Kecintaan Rasulullah Melebihi Segalanya
Feb03

Kecintaan Rasulullah Melebihi Segalanya

Melihat keteladanan Rasulullah adalah suatu keistimewaan berarti bagi kalangan tersendiri. Disebut kalangan tersendiri karena mereka tidak melihat dengan matakepala, melainkan hati yang jernih yang tidak mempunyai perasaan jelek sedikit pun kepadanya. Sahabat Abu Bakar misalnya. Sahabat yang pertama masuk Islam dari kalangan laki laki. Sahabat yang pertama mempercayai Isra’ Mi’raj. Sahabat yang yang di patuk ular untuk menyelamatkan nabi disaat bersembunyi di gua Hira’ karena dikejar oleh kafir Quraisy Makkah. Sahabat yang rela menyakiti dirinya sendiri demi Rasulullah, seorang yang sangat dicintainya. Menurut sahabat Abu Bakar, bahwa melihat Rasulullah adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Karena beliau pernah berkata; “Tiga hal yang aku sukai melebihi dunia dan isinya. Salah satunya adalah melihat Rasulullah. Atau salah satu pengemis di depan pasar Madinah  yang selalu mencaci maki Rasulullah, bahwa beliau adalah seorang pembohong. Akan tetapi Rasulullah dengan senang hati menyuapinya dengan menghaluskannya terlebih dahulu. Dan disaat Rasulullah wafat Abu Bakar menggantinya dengan suka rela, akan tetapi disaat makanan tersebut sampai pada mulut si pengemis dia memuntahkannya dan berkata; “Menyingkirlah, karena kamu bukan orang yang menyuapiku selama ini. Tak terasa Sahabat Abu Bakar membuat aliran sungai yang kecil dipipinya dan beliau berkata; “orang yang menyuapimu selama ini telah wafat, dia adalah Rasulullah”. Lalu pengemis itu pun takluk di hadapan abu Bakar dan masuk Islam. Mungkin perasaan menggebu-gebbu juga dirasakan oleh Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi dalam satu pengantar Simtud Durar untuk didokumentasikan oleh muridnya; “Semakin aku berusaha keras untuk menggali kesempurnaan Rasulullah semakin aku tak mampu untuk mengekspresikannya dengan kata kata”. Bukan dari kalangan muslim saja, bahkan dari kalangan orientalis juga sepakat dengan hal ini. Ada salah satu biarawati yang akhirnya pindah profesi menjadi peneliti agama dunia bahkan ia mengarang judul khusus tentang keistimewaan Nabi Muhammad yang tentunya banyak tidak dimiliki oleh manusia biasa. Yang terpenting di sini bukan terletak pada ketinggian ilmu yang di miliki para penulis kepribadian Rasulullah, akan tetapi dengan cinta mereka yang lebih pada sosok Rasulullah. Secara akademis seseorang tidak bisa menilai yang fair tentang satu sosok jika ia tidak menghayati secara mendalam terhadap sosok yang ia tulis. Apalagi sosok tersebut adalah Rasulullah....

