Ulasan: Perpus Digital Hadir Dengan Tampilan Baru
Selain koleksi kitab dan buku, Perpustakaan Sidogiri memberi fasilitas komputer untuk tingkat Aliyah dan Kuliah Syariah demi menambah wawasan terkait peristiwa, informasi, dan hiburan. Tim IT menyajikan empat belas unit komputer agar dapat meningkatkan daya tarik pengunjung ke Perpustakaan. Baca juga: Mentoring ACS, Sejarah Berdarah Wahabi Di samping itu, setiap orang memiliki durasi maksimal 25 menit per-shift demi menjaga kondisi perpus digital lebih efisien dan kondusif. “Aturan ini ditegaskan supaya menghindari antrian yang overload, dan agar lebih teratur,” jelas Ust. Latif Romadon, Ketua Tim IT Perpustakaan Sidogiri. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Selanjutnya, jam buka Perpus Digital tidak bersamaan dengan jam buka perpustakaan, untuk shift pagi dibuka dari jam 07.00-09.00 Wis pagi, 01.00-03.00 Wis siang. Khusus malam Selasa perpus digital ditutup dan dibuka kembali setelah musyawarah Kuliah Syariah. Selain itu, pengguna komputer hanya dari tingkatan Aliyah saja. Sesuai dengan peraturan pesantren. Baca juga: Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah Penanganan Perpus Digital kali ini lebih terjaga secara maksimal. “Kami memberi penanganan khusus untuk komputer yang telah ditangani oleh ahlinya, supaya tidak kesulitan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” jelas pria asal Lumajang itu. Tim IT menyajikan video-video menarik sesuai trending luar pesantren. Selain itu, terdapat tampilan baru seperti video hasil dokumentasi Pondok Pesantern Sidogiri di YouTube, dakwah-dakwah para dai. Namun, bukan hanya video saja, pengurus juga menyediakan kitab dalam bentuk PDF. Baca juga: Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 Meski demikian, pengurus senang melihat keadaan pengunjung yang memanfaatkannya “Mumpung ada kesempatan, gunakan sebaiknya. Selain menyimak video-video, ringankan tangan untuk membuka PDF kitab yang kami siapkan sebagai tambahan wawasan,” pungkasnya....
Ul-Daul Meriahkan Wisuda Idadiyah Maulid
Prosesi wisuda Idadiyah yang dilaksanakan pada bulan Maulid tahun ini cukup menarik perhatian para hadirin. Wisudawan kali ini diiring grup ‘marching band’ dan instrumen unik yang mampu menyita perhatian orang-orang sekitar. Pasalnya, grup yang memiliki nama Ul-Daul itu kembali hadir setelah vakum selama beberapa tahun. Baca juga: Mentoring ACS, Sejarah Berdarah Wahabi Grup yang diketua oleh Fahmi tersebut menahkodai dua puluh anggota dengan menggunakan alat-alat bekas berupa tong sampah plastik, kaleng bekas, kentongan dan ember. Sebelumnya ada yang menyangka bahwa alat musik yang digunakan untuk menggiring wisudawan Idadiyah tersebut menggunakan alat-alat perkusi yang biasa digunakan oleh grup-grup marching band. Hal ini sebagaimana pengakuan salah seorang santri “Saya kira mereka menggunakan alat perkusi ternyata barang-barang bekas, sebab suara yang dihasilkan mirip banget dengan alat perkusi,” kata santri yang tidak mau disebutkan namanya. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Sebelum itu, mereka melakukan latihan di Gedung SEC selama satu pekan sejak Sabtu pagi (19/3) hingga sehari sebelum hari-H tiba. Peserta direkrut dari berbagai tingkatan yang mulai dari tingkat Ibtidaiyah hingga yang paling tinggi, Aliyah. Mereka menabuh peralatan yang ada sambil diiringi dengan lagu-lagu khas Idadiyah yang dan berarak dari mabna an-Nawawi hingga ke lokasi prosesi wisuda. Baca juga: Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah Syamsul, salah satu personil grup tersebut mengaku bahwa grup itu disewa atas permintaan pihak Idadiyah demi menjadikan malam penuh bintang tersebut begitu meriah. “Kami disewa oleh Idadiyah. Kami diperintah untuk menggiring wisudawan dari mabna an-Nawawi hingga ke lapangan agar prosesi wisuda tampak unik dan menarik perhatian wali santri yang ada di lokasi tersebut,” ungkap murid kelas 3-P Tsanawiyah tersebut. Baca juga: Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 ———— Penulis: Dimas Aji* Editor: Saeful Bahri bin Ripit *Pemred Mading...
