BPP Tingkatkan Kualitas Desain Member Desainer Santri
Agu01

BPP Tingkatkan Kualitas Desain Member Desainer Santri

Sebagai instansi yang mengawasi semua media di Pondok Pesantren Sidogiri, Badan Pers Pesantren (BPP) terus melakukan evaluasi mengenai kinerja seluruh anggota redaksi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkankan kinerja profesional dari masing-masing anggota media. Salah satu yang menjadi bidang garapan BPP adalah mengawasi konten lay-out dan desain di seluruh media Pondok Pesantren Sidogiri, termasuk Majalah Dinding Desainer Santri yang dikhususkan untuk menampilkan poster-poster dakwah kreasi santri. Untuk meningkatkan kinerjanya, pengurus BPP menyelenggarakan rangkaian pelatihan Desain bersama seluruh Redaksi Mading Desainer Santri pada Kamis (01/08). Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah skil mereka agar bisa berdakwah melalui desain visual dengan tampilan yang tidak hanya bagus, tapi juga berkesan bagi yang melihatnya, “Tujuannya untuk mengasah dan mengembangkan kreatifitas member Desainer Santri yang rata-rata masih pemula, karena dakwah itu gak hanya ceramah.” Ujar Muhammad Fuad, Pemred Mading Desainer Santri. Pelatihan yang bertempat di Kantor BPP tersebut menghadirkan Ust. Noval Qurtubi, Branding dan Desain Grafis Sidogiri Media sebagai pemateri. “Dulu itu, ketika ada desain yang kurang cocok langsung diganti oleh pihak BPP. Ini dibuang, itu dibuang, sampai sesimpel mungkin.” Ungkap beliau, ketika menceritakan perihal perjalanannya ketika masih baru terjun ke dalam dunia desain. Acara tersebut diharapkan dapat menjadikan para desainer Pondok Pesantren Sidogiri sebagai desainer yang handal dan profesional, sehingga memunculkan karya-karya yang tidak hanya bagus, tapi juga berkesan bagi yang melihatnya. ____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf: Ilmu Untuk Mengatur Akal, Akal Itu Untuk Mengatur Nafsu
Jul31

Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf: Ilmu Untuk Mengatur Akal, Akal Itu Untuk Mengatur Nafsu

Pondok Pesantren Sidogiri menggelar Haul Masyayikh Sidogiri Kiai Abdul Alim bin Abdul Djalil yang ke-15 pada malam Rabu (30/07). Pada kesempatan tersebut  Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf, Pasuruan, hadir memberikan tausiah tentang akal yang menjadi sebab keistimewaan manusia. Habib Taufiq membuka tausiyah malam itu dengan membacakan potongan ayat 70 Quran Surah al-‘Isra’ [17], Walaqad Karamna Bani Adam yang bermaksud Allah benar-benar memuliakan manusia keturunan Adam. Hal tersebut tidak lain karena Allah telah menganugerahkan akal sebagai bentuk keistimewaan manusia. Beliau menjelaskan bahwa akal inilah yang akhirnya menjadikan manusia terhormat sehingga binatang sebesar gajah patuh dengannya dan sapi yang kuat juga bisa tunduk. Semua itu karena akal manusia yang mampu mengalahkan kekuatan gajah dan sapi. Bahkan beliau menambahkan keterangan bahwa satu manusia bisa menggiring ribuan sapi, itulah istimewannya akal. Tetapi akal ini tidak menjadi sempurna jika tidak dilengkapi dengan ilmu. Ilmu yang akhirnya mengangkat derajat manusia, hingga malaikat pun akan hormat. Lihat bagaimana para malaikat diperintahkan Allah sujud pada Nabi Adam. Itu semua karena syaraful ilim. “Bisa dibayangkan ilmu al-asma yang diberikan Allah pada Nabi Adam itu menjadikan para malaikat diwajibkan hormat kepada Nabi Adam apalagi ilmu syariat, apalagi ilmu tauhid yang itu semua merupakan pokok dari ajaran Islam.” Terang dai yang terkenal tegas ini. Orang pandai dan ahli ilmu dunia tidak punya ilmu agama itu diibaratkan orang ahli dagang tidak punya modal, ilmunya tidak manfaat karena tidak didukung ilmu agama yang membimbingnya kepada Allah. Cucu dari Habib Ja’far Syaikhon Pasuruan ini menegaskan bahwa akal tidak boleh yang mengatur ilmu, karena fungsi dari ilmu itu adalah pengatur akal. “Akal yang mengatur ilmu bukan akal diatur oleh ilmu. Ini bahaya loh, fungsinya ilmu itu untuk mengatur akal, akal itu untuk mengatur nafsu, akal untuk mengatur diri kita, ya ikhwani.”  Tegas Beliau. ______ Penulis : Musafal Habib Editor   : Syaiful Bahri bin...

