, terdapat tiga poin yang disebutkan Ust. Achyat. Yang pertama, kerangka tulisan itu diawali dengan deskripsi masalah. Deskripsi masalah kaitannya dengan hal yang sedang terjadi. Dari masalah yang terjadi lalu diarahkan ke bagian kerangka tulisan yang kedua, yakni pertanyaan. Pada poin ini, masalah yang akan dibahas atau ditulis dimunculkan pertanyaan atau rumusan masalah sehingga nantinya akan diketahui sisi dari masalah yang akan ditulis. Pada poin ketiga pertanyaan tadi dijawab. Dalam poin jawaban ini, penulis bisa memasukkan solusi, rekomendasi dan dalil sebagai penguat. Pembahasan selanjutnya, ust. Achyat mengiring kita untuk mengetahui hal-hal yang harus dipikirkan setelah membuat kerangka. Pertama harus dipikirkan masalah apa yang terjadi, lalu menemukan hal menarik dan unik dari yang akan ditulis. Dan pikirkan referensi yang diperlukan. Baca juga: Ust. Moh. Achyat Ahmad: Kufur Terhadap Ghaibiyat Merusak Akidah “kalau kita menulis tidak mempertimbangkan keunikan tulisan, lalu apa bedanya kita dengan yang lain”, kata Ust. Achyat. Penjelasan berikutnya, adalah tahapan dalam menulis artikel. Yang pertama kali, tulis seperti kerangka yang ada. Perkuat masing-masing poin dengan data yang valid. Berikan judul yang sesuai dengan inti gagasan. “Mengapa untuk pemberian judul saya taruh dibelakang? Karena jika kita menaruh judul diatas tahapan menulis, maka yang terjadi kita akan tersetir oleh adanya judul, kita diharuskan mengikuti judul yang sudah dibuat”, jelas Ustadz dengan kacamata ini. Baca juga: Peresmian SOP Pondok Pesantren Sidogiri ____________ Penulis: Musafal Habib Editor  : Saeful Bahri bin Ripit...

Selengkapnya
Plus Minus Ngaji Online
Sep24

Plus Minus Ngaji Online

Di era internet, ngaji online bukan hanya tren, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Itu merupakan akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan; orang banyak awam soal agama, namun mereka butuh tuntunan keagamaan, sedangkan mereka sibuk dengan berbagai aktivitas mereka, maka ngaji online adalah jawaban yang masuk akal bagi mereka. Sekilas, kita melihat ngaji online adalah solusi yang benar. Akan tetapi jika dilihat lebih cermat, justru kita mendapati potensi bahaya yang sangat besar yang bisa diakibatkannya. Karena itu, kita perlu mendiskusikan tema ini secara serius, dan menemukan jalan keluar yang tepat. EDITORIAL Memproduksi Kesesatan Ilmiah TOPIK UTAMA Plus Minus Ngaji Online DATA FAKTA Berguru Virtual Kepada Ulama Internasional SOWAN Kiat Terhindar Dari Kebatinan KAJIAN Bidadari Surga dan Diskriminasi Wanita OPINI Bukan Sombong Tapi Sesumbar KOLOM AKIDAH Siapakah Moderat dan Radikal itu (?) KOLOM FUQAHA Beli Barang, Kredit atau Kontan KHANIQAH SUFI Tantangan Spiritual Bagi Tubuh Gendut NGAJI HIKAM Tentara Hati SAKINAH Bagaimana Jika Istri Berbuat Kasar? MUSLIMAH Antara Cinta dan Rayuan SILATURAHIM Pondok Pesantren Daarul Rahman, Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan 12630, “Oase Ilmu-ilmu Agama di Tengah Kota” REUNI HM. Khudari Abdul Karim Pasuruan, “Terus Berkhidmah Tanpa Lelah”...