Istighasah dan Motivasi Tarbiyah Idadiyah
Malam Kamis (28/11) Tarbiyah Idadiyah adakan Istighasah dan Motivasi di Gedung Sidogiri Excellent Center (SEC). Hadir sejumlah pimpinan Idadiyah dan dewan guru serta murid-murid Idadiyah dari berbagai tingkatan. Acara ini selain untuk istighasah bersama, juga untuk pembagian hadiah Imtihan Dauri (IMDA) III tarbiyah Idadiyah. Acara Istighasah dibuka dengan pembacaan Ayatul-hirzi yang dipimpin oleh Pimpinan Madrasah Tarbiyah Idadiyah. Kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Madrasah Idadiyah yang dalam hal ini diwakili oleh wakil I. Berita terkait: Pembagian Hadiah IMDA I MMU Tsanawiyah 1441 H Dalam sambutannya, Ust. Syamsuddin selaku Wakil Kepala Madrasah I menyampaikan bahwa murid-murid Idadiyah harus mematuhi segala bentuk peraturan yang ditetapkan Pondok Pesantren Sidogiri. Termasuk tata tertib yang baru-baru ini ditetapkan oleh pengurus harian, yakni larangan membawa makanan dan minuman ke gedung Madrasah al-Ghazali dan an-Nawawi. “Jangan membawa jajanan ke mabna al-Ghazali dan an-Nawawi apalagi membawanya ke dalam kelas, tolong ini dipatuhi, karena peraturan ini bukan dari pimpinan madrasah, tapi langsung dari pengurus Pondok Pesantren Sidogiri”. Kata Ust. Syamsuddin memperingatkan murid-murid Idadiyah. Berita terkait: Pembagian Hadiah IMDA I Ibtidaiyah, Ust. Muntahal; Hormati Ilmu Setelah sambutan, acara berikutnya penayangan video tentang metode baca kitab al-miftah. Hingga acara inti, motivasi oleh Abd. Wafi HS yang merupakan wali santri dari salah satu murid Idadiyah Program Khusus asal Bangkalan yang kebetulan menjenguk puteranya yang sakit. Atas dasar desakan dari salah satu pimpinan agar mau memberikan motivasi di acara tersebut, akhirnya beliau menyanggupi. “Saya awalnya datang untuk menjemput putera saya yang sakit, setelah izin ke Pak Bilik kemudian ke Kepala daerah yang saat ini hadir di acara ini. Saya yang lama menunggu beliau, tiba-tiba ditarik untuk mengisi acara motivasi buat murid Idadiyah. Katanya muhadhirnya tidak bisa datang, kalau tidak ada muhadhir acara ini bisa rusak nantinya. Nah, atas dasar niatan meringankan beban sesama akhirnya saya sanggupi” . ucap beliau menerangkan awal mula duduk mengisi acara motivasi tadi malam. Dalam penyampaiannya, Ust. Abd. Wafi mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan semangat belajarnya. Bahkan beliau mengingatkan agar tidak berputus asa dalam menghadapi IMDA berikutnya. Beliau mengingatkan lebih lanjut bahwa ilmu tidak melihat nasab, bukan hanya putera kiyai saja tapi semua asal mau berusaha, bisa mendapatkan ilmu barakah. Baca juga: Mentoring ACS, Sejarah Berdarah Wahabi Pelaksanaan Diklat Semester II, Tambah Majelis Baru; J-II Pembinaan Selasa Pagi Peserta Muhafa Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin Ripit ...
Mentoring ACS, Sejarah Berdarah Wahabi
Malam Rabu (26/11) Annajah Center Sidogiri (ACS) mengadakan mentoring perdananya pada semester II untuk anggota semester II dengan tema “Sejarah Berdarah Wahabi”. Disebut sejarah berdarah, karena sejarah mencatat, ajaran Wahabi disebarkan dengan pedang dan menumpahkan darah. Bertempat di ruang istirahat guru Aliyah mentoring dihadiri oleh sekitar 40 anggota ACS semester II. Ust. Zaki Ghufron, wakil I ACS dan staf pengajar Tsanawiyah hadir sebagai mentor, menggantikan Ust. Muntahal Hadi yang berhalangan hadir. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Istilah Wahabi sering menimbulkan kontroversi sejak kemunculannya dalam dunia Islam. Aliran ini berkembang dari dakwah seorang teolog Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 – 1206 H/1701 – 1793 M) yang berasal dari Najd, Arab Saudi. Baca juga: Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah Dalam menyebarkan ajarannya, Muhammad bin Abdul Wahhab beraliansi dengan kelompok besar Jazirah Arab yang dipimpin Ibnu Sa’ud untuk membangun kerajaan Saudi Arabia dengan akidah mengkafirkan umat islam, serta menghalalkan darah dan harta benda kaum muslimin. Sekitar setengah juta umat Islam yang dibunuh oleh oleh pendiri Wahabi dan anak buahnya pada waktu itu. Baca juga: Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 Wahabi sendiri telah diramal kemunculannya oleh Rasulullah 14 tahun silam. Ust. Zaki Ghufron menyampaikan, “Dalam kitab Tajridus-Sharih, Nabi pernah berdoa untuk keselamatan negara Syam, Hijaz dan Yaman, para sahabat pun meminta agar Nabi juga mendoakan Najd (sekarang Riyadh, ibu kota Arab Saudi), kemudian beliau mengulangi doanya, namun Nabi tetap tidak mendoakan Najd. Sahabat pun meminta lagi pada Rasulullah untuk mendoakan Najd, lalu beliau berkata, “Di sana akan muncul banyak goncangan dan di sana akan muncul tanduk syetan”. Cerita santri yang pernah juara baca kitab nasional ini. Baca juga: Kuliyah Syariah Gelar Kajian Tafsir Bersama Gus Baha Baca juga: ACS Datangkan Ust. Ahmad Dairobi Naji dalam Seminar Ilmiah Bertema ‘Bias Tuduhan Radikal dan Liberal’ _________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin Ripit...
