Masa Depan AMDK Santri
Nov24

Masa Depan AMDK Santri

Pesantren salaf memang tidak memiliki mata pelajaran bisnis, lantaran hal tersebut bukanlah tujuan. Namun, fakta berbicara, jebolan pesantren yang memiliki perusahaan sukses tidak terhitung jumlahnya. Pesantren sendiri, memiliki beberapa perusahaan yang sudah mengakar di mana-mana. AMDK inilah contohnya! Oleh: Muhammad ibnu Romli Pengurus PT Sidogiri Mandiri Utama mengumpulkan para agen Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) Santri dalam acara Agent Gathering pada Ahad pagi (24/11). Acara ini bertempat di Kantor Pusat AMDK Santri Umbulan, Pasuruan. Tidak lain, acara ini bertujuan agar para agen bisa mengetahui lebih lanjut sejarah AMDK Santri, serta melihat langsung proses pembuatannya. Baca Juga: Harga AMDK Santri “Selama ini mereka, kan, hanya menjual, dan tidak tahu secara langsung seperti apa proses produksinya. Dengan adanya acara semacam ini, mereka akan tahu prosesnya, serta akan lebih paham sepak terjang sejarahnya,” tutur  Bapak Edi Amin , Direktur AMDK Santri. Baca Juga: Profil Singkat AMDK Santri Sejak kelahirannya, lebih tepatnya sejak tahun 2009, AMDK Santri baru kali ini mengadakan jumpa ria bersama para agen. Hal ini permintaan langsung dari agen, supaya kedekatan antara agen dengan perusasahaan semakin erat, dan tidak terkesan berjalan sendiri-sendiri. Rencananya, acara Agent Gathering ini akan diadakan setiap tahun, sesuai permintaan dari agen. Baca Juga: Tujuan dan Proses Produksi AMDK Santri “Acara ini masih perdana, dan memang permintaan dari agen. Rencananya, sih, tiap tahun,” ujarnya. Saat ditanya perihal rencana setahun kedepan, pria yang sudah menjadi alumni sidogiri ini menjelaskan bahwa pengurus AMDK memiliki rencana untuk meningkatkan penjualan, bahkan lebih dua kali lipat. Menurutnya, keinginan semacam ini memang sudah wajar disetiap perusahaan. “Intinya, kami menginginkan yang terbaik untuk AMDK Santri,” pungkasnya. Beralih ke Website Resmi AMDK Santri. Klik di...

Selengkapnya
Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah
Nov24

Wisuda Istimewa ke-7, Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiah

Malam Ahad (23/11) digelar wisuda istimewa Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Idadiah yang ke-7 di lapangan selatan Pondok Pesantren Sidogiri. Tidak lain, untuk membangkitkan semangat belajar murid MMU Idadiah. Terhitung sebanyak 218 anak telah diwisuda Istimewa pada tahun ini, dengan rincian: 129 jumlah anak yang lulus seleksi setelah 4 bulam belajar Al-Miftah, 36 peserta Program Khusus (PK) Idadiah, 2 anak dari kelas Hadis (berhasil menghafal 1309 Hadis dalam Kitab Bulughul-Maram, kitab Baiquni, kitab at-Takhbir, nazham Alfiyah, nazham Zubad, dan Jauharatut-Tauhid), 51 dari kelas Alfiyah dan 3 penghafal al-Quran dari murid Idadiah. Baca juga:  Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 Wisuda Istimewa pertama kali diadakan pada tahun 1435-1436 H, berlangsung di kediaman pengasuh dengan jumlah 11 peserta yang berhasil diwisuda. Sedangkan pada tahun sebelumnya (1440 H) hanya 184 peserta yang berhasil mencapai target satuan belajar dalam waktu 4 bulan dan berhasil diwisuda. Baca juga:  Kuliyah Syariah Gelar Kajian Tafsir Bersama Gus Baha Acara wisuda diresmikan oleh Ketua I Pondok Pesantren Sidogiri, M. Aminulloh Bq. Setelah para wisudawan memasuki lapangan dengan diiringi daul dengan lagu-lagu Al-Miftah. Disusul dengan penghargaan untuk para wisudawan terbaik dan sambutan dari Koordinator Idadiah, Ust, Qusyairi Ismail. Baca juga: Launching Mushaf al-Miftah Dalam sambutannya Ust. Qusyairi Ismail menekankan pada murid Idadiah agar senantiasa manjaga adab dan tatakrama. Beliau tidak hanya ingin murid Idadiah pintar membaca kitab, tapi juga memiliki akhlak yang terpuji. “Sebanyak apapun kitab yang dihafal, tapi akhlaknya nihil maka tidak ada apa-apanya.” Pesan beliau. __________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Miromly...

