Keterpurukan Dan Tanggung Jawab kita
Des26

Keterpurukan Dan Tanggung Jawab kita

Barat adalah kiblat kekuatan Dunia. Barat juga tempat kejahatan akhlak. Bukan hanya orang yang ada di dalamnya, tapi mereka juga mengirim ke Negara lain, termasuk Negara kita, khususnya umat Islam. Bagaimana mereka berencana melakukan itu? Metode dan sistem apa yang mereka gunakan? Sedikitnya tergambar dalam tulisan ini. Kebanyakan pikiran yang merusak Islam dan sejarah kaum muslimin tidak lain dan tidak bukan adalah dampak dari Misionaris, Orientalis dan Imperialis (penjajah) yang memusuhi Islam. Mereka datang membawa tas yang di dalamnya disiapkan seperangkat ajaran yang tertulis dan tidak tertulis dengan berbagai kepentingan. Ada juga yang mempelajari ihwal Islam dan menjalankan tugasnya. Mereka merusak dari segi akidah, ibadah dan akhlak. Mereka juga mengelabuhi dan mempengaruhi kita agar jatuh ke dalam lembah kesyirikan. Ini dimaksudkan untuk membuat pikiran pemuda pemudi bergantung pada pemikiran palsu mereka. Hasilnya akan timbul rasa cinta terhadap apa yang mereka bawa yang berupa perkara yang kontradiksi dengan risalah Islam, memecah belah kaum muslimin antar suku dan kelompok sehingga terpisah secara lahir dan batin. Akibatnya tidak ada lagi kasih sayang dalam hati, terlepasnya ikatan keagamaan dan pasti kerusakan moral. Bukan Kerusakan, Tapi Lupa Diri Jika kita meneropong umat sekarang, ternyata tidak seperti umat yang tergambar dalam al-Quran yang menyeru amar makruf nahi munkar: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS.al-Imran;[03]:110). Muslim sekarang tidak menyeru untuk berbuat makruf dan tidak melarang munkar. Malah ia melihat makruf sebagai munkar dan melihat munkar sebagai makruf. Lebih dari itu, ia menyuruh orang berbuat munkar dan mencegah berbuat makruf, sehingga terjadi fitnah yang membuat intelektual muslim kebingungan. Sebab itulah muslim masa kini sudah bukan umat satu lagi yang seperti digambarkan Allah: “Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”. (al-Anbiya’;[21]:92). Malah muslim sekarang menjadi ragam umat di mana yang satu memusuhi yang lain. Ringkasnya dapat dikatakan bahwa umat sekarang telah melupakan Allah, lalu Allah melupaka dia.   وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ١٩ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS.al-Hasyr;[59]:19). Tanggung Jawab Siapa? Siapa yang bertangung jawab atas kehancuran yang memporak-porandakan umat, sehingga tidak berdaya tampil ke dapan untuk menunaikan tugas yang dibebankan kepada kita? Penulis di sini tidak ingin menunjuk hidung sehingga saling menyalahkan individu, tapi hanya ingin mengetahui dari mana asal mula kerusakan umat, agar kita dapat menyumbat kebocoran, mengobati penyakit dan membasmi...