Selengkapnya
Perkembangan MTQ Selama 3 Tahun
Sep23

Perkembangan MTQ Selama 3 Tahun

Pada usia yang hampir menginjak tiga tahun ini, MTQ (Madrasah Taklimul Quran) sudah banyak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada generasi tahun pertama MTQ (1438-1439 H) masih bisa dibilang cukup amburadul. Tetapi pada tahun kedua, dengan menyusun strategi baru, pengurus MTQ cukup peka menggali kekurangan yang ada di tahun sebelumnya. Dengan itu pihak pengurus MTQ membuat banyak perubahan dari berbagai sektor. Semisal, lebih disiplinnya peraturan bagi para mualim, bekerjasama dengan pihak Ketertiban dan Keamanan (Tibkam) PPS dengan menyetorkan nama-nama bagi para peserta didik yang indisipliner. Pembenahan yang cukup jitu ini, juga merembet pada sistem penilaian ujian MTQ. Dengan rincian, nilai rata-rata harus mencapai angka minimal tujuh puluh. “ Tujuan diperketatnya sistem penilaian seperti ini, dikarenakan poin-poin yang dinilai dalam al-Quran adalah mengenai cara ucap huruf yang sangat vital atau rentan terhadap kesalahan. Bedahalnya dengan ujian di madrasah yang bisa dipelajari dengan satu kali tatap muka”. tutur Ust. Zaidul Khoir selaku ketua Panitia Ujian Quran (PUQ) dengan nada tegas. Pada dasarnya perkembangan yang paling mencolok ada pada usia MTQ yang ketiga tahun ini, tepatnya tahun sekarang. Kendati demikian dapat kita lihat dari berhasilnya pencetakan materi baru bagi semua peserta didik, rapat rutinan para mualim MTQ yang terjadwal setiap bulan. “Kami sangat berharap untuk kedepannya, MTQ selalu selangkah lebih maju. Karena MTQ merupakan program vital di pondok ini”. tambah Ust. Zaid dengan penuh semangat. ________ Penulis: Ufi* Editor: Saeful Bahri bin Ripit *Redaksi Mading...

Selengkapnya
Datangkan Genset Baru untuk Kemaslahatan Pesantren
Sep22

Datangkan Genset Baru untuk Kemaslahatan Pesantren

Jumlah santri yang semakin bertambah setiap tahunnya menyebabkan fasilitas yang ada di Sidogiri menjadi kurang efisien terutama dalam pengunaan listrik, sebab populasi santri yang meningkat derastis. Ketua P3S  Ust. Hanafi Basri mengatakan bahwa genset pesantren akan disiapkan sebanyak dua unit untuk kemaslahatan pesantren, karena ada perintah dari Pengurus Harian untuk diperbarui. “Genset kemarin tidak rusak, masih bisa digunakan, tapi  sering terjadi kemacetan ketika dioperasikan,” tambahnya. Genset baru ini, memiliki kelebihan dari sebelumnya. Alat tersebut dapat diaktifkan secara otomatis serta, tidak membutuhkan banyak tenaga untuk mengaktifkannya. Genset seharga Rp. 480. 000.000.- ini juga terdapat kekurangan. Seperti penggunaan bahan bakar yang masih terbilang boros. “empat tong solar digunakan untuk satu kali pemakaian,” jelas Ust Hanafi. Sedangkan anggaran solar pertahun hanya 7 juta rupiah, dan harga pertrimnya senilai Rp.1.030.000.-. Jika terjadi pemadaman listrik selama tiga kali akan membutuhkan biaya tiga kali lipat dari sebelumnya. Beliau juga menegaskan, agar petugas diesel saling berkomunikasi jika ada penambahan barang, yang memanfaatkan tenaga listrik. Supaya bisa dikira-kirakan atau membatasi penggunaan tenaga listrik. “Insya Allah, Genset 250.000 WATT ini mampu untuk menampung cadangan listrik pesantren,” harapnya. Di akhir wawancara, beliau berpesan agar menjaga inventaris pondok dengan baik. “Untuk kedepannya, mulai dari sekarang mari bersama saling menjaga sarana pesantren. Mencangkup inventaris, penggunaan listrik dan lain sebagainya,” pesan beliau. _____ Penulis: Nun* Editor: Saeful Bahri bin Ripit *Redaksi Mading...

Selengkapnya