Selengkapnya
Melanjutkan Tongkat Estafet Kemerdekaan
Feb01

Melanjutkan Tongkat Estafet Kemerdekaan

Sekitar 17 KM dari Karawang dan dibatasi sungai Citarum, pembacaan teks Proklamasi oleh Presiden Soekarno. Bertempat di jalan Pegangsaan Timur no.56 Rengasdengklok Jakarta, bendera merah putih pertama kali berkibar. Bendera berukuran satu setengah meter itu dikibarkan di markas PETA (pembela tanah air) di kantor kepresidenan menggantikan bendera Hinomaru (jepang), bahkan ada yang mengatakan Rengasdengklok adalah kota lahirnya Republik Indonesia. Sebelum itu, petani, pedagang, sopir, pegawai dan lainnya berbondong-bondong menuju Rengasdengklok, tepatnya setelah tersiar kabar bahwa Bung Karno akan mengumumkan kemerdekaan Indonesia membanjiri jalan Rengasdengklok guna melindungi Bung Karno. Selain itu, mereka juga siap menghadapi jepang andaikan datang menyerang. Dengan ringkas Bung Karno Membacakan teks Proklamasi. Selain itu, kalau melihat jauh ke belakang, banyak terjadi pertempuran antara Indonesia dengan kolonial Belanda seperti perang Puputan, perang Gerilya yang dikomandani panglima besar Jendral Sudirman, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan perjuangan para pendahulu yang berjuang keras, rela mengorbankan jiwa hartanya, bahkan sampai tidak makan berhari-hari demi terlepas dari belenggu penjajah dan kata merdeka Republik Indonesia. Hasilnya Indonesia pun dapat merasakan angin segar menjadi NKRI. Untuk itu, kita sebagai generasi muda untuk selalu menanamkan ke lubuk hati akan cinta tanah air, dengan cara menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI agar tidak lagi terulang masa suram Indonesia. Sebab tidak ada gunanya merdeka apabila kita tidak sanggup mempertahankan nash-nash yang para ulama umara sematkan di dinding pancasila. Juga, memenuhi cita-cita rakyat indonesia, hidup bahagia dan makmur baik jasmani maupun rohani. Melihat sejarah yang terjadi, lebih dari 700 tahun Islam menguasai semenanjung daratan Spanyol. Islam menjadi negara merdeka, menjadi negara yang ditakuti oleh imperium-imperium negara lain dan menjadi negara yang banyak bermunculan ulama-ulama kharismatik seperti al-Qurtubi, pengarang kitab Tafsir al-Qurtubi, Imam Ibnu Malik pengarang Nazam al-Fiyah Ibnu Malik dan banyak karangan-karangan lain dalam berbagai bidang, seperti geografi, ekonomi, biologi, kedokteran, perbintangan, penulisan khat, dan banyak yang lainnya. Tetapi tidak disangka, setelah lebih dari 700 tahun menguasai, akhirnya runtuh juga dalam tragedi perang Salib. Banyak ulama-ulama dibunuh dan ditumpuk menggunung dalam satu tempat. Karya-karya ulama dibuang ke sungai hingga bisa diseberangi oleh kuda. Ulama yang masih hidup menangisi kejadian tersebut. Runtuhnya negara Islam disebabkan karena tidak mampu mempertahankan kemerdekaan, lalai dan meremehkan musuh. Kini umur kemerdekaan Indonesia adalah 72 tahun semenjak Soekarno membacakan teks Proklamasi yang isinya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Tentu kita berharap Indonesia tidak seperti negara islam yang tiba-tiba runtuh dalam tragedi perang Salib. Kita berharap agar indonesia tidak lagi terjajah untuk kedua kalinya. Mewaspadai hal itu, kita semua, seluruh rakyat indonesia dan seluruh santri indonesia harus mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai para pahlawan. Karena sesungguhnya mempertahankan kemerdekaan akan lebih sulit daripada mengusir penjajah, sebagaimana kata hikmah...

