Evaluasi Rabiuts-Tsani: Diklat Kondusif
Des10

Evaluasi Rabiuts-Tsani: Diklat Kondusif

Malam Selasa (10/12), pelaksanaan Pendidikan Shalat (Diklat) Ubudiyah berjalan kondusif. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Wakil I Ubudiyah dalam evaluasi tadi malam. Dalam sambutannya, Ust. Syaiful Furqon selaku Wakil I Ubudiyah menyampaikan bahwa pelaksanaan Diklat pada malam Selasa ini lebih baik dari sebelumnya. Segala permasalahan yang menjadi tanggung jawab panitia sudah dituntaskan. “Pelaksanaan untuk malam ini secara keseluruhan sudah kami anggap lebih baik dari sebelumnya. Kendala yang datang dari panitia sudah bisa dituntaskan. Kendala masih ada pada anak-anak yang tidak bawa materi dan beberapa pembina yang tidak aktif. Bagi petugas, akan diadakan sosialisasi malam Senin mendatang”, kata pria asal Sampang ini. Baca Terkait :  Evaluasi Malam Pertama Diklat Ubudiyah Rapat Evaluasi Kedua Diklat Ubudiyah 1440 H Beliau juga menyampaikan beberapa program yang perlu dijalankan panitia Diklat sebagai bawahan Wakil I. Di antaranya adalah mengadakan pelatihan salat ma’dzur bagi petugas Balai Kesehatan Sidogiri dan pelaksanaan Diklat Massal bagi warga Daerah D. Baca Juga:  Ubudiyah: Agar Salat Santri Sesuai Syariat Pengurus Ubudiyah Gembleng Santri Baru dengan Praktek Shalat Massal Penulis : Musafal Habib Editor   : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Perbaikan dan Perawatan Koleksi Perpustakaan Sidogiri
Des09

Perbaikan dan Perawatan Koleksi Perpustakaan Sidogiri

Demi menjaga keutuhan kitab dan buku milik Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri serta kenyamanan bagi pemustaka dalam mengkaji koleksi-koleksinya, pustakawan bagian perawatan dan perbaikan koleksi berupaya semaksimal mungkin untuk selalu memperbaiki setiap koleksi yang rusak, baik itu rusak ringan hingga berat. Di semester ganjil ini, bagian perawatan dan perbaikan telah memperbaiki sekitar 900 koleksi rusak. Baca juga: Habib Novel Alydrus: Celana Cingkrang dan Cadar Bukan Ciri-ciri Radikal Menurut laporan dari Abdul Aziz selaku Wakil Ketua Bagian Perawatan dan Perbaikan Koleksi bahwa koleksi yang rusak ringan dalam dua bulan terakhir ini berjumlah 828 koleksi kitab dan buku. koleksi yang rusak berat terdapat 66 koleksi. Sedangkan yang tidak layak dipakai sebanyak 6 koleksi. “Dari sekian banyak koleksi rusak tersebut yang paling mendominasi adalah bagian buku. Lebih-lebih buku yang dipenuhi oleh gambar.” keluhnya. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Sedangkan penyebab utama dari kerusakan tersebut adalah kurangnya prihatin santri terhadap keutuhan koleksi. ”Mereka tidak hanya menjadikan buku sebagai bahan bacaan, bahkan mereka menjadikannya sebagai alas untuk tidur,” ungkap Zainul Arifin, Petugas Jaga Pagi II. Baca juga: Pelantikan PC – HMASS se-Indonesia dan Mesir “Kendala utama dalam memperbaiki koleksi rusak tersebut adalah pembuatan hard cover karena keterbatasan kemampuan dan memakan waktu yang sangat lama. Hal lain yang juga menjadi kendala besar adalah koleksi sobek seperti koleksi anak yang dirobek dan diambil gambarnya” jelas Abdul Aziz. Baca juga: Ijazah Muadalah, Apresiasi Pemerintah Kepada...

