Beberapa Tingkatan dan Materi Pengajian al-Quran di Sidogiri
Madrasah Taklimul Quran (MTQ) adalah program dan kegiatan yang berada di bawah naungan Taklimiyah Wa Tahfidz al-Quran (TTQ), yang dijalankan guna mengatur pendidikan al-Quran di Sidogiri. Peserta MTQ terdiri dari santri yang duduk di kelas I’dadiyah, Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Setiap tingkatan MTQ ditempuh selama satu semester yang dibagi menjadi enam tingkatan dengan rincian sebagai berikut: 1. Marhalah satu. Target yang harus dicapai adalah lancar dan fasih membaca Juz Amma serta bisa menguasai Makhraj huruf dan memahami sifat huruf menggunakan materi Tadrib al-Lisan. 2. Marhalah dua. Target yang harus dicapai adalah lancar dan fasih membaca Juz 11 s.d Juz 12 serta bisa menguasai dasar ilmu tajwid menggunakan materi Mabadi’ Fi Ilmi Tajwid. 3. Marhalah tiga. Target yang harus dicapai adalah lancar dan fasih membaca Juz 13 s.d Juz 16 serta bisa menguasai bacaan gharib menggunakan materi Dalail at-Tilawah. 4. Marhalah empat. Target yang harus dicapai adalah lancar dan fasih membaca Juz 17 s.d Juz 22 serta bisa menguasai pembahasan seputar waqaf menggunakan materi Mabadi fi Ilmi at-Tajwid. 5. Marhalah lima. Target yang harus dicapai adalah lancar dan fasih membaca Juz 23 s.d Juz 30 serta bisa memahami kaidah-kaidah rasm dalam mushaf Usmani menggunakan materi I’jaz al-Bayan. 6. Marhalah enam. Target yang harus dicapai adalah lancar dan fasih membaca keseluruhan 30 juz al-Quran serta memahami rahasia-rahasia yang terkandung dalam kaidah-kaidah mushaf Usmani menggunakan materi Dalail al-Mubin. Setelah manyelesaikan seluruh tingkatan, santri bisa mengikuti program lanjutan dari MTQ yang diberi nama dengan pasca MTQ, yang memiliki motto utama “Mengantarkan Mutaallim untuk mengusai ilmuQira’ah sab’ah” sesuai dengan kaidah yang benar dan tepat. “Menurut kami, program MTQ ini sudah sangat bagus, karena mutaallim tidak hanya dituntut untuk lancar membaca al-Quran, tapi juga bisa memahami ilmu al-Quran yang lain seperti gharaib, wakaf dan ibtida’, memahami rahasia-rahasia al-Quran, dan lain sebagainya sesuai dengan tingkatan masing-masing.” Ungkap salah satu Muallim MTQ, pada malam Selasa (05/08). _____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Ustadz Afifuddin : Nubuwah Nabi Muhammad Sudah Ada Sebelum Beliau diutus
kembali hadirkan Ustadz Afifuddin sebagai pemateri dengan tema Nubuwah. Hal tersebut sesuai jadwal yang telah disusun pengurus ACS untuk penguatan akidah Ahlusunnah Wal Jamaah bagi peserta semester I. Seperti biasa, ruang istirahat guru Aliyah sebagai lokasi diadakannya mentoring. Ustadz Afifuddin membuka pembahasan dalam mentoring Annajah Center Sidogiri (ACS) dengan malam Senin (04/08) menjelaskan tentang Nubuwah yang diambil sebagai tema mentoring kali ini karena untuk membantah orang-orang non-muslim bahwa risalah Nubuwah Muhammad tidak hanya dijelaskan dalam al-Quran saja melainkan juga ada dalam kitab–kitab terdahulu. Beliau mengajak seluruh peserta ACS untuk berfikir logis dan selalu berusaha mengungkap segala cerita sejarah yang belum diketahui seperti misalnya, tentang surat ke Kaisar Heraclius. Kenapa dulu Nabi Muhammad SAW mengawali dengan basmalah. Intinya beliau banyak memberi dorongan untuk kritis dalam sejarah tidak hanya dalan pelajaran fiqih saja. Beliau kembali membawa peserta untuk membahas sejarah. Sejarah yang dibahas adalah perang Khandaq, yang banyak redaksi sejarah menyebutkan kemenangan kaum Muslimin disebabkan oleh taktik Sahabat Salman al-Farisi dengan menggali parit mengelilingi Madinah. Sedankan dalam Perang Khandaq kemenangan yang diraih tidak lepas dari pertolongan Allah dengan mengirim badai yang sangat dingin dan tentera-tentera dari langit yang kasat mata. Ini terbukti karena jika disebabkan taktik paritnya Salman al-Farisi itu hanya membantu mencegah masuknya koalisi pasukannya kaum kafir Quraisy dan Yahudi, sedangkan hal itu juga menyebabkan kaum Muslimin terkepung di dalam Kota Madinah. “Itu pertanda bahwa Allah tidak senang kalau nabi-Nya kalah konsep dengan Salman al-Farisi.” sebut Kepala BPP ini. Beliau menceritakan kisah Raja Yaman, Rabi’ah bin Nasr yang bermimpi tentang negerinya yang kejatuhan api dari atas menuju dataran rendah hingga melahap semua makhluk hidup. Mimpi tersebut ditafsiri oleh tukang sihir raja, bahwa negerinya akan dikuasai kaum Habsyah, kemudian Iram dari dataran Adn, dan terakhir dikuasai Orang yang dipuji yang diberi wahyu dan yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi, menurut cerita tersebut Nubuwah Muhammad telah ada sejak 200 tahun yang lalu berdasarkan cerita Raja Yaman di atas. “Orang yang tidak mempercayai Nubuwah Nabi Muhammad berarti ketinggalan zaman, dan sekali lagi orang Yahudi itu bukan tidak beriman, hanya saja mereka dengki.” Jelas Ustadz Afif. ________________ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin Ripit ...