Selengkapnya
Ketika Imam Dan Makmum Shalatnya Berbeda
Jan12

Ketika Imam Dan Makmum Shalatnya Berbeda

                    Konon, para salaf as-shaleh punya tradisi saling menyambangi satu sama lain. Namun mereka saling menyambangi bukan dikarenakan ada yang sakit ataupun meninggal seperti halnya tradisi orang pada umumnya. Melainkan ketika diantara mereka ada yang meninggalkan shalat berjamaah atau berjamaah namun ketinggalan takbiratul ihram imam. Dengan alokasi waktu selama tujuh hari bagi yang tidak berjamaah dan tiga hari untuk yang ketinggalan takbiratul ihram imam. Tradisi ini tentunya tak lepas dari saking besarnya pahala yang terkandung dalam shalat berjamaah sampai meninggalkannya saja dianggap sebagai musibah. Dengan jaminan pahala dua puluh tujuh derajat lebih besar dibanding shalat munfarid (sendirian) mungkin hanya penyesalan dan reaksi tepuk jidad saja yang pantas bagi setiap mukmin yang melewatkannnya. Tak jauh kaitannya dengan hal itu, biasanya kebanyakan pahala dan keutamaan shalat berjamaah selalu diidentikkan tertuju untuk shalat berjamaah yang antara imam dan makmumnya shalatnya sama, seperti imamnya niat melakukan shalat dhuhur dan orang yang bermakmum di belakangnya juga berniat melakukan shalat dhuhur. Karena mungkin memang praktek shalat berjamaah seperti inilah yang banyak dipraktekkan di masyarakat pada umumnya. Lalu bagaimana jika berjamaah namun antara imam dan makmum di belakangnya shalatnya tidak sama? seperti  imam niat melaksanakan shalat sunnah tahajjud, sedangkan makmum di belakangnya melakukan shalat isya’. Masih berlakukah pahala dua puluh tujuh derajat untuk praktek shalat jamaah semacam ini? Dalam menyikapi hal ini Syekh Zakaria al Ansori dalam kitab Tuhfatuth Thullab-nya menyodorkan secuil keterangan yang berkaitan dengan hal diatas, keterangan tersebut kemudian diperjelas oleh Syekh as Syarqowi dalam Hasyiyah as Syarqowi-nya. Menurut mereka praktek shalat berjamaah seperti yang tertera diatas sebenarnya hukumnya adalah makruh, namun masih tetap mendapatkan fadhilah dua puluh tujuh derajat (syarqowi 1/324). Dalam artian makruh dalam pelaksanaannya saja namun fadhilahnya tetap diperoleh. Sehingga secara tidak langsung beliau berdua menganjurkan praktek  shalat berjamaah seperti diatas sekalipun hal itu makruh. Jika menurut Syekh Zakaria dan  Syekh Syarqowi shalat berjamaah seperti itu dianjurkan, beda halnya dengan Imam Said Bin Muhammad, beliau lebih berpendapat bahwa orang yang shalat sendirian itu lebih utama daripada shalat berjamaah namun antara imam dan makmumnya shalatnya tidak sama. Beliau beralasan karena untuk keluar dari khilaf dalam masalah tersebut (khurujan minal khilaf). Sebab menurutnya shalat berjamaah yang didalamnya terdapat titik perbedaan antara imam dan makmumnya itu dapat menyebabkan kecacatan dalam shalat sekalipun perbedaan itu sangatlah kecil. Sehingga shalat sendirian dengan  sempurna itu lebih baik daripada shalat berjamaah namun didalamnya terdapat cacat (busyro karim 1/129). Namun disisi lain Syekh Jamaluddin Muhammad Bin Abdurrohman dalm kitabnya, Umdatul Mufti Wal Mustafti secara tidak langsung menepis pendapat dari Imam Said bin Muhamad diatas. Menurutnya (Syekh Jamaluddin) shalat berjamaah seperti diatas sekalipun didalamnya tedapat cacat (ketidaksamaan antara imam dan makmum), namun...

Selengkapnya
Diluar Akal Manusia
Jan08

Diluar Akal Manusia

Termasuk dari keimanan seseorang ialah mempercayai perkara yang ghaib, yang merupakan perkara yang menyalahi kebiasaan (Amrun kholiqun lil ‘adah). Banyak di beberapa kitab yang sering di temui mencantumkan perkara yang menyalahi kebiasaan itu ada tiga yaitu: mujizat, karamah, dan sihir. Suatu ketika para Malaikat melihat bahwa manusia telah banyak berbuat kemaksiatan di muka bumi, mereka meminta agar salah satu dari mereka diutus ke bumi menjadi manusia dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Akhirnya di pilihlah Malaikat Harut dan Marut. Pada hari pertama di muka bumi, mereka mencegah orang-orang untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah seperti meminum khamr, pembunuhan dan lain sebagainya. Di sore harinya, mereka kembali lagi menjadi Malaikat dan melalukan apa yang sudah di tugaskan. Hal itu berlangsung hingga beberapa hari.   Pada suatu hari sebelum keduanya kembali menjadi Malaikat, tanpa sengaja meraka melihat seoarang perempuan yang sangat cantik pada saat itu, dia bernama Zahrah. Karena nafsu sudah di ciptakan oleh Allah pada diri mereka, akhirnya keduanya terpikat dan berkeinginan menikahinya. Keesokan harinya mereka menemui si perempuan dan hendak menyampaikan keinginannya, dengan keteguhan hati si perempuan, dia menolak permintaan itu. Karena kebatilan yang telah mereka buat. Maka Allah mengingatkan mereka atas apa yang telah mereka janjikan. Dengan itu sayap yang mereka miliki dilepas dan tidak bisa kembali lagi ke langit. Atas kesalahan itu, mereka meminta taubat kepada Allah, sehingah taubat mereka diterima. Akan tetapi masih tetap disiksa dengan cara rambutnya di gantung di tengah-tengah gunung Babil. Sehinggah mereka mengajarkan sihir dengan ilmu yang mereka miliki.   Di antara bukti lain tentang pengajaran sihir ini yaitu berlandasan dengan hadis yang menceritakan seorang perempuan datang menemui Siti Aisyah seraya berkata; “Wahai ibu orang mukmin, apakah aku masih bisa bertaubat? Karena suatu ketika aku pergi menemui Malaikat Harut Marut ingin mempelajari ilmu sihir, maka Malaikat itu mengatakan: ‘Apakah engkau menginginkan sihir sedangkan keimananmu akan hilang?’ Akupun meng-ia kan. Sepulang dari tempat itu, aku membuang air kecil dan ternyata dari kemaluanku keluar seorang kesatria berkuda dan pergi lalu menghilang. Atas pengakuan perempuan itu, maka Siti Aisyah berkata: Celaka! Itu imanmu yang hilang darimu. Dan masih banyak lagi bukti-bukti yang lain. Dari beberapa cerita di atas, yang juga merupakan salah satu dari pembughatan, membuktikan akan adanya perkara yang menyalahi akal manusisa. ====== Penulis: Yoezarsief (FK sejarah)  Editor: Ishomuddin Rusydi...