Selengkapnya
Pengkaburan di Balik Tirai Pemerintahan
Des24

Pengkaburan di Balik Tirai Pemerintahan

Dewasa ini kita sering mendengar berita mengenai Islam yang semakin hari semakin terpojok. Berita itu tidak memihak pada umat Islam, sebaliknya berita itu malah membuat kondisi umat Islam semakin terpuruk. Contoh kecilnya ialah mulai dari ketidakharmonisan ormas-ormas Islam di Indonesia sampai kebijkan-kebijkan pemerintah yang berat sebelah. Apa yang sebenarnya terjadi dewasa ini memang tidak lepas dari pengaruh orang-orang kafir, kebencian dan hasrat untuk menghancurkan serta memecah belah umat Islam. semua itu sudah tergambar dalam firman Allah: “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad)sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya) dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah” (QS.al-Baqarah;[02]:120). Selain ada orang-orang kafir di balik tirai Pemerintah, ada juga penyebab umat Islam sekarang ini terpojok, yakni orang-orang munafik yang rela mengorbankan agamanya hanya demi melindungi harta dan dirinya sendiri. Sebagaimana firman Allah: “Sungguh, jika mereka diusir orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka. Dan jika mereka di perangi mereka (juga) tidak akan menolongnya. Dan kalaupun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari dari belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan”. “Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (Muslimin) lebih ditakuti dari pada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti”. “Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusushan antara sesama mereka sangat hebat, kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah, yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti” (QS.al-Hasyr;[59]:12/13/14). Ini terbukti dalam kebijakan pemerintah saat ini, seakan mereka tidak peduli nasib umat Islam dan acuh tak acuh dengan kemaslahatan umat Islam. Terlihat dari sikap mereka saat menghadapi kesulitan, mereka tidak mempunyai pegangan, terombang-ambing kesana kemari, karena mereka lebih takut pada manusia dari pada Allah. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW: “Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kelak akan terjadi orang-orang yang mementingkan diri sendiri dan berbagai hal yang kamu tidak menyukai”. Mereka bertanya: Apa pesanmu kepada kami? Ia menjawab: Kamu harus tetap menunaikan kewajibanmu dan memohon kepada Allah atas hak-hakmu (yang mereka rampas) (HR. Bukhari Muslim). Jadi, sekalipun pemimpin kita pemimpin yang egoistis, maka kewajiban bagi kita adalah tetap menunaikan kewajiban dan memohon kepada Allah atas....

Selengkapnya
Carut Marut Politik Indonesia
Des22

Carut Marut Politik Indonesia

Saat Nusantara masih terdiri dari beberapa kerjaan, Islam sudah sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Nusantara. Meskipun masyarakat lebih dahulu dipengaruhi oleh beberapa agama seperti Hindu, Budha dan kepercayaan lain, tetapi Islam mampu memberikan pengaruh yang sangat luas bagi masyarakat Nusantara. Agama Islam bukan sekedar ideologi yang menganjurkan beribadah pada Tuhannya saja (dalam arti ibadah mahdho), tetapi juga aplikasi dalam kehidupan sehari-hari (muamalah). Seluruh aspek kehidupan manusia diatur dalam Islam (kamil), menyeluruh (shamil) dan sesuai disegala keadaan dan jaman (salih li kulli zaman wa makan). Itulah sebabnya Islam sangat relevan bagi manusia di segala jaman. Karena pada prinsipnya Islam adalah agama misionaris, dimana setiap pengikut harus menyebarkan ajaran itu kepada orang lain. Pergerakan Islam tidak berhenti begitu saja saat menghadapi kendala dan tantangan. Terbukti sejak berdirinya negeri ini, cendekiawan muslim selalu berada di posisi terdepan untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Gerakan Islam mengalami pasang surut karena menghadapi tantangan dalam maupun dari luar. Perumusan Pancasila diantaranya. Merupakan hasil mufakat dari kebanyakan cendekiawan Islam. Terbukti pada sila pertama tertera “Ketuhana yang Maha Esa”. Begitu juga pada pembukaan UUD 45. Jaman Orde Baru bisa dikatakan merupakan puncak pencapaian kaum muslim di Indonesia. Meskipun sebelumnya sudah mampu memberikan warna, tetapi Orde Baru telah memberikan kesempatan luas bagi intelektual muslim berpartisipasi dalam pemerintahan termasuk dengan terbentuknya MUI yang dimotori oleh pemerintah Orde Baru. Bukan hanya itu, larangan bagi penduduk non pribumi menjadi pejabat negara. Runtuhnya Orde Baru posisi kaum muslim semakin lama semakin kuat terbukti dengan terpilihnya Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Meskipun tidak berumur lama dalam memegang kekuasaan, Abdurrahman wahid sebagai kepala Negara telah mengindikasikan peran penting intelektual Muslim dalam dinamika politik Indonesia. Setelah itu, dilanjutkan dengan megawati. Baru berumur empat bulan, masyarakat telah digegerkan dengan penjualan Indosat kepada Singapura. Seiring dengan perkembangan jaman, dinamika perpolitikan Islam nampaknya akan semakin berat. Isu terorisme yang digaungkan oleh Barat, nampaknya akan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi didukung dengan adanya kejadian-kejadi teroris seperti Bom Bali, JV Mariot dan lain sebagainya. Kejadian ini telah membuat masyarakat Muslim terpojok dan tersingkirkan dalam berbagai hal. Umat muslim sendiri juga sudah mulai terlihat tak peduli dengan peran Islam dalam pengaturan negara. semua itu disebabkan beberapa perkara; Pertama, karena umat Islam tidak memiliki pemimpin nasional yang ditakuti dan ditaati oleh semua lapisan umat, hanya pemimpin parpol, pemimpin ormas, pemimpin lembaga, pesantren, majlis ta’lim, madrasah, majlis zikir dan sebagainya. Kedua, umat Islam Indonesia tidak bersatu. Antar ormas dan parpol saling bergesekan dan terjadi persaingan yang tidak sehat. Ketiga, tidak beruswah pada sejarah Rasulullah ketika beliau masih hidup dan beranggapan politik harus dihindari. Perlu diketahui, dakwah mengajak mengikuti jalan Allah, dan politik bagian dari dakwah. Kedepan umat Islam wajib mendidik generasi muda...