Selengkapnya
ACS Datangkan Ust. Ahmad Dairobi Naji dalam Seminar Ilmiah Bertema ‘Bias Tuduhan Radikal dan Liberal’
Nov23

ACS Datangkan Ust. Ahmad Dairobi Naji dalam Seminar Ilmiah Bertema ‘Bias Tuduhan Radikal dan Liberal’

Malam Sabtu (22/11) Annajah Center Sidogiri (ACS) kembali menggelar pembukaan untuk semester ke-dua yang dikemas dalam seminar ilmiah bertema ‘Bias Tuduhan Radikal dan Liberal’. Acara yang bertempat di ruang auditorium sekretariat lantai II tersebut, dihadiri oleh Ust. Ahyat Ahmad, direktur ACS, segenap pengurus ACS dan seluruh anggota ACS. Ust. Ahmad Dairobi Naji, dewan pakar Aswaja dan Redaktur Sidogiri Media, diundang sebagai narasumber untuk mengisi seminar tersebut. Baca juga: Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283 Sambil menunggu datangnya narasumber, Ust. Moh. Zaki Ghufron, wakil I ACS, menjelaskan mengenai sedikit perubahan program ACS pada semester II tahun ini. Yakni, pelaksanaan mentoring pada semester II akan dikurangi. Mentoring yang biasanya dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu akan dikurangi menjadi dua kali. Hal ini dimaksudkan agar para anggota ACS dapat mengkaji secara tuntas tema yang telah ditentukan. Baca juga: Pembagian Hadiah IMDA I Ibtidaiyah, Ust. Muntahal; Hormati Ilmu Seminar dimulai setelah sambutan dari Ust. Moh. Zaki Ghufron. Dalam penyampaiannya, Ust. Ahmad Dairobi Naji menjelaskan faktor utama kita (Ahlusunah wal Jamaah) disebut Radikal atau Liberal oleh sebagian orang. Pertama, karena mereka tidak tahu. Kedua, karena fanatisme buta pada apa yang mereka pegang. Ketiga, karena mereka cinta pangkat dan jabatan. Baca juga: Beberapa Proyek Pondok Pesantren Sidogiri Selain itu beliau juga menegaskan agar kita tidak takut dengan tuduhan radikal atau semacamnya selama yang kita pegang adalah prinsip-prinsip akidah Ahlusunah wal Jamaah. “Jangan takut pada sebutan Radikal jika kita berpegang teguh pada prinsip-prinsip akidah kita. Selama dakwah kita ramah dan santun kita tidak perlu risau dengan sebutan Liberal. Risaulah disebut Liberal jika kita malas membela jalan yang benar.” Tegas beliau. Acara diakhiri dengan doa setelah beliau menerima pertanyaan dari tiga anggota ACS. Baca juga: Antara NU dan Aswaja Baca juga: Ust. Fauzan Imron: Nabi Adam Tidak Pernah Bermaksiat _________ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Miromly...

Selengkapnya
Daerah M Kembali Menggelar Musyawarah Fathul Qarib
Nov22

Daerah M Kembali Menggelar Musyawarah Fathul Qarib

Jumat (22/11), Pengurus  Daerah M kembali menggelar musyawarah Fathul Qarib  di halaman daerah M. Musyawarah diadakan untuk mengembangkan kemampuan dalam mencari ibarat fiqhiyah dan mampu menyampaikannya dalam forum diskusi. Musyawarah ini hanya diikuti delegasi dari asrama daerah M. “Selain memberikan pengalaman bagi peserta, kami juga mengharapkan dengan adanya acara tersebut bisa menumbuhkan gairah musyawarah santri Pondok Pesantren Sidogiri dalam mempelajari hukum-hukum fiqih,” terang salah satu pengurus Daerah M. Musyawarah yang dimulai setelah kegiatan pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW  ini diikuiti oleh 3 orang perwakilan dari Musyawarah dan halaqah Fiqhiyah (Muhafa) dan masing-masing kamar Daerah M. Yang menjadi mushahih dalam musyawarah kali ini adalah Ust. Sofiullah Muhibbin, salah pengurus di instansi Kuliyah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri. Sementara sebagai perumus datang dari Pembina Muhafa Daerah M, yakni Ust. Hasyim Asy’ari, Ust. Yusron, Ust. Muhammad Baihaqi, dan Ust. Hasanuddin. Sedangkan yang menjadi moderator adalah M. Luthfi, yang merupakan murid Program Khusus Idadiyah kelas Hadits. Pembahasan semalam berkaitan dengan apakah bisa melaksanakan shalat syiddatul Khouf (shalat saat keadaan takut sekali) ketika shalat ditengah hutan dan bertemu dengan pocong. Pembahasan menarik ini berhasil membuat suasana musyawarah tadi malam berlangsung seru dan ramai penonton. “Shalat Syiddatul Khouf yang dilakukan oleh teman-teman yang sedang camping dihutan itu, shalatnya harus diulangi lagi. Karena berdasarkan deskripsi soal yang ada ternyata pocong tersebut hanyalah salah satu dari mereka yang menyamar dan hanya ingin mencandai mereka. Jadi jelasnya shalatnya harus diulangi”, jelas salah satu perumus yang berkacamata. Penulis : Musafal Habib Editor   : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
NASYITH :  Siap Berevolusi dengan Kreativitas Tanpa Batas
Nov21