Selengkapnya
Berkata Baik atau Diamlah
Jan06

Berkata Baik atau Diamlah

    Lidah manusia memang kecil bentuknya namun sangat besar bahayanya. Jika memang tidak pintar-pintar menjaganya, maka akan membuat pengaruh yang besar. Kita dapat menyaksikan sendiri layaknya sebagaimana sebuah ucapan buruk dapat merobohkan rumah tangga yang se   mula harmonis menjadi kacau balau. Bahkan negara yang semula tentram, aman, sejahtera itu bisa terombang-ambing dengan adanya ucapan dan kebijakan yang jauh dari kebenaran. Sepatah kata yang buruk juga dapat menghancurkan hubungan baik antara negara, menyebabkan pertumpahan darah, merusak hubungan keluarga, bahkan dapat membuat seorang menyesal kelak di Akhirat. Na’udzu billahi min dzalik. Rasulullah bersabda; إنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّم بِالْكَلِمَةِ لا يَرَى بِهَا بَأسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيْفًا فِي النّارِ(واه الترمدي) “Sungguh ada seorang lelaki yang berbicara dengan satu kata yang ia tidak menganggapnya berarti, namun karena sebab itu, ia jatuh ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun “(HR Turmudzi). Oleh karena itulah, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dalam berbicara. Terlebih lagi dimasa sekarang ini, dimana banyak berita-berita dusta (Hoax) yang sebenarnya tak layak untuk dikonsumsi, itu disebarkan di depan halayak umum. Banyak ucapan-ucapan keliru yang dinisbatkan pada ulama demi tercapainya berbagai tujuan dan kepentingan. Dan juga hendaknya berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu, apapun itu. Alangkah baiknya tidak menyebarkan berita yang masih belum jelas kebenarannya, tidak menyebarkan berita yang belum valid datanya. Karena jika tidak berhati-hati, bisa jadi apa yang disebarkan itu tidak benar. Sehingga dapat menyesatkan banyak orang. Dan juga tanpa disadari akan menyesatkan diri sendiri pula. Naudzu billah min dzalik.   Kemudian langkah selanjutnya, kita harus selalu ingat bahwa setiap kata yang keluar dari lisan kita, benar maupun dusta, baik ataupun buruk, sedikit atau banyak, Semua itu akan dicatat oleh malaikat dan akan dimintakan pertanggung jawabnya kelak di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT ;   مَا يَلْفَظُ مِنْ قَوْلٍ إلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat”. (QS.Qof;[50]:18) Maka dari itu, sudah sepantasnya kita berhati-hati dalam menjaga lisan. Lebih baik banyak diam dari pada berkata dusta. Lebih baik diam pula dari pada mengucapkan kata yang dimurkai oleh Allah SWT. Nabi bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الأخِيرِ فَلْيِقُلْ خَيْرًا أوْ لِيَصْمُتْ (رواه البخاري) “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah berkata baik atau diam”. (HR Bukhari)...

