IASS Lakukan MOU dengan IAI, Saat Workshop Pedoman Akuntansi Pesantren
Sabtu (14/12) Wakil II Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) mengadakan workshop tata kelola dan pedoman akuntansi pesantren. Acara yang bertempat di aula gedung 1455 ini, bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) wilayah Jawa Timur, dengan bertujuan untuk membuka wawasan lebih luas seputar akuntansi, khususnya di kalangan pesantren. Acara ini beranggotakan utusan dari berbagai pesantren yang sudah diundang oleh pengurus besar IAI. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. M. Nizarul Alim, M.Si., Ak,. CA., Ketua Ikatan Akuntan Indonesia sekaligus guru besar akuntansi syariah universitas Trunojoyo Madura, Dr. Aji Prasetyo, S E.I, MSA, Penulis buku akuntansi syariah, dan Dr. Aji Kautsar Riza Salman, SE., MSA., Ak., BKP. SAS. CA. Pengurus IAI bidang akuntansi syariah wilayah Jawa Timur. Acara dimulai tepat pukul sembilan pagi, hingga ditutup dengan doa pada pukul 16.00 Wib, dengan sekali jeda Istirahat. Pertengahan acara, dilakukan MOU kesepahaman antara IASS dan IAI cabang Jawa Timur bidang kompartemen akuntan syariah. Ditandatangi langsung oleh Ustaz Khobir Khozin, Wakil Ketua IASS dan Prof. Dr. M. Nizarul Alim, M.Si., Ak,. CA. selaku Ketua IAI bidang kompartemen akuntan Syariah ___ Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: Albilaludin...
Kuliah Syariah Gelar Kursus Haid dan Nifas
Karena dianggap perlu untuk memberikan pemahaman tentang Haid dan Nifas, panitian kursus dan dauroh Kuliah Syariah menggelar kursus Haid dan Nifas untuk seluruh murid kelas 1 Aliyah. Kursus berjalan selama dua hari, mulai malam Rabu (11/12) sampai malam Kamis (12/12). Dalam hal ini, panitia mendatangkan lima pakar sekaligus guru senior Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah, Ust. Qusyairi Ismail, Ust. Nahdlor Tsanai, Ust. Masyhuri Mukhtar, Ust. Rokib Saki dan Ust. Maliji Ismail. Kursus bertempat di lima ruang gedung as-Suyuti. Setiap pembina menyampaikan materi di satu ruang yang diisi oleh dua kelas. ____________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Motivasi Akbar Muhafa Hadirkan Sang Pendiri
Daerah M kembali menggelar Motivasi Akbar untuk peserta Muhafa, Malam Jumat (13/12). Berlokasi di gedung Sidogiri Excellent Center ini hadirkan Ust. Tomi Hermanto, pendiri Musyawarah dan Halaqah Fathul Qarib (Muhafa). Tujuan acara untuk menambah semangat peserta Muhafa dalam menggapai cita-cita sebagai Fuqaha Junior. Acara terbilang menarik. Karena sebelum menuju inti acara terlebih dahulu ditayangkan video yang memotivasi. Tentang hidup dan perjuangan dan larangan minder dengan kekurangan, bagian ini dipandu oleh Ust. Kafi selaku Operator acara. Kemudian sambutan dating dari Koordinator Muhafa, Ust. Muhammad Baihaqi. Dalam sambutannya beliau sangat menekankan semangat dalam diri peserta Muhafa agar terus aktif belajar dan mau mengembangkannya. Beliau juga memberi pesan agar tetap menjaga akhlakul-karimah. “Peserta Muhafa, harus berbeda dengan yang bukan Muhafa. Tetap harus menjaga akhlaknya. Seperti; kalau makan tidak boleh sambil berdiri apalagi sambil berjalan. Harus tetap aktif mengikuti Muhafa setiap paginya”, pesan Ust. Baihaqi yang menjabat Taklimiyah di Daerah M ini. Pada acara inti, sang Motivator, Ust. Tomi Hermanto banyak memberikan pesan dan cara-cara mudah dalam menemukan ibarat. Hal ini sesuai dengan tema seminar kali ini, yakni Mudah Mencari Ibarat. Dipandu oleh Moderator yang terlatih, Ust. Hasanuddin, acara berlangsung khidmat dan seru. Ust. Hasanuddin sendiri merupakan Ketua Muhafa Daerah M. “Kalau Pembinanya tidak hadir, peserta Muhafa harus tetap hadir”, salah satu pesan Beliau, Ust. Tomi, yang sering diulang-ulang. Dengan mendatangkan Ust. Tomi selaku pendiri Muhafa, diharapkan semua peserta Muhafa dapat mengambil manfaat yang tealah beliau sampaikan, termasuk bagaimana menumbuhkan rasa semangat dan tekun mempelajari ilmu Fiqih. Baca Juga: Pembinaan Selasa Pagi Peserta Muhafa Penulis : Musafal Habib Editor: Saeful Bahri bin...