NASYITH : Siap Berevolusi dengan Kreativitas Tanpa Batas

Nasyith adalah salah satu dari beberapa media aktif di Pondok Pesantren Sidogiri yang menghadirkan topik terkini seputar dunia keremajaan. Berbeda dengan majalah dinding, Nasyith yang merupakan majalah cetak memiliki tantangan yang lebih berat, setiap akan terbit mereka harus mempertimbangkan jumlah cetakan dan pasaran. “Untuk nasyit sendiri kami harus benar-benar mempertimbangkan kualitas dan jumlah cetakan sebelum terbit, karena kita tidak mau majalah kita terbit, tapi asal terbit. Terbit ya harus ada kualitasnya. Selain itu kita harus cermat dalam hal percetakan, sekiranya jumlah yang kita cetak bisa memenuhi target pemasaran”. jelas Sabiq Ni’am selaku koordinator majalah Nasyith. Dalam hal keredaksian nasyit banyak membuka peluang bagi siapapun yang memiliki bakat menulis, tanpa ada ketentuan tingkat kelas. Dengan motto kreativitas tanpa batas, Nasyith memberi kebebasan bagi redaksinya untuk mengembangkan kualitas tulisan mereka, bagaimanapun caranya. “Untuk soal redaksi, pihak ISS tidak menentukan harus Aliyah , tapi siapapun yang dianggap mampu, maka dapat masuk, karena setiap orang pasti mempunyai keahlian masing-masing.” Terangnya. “Selain dalam hal kualitas tulisan, kami juga mengembangkan kualitas manajemen, karena setiap menerbitkan majalah, kita membutuhkan biaya. Nah, jika pemasaran tidak sampai memenuhi target, maka kita akan mengalami kerugian. Jika hal tersebut terus berlanjut, bisa-bisa kita tidak terbit lagi.”, Lanjutnya. Hal ini menjawab rasa penasaran santri, tentang kenapa beberapa tahun lalu Nasyith jarang terlihat. Sabiq Ni’am juga berpesan kepada para pembaca bahwa kita selaku santri harus menyemarakan dakwah, entah itu dalam bentuk ceramah, ataupun tulisan.“Jadikan nasyit bukan hanya sekedar majalah biasa, namun sebagai ajang untuk dakwah. Dengan tulisan yang kita buat, sekiranya dapat menunjukan seperti apa remaja yang seharusnya, dan bagaimana cara kita menyikapi perkembangan zaman. Dengan tulisan, kita juga dapat menyampaikan apresiasi yang selama ini kita pendam. Karena itu menulislah,” pungkasnya. Penulis: [Alf/Redaksi Majalah Dinding...

Selengkapnya
Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283
Nov20

Pelantikan Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-283

Malam Rabu (20/11) Panitia Milad Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) ke-283 dan Haflah Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) ke-84 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan sebelum pelaksanaan Rapat Pleno ke-1 oleh Mas Abdul Djalil Kamil, Ketua III PPS. Tahun ini, HM. Aminullah Bq, Ketua I PPS, dilantik sebagai koordinator I Milad, sedangkan koordinator II dipasrahkan kepada HA. Saifulloh Naji, Sekretaris Umum PPS. Adapun personalia panitia inti Milad Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-283 dan Haflah Ikhtibar MMU ke-84 adalah Ust. M. Rifqy Almahmudy sebagai ketua, Ust. Mahbub Shonhaji sebagai wakil ketua, Ust. M. Hamdan sebagai sekretaris, Ust. Abdulloh Yafi sebagai wakil sekretaris, dan Ust. Sakaruddin sebagai bendahara. “Mudah-mudahan dapat menjalankan amanah dengan baik,” kata Mas Abdul Djalil Kamil, selaku Ketua III PPS, saat melantik personalia panitia inti Milad PP. Sidogiri dan Ikhtibar MMU di ruang Auditorium Kantor Sekretariat Lt. II tadi malam. Penulis : Musafal Habib Editor   : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya