Mencium al-Qur’an
Des16

Mencium al-Qur’an

a. Deskripsi Masalah Sudah menjadi tradisi, setiap kali selesai membaca al-Qur’an, orang-orang mencium mushaf itu. b. Pertanyaan Bagaimana hukum mencium mushaf al-Qur’an setelah membacanya? c. Jawaban Hukumnya sunah. d. Rujukan وَيُسْتَحَبُّ تَقْبِيْلُ الْمُصْحَفِ، لأَنَّ عِكْرَمَةَ بْنِ أَبِيْ جَهْلٍ كَانَ يُقَبِّلُهُ، وَبِالْقِيَاسِ عَلىَ تَقْبِيْلِ الْحَجَرِ اْلأَسْوَدِ، وَلأَنَّهُ هَدِيَّةٌ لِعِبَادِهِ فَشُرِعَ تَقْبِيْلُهُ كَمَا يُسْتَحَبُّ تَقْبِيْلُ الْوَلَدِ الصَّغِيْرِ اهـ (البرهان في علوم القرآن, 1/561), و (التبيان في آداب حملة القرآن,150) و (مجموعة سبعة كتب مفيدة, 25 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Menulis Nama pada Mushhaf
Des16

Menulis Nama pada Mushhaf

a. Deskripsi Masalah Hampir semua santri di banyak pesantren biasa menuliskan nama-nama mereka pada mushaf al-Qur’an yang mereka miliki. Ini dilakukan agar tidak mudah hilang atau tertukar dengan milik orang lain. b. Pertanyaan Bagaimana hukum menulis nama atau sesuatu yang lain di pinggiran mushaf al-Qur’an? c. Jawaban Menulisi al-Qur’an pribadi dengan nama pemiliknya tidak apa-apa. Demikian pula menulisi al-Qur’an wakaf dengan tulisan “wakaf”, hukumnya juga tidak apa-apa, karena ada maslahat. d. Rujukan لاَ بَأْسَ بِكِتَابَةِ الْحَوَاشِيْ وَالْفَوَائِدِ وَالتَّنْبِيْهَاتِ الْمُهِمَّةَ عَلَى حَوَاشِي كِتَابٍ يَمْلِكُهُ اهـ (تذكرة السامع والمتكلم, 187), و (جواهر العِقْدَيْنِ في فضل الشَرَفَيْنِ للإمام نور الين السمهودي, 188). لاَ بَأْسَ بِكِتَابَةِ الْحَوَاشِيْ وَالْفَوَائِدِ وَالتَّنْبِيْهَاتِ الْمُهِمَّةَ عَلَى حَوَاشِي كُتُبٍ يَمْلِكُهَا،-ثُمَّ قَالَ-وَيَجُوْزُ وَضْعُ مُصْحَفٍ عَلىَ مُصْحَفٍ، وَظَاهِرٌ عَلىَ أَنَّهُ يَجُوْزُ أَنْ يُكْتَبَ عَلىَ الْمَوْقُوْفِ أَنَّهُ وَقْفٌ عَلىَ كَذَا وَإنَّ فُلانًا وَقَفَهُ، لِمَا فِيْهِ مِنَ المَصْلَحَةِ العَامَّةِ، وَعَلَيْهِ الإِجْمَاعُ الفِعْلِيُّ اهـ (الفتاوى الحديثية, 231), و (مجموعة سبعة كتب مفيدة, 25 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Basmalah dalam Surat Barâ’ah
Des16