Pelantikan Anggota Seksi Milad 283
Malam Kamis (12/12), bertempat di lantai III gedung Sidogiri Excellent Center (SEC) sejumlah anggota Seksi Milad Sidogiri 283 dan Ikhtibar MMU ke-84 resmi dilantik. Dihadiri tim Inti dan Koordinator I Milad 283, Mas H. Aminulloh Bq, acara berjalan khidmah. Terdata, ada 162 anggota seksi Milad yang dilantik pada malam Kamis kemarin. Yang melantik adalah Mas Aminulloh Bq selaku Koordinator I perayaan Milad 283. Di antara yang hadir sebagian besar merupakan orang-orang lama di keanggotaan seksi Milad. Salah satunya yang bertahan sebagai Ketua Seksi Penerima Tamu, Ustadz Abdul Qadir Ghufron yang juga menjabat Kepala Madrasah Miftahul Ulum Aliyah Sidogiri. “Dengan mengucapkan bismillahi tawakaltu ‘ala Allah Lahaula wa la quata illa bi llah, saudara-saudara sesuai dengan nama dan jabatan yang telah dibacakan tadi, kita resmikan dengan sama-sama membaca ummul Kita, al-Fatihah!”, pimpin Mas Aminullah Bq yang menjabat Ketua I PPS ini melantik anggota Milad kemarin malam. Sambutan oleh Ketua Inti Panitia Milad Pondok Sidogiri 283 dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) KE-84 sangat menekankan semangat berkhidmah teman-teman yang dilantik untuk mensukseskan acara Milad nanti. Beliau bernama lengkap, Ustadz Rifki Almahmudy sangat mengharapkan adanya inovasi dan kreativitas dari teman-teman anggota seksi yang telah dilantik. Salah satunya berbagai hal terkait pembayaran dan perencanaan logo atau tema. “Pelantikan ini menjadi start awal dari serangkaian kerja Milad 283. Dan terhitung dari malam ini (Malam Kamis) adalah H-16 menuju opening Milad. Berarti mulai mala mini kami mengharapkan semua pihak mampu memberikan yang terbaik”, pesan Ustadz yang juga menjabat Kepala Madrasah Miftahul Ulum Tarbiyah Idadiyah ini. Dalam sesi ramah tamah, banyak pesan dari orang-orang lama yang pernah di seksi Milad untuk kemajuan perayaan ikhtibar tahun ini. Salah satunya datang dari Ustadz Abdul Qadir Ghufron. Harapan beliau adanya perbaikan dalam acara dan ruang VIP maupun souvenir yang ditawarkan. Selain itu beliau sangat mengharapkan adanya inovasi dalam mengadakan lomba, agar menjadi pembeda dalam perayaan sebelumnya. Selain itu ada masukan dari beliau agar memanjakan para pencinta instragram nantinya dengan menciptakan sudut-sudut penuh dengan tempat foto. Setelah acara pelantikan usai, tim Inti dan anggota seksi milad melakukan pengukuran baju sebagai seragam perayaan Milad nanti. Baca Juga : Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 Penulis: Musafal Habib Editor: Saeful Bahri bin...