Datangkan TNI AL Demi Optimalkan Kinerja
Upacara di momen peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, memang sudah jamak digelar. Pun demikian di peringatan ke-74 Agustus mendatang. Upacara pengibaran bendera merah-putih, diikuti seluruh siswa sekolah ataupun instansi dan lembaga pemerintah. Tak terkecuali santri Pondok Pesantren Sidogiri yang berjumlah sekitar sepuluh ribuan. Untuk mensukseskan acara yang menjadi rutinitas Pondok Pesantren Sidogiri ini, pengurus juga memilih santri-santri terbaik MMU Tsanawiyah untuk menjadi tim paskibraka. Demi mengoptimalkan kinerja mereka, salah Anggota TNI AL, didatangkan untuk melatih pasukan tersebut, pada malam Ahad (03/08). Latihan yang bertempat di barat MMU an-Nawawi tersebut dimulai jam 09: 00 Wis sampai jam 12: 00 Wis. Beliau dengan tegas melatih pasukan, untuk meluruskan barisan selurus mungkin, “Lihat pundak teman di depan kalian, luruskan sekiranya saya tidak melihat pundak kalian,” perintah beliau. Beliau juga meminta salah satu dari pasukan untuk memimpin barisan, “Saya cuma pingin tau gimana sikap kalian ketika memimpin pasukan. Gak papa kalian buat kesalahan, nanti saya perbaiki.” Tegas beliau, ketika melatih pasukan. _____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...
Gus Muhib: Syiah dan Wahabi Mustahil Akur
Dalam penjelasan Gus Muhib Amman Aly, saat mentoring Annajah Center Sidogiri (ACS), membeberkan beberapa konflik yang terjadi dalam tubuh Islam sendiri. “Kebanyakan yang tengkar, dan saling teror itu adalah Wahabi dan Syiah. Katakanlah, konflik di Syiria. Di sana, umat Islam antar Syiah dan Wahabi yang saling tembak. Bahkan, bila ada berita bentrok Sunni-Syiah, bisa saja yang di maksud Sunni di sana adalah Wahabi,” ungkap beliau. Alasan mengapa percekcokan ini selalu terjadi, diungkapkan beliau saat acara mentoring ke-II semester pertama itu. Menurutnya, memang dari kelompok yang menjadi cikal-bakal dari Syiah dan Wahabi selalu berseberangan. “Asal mula pertikaian yang bermuatan politik adalah Khawarij dan Rawafidh. Keduanya sangat berseberangan. Kemudian Khawarij melahirkan kelompok Nashiby yang menjadi cikal-bakal dari Wahabi. Sedangkan Rawafidh merupakan induk dari Syiah. Dari sana, kita dapat mengetahui bahwa pertikaian mereka memang dari dulu. Sulit sekali mereka bisa damai,” tambahnya. Selain itu, beliau memaparkan posisi Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) dalam dua kelompok tadi. Aswaja merupakan kelompok yang berada di tengah antara keduanya. “Bila Nashiby membenci Ahlul Bait, dan Syiah membenci sahabat nabi, maka Ahlusunnah Waljamaah mencintai keduanya,” pungkas beliau. ____ Penulis: Muhammad ibnu Romli Editor: Saeful Bahri bin...