Selengkapnya
Motivasi Daerah O Hadirkan Ust. Muntahal Hadi
Des08

Motivasi Daerah O Hadirkan Ust. Muntahal Hadi

Guna meningkatkan semangat dalam menghafal serta memahami kitab-kitab matan berikut syarah dan hasyiahnya, pengurus Daerah O kembali gelar motivasi. Acara berlangsung sejak ba’da Isya di Halaman Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. Dalam hal ini pengurus mengharap kenaikan kembali ghirah teman-teman, terlebih dikarenakan wisuda yang semakin dekat. Baca juga: Habib Novel Alydrus: Celana Cingkrang dan Cadar Bukan Ciri-ciri Radikal Ust. Muntahal Hadi, guru Senior Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah dan Kepala MMU Ibtidaiyah dihadirkan untuk memberi motivasi kepada warga Daerah O. Pada awalnya pengurus Daerah O bermaksud untuk menghadirkan KH. Fuad bin Noerhasan, anggota Majelis Keluarga Sidogiri, namun beberapa jam sebelum acara berlangsung pihak dalem mengabarkan bahwasannya beliau sedang tidak dalam kondisi baik sehingga tidak dapat menghadiri acara tersebut. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri “Karena beliau (KH. Fuad bin Noerhasan) tidak bisa hadir, akhirnya kami menghubungi Ust. Muntahal Hadi, guna mengisi acara pada malam hari ini.”, terang Ust.Faizin Hidayatullah, selaku Koordinator Tahfidzul Mutun Daerah O. Baca juga: Pelantikan PC – HMASS se-Indonesia dan Mesir Sosok yang juga pernah menjadi Direktur Annajah Center Sidogiri (ACS) ini menyampaikan banyak hal terkait potensi serta kemampuan santri dalam belajar dan menghafal. Beliau juga berharap kepada seluruh santri, terlebih warga Daerah O agar dapat menjadi jendela Pondok Pesantren Sidogiri yang baik dan tepat, terutama dalam ilmu ke-Nahwu-an. (Kang/MKT) Baca juga: Ijazah Muadalah, Apresiasi Pemerintah Kepada...

Selengkapnya
Mentoring ACS, Wahabi dan Takfiri
Des07

Mentoring ACS, Wahabi dan Takfiri

Malam Sabtu (07/12) Annajah Center Sidogiri (ACS) mendadakan mentoring untuk anggota semester II sebagaimana telah terjadwal di ruang Istirahat Guru al-Ghazali lantai I. Dengan tema pembahasan ideologi takfiri Wahabi, yang dimentori oleh Wakil I ACS, Ust. Zaki Ghufron. Baca juga: Mentoring ACS, Sejarah Berdarah Wahabi Anggota ACS yang duduk di semester II merupakan anggota yang khusus dalam pembahasan kontra Wahabi. Maka pada malam Sabtu kemarin, mentoring membahas tentang latar belakang adanya pengkafiran Wahabi pada muslim yang tidak seakidah dengan mereka. Baca juga: Annajah Centre Sidogiri; Antisipasi Gerakan Syiah dan Wahhabi Dalam penyampaiannya , Ust. Zaki Ghufron menjelaskan jika pengkafiran Wahabi terhadap muslim yang tidak seakidah adalah bersumber dari trilogi tauhid mereka: Rububiyah, Uluhiyah dan Asma’ was-Sifat. Selain itu pengkafiran tersebut juga timbul dari kesalahan mereka dalam memahami arti ibadah. Pengkafiran ini juga merupakan identitas kesesatan mereka, karena salah satu ciri-ciri aliran sesat yang telah dirumuskan oleh para ulama adalah mengkafirkan sesama muslim. Berbeda dengan Ahlussunnah wal Jamaah yang sangat berhati-hati dalam menilai keimanan seseorang. Ahlussunnah wal Jamaah tidak serta merta mengatakan kafir pada suatu golongan kecuali telah jelas. Baca juga:  Mentoring ACS; Posisi Madzhab Asy’ari Dalam Fikih dan Hadits _________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Sikap Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri
Des06