Selengkapnya
Pembangkang Adalah Diktator Negara
Des20

Pembangkang Adalah Diktator Negara

Prolog Pada masa Khalifah Sayidina Ali, umat Islam terpecah menjadi tiga golongan, golongan yang mendukung Sayidina Ali, golongan yang mendukung Muawiyah bin Abi Sufyan dan golongan yang keluar dari keduanya membentuk kelompok sendiri, yakni golongan Khawarij. Oleh para ulama golongan Khawarij dikategorikan sebagai golongan yang membangkang dan tidak patuh kepada pemimpin, begitu juga pasukan Muawiyah. Hingga akhirnya pasukan Sayidina Ali berhasil mengalahkan dalam perang Nahrawan dan membumihanguskan golongan Khawarij dan berperang dengan Muawiyah dalam perang Shiffin. Ini adalah satu contoh golongan yang membangkang (Bughat) kepada Khalifah Bughat Adalah satu golongan yang tidak mau mengikuti aturan pemerintah di dalam satu negara, mereka tidak mau menegakkan hukum-hukum negara dan anti demokrasi. Maka, sekalipun imam itu fasik, tidak berprikemanusiaan dan memiliki kekuasaan mutlak dengan cara yang tidak demokratis (kekerasan), masyarakat tetap diwajibkan untuk taat kepada pemimpinnya. Seperti sabda Nabi; “Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kelak akan terjadi orang-orang yang mementingkan diri sendiri dan berbagai hal yang kamu tidak menyukai. Mereka bertanya: Apa pesanmu kepada kami? Ia menjawab: Kamu harus tetap menunaikan kewajibanmu dan memohon kepada Allah atas hak-hakmu (yang mereka rampas)” (HR. Bukhari Muslim). Maka bughat harus diperangi sampai imam mengutus satu orang yang dipercaya untuk memberikan nasihat, bahwa jalan yang ia pilih tidak sesuai dengan koridor syariat. Jika mereka masih tetap, maka diajak rembukan untuk mencari titik temu yang sekiranya maslahah dari kedua belah pihak. Bila dengan cara seperti itu mereka tetap juga tidak mengubah jalannya, maka meminta izin kepada imam untuk memeranginya sebagaimana pendapatnya Muhammad bin Qasim. Mungkinkah Komunisme juga? Sebelum itu, tidak semena-mena kita langsung menyerang, tapi harus terpenuhinya tiga syarat; Pertama, mereka keluar dari genggaman pemerintah yang sah, adakalanya tidak mengikuti atau tidak memenuhi kewajiban dan bisa juga dengan mereka menentang pemerintahan. Kedua, mereka mempunyai kekuatan untuk menggulingkan pemerintah, baik dalam hal persenjataan, jumlah pengikut dan memiliki pemimpin atau terdapat orang yang diikuti, sekalipun dia itu bukanlah orang yang diangkat secara resmi oleh golongan mereka, akan tetapi diangkat karena memiliki jiwa kepemimpinan. Ketiga, mereka mempunyai penakwilan yang menurut dirinya hal itu diperbolehkan. Jika diterapkan bisa menyebabkan kekacauan. Dan akhirnya akibat buruk yang akan menimpa dan tidak terwujudnya maslahah, seperti ahli Siffin menunut qisas orang yang membunuh Sayidina Usman, padahal Sayidina Ali tidak menuntutnya menunggu Islam kembali stabil. Sementara itu melihat fakta sejarah, semuanya ada pada diri PKI. Melihat syarat yang pertama, bahwa PKI secara jelas memberontak pada pemerintah. Mereka menganut kepercayaan ateisme (tidak mengakui adanya Tuhan), dengan artian mereka sudah melanggar Pancasila sila pertama. Melihat syarat kedua, mereka membelot dari pemerintah tidak sendiri, mereka mempunyai pengikut yang banyak, dilengkapi dengan persenjataan, bahkan mereka ada yang memimpin. Seperti tragedi G30S/PKI yang mengakibatkan terbunuhnya 6 Jendral....

Selengkapnya
Balasan Allah Sesuai dengan Kadar Amaliah kita
Des18

Balasan Allah Sesuai dengan Kadar Amaliah kita

Diceritakan, ketika salah satu Sahabat meninggal dunia, beliau datang untuk men-shalati. Setelah itu beliau menyempatkan diri singgah terlebih dahulu di rumah duka, guna menghibur keluarga yang terkena musibah. Nabi bertanya pada istri Sahabat yang telah meninggal dunia: “Apakah suamimu tidak meninggalkan wasiat sedikit pun sebelum dia meninggal”. “Saya tidak tahu ya Rasulullah, apakah itu suara rintihan sebelum matinya atau karena sakitnya arwah saat di cabut. Saya hanya mendengar beberapa kalimat yang dia katakan saat nafasnya tersenggal-senggal”. “Apa yang yang dia katakan?”. “Dia mengucapkan, andai lebih panjang lagi…, andai yang baru…, andai semuanya… . Hanya itu yang diakatakan sehingga kami bingung apakah itu igawannya semata atau pesan-pesan yang tidak selesai”. Nabi pun tersenyum sembari berkata “Sungguh suamimu berkata benar. Ceritanya begini, disaat suamimu keluar dengan tergesah-gesah menuju Masjid, di tengah perjalanan dia bertemu orang buta yang juga hendak ke Masjid. Namun dia kesulitan untuk berjalan sebab tidak ada yang membimbingnya. Maka suamimu menuntunnya hingga sampai di Masjid. Tatkala dia menghembuskan nafas terakhir, dia melihat pahala atas amalnya, sehingga dia mengucapkan ‘Andai lebih panjang lagi’. Maksudnya andaikan Masjid itu lebih jauh, berapa banyak lagi pahala yang akan dia terima”. “Sedangkan perkataan yang lainnya Rasulullah” tanya sang istri penasaran. “tatkala suamimu keluar pagi-pagi menuju masjid yang saat itu cuaca sangat dingin. Di pinggir jalan dia mendapati orang yang hampir mati sebab kedinginan. Kebetulan suamimu membawa mantel baru, dia pun mencopot mantel yang dia kenakan kemudian dia memberikannya pada orang tersebut sedangkan dia memakai mantel yang baru. Ketika dia hampir mati, ditampakkan balasan atas perbuatannya hingga dia berkata ‘Andaikan yang baru’. Maksudnya andaikan yang baru yang dia berikan, pasti balasannya lebih besar dari apa yang dia saksikan”. “Sedagkan yang terakhir ya Rasulullah”  lanjut sang istri semakin penasaran. Nabi meneruskan “Apakah kamu ingat disaat suamimu pulang dalam keadaan lapar sedangkan kamu menyajikan roti yang terbuat dari campuran tepung, mentega dan daging. Namun saat suamimu hendak memakannya, diketuk rumahmu oleh Musafir, dia datang untuk meminta makanan pada kalian. Lantas suamimu membagi roti yang dihidangkan dan memberikannya pada Musafir tersebut. Disaat nyawanya berada di kerongkonganya, amaliah yang dia lakukan tadi di tampakkan oleh Allah sehigga dia mengatakan: “Andai semuanya”. Maksudnya, andaikan semuanya yang aku berikan, pasti pahala yang akan aku terima berlipat ganda dari yang aku pandang”....