Ust. Fauzan Imron; Membedah Pembagian Tauhid ala Wahabi
Mentoring Annajah Center Sidogiri (ACS) berlokasi di ruang guru Aliyah gedung al-Ghazali lantai I. Sebagaimana berita sebelumnya, bahwa tema yang dibahas adalah Membedah Tauhid menjadi Tiga ala Wahabi, Rabu (11/12). Ust. Fauzan Imron sebelumnya membahas pembagian tauhid berdasarkan pemahaman Ahlussunah. Yakni Sifat wahdaniyat. Dan setelahnya beliau mulai membahas dan membedah pembagian Tauhid Wahabi yang ditampilkan dengan model piramida tegak. Dengan rincian, yang paling bawah adalah Tauhid Rububiyyah, kemudian Tauhid Uluhiyyah, dan paling atas Tauhid al-Asma’ wa al-Shifat. Tauhid Rububiyyah, yaitu pengakuan bahwa yang menciptakan, memiliki dan mengatur langit dan bumi serta seisinya adalah Allah saja. Menurut Ibnu Taimiyah, tauhid Rububiyyah ini telah diyakini oleh semua orang, baik orang-orang musyrik maupun orang-orang mukmin. Tauhid Uluhiyyah, yaitu pelaksanaan ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah. Ibnu Taimiyah berkata, “ Ilah (Tuhan yang haqq adalah yang berhak untuk disembah. Sedangkan Tauhid adalah beribadah kepada Allah semata tanpa mempersekutukan-nya”. Tauhid al-Asma’ wa al-Shifat, yaitu menetapkan hakikat nama-nama dan sifat-sifat Allah yang terdapat dalam al-Quran dan sunah sesuai dengan arti literal (zhahir)nya yang telah dikenal di kalangan manusia. Misal, tangan ya diartikan tangan. Al-Quran membatalkan konsep tauhid Wahabi tersebut. Salah satunya dalam surat Ali-Imran ayat 80. Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang musyrik mengakui adanya Arbab (tuhan-tuhan) selain Allah seperti malaikat dan para nabi. Berarti orang-orang Musyrik tidak mengakui Tauhid Rububiyyah. Sementara kata Ibnu Taimiyah (Wahabi) orang-orang Musyrik mengakui Tauhid Rububiyyah. Sedangkan dari hadits, datang dari al-Barra’ bin Azib, di mana Nabi SAW telah bersabda “Allah berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu”, (QS. Ibrahim: 27). Nabi bersabda, “Ayat ini turun mengenai azab kubur. Orang yang dikubur itu ditanya, “Siapa Rabb (Tuhan)mu?”, lalu dia menjawab, “Allah Rabbku, dan Muhammad Nabiku”. Hadits ini riwayat Imam Muslim dengan nomor 5117. “Mengapa Wahabi membagi Tauhid dengan Rububiyyah dan Uluhiyyah adalah karena sebagai piranti ideologis untuk melarang praktek tawasul, tabaruk, ziarah kubur dan lain-lain. Karena oleh Wahabi dianggap mengarahkan ibadah ke selain Allah. Dengan adanya Tauhid Rububiyyah Wahabi ini, berakibat menjadikan Abu Jahal dan Abu Lahab itu lebih bertauhid dibandingkan umat Islam. Dan ini bertentangan dengan nash al-Quran dan hadits bahkan pandangan ulama Ahlussunah wal Jamaah. Sedangkan tauhid al-Asma wa al-Shifat berhubungan dengan al-Quran dan Sunah, dimana terdapat teks-teks mutasyabihat berkaitan dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah. Ibnu Taimiyah yang mengikuti aliran Musyabbihah mengartikan teks-teks mutasyabihat dengan literalnya atau zhahirnya teks, sehingga kalau bahasa arabnya yaddu Allah ya maka diartikan dengan tangan-Nya Allah. Dari itulah muncul gagasan tauhid al-Asma wa al-Shifat. “Mengapa Wahabi menggagas Tauhid al-Asma wa al-Shifat ini, karena sebagai piranti ideologisuntuk menialai sesat kaum Muslim yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyabihat. Yang dalam hal ini pengikut madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi”, jelas Ust. Fauzan. Baca...