Basmalah dalam Surat Barâ’ah

a. Deskripsi Masalah Di dalam al-Qur’an, semua surat-suratnya diawali dengan Basmalah, kecuali Surat Barâ’ah. b. Pertanyaan Bagaimana hukum membaca Basmalah dalam surat Barâ’ah tersebut? Mengapa dalam surat itu tidak ada Basmalah-nya? c. Jawaban Jika membaca Basmalah tersebut di permulaan surat, maka menurut Ibnu Hajar hukumnya haram, sedangkan menurut Imam ar-Ramli makruh. Namun jika membaca Basmalah-nya di pertengahan surat, maka menurut Ibnu Hajar makruh, sedang menurut ar-Ramli boleh. Sebab ketika Rasulullah e menerimanya, ayat ini memang tidak disertai dengan Basmalah. d. Rujukan ثُمَّ اخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِي ابْتِدَاءِ تِلْكَ السُّوْرَةِ بِهَا أَيْ بِالْبَسْمَلَةِ، فَقَالَ ابْنُ حَجَرٍ مِنَ الشَّافِعِيَّةِ بِالْحُرْمَةِ، وَقَالَ الرَّمْلِيُّ بِالْكَرَاهَةِ وَفِي اْلأَثْنَاءِ يُكْرَهُ عِنْدَ اْلأَوَّلِ، وَيَجُوْزُ عِنْدَ الثَّانِيْ اهـ …… حاشية الصاوي على تفسير الجلالين, 2/136 فَأَجَابَ بِأَنَّ رَسُوْلَ اللهِ  لَمْ يَأْمُرْ بِذَلِكَ أَيْ لِكَوْنِهِ لَمْ يَنْزِلْ عَلَيْهِ وَحْيٌ بِهَا وَهَذَا اَصَحُّ اْلأَقْوَالِ-إِلَى أَنْ قَالَ-أَوَّلُهَا مَا قَالَهُ الْمُفَسِّرُ اهـ ……. حاشية الصاوي على تفسير الجلالين, 2/136 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Membuka Al-Qur’an dengan Ludah
Des15

Membuka Al-Qur’an dengan Ludah

a. Deskripsi Masalah Sudah lumrah terjadi di masyarakat, ketika mereka membuka al-Qur’an, mereka membasahi ujung jari-jari mereka dengan ludah untuk mempermudah. b. Pertanyaan Bagaimana hukum membuka al-Qur’an dengan cara seperti itu? c. Jawaban Hukumnya haram. d. Rujukan وَيَحْرُمُ مَحْوُ مَا كُتِبَ مِنَ القُرْآنِ بِالرَّيْقِ لأنَّهُ مُسْتَقْذَرٌ-إلى قوله-وَمَسُّهُ بِمُسْتَقْذَرٍ وَلَوْ رِيْقًا فِي نَحْوِ قَلْبِ وَرَقِهِ وَكِتَابَتِهِ بِهِ اهـ ….. بشرى الكريم, 1/32 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Menulis Al-Qur’an dengan Huruf Latin
Des15

Menulis Al-Qur’an dengan Huruf Latin

a. Deskripsi Masalah Di banyak Negara sekarang banyak diterbitkan al-Qur’an dengan menggunakan huruf latin (‘ajam). Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan mereka yang baru belajar membaca al-Qur’an. b. Pertanyaan Bagaimana hukum menulis al-Qur’an dengan memakai huruf non-Arab seperti huruf latin? c. Jawaban Haram, karena huruf non-Arab tidak memiliki kesempur-naan seperti yang dimiliki huruf Arab. c. Rujukan وَيَحْرُمُ تَمْكِيْنُ غَيْرِ الْمُمَيِّزِ مِنْ نَحْوِ مُصْحَفٍ وَلَوْ بَعْضَ آيَةٍ وَكِتَابَتُهُ ِالْعَجَمِيَّةِ اهـ ……. فتح المعين, 9 Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Solusi Bagi Mereka yang Was-was
Agu13

Solusi Bagi Mereka yang Was-was

Ustaz, mau tanya, sebenarnya bagaimana cara mengatasi was-was yang benar? *** Syekh Nawawi al-Bantani memberi solusi ampuh untuk mereka yang menderita was-was. Kenapa saya bilang menderita, karena was-was itu datangnya dari syetan. Dua hal yang melatar-belakangi was-was: Menderita gangguan akal Kurang mendalami ilmu syariah Dari situ, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz-Zain-nya, mengutip solusi yang diberikan Syekh Hasan asy-Syadzili. Trik dari Syekh Hasan asy-Syadzili sebagaimana berikut: وكان الأستاذ أبو الحسن الشاذلي يعلم أصحابه لدفع الوسواس والخواطر الرديئة ويقول لهم: من أحس بذلك فليضع يده اليمنى على صدره وليقل: سبحان الملك القدوس الخلاق الفعال سبع مرات ثم يقل: {إن يشأ يذهبكم ويأت بخلق جديد * وما ذلك على الله بعزيز} (Nihayatuz-Zain Hal. 86) “Imam Hasan asy-Syadzili mengajarkan kepada santrinya untuk menolak was-was dan gangguan pikiran yang buruk. Beliau mengatakan: Barang siapa mengalami hal demikian, maka letakkanlah tangan ke dada, seraya membaca: سبحان الملك القدوس الخلاق الفعال (tujuh kali) Lalu membaca doa berikut ini: إن يشأ يذهبكم ويأت بخلق جديد * وما ذلك على الله بعزيز Wallahu...

Selengkapnya