Selengkapnya
Haul KH. Abd. ‘Alim Bin Abd. Djalil Sukses Tanpa Hambatan
Jul30

Haul KH. Abd. ‘Alim Bin Abd. Djalil Sukses Tanpa Hambatan

Malam Rabu (30/07), Pondok Pesantren Sidogiri dibanjiri oleh ribuan Alumni yang mengikuti haul almaghfurlah KH. Abd. ‘Alim bin Abd. DJalil (Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri yang ke-12). Acara haul yang hingga tahun ini sudah yang ke-15, diisi dengan pembacaan salawat simtudduror, dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil, yang sebelumnya diiringi dengan lantunan salawat Burdah al-Bushiri yang dipandu oleh Ust. Sa’dulloh dan Ust. Hamim Asy’ari. Haul pada tahun ini terbilang sukses, di samping karena banyaknya peserta haul, cuaca pada malam tersebut juga sangat mendukung, sehingga acara sukses terlaksana sampai selesai tanpa ada hambatan sedikit pun. “Untuk tahun ini, menurut saya yang mengikuti haul sangat membeludak, karena sampai di gedung al-Ghozali.” Ujar salah satu peserta haul. Untuk memeriahkan acara, Ust. Nasihin Khozin, ketua panitia konsumsi haul mengungkapkan, bahwa pada tahun ini ada sekitar 10.000 kotak nasi yang disediakan oleh panitia haul untuk alumni, dan 1200 untuk tamu undangan, “untuk santri bukan hari ini, semua kotak nasi hari ini hanya disediakan untuk tamu. Kalau melihat banyaknya tamu yang hadir malam ini, semoga saja nasi yang disediakan cukup.”  jelas beliau. Pada kesempatan tersebut  Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Segaf, Pasuruan, turut hadir memberikan tausiah kepada ribuan santri dan alumni yang hadir pada haul kiai yang terkenal dengan sifat pendiam, lowprofile, dan warak ini. Lihat biografi KH. Abd. ‘Alim bin Abd. Djalil di sini _____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Live Streaming Haul KH. Abd ‘Alim bin Abd. Djalil
Jul30

Live Streaming Haul KH. Abd ‘Alim bin Abd. Djalil

Malam Rabu (30/07) merupakan Haul KH. Abd. ‘Alim bin Abd. Djalil yang ke-15. Acara yang dimulai dengan pembacaan Burdah ini bisa ditonton langsung videonya di sini!