Ust. Fauzan Imron; Membedah Pembagian Tauhid
Sesuai jadwal, mentoring Annajah Center Sidogiri (ACS) kembali diadakan, malam Rabu (11/12). Bertempat di ruang Guru gedung al-Ghazali, mentoring kali ini Membedah Pembagian Tauhid Menjadi Tiga ala Wahabi. Sebagai pembicara adalah Ust. Fauzan Imron. Sebelum membahas tentang Tauhid Wahabi yang tiga, terlebih dahulu Ust. Fauzan menjabarkan tiga pembagian Sifat Wahdaniyah sebagai pembandingnya. Sifat Wahdaniyah Allah ini menolak terhadap lima kam atau lima bilangan banyak atau dalam bahasa arab dikenal kam al-khamsah. Dan ini adalah pembagian Tauhid versi Ahlusunnah wal Jamaah. “Sebagai muqabalah (kebalikan) tiga tauhid Wahabi adalah Wahdaniyat yang menafikan lima kam, kam al-khamsah”, kata Ust. Fauzan yang lebih dikenal dengan Gus Fauzan. Sifat wajib Allah yang berupa Wahdaniyat ini memiliki pengertian bahwa Allah itu maha Esa atau hanya satu-satunya tidak ada yang lain. Maka sebagai tauhid dari Ahlussunah ini, Sifat Wahdaniyat menyangkal dan menolak lima kam yang terdiri atas Kam Muthasil fi-Dzat, Kam Munfasil fi-Dzat, Kam Muthasil fi-Sifat, Kam Munfasil fi-Sifat, dan Kam Munfasil fi al-Af’al. Lima kam di atas dinafikan dengan tiga jenis sifat Wahdaniyat, yakni Wahdaniyat al-Dzat, Wahdaniyat al-Shifat, dan Wahdaniyat al-Af’al. Wahdaniyat al-Dzat berfungsi menafikan dua kam; yaitu menafikan tersusunnya Dzat Allah dari benda, sifat benda, dan bagian-bagian lain. Dalam bahasa lebih mudah, Dzat Allah tidak mungkin terbagi-bagi atau tersusun dengan rangka-rangka. Hal ini berarti tertolaknya Kam Muthasil fi Dzat. Kemudian Wahdaniyat al-Dzat juga menafikan adanya dzat lain selain Allah yang memiliki kesempurnaan seperti halnya Dzat Allah. Hal ini berarti tertolaknya Kam Munfasil fi Dzat. Adapun Wahdaniyat al-Shifat, itu berfungsi menolak dua kam yang berupa Kam Muthasil fi Shifat yakni, menafikan adanya dua sifat bagi Allah, di mana sifat Allah itu hanya satu yang berarti Allah hanya punya sifat Qudrah satu, sifat Iradah satu dan seterusnya. Dan Wahdaniyat ini juga menolak Kam Munfasil fi Shifat yakni, menafikan adanya seseorang dari manusia atau makhluk lain yang memiliki sifat seperti sifat-sifat Allah. Dan terakhir Wahdaniyat al-Af’al yang berfungsi menafikan adanya perbuatan selain dari perbuatan Allah. Hal ini menolak adanya Kam Munfasil fi af’al. Setelah panjang lebar menjelaskan sifat Wahdaniyat dan pembagiannya, barulah beliau, Gus Fauzan, mengajak semua peserta mentoring ACS, yang dalam hal ini adalah anggota Semester II Kontra Wahabi, untuk membedah pembagian Tauhid menjadi tiga ala Wahabi. Baca Berita Selanjutnya : Ust. Fauzan Imron; Membedah Pembagian Tauhid ala Wahabi Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...