Selengkapnya
Awal Kehancuran Asia Tenggara
Des28

Awal Kehancuran Asia Tenggara

Indonesia: Titik Mula Teori Domino Teori domino adalah teori yang berspekulasi bahwa apabila sebuah negara di suatu kawasan terkena pengaruh komunisme, negara-negara sekitarnya juga akan ikut dipengaruhi komunisme lewat efek domino. Teori yang sering didengungkan pada tahun 1950-an sampai 1980-an ini digunakan oleh beberapa presiden Amerika Serikat semasa Perang Dingin sebagai alasan intervensi A.S. di seluruh dunia.(Wikipedia) Sejarah membuktikan, bukan saja pada zaman pra-kemerdekaan tetapi pasca-kemerdekaan pun Indonesia selalu menjadi ajang rebutan pengaruh kekuatan-kekuatan utama dunia seperti Amerika Serikat, China dan Rusia. Seakan-akan ‘Teori Domino’ akan terjadi lagi, sasarannya kini adalah Asia Tenggara. Walaupun cobaan itu pernah gagal pada tahun 1970-an ketika muncul gelombang rezim komunis atau Marxis–Leninis global di Benin, Ethiopia, Guinea-Bissau, Madagaskar, Tanjung Verde, Mozambik, Angola, Afghanistan, Grenada, dan Nikaragua. Teori Domino itu kini terjadi di Asia Tengah yang bermula dengan kehancuran Iraq, Afghanistan, Mesir, Tunisia dan Syria. Namun, Indonesia akan menjadi sasaran utama kuasa-kuasa besar dalam beberapa tahun ke depan. Hasil buminya baik yang di laut atau di daratan yang diprediksi akan bertahan dalam 50 tahun akan datang menjadi target kuasa besar. Alfred Russell Wallace dan Paine pernah menggambarkan tentang kekayaan alam kerajaan Ternate, Tidore, Sriwijaya dan Majapahit. Begitu juga seperti yang dilukiskan oleh Marco Polo,”Jumlah harta karun di Pulau Jawa jauh melebihi akal sehat. Dari pulau para pedagang Zaiton(Quanzhou) dan Manzi(Tiongkok Selatan) menjadi kaya dan semakin kaya karena pulau inilah(Pulau Jawa) sumber dari sebagian besar rempah-rempah yang diperdagangkan di pasar dunia”. Negeri sebesar dan sekaya Indonesia, ironisnya lebih banyak menjalani peran sebagai objek atau pemain figuran. Dengan berbagai keunggulan komparatifnya, Indonesia terkesan tidak lebih bagai putri cantik yang selalu menjadi rebutan para pangeran. Sedangkan Sang Putri seharusnya mempunyai sosok yang kuat, dominan dan dihormati seperti analogi catur. Sebaliknya, kini Indonesia terkejar-kejar mencari partner untuk mem-back-up ekonomi yang merundum. China menjadi pilihan melalui konteks sinergi Poros Maritim Dunia – Jalur Sutra Maritim Abad ke-21. Jika dilihat dari perspektif nasional Indonesia, perkara ini menjadi perhatian utama. Bagai dua sisi mata koin, China adalah ancaman sekaligus peluang. Melihat perilakunya yang agresif di Laut China Selatan adalah ancaman. Tapi bila dilihat dari potensi ekonominya, China menjadi peluang. Menurut Michael Leifter berpendapat bahwa perubahan kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih membuka diri untuk kerja sama dengan China belum dapat menghilangkan luka sejarah atas perilaku ekspansionis China di masa silam dan keterlibatan China dalam komunisme di era Orde Lama. Indonesia seolah-olah membunuh diri. Kerja sama dengan China selalu bersifat tidak jelas, sebagai wujud adanya ketakutan nasional. Pihak militer Indonesia masih terus menganggap China sebagai ancaman keamanan utama bagi kedaulatan Indonesia. China di anggap sebagai negara revisionis atas wilayah teritorial yang tidak dapat dipercaya dan suatu saat akan memanfaatkan kekuatan militernya dalam...

Selengkapnya