Pelantikan Koordinator MQS 1440-1442 H
Metode Qurani Sidogiri (MQS) pada Jumat (02/08) ini melantik 15 Koordinator Wilayah beserta bawahannya yaitu Wakil Bidang Tashih dan Qiraah, Wakil Bidang Metodologi, dan TU serta Penanggung Jawab Materi. Jumlah total yang dilantik adalah 48 orang. Pelantikan diadakan di Ruang Auditorium Lantai II Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri. Koordinator berasal dari 15 wilayah cabang yang terdiri dari Bangkalan, Pasuruan Barat, Pasuruan Timur, Probolinggo Barat, Probolinggo Timur, Lumajang, Jabodetabek, Jember, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bondowoso, Situbondo, Surabaya, dan Malang. Semua Koordinator dilantik oleh Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri, H. A. Saifulloh Naji mewakili Ketua III yang berhalangan hadir, Mas H. Muhammad Abdul Djalil Kamil. “Saya mewakili Ketua III Pondok Pesantren Sidogiri, dengan ini melantik saudara Koordinator cabang, Wakil Koordinator Bidang dan TU Cabang MQS Pondok Pesantren Sidogiri masa khidmah 1440-1442, dengan pembacaan al-Fatihah.” Ijab Sekum yang diikuti pembacaan Ummul Quran bersama. Dalam Sambutannya, beliau menyampaikan harapannya kepada semua personalia yang akan dilantik bahwa dan mengingatkan tentang khidmah terhadap Islam dan Pesantren Sidogiri. Beliau mengingatkan bahwa tujuan utama ini ingin mewujudkan cita-cita luhur dari Masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri yaitu menjadikan santri dan masyarakat merupakan bagian dari orang-orang sholeh, dalam tafaqquh fiddin, dan dalam peran dakwah. Kepala MQS, Ustadz M. Hamim Asy’ari menjelaskan perihal terkait MQS yang memiliki perbedaan dengan sistem kegiatan dakwah TMTB atau Ranting. Perbedaan terletak pada belum adanya anggaran yang pasti untuk program MQS di wilayang Cabang. Sehingga beliau sangat mengharapkan adanya semangat kuat dari setiap personalia yang telah dilantik. Beliau mengingatkan bahwa pemilihan koordinator ini sudah melalui pemikiran dan ikhtiyar yang panjang tidak cukup satu hari. “Kami sudah ikhtiar, bapak-bapak yang sudah dibacakan surat keputusannya tadi, itu sudah usaha maksimal walau tidak seratus persen. Toh nanti kalau dalam perjalanan ada yang tidak sesuai dengan yang diharapkan mungkin itu dawuhnya para Masyayikh Sidogiri, lek ngajar sudah ikhtiyar wes mutholaah, tapi salah dalam mengajarkan. Itu tidak dosa.” Tegas beliau. __________ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...
Habib Taufiq Bin Abdul Qadir As-Seggaf : Ambisi Terhadap Harta Menghancurkan Agama
Malam Jumat (1/08) berlangsung pengajian Kitab al-Hikam karya Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad dengan Qari, Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf, Pasuruan. Pengajian diadakan di Masjid Jami’ Sidogiri lantai I. Pembahasan semalam adalah nomer 37 tentang ambisi terhadap memperoleh harta hasilnya adalah hancurnya agama. Beliau menyampaikan tentang pengaruh berambisi dalam mencari harta terhadap kehancuran agama. Mereka biasanya meninggalkan sifat warak dan sedikit demi sedikit memakai hela pada hukum fikih untuk kepentingan sendiri. Hela itu bukan ajaran agama, ajaran agama itu taqwa. Bukan ahli fikih yang melakukan hela terhadap hukum syariat, melainkan mereka adalah para penipu agama. “Terlalu bersemangat atau ambisi atas harta, ingin kaya, ingin dapat untung besar, ambisi terhadap harta hasilnya adalah hancur urusan agama, warak ditinggalkan, pakai hela jadinya. Yang penting dapat harta. Padahal agama tidak mengajarkan menghela. Menghela agama itu hanya penipu agama bukanlah ahli fikih.” Jelas Habib Taufiq semalam. Habib Taufiq mengingatkan dalam masalah fikih, agar mengikuti yang ahsanahu yaitu yang paling taqwa, jangan mencari hukum mengambil qaul yang dhaif, carilah pendapat yang mu’tamad yang kuat dan paling hati-hati, hindari syubhat, bukan sesuai selera. Lebih lanjutnya, beliau juga menjelaskan tentang bahaya orang yang tidak peduli dalam mencari harta. Haram-halal ditembusnya. Orang yang ambisi terhadap harta juga adalah yang menyalurkan harta semaunya sesuai nafsu, karena duit yang tidak disalurkan pada yang tidak tepat itu lebih buruk dari pada tidak disalurkan sama sekali. Ini termasuk juga dalam golongan yang berambisi terhadap harta. ______________ Penulis : Musafal Habib Editor : Saeful Bahri bin...