Selengkapnya
Rapat Evaluasi Kedua Diklat Ubudiyah 1440 H
Jul30

Rapat Evaluasi Kedua Diklat Ubudiyah 1440 H

Ubudiyah, selain sebagai badan khusus yang bertanggung jawab mengkoordinir ibadah santri juga sebagai pelaksana pelatihan dan pembinaan seputar ibadah santri yang dikenal dengan Pendidikan Shalat (Diklat). Malam Selasa (29/07), segenap Panitia Diklat yang terdiri dari Wakil Kepala I Ubudiyah, Ustadz Syaiful Furqan dan juga Ketua Diklat, Ustadz Mustafid Ibnu Khozin beserta bawahannya, mengadakan evaluasi yang kedua setelah terlaksananya pembinaan Diklat. Bertindak sebagai Notulen, Sekretaris I Diklat, Musafal Habib dan Asistennya, Fatkhurrahman.     Ustadz Furqan dalam menghimbau untuk saling kerjasama antara Sekretaris II Bagian Pendataan dengan Sekretaris I Bagian Surat-Menyurat. Karena beliau memandang kendala yang terjadi lebih banyak ditimbulkan oleh pendataan yang belum valid sempurna. Oleh sebab itu, beliau sangat menekankan dalam seminggu kedepan fokus pada memvalidkan data peserta, pembina, dan majelis Diklat. “Yang paling harus diperhatikan oleh kita saat ini masih untuk memvalidkan data, nanti kita komunikasikan lagi dengan Pengurus Ubudiyah masing-masing daerah  dan kami mengharap pak Musafal dan juga Pak Rohman (Sekretaris I Diklat, red) untuk saling kerjasama dan membantu Sekretaris II”. Himbau pria yang juga menjabat Ketua LPSI ini. Rapat Evaluasi semalam menghasilkan banyak masukan dan terobosan kedepan agar kegiatan Diklat dapat kondusif, mengingat jumlah peserta seluruhnya mencapai lebih dari 5.000-an santri yang terdiri dari murid-murid I’dadiyah I dan Ibtidaiyah.   Di antara yang menjadi masukan adalah perlunya saling komunikasi antar petugas piket, absensi dan juga Pembina Diklat dengan Panitia Diklat Ubudiyah agar kondusif. Selain itu, rapat juga membahas rencana kedepan tentang agenda kegiatan Diklat di Darul Aitam Sidogiri, Surabaya. _______ Penulis   : Musafal Habib Editor     : Saeful Bahri bin...

Selengkapnya
Musyawarah Kerja Pengurus Pusat dan Laporan Pengurus Wilayah IASS
Jul30

Musyawarah Kerja Pengurus Pusat dan Laporan Pengurus Wilayah IASS

Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) termasuk koordinasi khusus manajemen Pondok Pesantren Sidogiri yang mendapat perhatian serius dari Majelis Keluarga dan Pengurus Harian Pondok Pesantren Sidogiri. Hal itu karena kuatnya jaringan alumni Pondok Pesantren Sidogiri yang menyimpan potensi luar biasa. Semua program dan kegiatan IASS harus dipertanggungjawabkan kepada Majelis Keluarga. Oleh karena itu, pada malam Selasa (29/07), IASS menggelar acara Musyawarah Kerja (Musyker) Pengurus Pusat dan Laporan Pengurus Wilayah IASS yang telah menjadi agenda rutin IASS setiap tahunnya. Acara yang bertempat di Gedung Pusat IASS tersebut diikuti oleh Pengurus Pusat dan 27 Pimpinan Wilayah IASS (PW-IASS) yang diwakili oleh ketua dan sekretaris dari masing-masing wilayah yang tersebar dalam skala Nasional dan Malaysia. Acara tersebut dibuka dengan pembacaan Ummul-Quran  yang dipimpin oleh Ust. Alil Wafa, Pemred Sidogiri Media. Disusul dengan sambutan yang disampaikan oleh Presiden IASS, Mas H. Achmad Sa’dullah Abdul Alim. Kemudian pengarahan dari Katib Majelis Keluarga, Mas Dwy Nawawy Sadoellah dan pembacaan taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri oleh Mas H. Achmad Sa’dullah Abdul Alim. Dalam Musyker kali ini, Pengurus Pusat juga melantik beberapa PW-IASS baru yang diresmikan oleh Presiden IASS. Dalam pengarahannya, Mas Dwy Nawawy Sadoellah, koordinator IASS menyampaikan bahwa jangan sampai para Alumni merasa keberatan dengan amanah yang telah diembankan oleh Pengurus Pusat karena sebenarnya perasaan itu timbul disebabkan oleh kesibukan individu yang lain. “Alihkan otak kita untuk memikirkan urusan pesantren. Kita jangan malas disuruh oleh pesantren.” Tegas beliau. Acara inti dalam rapat tersebut adalah laporan dari setiap PW-IASS. Secara garis besar, IASS memiliki lima bidang garapan yang bertujuan untuk memberdayakan alumni, sekaligus sebagai mendorong kiprah mereka di masyarakat. Lima bidang garapan tersebut adalah; Bidang Dakwah dan Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Pelatihan dan Pendidikan, Bantuan Advokasi Hukum dan Pertanggungjawaban Dana Subsidi. Dari laporan masing-masing wilayah sangat beragam dalam menerapkan kelima komponen tersebut, sesuai dengan faktor sosiologis dan geografis di setiap wilayah. _____ Penulis: Kanzul Hikam Editor: Saeful Bahri bin...

Selengkapnya