Sikap Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد e وعلى آله وصحبه أجمعين. Sehubungan dengan beredarnya ceramah dari Saudara Muwafiq yang saat ini sedang ramai dibicarakan orang, dan setelah menyimak isi pidato tersebut secara utuh dan lengkap, berikut pernyataan tabayun dari yang bersangkutan, kami Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri menyimpulkan bahwa: Ceramah Saudara Muwafiq mengandung unsur-unsur yang terkesan merendahkan kemuliaan Nabi e, seperti kalimat: Nabi lahir biasa-biasa saja, tidak bersinar; saat kecil rembes; tidak terlalu terurus karena ikut kakeknya; kesenangannya bermain kesana-kemari sehingga tidak sekolah akhirnya tidak bisa baca-tulis; jika saat itu ada jambu maka beliau akan mencuri jambu itu. Saudara Muwafiq juga terkesan meragukan riwayat tentang keistimewaan Nabi pada masa kecil yang telah diyakini kebenarannya oleh kalangan pesantren, dengan mengatakan: “Kita tidak boleh angkuh karena semuanya hanya katanya dan tidak menyaksikan peristiwa itu sendiri secara langsung”. Penjelasan tabayun yang dilakukan oleh Saudara Muwafiq setelah ramainya ceramah tersebut tidak mengandung pernyataan menarik ucapannya dan bertaubat dari kesalahan itu. Mengingat hal tersebut di atas, serta mengingat: Adanya sebagian umat Islam yang masih memberikan pembelaan terhadap Saudara Muwafiq terkait hal ini. Pesan tegas dari Hadratusy-Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitab “at-Tanbihatul-Wajibat” sebagai berikut: فَتَأَمَّلْ – وَفَّقَكَ اللهُ – مَا ذَكَرْنَاهُ فيِ هَذِهِ التَّنْبِيْهَاتِ الثَّلَاثِ مِنْ وُجُوبِ حُرْمَةِ النَّبِيِّ e وَتَوْقِيْرِهِ وَتَعْظِيْمِهِ عِنْدَ ذِكْرِ مَوْلِدِهِ وَذِكْرِ حَدِيْثِهِ وَسَمَاعِ اِسْمِهِ وَحُرْمَةِ اسْتِعْمَالِ مَا وُضِعَ لِلتَّعْظِيْمِ فِي غَيْرِ مَحَلِّ التَّعْظِيْمِ، وَأَنَّهُ إِلَى الِإسْتِهْزَاءِ وَالْإِزْرَاءِ أَقْرَبُ، وَقَتْلِ مُتَنَقِّصِهِ e وَمُؤْذِيْهِ بِاْلإِجْمَاعِ – يَظْهَرُ لَكَ – إِنْ كَانَ لَكَ أَدْنَى بَصِيْرَةٍ – قُبْحُ هَذِهِ الْفِعْلَةِ الْمُخْزِيَةِ، وَمَزِيْدُ فُحْشِهَا، وَعَظِيْمُ مَا يَتَرَتَّبُ عَلَيْهَا مِنَ الْعُقُوْبَاتِ. وَإِذَا ظَهَرَ لَكَ ذَلِكَ رَجَعْتَ وَتُبْتَ إِلَى اللهِ تَعَالَى عَنْ هَذِهِ الْفَاحِشَةِ الْمُهْلِكَةِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. Artinya: “Renungkanlah apa yang telah kami sampaikan di dalam tiga keterangan pengingat ini mengenai: (1) Wajibnya menghormati, memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad r di saat menyebut kelahiran, menyebut Hadis serta nama beliau; (2) haramnya menggunakan kata yang ditetapkan untuk dimuliakan bukan di tempat memuliakan, dan bahwa hal itu lebih dekat dengan pelecehan dan penghinaan; (3) ijmak ulama mengenai hukuman mati untuk orang yang melecehkan dan menyakiti  (menghina) Nabi r . Dengan merenungkan hal tersebut, maka akan menjadi jelas bagimu (jika kamu masih punya sedikit mata hati), bahwa perbuatan ini merupakan suatu yang sangat buruk dan tercela, serta memiliki konsekwensi hukuman yang sangat berat. Jika kau menyadari hal tersebut, maka kembalilah dan bertobatlah kepada Allah dari keburukan yang akan membuatmu celaka di dunia dan akhirat.” Dengan pertimbangan di atas, maka Pondok Pesantren Sidogiri menegaskan pernyataan sebagai berikut: Menyesalkan dan mengecam pernyataan-pernyataan Saudara Muwafiq dalam ceramah dimaksud, karena tidak menjaga adab dan terkesan merendahkan pribadi Rasulullah e. Meminta Saudara...