Pembinaan Selasa Pagi Peserta Muhafa
Sebanyak 19 Majelis Musyawarah dan Halaqah Fuqaha (MUHAFA) ikuti Pembinaan Selasa Pagi, (26/11). Pembinaan yang berlokasi di asrama Daerah M ini melibatkan 19 Pembina Muhafa. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai pembelajaran untuk kegiatan Muhafa lebih baik sesuai target yang ada. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri MUHAFA merupakan kegiatan pembinaan musyawarah dan halaqah fiqhiyah yang khusus bagi murid-murid Takhosus Idadiyah yang berdomisili di daerah M. Kegiatan Muhafa biasa dilaksanakan selama satu jam, mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 07.00 pagi waktu setempat. Baca juga: Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah Pembinaan fokus pada sistem halaqah, yakni sistemnya sekumpulan anak membahas ilmu dengan alur yang santai tanpa perdebatan dengan menunjuk moderator untuk memimpin kegiatan. Selain itu pembinaan juga fokus pada sistem presentasi dan musyawarah. “Tidak ada orang alim –bahkan pakar dalam suatu bidang keilmuan apapun- melainkan mereka telah mencicipi majelis-majelis halakah”, kata Ust. Muhammad Baihaqi selaku Koordinator Muhafa. Baca juga: Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 _________ Penulis: Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...
Pelaksanaan Diklat Semester II, Tambah Majelis Baru; J-II
Malam Selasa (26/11) pelaksanaan Pendidikan Shalat (Diklat) untuk semester II dimulai. Majelis baru ditambahkan yang berlokasi di asrama daerah J-II. Kegiatan ini sebagai kelanjutan dari semester I kemarin, dengan ketentuan kelas 2 materinya shalat dan kelas 1 adalah wudhu. Baca juga: Masa Depan AMDK Santri Ada 11 majelis yang terdapat di daerah J-II. J-II sendiri merupakan asrama baru untuk santri-santri baru yang berada di tingkatan Idadiyah. Lokasinya merupakan bekas daerah N yang kini pindah ke sebelah selatannya. J-II terdiri atas 6 kamar yang terbagi dalam tiga lantai, dengan surau yang berada di lantai ke-II. Baca juga: Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah Para pelaksana Diklat di J-II terbilang masih baru, untuk absensi saja masih datang terlambat. Namun, untuk peserta terbilang cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini semalam. Baca juga: ACS Datangkan Ust. Ahmad Dairobi Naji dalam Seminar Ilmiah Bertema ‘Bias Tuduhan Radikal dan Liberal’ “Seperti halnya, suatu kegiatan dilakukan pertama kali, pasti ada saja yang masih perlu perbaikan di sana sini, dan itu yang akan dibahas dalam evaluasi kegiatan”, tutur Ust. Mustafid selaku Ketua Pendidikan Shalat ketika membuka rapat evaluasi tadi malam. Baca juga: Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 Selanjutnya, untuk majelis daerah J-II akan dilakukan pemvalidan data dan melakukan survei lokasi kembali. Karena sebagaimana informasi yang dituturkan, ada dua kamar yang telah beralih menjadi kamar Daerah N. Selain itu, kerjasama dengan pengurus Ubudiyah J-II akan ditingkatkan. Baca juga: Kuliyah Syariah Gelar Kajian Tafsir Bersama Gus Baha _________ Penulis: Musafal habib Editor : Saeful Bahri bin...