Selengkapnya
Semangat Mendobrak Perkara Mustahil
Des16

Semangat Mendobrak Perkara Mustahil

Di suatu desa terpencil, hidup seorang pemuda dengan kulit yang hitam. Dia kesehariannya sibuk dengan mencari kayu bakar, lalu dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu hari dia melihat wanita yang sangat cantik, sampai-sampai ia jatuh hati kepadanya. Ia adalah putri seorang raja di daerah tersebut. Tak peduli bentuk fisik dirinya yang hitam, yang penting bagi dia bisa menikah, hidup bahagia bersama dengannya. Tanpa takut pemuda itu meminta melamar putri raja tersebut. Karena raja melihat pemuda itu orang yang miskin dan tidak kufu’ dengan putrinya, raja menerima dengan satu syarat, yaitu maharnya harus berupa mas permata, intan, berlian dan perhiasan yang sangat mahal. Sungguh tidak disangka, pemuda itu menerima tantangan itu dengan perasaan yakin. Bergegas pemuda itu memutar otak untuk menjalankan misinya. Terbesit dipikirannya bahwa tempatnya perhiasan ada di dasar laut, tapi ia bingung, bagaimana caranya untuk sampai ke dasar laut. Tanpa pikir panjang ia menguras laut itu dengan satu timba yang dibawanya. Lama-kelamaan, si ikan melihat pemuda itu menguras air laut. Si ikan mengira bahwa air laut akan habis dan tamatlah hidup para ikan di lautan. Sehingga si ikan lapor kepada pimpinan ikan saat itu, yaitu ikan hiu. Lalu pemimpin ikan mengumpulkan para pembesar ikan dan mencari jalan keluar akan masalah ini. Kemudia diputuskan masing-masing ikan di laut harus mencari intan berlian dan mas permata untuk di lempar melalui mulutnya ke daratan, karena yang diinginkan oleh pemuda itu hanyalah intan berlian dan mas permata. Lalu para ikan-ikan di laut mencari permata ke dasar laut dan menyemburkannya ke daratan, hingga seperti hujan permata. Kemudia, setelah pemuda melihat kejadian yang seperti hujan permata, ia menghentikan pekerjaan menguras laut dan mengambil serta mengumpulkan butiran-butiran permata yang berserakan di sekitarnya. Tanpa menunggu waktu lama, pemuda itu membawa permata yang ia dapatkan ke hadapan raja, guna melamar seorang putri. Melihat hasil yang di dapatkan si pemuda, raja terkejut dan tidak percaya dari apa yang didapatkan pemuda itu. Singkat cerita, akhirnya pemuda itu berhasil melamar putri raja dan hidup bahagia bersamanya. Hikmah Cerita Hikmah yang bisa kita petik dari cerita ini, bahwa pemuda itu nekat melakukan sesuatu yang mustahil secara akal (menguras laut). Akan tetapi karena pemuda itu berusaha sekuat tenaga dan pantang menyerah, dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan walaupun itu mustahil. Maka, satu pesan dari penulis ‘berusahalah sungguh-sungguh walaupun apa yang kalian impikan hal mustahil’....

Selengkapnya