Selengkapnya
Tauiyah Semester II, Hadirkan Habib Hadi Alaydrus
Des06

Tauiyah Semester II, Hadirkan Habib Hadi Alaydrus

Orang yang menimba ilmu agama itu ciri orang yang hendak dijadikan baik oleh Allah. Demikian penuturan al-Habib Hadi bin Abd. Qadir Alaydrus dalam acara Tauiyah yang diselenggarakan oleh Kuliyah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri, malam Kamis kemarin (05/12). Bertempat di gedung Sidogiri Excellent Center (SEC) acara ini dihadiri sejumlah murid aliyah dan Kuliyah Syariah. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Tauiyah merupakan agenda dari instansi Kuliyah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri. Acara yang ditujukan untuk seluruh anggota Kuliyah Syariah ini dimaksudkan sebagai motivasi untuk semangat belajar di setiap semester. Maka dari itu, dalam setahun acara Tauiyah diselenggarakan sebanyak 2 kali. Baca juga: Pelantikan PC – HMASS se-Indonesia dan Mesir Sebelum acara inti tauiyah dimulai, terlebih dahulu Kepala Instansi Kuliyah Syariah, Moh. Kholilulloh memberikan sambutannya. Dalam penyampaiannya beliau menyinggung tentang kurangnya kesadaran anggota kuliyah Syariah yang duduk di bangku Aliyah dalam hal presensi hadir pengajian ke Pengasuh. Maka, beliau mengajak untuk semua anggota Kuliyah Syariah agar mau mengisi presensi hadir. Baca juga:  Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 “Banyak laporan bahwa selama ini yang menjadi alasan tidak pernah mengisi daftar hadir disebabkan kurangnya laptop atau notebook, dan kami sudah laporkan kemarin, hingga kembalian maulid kita mendapat tambahan 4 buah laptop, sehingga jumlahnya menjadi 8. Dengan ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengisi absensi karena berdesakan atau kurang laptop”, kata Gus Kholil dengan semangat. Beliau juga mengajak agar sabar dalam menunggu pengajian ke pengasuh sampai ada intruksi dari Dalem kalau Kiyai ada udzur. Tidak ada istilah libur mengaji kecuali selasa dan jumat. Baca juga: Habib Novel Alydrus: Celana Cingkrang dan Cadar Bukan Ciri-ciri Radikal Setelah sambutan, adalah acara inti tauiyah. Al-Habib Hadi bin Abd. Qadir Alaydrus membukanya dengan tahmid dan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Kemudian mengajak bermuhasabah atau intropeksi diri dengan melihat kondisi di luar yang berbeda, baik dalam perilaku maupun cara berpakaian dan bergaul. Untuk itu beliau, mengajak semua yang hadir untuk bersyukur karena telah dimasukkan ke dalam pesantren. Bagaimana tidak, menurut beliau tempat yang paling aman saat ini tidak lain adalah pesantren. Dimana di sana dididik untuk menjadi anak yang sholeh, tafaqquh fiddin dan berakhlakul-karimah. Habib Hadi Alaydrus mengingatkan agar selalu meningkatkan semangat menimba ilmu. Menurut beliau para auliya Allah, ulama, dan Kiyai tidak ada yang bodoh, semuanya yang menjadi kekasih Allah atau Waliyullah adalah orang alim. “Baca biografi para Auliya, jarang bahkan tidak ada dari para waliyullah itu yang tidak alim. Pasti semuanya adalah orang alim. Ilmu itu pengaman dari tipu daya setan”, jelas Habib Hadi yang pernah mengisi acara maulid di Sidogiri. Penulis: Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya